Tentang Yang ada di Indonesia - dari Bali.


Video: Detik-Detik Seekor Ayam Betina Bertelur


Home > Video Langka: Detik-Detik Ayam Betina Hendak Bertelur! - Dibaca 40 x.

Apakah kamu pernah menyaksikan secara langsung bagaimana seekor ayam betina bertelur? Sebuah adegan dramatis ketika sebuah telur dikeluarkan dari perut induk betina ayam, melalui duburnya itu? Yang tingkat ketegangannya selevel dengan seorang ibu yang hendak melahirkan anaknya..hehehe...

Detik-detik ayam kampung betina mengeluarkan telurnya

Nah, alhamdulillah, beruntungnya kamu telah menemukan artikel detik-detik ayam kampung mengeluarkan telurnya ini..

Sekedar informasi, saya hobi memelihara ayam di rumah. Dari ayam jenis petelur dan ayam kampung.

MANFAAT MEMELIHARA AYAM PETELUR DI RUMAH

Manfaat utama dari hobi memelihara ayam petelur di rumah bagi saya adalah bisa selalu mendapatkan telur segar dan sehat setiap hari. Sehingga seluruh keluarga saya mendapatkan konsumsi telur yang kualitasnya terjamin.

Selain dikonsumsi, telur-telur itu ada yang saya jual. Dijual ke tetangga, saudara atau warung sekitar.

Seringnya sih alhamdulillah, dari sekitar 30 puluhan ekor ayam betina saya (jadi menghasilkan telur rata-rata 2kg kurang dikit per hari) telurnya selalu tak tersisa, alias habis dikonsumsi dan mayoritas habis dijual.

Nah, dari puluhan ekor ayam betina yang saya pelihara itu, alhamdulillah kok pagi itu saya kober (menyempatkan diri) menunggui seekor ayam yang sedang action hendak bertelur.

Dan mengabadikan proses keluarnya sebutir telur dari dubur ayam betina saya itu, melalui kamera ponsel. Mungkin efek pas lagi nganggur hehe..

CIRI-CIRI AYAM HENDAK BERTELUR

Saat itu saya melihat salah satu ayam betina saya sedang gelisah..

Kegelisahan sekaligus sebagai tanda atau ciri-ciri ayam betina hendak bertelur.

Saya sudah hapal dengan kegelisahan ayam yang seperti itu: berjalan mondar-mandir secara cepat, mengeluarkan lenguhan suara "wok-wok-wok-wok...wok-wok-wok-wok...", dan tidak peduli dengan makanan berlimpah yang sudah disediakan.

Ya, itulah ciri-ciri ayam betina yang hendak bertelur: gelisah, jalan mondar-mandir, melenguh dan cuek dengan sekitarnya.

Doi fokus mencari tempat paling strategis untuk mengeluarkan telurnya.

Berdasarkan pengalaman, proses ayam bertelur sejak dari gelisah hingga mengeluarkan telurnya itu waktunya bervariasi.

Seringnya dalam hitungan jam. Bisa sejam. Atau dua jam. Tapi tak jarang kurang dari sejam sudah kelar prosesnya, alias dalam hitungan menit.

Jadi tidak menentu.

Yang jelas, ciri-ciri ayam hendak bertelur ditandai dengan ayam mulai mengeluarkan lenguhan suaranya hingga dia diam berkonsentrasi dengan posisi agak berjongkok, dan lalu menjatuhkan telurnya!

KOTAK TELUR AYAM (NESTING BOX)

Kalau ayam sudah disediakan tempat untuk bertelur (nesting box - kotak tempat bertelur), maka dia pasti akan selalu meletakkan telurnya disana.

Meskipun kotak bertelurnya diletakkan agak tinggi dari tanah, dia tetap akan lompat keatas dan meletakkan telurnya disana.

Namun jika tidak, maka telurnya akan diletakkan dimana saja. Diatas tanah atau sekam padi yang menjadi alas kandangnya. Biasanya sih, dipojokan kandang.

Kotak bertelur ayam bisa dibuat dari bahan apa saja, umumnya sih dari kayu.

Dari bahan lain juga bisa. Yang jelas usahakan berbentuk kotak seukuran badan ayam dewasa. Bebas berkreasi dalam membuat kotak bertelur ayam.

Bisa ditebak mengapa ketika ayam bertelur dia akan meletakkan telurnya disebuah pojokan kandang: ya, agar aman. Itu sudah insting indukan ayam yang menginginkan telurnya aman.

Aman dari apa?

Aman dari injakan kaki ayam lainnya.

Aman dari predator seperti tikus.

Sebuah telur yang masih segar keluar dari dubur induknya, sudah qadarullah (ketentuan Allah) kali ya...tak akan pernah terinjak oleh kaki ayam lainnya, betapapun sibuk mereka berjalan atau berlari hiir mudik disekitar telur itu..

Namun yang pasti, telur itu tak akan pernah aman dari manusia sebagai pemilik ayam yang hendak mengambil telurnya untuk dijadikan lauk sarapan hehehe...

JARAK WAKTU KELUAR ANTARA TELUR SATU DENGAN TELUR BERIKUTNYA

Mungkin kamu bertanya, berapa selang waktu yang diperlukan induk ayam betina untuk mengeluarkan telur berikutnya?

Jawabnya, telur berikutnya akan dikeluarkan dalam waktu 24 - 30 jam kedepan. Kadang lebih dari 30 jam, tapi jarang sekali.

Jadi rata-rata, kita bisa memanen sebutir telur ayam setiap sehari atau dua hari sekali per ekor ayam.

Untuk ayam petelur, itu akan berlangsung selama 1,5 - 2 tahun kedepan. Jadi bertelur terus-terusan selama ini.

Kalau untuk ayam kampung dalam sebulan lebih kurang bertelur dalam rata-rata 25 hari saja. Lalu jeda semingguan libur bertelur. Setelah itu lanjut lagi. Dan sama berlangsung selama 1,5 - 2 tahun berikutnya.

Oke tanpa berlama-lama, nikmati video langka berikut: detik-detik ayam betina bertelur!

Nah, kamu mau tanya-tanya seputar hobi memelihara puluhan ekor ayam petelur di rumah? Komen aja dibawah ya....!

ARTIKEL TERKAIT:

Begini Cara Praktis Memelihara Ayam di Rumah Sendiri
Anak ayam petelur - doc ayam petelur

Temukan 10 Alasan Mengapa Harus Punya Piaraan Ayam di Rumah
Memelihara Ayam di Rumah Pada Masa Pandemi

Ketahui 3 Jenis Ayam Yang Tepat Dipiara di Rumah
Ayam Petelur tepat dipelihara di rumah

Ayam Hias Serama
Ayam serama jantan dan betina

DIY! 5 Ide Kreatif Kandang Ayam Paling Murah & Simpel
Ide Membuat Kandang Ayam Sendiri di Rumah

Bagikan Artikel Ini:

Beri Komentarmu, Ya..
Nama
Komentar
Kode Verifikasi (Tulis ulang kode berikut di kotak: TB10 )
 

TOP 10 ARTIKEL ASYIK LAINNYA:

Ikan Nila Mau Bertelur Beranak Dibaca 4.556 x

Mengapa Harus Ikan Koi dan Nila? Dibaca 2.195 x

Detik-Detik Ikan Nila Bertelur dan Beranak di Kolam Dibaca 1.387 x

Bagaimana Merawat Anak Kucing Umur 1 Bulan? Dibaca 1.217 x

6 Alasan Harus Berwisata ke Kawah Gunung Ijen Melihat Blue Fire Dibaca 907 x

Buat Jebakan Burung Mudah dan Praktis Dibaca 775 x

Tanaman Kana - Canna Berbunga Cantik Dibaca 581 x

Matematika Jongkok Namun Kuliah di Jurusan Komputer Dibaca 561 x

3 Cara Merawat Rumput: Simak Agar Rumputmu Terus Menghijau Dibaca 454 x

Inilah 3 Penyebab Wasir Dan 1 Cara Saja Dalam Mengatasinya Dibaca 448 x