Tentang Yang ada di Indonesia - dari Bali.


Tips Foto Levitasi


Foto Levitasi Keren

Teknik foto levitasi (levitation) adalah teknik foto yang dibuat seakan-akan obyek foto yang dibidik seolah sedang melayang. Levitation sendiri adalah sebuah kata dalam bahasa Inggris, dan arti harfiah dalam Bahasa Indonesia adalah 'pengapungan di udara', alias melayang.

Dalam proses pembuatan teknik foto levitasi ini, obyek foto bisa berupa gerakan asli atau hasil editan.

Foto dengan menggunakan teknik levitasi ini biasanya digemari oleh para milenial. Bukan tanpa alasan mengapa teknik levitasi dalam sebuah foto digemari oleh kawula muda kekinian.

Tapi yang jelas memang diperlukan stamina ekstra untuk mendapatkan obyek foto levitasi yang sempurna.

Bagaimana caranya agar bisa mendapatkan foto dirimu seolah-olah sedang melayang, padahal aslinya tidak? Benar..

Yaitu dengan cara melompat ke udara. Lalu kamera menangkap dirimu yang sedang terbang dalam pose terbaikmu. Dalam hal ini, kamera bisa membidik melalui seorang fotografer atau menggunakan timer.

Tapi jangan dikira dengan sekali lompat lalu kamera langsung mendapatkan lompatan paling sempurna. Bukan, tidak begitu..

Bisa jadi kamu perlu melompat beberapa kali (biasanya puluhan kali) dan 'JEPRET!' kamu ditangkap kamera dalam akting terbaikmu. Dan tentu saja ini akan sangat melelahkan dan menguras energi.

Maka sudah jelas bahwa teknik pengambilan gambar foto dengan teknik levitasi kebanyakan hanya bisa dilakukan oleh para muda milenial jaman now.

Teknik Foto Levitasi Melayang

Ini adalah teknik foto Levitasi. Teknik real / sungguhan, tanpa editing, apalagi mistisme.

Itu apabila obyek foto melayang dalam teknik foto levitasi dilakukan secara real, asli dalam sebuah gerakan..

Lantas apakah ada teknik foto levitasi hasil editan? Ada.

Ada juga teknik foto levitasi yang menggunakan bantuan program editor image, seperti Photoshop. Ini sah-sah saja dilakukan. Dan hasilnya tidak kalah mengagumkan dengan hasil fotolevitasi real.

Tapi tentu, tingkat ‘penghargaannya’ tidak setinggi yang teknik levitasi real.

Teknik real bernilai tinggi karena bersifat natural atau alami, hasil kerjasama yang apik antara obyek gambar dengan fotografernya. Penggabungan yang sempurna antara ketepatan waktu ketika tubuh melompat dan jari menekan tombol.

MENGAPA TEKNIK FOTO LEVITASI SANGAT POPULER?

Teknik foto levitasi sangat digandrungi, terutama oleh anak muda di perkotaan, karena menghasilkan gambar dengan pemandangan yang tidak biasa. Terkadang janggal, absurd, pokoknya tidak biasa (aneh).

Yang jelas, hasil jepretan foto levitasi terkadang akan membuat penikmatnya tertawa. Dan tak jarang akan mengeryitkan dahi.

Hal lain mengapa foto levitasi sangat populer adalah karena cara memotret orang lompat bisa hanya dengan hp. Pakai kamera yang ada di ponsel. Tak harus menggunakan kamera mahal. Dan tak harus pakai tripod. Pakai tangan kosong jadilah.

Lalu berikutnya, lokasi pengambilan obyek gambar levitasi bisa dimana saja, tak harus di perkotaan. Di pedesaan, pinggiran sawah, tepi sungai atau danau, bantalan rel kereta api, rumah kosong atau bukit berhutan bisa dijadikan latar belakang obyek foto levitasi.

Alasan lain mengapa teknik levitasi ini sangat digemari adalah karena bisa dilakukan sendirian (solo action) atau rame-rame bersama teman-teman atau komunitas.

Apakah perlu alat bantu lain untuk menghasilkan teknik levitasi foto ini? Tidak harus..

Kalaupun memerlukan alat bantu, biasanya itu bisa dengan mudah kita dapatkan. Beberapa alat bantu dalam pengambilan foto levitasi biasanya adalah kursi atau bangku, meja selembar kain.

Jepitan jemuran atau peniti terkadang juga digunakan untuk mencegah kain berkibar ketika melompat.

Bermacam-macam latar belakang pengambilan obyek foto levitasi tadi, apabila dibidik secara sempurna, akan menghasilkan karya foto yang luar biasa.

PROSES PEMBUATAN FOTO LEVITASI SECARA SEDERHANA

Sukses tidaknya membuat foto levitasi, kuncinya ada di lompatan dan waktu penjepretan yang tepat.

Saya contohkan dalam gambar (atas dan bawah), ketika obyek gambar (saya) sedang melompat dan berada dititik elevasi tertinggi, fotografer (istri saya) langsung menjepretnya. Jadi kerjasama yang apik antara suami dan istri bisa menghasilkan anak, eh, foto levitasi.

Pada bagian inilah sebetulnya faktor utama keberhasilan foto levitasi akan terlihat keren atau kere.

Kalau kamu jeli membedakan dua foto levitasi diatas (melompat didepan kandang burung) dan dibawah (melompat disamping pagar rumah), terdapat perbedaan kualitas atas hasil foto levitasi yang kami lakukan.

Foto pertama kualitasnya keren. Mengapa?

Perhatikan mimik wajah dan kondisi baju.

Mimik wajah saya terlihat natural, alami. Bisa sedikit tersenyum. Kacamata tetap berada di posisinya. Meskipun melompat muka tidak ngempet atau mulut mengatup atau kacamata pindah posisi, khas orang lompat.

Sehingga ketika lompat, wajah tak boleh terlihat ngempet, meringis, tegang, khas orang melompat.

Begitu pula dengan kondisi baju. Baju tidak begitu berkibar, dan tetap terjaga normal. Itu pula gunanya peniti atau jepitan jemuran, untuk menahan agar baju tidak berkibar.

Hasil fotografi levitasi yang keren, baju, celana, jilbab atau aksesoris lain yang dipakai tidak boleh terlihat berkibar ketika melompat, karena kesan alaminya akan hilang.

Lalu foto kedua. Jujur itu terlihat kurang keren, alias kere.

Mengapa?

Sebab baju yang saya kenakan terlihat berkibar. Jadi tidak natural. Juga posisi kaki yang masih terlihat menjejak tanah, tak terlihat terbang. Mustinya pengambilan angel / sudut jepretan agak kebawah atau jongkok.

Levitasi Melayang Potret Udara

Ringkasnya, berikut ini adalah proses pengambilan gambar foto dengan teknis levitasi:

  1. Aktor / obyek gambar bersiap melompat. Fotografer fokus ke timing penjepretan.
  2. Ketika melompat, jaga ekspresi wajah.
  3. Pasang wajah senatural mungkin, persis seolah-olah kaki menginjak tanah.
  4. Baju atau celana dijaga agar tidak berkibar.
  5. Ulangi untuk memperoleh hasil foto levitasi terbaik.

JENIS KAMERA UNTUK FOTO LEVITASI

Mungkin sampean bertanya, memotretnya pakai kamera apa?

Jawabannya: kamera apa saja boleh. Terserah.

Bisa pakai kamera henpon. Bisa juga DSLR. Atau camera pocket, kamera saku. Yang mana yang sekiranya kamu punya dan merasa nyaman dengannya, teknik foto levitasi bisa dihasilkan dari jenis kamera apapun.

Hanya saja yang paling populer memang menggunakan kamera hape. Sebab alasannya jelas: mudah dan ringkas pengunaannya. Semua orang punya hape berkamera.

Kalau saya memakai kamera henpon. Kebetulan pakai hp OPPO, yang sudah terkenal dengan kecanggihan kameranya. Tapi kamera merek henpon lain juga tidak dilarang. Boleh aja.

Sudah paham ya sekarang tentang memfoto memakai teknik levitasi?

Ini agar kalau sampean berkunjung ke rumah saya di Bali, tidak kaget dengan model sambutan saya yang melayang sembari nangkring di pagar rumah dengan manisnya hehe..

Jangan cepat patah semangat apabila belum juga mendapatkan foto levitasi terbaik. Ulangi beberapa kali. Lebih sabar dan fokus. Butuh kerjasama yang ciamik antara aktor dan fotografer untuk mendapatkan gambar foto levitasi terbaik.

> Wisata ke Tegalalang Ubud Bali

< Tips Tidur Nyenyak Malam Hari Meski Batuk

Nama
Komentar
Kode Verifikasi (Tulis ulang kode berikut di kotak: TB10 )
   
 

TOP 10 ARTIKEL LAINNYA:

3 Jenis Buku Yang Sebaiknya Dibaca

3 Hal Penyebab Wasir

Backpacking ke Lombok

Cara Mengganti Ban Mobil Bocor

Cara Menjemput Rejeki

Hukum Islam dan Contohnya

Wisata ke Tegalalang Ubud Bali

Matematika Jongkok Tapi Kuliah Informatika

Daster Yang Tepat Untuk Muslimah

Tips Tidur Nyenyak Malam Hari Meski Batuk