Tentang Yang ada di Indonesia - dari Bali.


Apakah Jalur Pantura (Pantai Utara) Jawa Itu?


Sering mendengar kata ‘Pantura’, kan? Ketahuilah, itu adalah singkatan dari Pantai Utara.

Apalagi di musim mudik Lebaran via darat (bermobil atau bermotor), sudah pasti kata Pantura menjadi salah satu kata wajib yang sering terdengar di televisi, radio, surat kabar, internet atau media sosial.

Nah, bagi kamu yang ingin tahu lebih detil perihal apa itu Pantura, silakan ikuti tulisan saya berikut ini.

Wisata Pantura - Rumah Apung Bangsring Banyuwangi

Dua kata kuncinya adalah 1) Pantai 2) Utara. Baiklah, inilah penjelasannya.

1. PANTAI
Kata ini dipakai karena jalur darat yang dipakai selalu mengikuti garis pantai. Jadi, sepanjang perjalanan, kita akan hampir selalu bisa melihat pantai, atau laut.

Merupakan pemandangan yang mengasyikkan disaat kita didalam mobil dan bisa memandang laut atau pantai lewat jendela mobil kita. Memang kadang-kadang di sepanjang jalan tertentu pantainya akan menghilang.

Ini terjadi terutama kalau kita sudah meninggalkan wilayah pinggiran kota (biasanya berupa kabupaten), dan mulai masuk ke dalam kota.

Begitu masuk kota, biasanya pemandangan akan berubah menjadi pemandangan yang khas, seperti bangunan besar dan tinggi, hiruk pikuk pasar, anak-anak berangkat / pulang sekolah, kemacetan, dsb.

Dan kalau kita membuka sebuah peta, disana akan terlihat dengan jelas bahwa kota / kabupaten yang dilewati jalur pantura itu memang secara lokasi berdekatan dengan pantai atau laut.

2. UTARA
Kata ‘Utara’ dipakai untuk menunjukkan posisi diatas. Kalau kita melihat gambar arah mata angin, arah kiri adalah Barat, arah kanan adalah Timur, arah bawah adalah Selatan, dan arah atas adalah Utara.

Dan berdasarkan gambar arah mata angin itu, kembali kalau kita membuka sebuah peta, katakanlah peta provinsi Jawa Timur, maka kota / kabupaten yang dilewati oleh jalur pantura (seperti Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi) posisinya ada di atas, atau utara.

Sebaliknya kota / kabupaten (dilihat di peta, seperti Jember, Lumajang) posisinya berada di bawah, atau selatan.

Nah, itulah sekilas penjelasan mengenai masing-masing kata kunci ‘pantai’ dan ‘utara’.

Namun, dari 2 kata kunci diatas untuk menjelaskan kata Pantura, sebetulnya ada 1 lagi kata yang hampir selalu mengikuti kata pantai dan utara. Kata apa itu? Yaitu, Jawa.

Ya kan, seringnya kita mendengar di hampir setiap berita mudik Lebaran saban tahun. Kata ‘pantai’ dan ‘utara’ hampir selalu kemudian disambung dengan kata ‘jawa’.

Oleh karena itu, sekalian saja disini saya jelaskan kata berikutnya ini, yaitu jawa.

3. JAWA
Saya sendiri kurang yakin mengapa yang dipakai adalah kata ‘Jawa’. Namun, saya berasumsi mungkin karena berita mudik paling heboh sejak dari jaman Indonesia baru merdeka 1 hari sampai sekarang, itu terjadi di pulau Jawa.

Makanya dipakailah kata Jawa, dan bukannya Sumatera atau Kalimantan hehe..

Dan lagi, silakan dilihat petanya lagi, peta pulau Jawa. Kalau kita lihat, bagian atas peta (utara), kota / kabupaten tersebut disana adalah yang paling sering disebut di hampir semua media. Terutama ketika musim mudik Lebaran tiba.

Kalau dilihat disana, Merak (di Jakarta) itu berada di posisi paling barat. dan Banyuwangi (di Jawa Timur) berada di posisi paling timur.

Jadi semakin jelaslah, betapa panjangnya jalur yang disebut PANTURA itu. Bisa ribuan kilometer. Dari ujung sebelah barat pulau Jawa, hinga ujung sebelah timur pulau Jawa.

Nah, sekarang sudah paham kan, apa dan bagaimana maksud dari penggunaan kata PANTURA itu?

Sekarang kalau musim mudik Lebaran tiba, dan semua reporter berita dan mungkin juga sanak saudara kita menyebut-nyebut kata ‘pantura’, kita sudah paham dan mengerti maksudnya.

Menyusuri Jalur Pantura Timur: Surabaya ke Banyuwangi

Setelah tahu penjelasan apa itu jalur pantai utara Jawa, sudah menjelaskan sedikit banyak jalur dan lokasi kota / kabupaten yang dilintasi jalur pantura. Juga posisi atau letak kota / kabupaten tersebut di peta, berdasarkan arah mata angin.

Dan ngomong-ngomong tentang jalur pantura, di tulisan kali ini saya akan menjelaskan pengalaman saya berpantura ria di sebelah timur Indonesia, tepatnya jalur Surabaya – Banyuwangi. Silakan dinikmati..

Sekedar informasi, sudah puluhan tahun terakhir ini saya tinggal di Bali. Saya aslinya orang Mojokerto, Jawa Timur.

Jadi, mudik bermobil melalui jalur darat dari Bali ke Mojokerto (dan tinggal meneruskan perjalan 1 jam saya untuk kemudian tiba di Surabaya) sudah menjadi pengalaman mungkin ratusan kali :).

Oke, berikut adalah jalur-jalur yang akan dilalui apabila melintas jalur pantura dari Surabaya – Banyuwangi.

1. SURABAYA
Surabaya adalah ibukota provinsi Jawa Timur. Surabaya juga disebut sebagai Kota Pahlawan.

Seperti halnya kota besar lainnya di Indonesia, khususnya Jawa, kota Surabaya akan menjadi sepi ditinggal mudik oleh sebagian penghuninya.

Untuk mencapai Mojokerto dari Surabaya, selain bisa menggunakan jalan tol, juga bisa menggunakan jalan utama Surabaya – Mojokerto yang melintasi Krian itu.

Lama perjalanan adalah dari Surabaya menuju Mojokerto adalah 1 jam.

2. MOJOKERTO
Ini adalah kota saya. Dari Surabaya hendak menuju Banyuwangi (kota paling ujung timur pulau Jawa), kamu pasti akan melintas Mojokerto.

Memang tidak melintas di dalam kota, tapi menyusuri pinggirannya. Dan begitu ketemu dengan Terminal bis Mojokerto, di perempatan itu ambil arah ke kiri.

Menyetir saja terus sampai ketemu Mojosari, sebuah kecamatan yang lumayan ramai di kabupaten Mojokerto.

Dan menyetir jarak jauh melintasi jalur Pantura, urusan makan-makan adalah hal yang krusial.

Tapi untuk urusan mengisi perut, sepanjang jalur di Mojokerto saya tidak merekomendasikan. Tahan nafsu makanmu dulu, nanti saja selepas Mojokerto baru isi perut..

Lama perjalanan adalah dari Mojokerto menuju Bangil adalah 1 jam.

3. BANGIL
Lepas dari Mojokerto, kamu akan bertemu dengan Bangil, salah satu kecamatan yang ada di kabupaten Pasuruan.

Di sepanjang jalan ini banyak kamu temui masjid besar. Jadi, karena shalat wajib 5 waktu itu tak bisa ditinggalkan, sempatkan untuk berhenti mendirikan shalat di sepanjang jalur ini.

Parkir mobilnya juga relatif luas, jadi gampang untuk meninggalkan mobil sejenak disana.

Lama perjalanan adalah dari Bangil menuju Pasuruan adalah 30 – 45 menit.

4. PASURUAN
Seperti halnya di manapun tempat di pulau Jawa, Pasuruan juga surganya masjid besar.

Kalau di Bangil tadi belum sempat mampir masjid, atau belum masuk wakti shalat, maka Pasuruan bisa menjadi jujugan masjid berikutnya.

Di Pasuruan ini juga surganya kuliner. Jadi, disini (baik ketika melintas wilayah kabupaten atau masuk di kotanya) bolehlah menjalankan program isi perut, alias makan kenyang hehe.

Ayam Bakar Wong Solo, warung ayam bakar terkenal itu, salah satunya juga ada di ruas jalan Pasuruan ini..

Selain Ayam Bakar Wong Solo, juga banyak berjejer tempat makan enak dan layak kunjung. Dari rumah makan sederhana hingga yang sekelas jujugan bus malam, komplet tersedia.

Menu yang tersedia mulai dari rawon, pecel, soto, masakan cina, apa aja deh, ada…

Lama perjalanan adalah dari Pasuruan menuju Probolinggo adalah 1.5 jam.

5. PROBOLINGGO
Sama seperti Pasuruan, Probolinggo juga pusatnya masjid dan kuliner.

Bahkan di Probolinggo (usai melintasi kecamatan Kraksaan), ada satu kompleks pompa bensin Pertamina, yang dikelola dengan sangat moderen dan komplet.

Tempatnya bersih dan nyaman, dengan areanya yang sangat luas.

Namanya adalah Utama Raya Rest Area.

Tak hanya menjual bensin dan variannya, Utama Raya juga menyediakan hotel dan villa, minimarket yang lengkap, 2 musholla satu untuk pria dan satunya untuk wanita, toilet sejumlah 80 buah, dan layanan-layanan lainnya, seperti kafe, resto dan sekedar isi angin ban Nitrogen.

Utama Raya Rest Area ini sudah pasti menjadi tempat transit para pengendara jalur panturan Indonesia timur ini. Karena memang fasilitasnya komplet.

Apa saja ada. Saya dan keluarga kalau mudik Lebaran, sudah dua tahun terakhir ini selalu menginap di salah satunya kamar hotelnya. Breakfast (makan paginya) bisa diganti untuk sahur khusus di bulan Ramadhan.

Di Probolinggo pula, kalau kamu melintasnya pada waktu malam hari, terdapat pemandangan indah berupa ribuan lampu yang menerangi PLTU Paiton.

Pembangkit Listrik Tenaga Uap Paiton ini adalah salah satu PLTU yang menyuplai listrik untuk pulau Jawa dan Bali.

Lama perjalanan adalah dari Probolinggo menuju Besuki adalah 2.5 jam. Lama memang perjalannya.

6. BESUKI
Besuki secara administratif masuk wilayah kabupaten Situbondo. Dan usai melintas Probolinggo, kamu akan bertemu Besuki ini (bukan Basuki, ya…).

Di Besuki ada satu tempat makan langganan saya dan juga langganan banyak travel, namanya Rumah Makan Setia. Menu rawon dan nasi gorengnya selalu menggoda aya untuk mempir apabila sedang melintas di depannya hehe..

Di Besuki pula ada Masjid Raya Besuki yang teletak tepat di depan alun-alunnya. Saya dulu pernah mampur kesini untuk melakukan iktikaf sejenak dalam perjalanan mudik dari Denpasar menuju Mojokero.

Lama perjalanan adalah dari Besuki menuju Situbondo adalah 30 – 45 menit.

7. SITUBONDO
Situbondo hampir mirip dengan Probolinggo. Miripnya di lama perjalanan, lama sekali rasanya melintas kabupaten dan kota Situbondo ini. Juga jalanan yang lebar dan banyak masjid serta rumah makan.

Di Situbondo itu terdapat Taman Nasional Baluran, sebuah tempat konservasi alam nasional yang dilindungi oleh pemerintah. Lama perjalanan melintasi taman nasional ini berkisar 30 menit (17 km).

Pemandangannya asyik dan sejuk, khas hutan. Kalau ada waktu, seperti saya dulu, sempatkan masuk ke dalam area taman nasional Baluran yang terbuka untuk umum.

Hanya perlu bayar tiket mobil dan penumpang yang sangat murah, dan jauh di pelosok hutan lindung akan kamu jumpai pemandangan padang sahara yang menakjubkan.

Tapi saya ingatkan, jalanan menuju sana waktu itu sangat jelek. Jadi, cek dulu ban mobilmu apa masih dalam kondisi prima.

Di Situbondo ini pula ada tempat wisata Pantai Pasir Putih. Juga ada tempat wisata Watu Dodol, sebuah batu besar teronggok di tengah-tengah jalan raya. Kedua tempat wisata ini sangat terkenal disana.

Lama perjalanan adalah dari Situbondo menuju Banyuwangi adalah 2.5 jam.

8. BANYUWANGI
Finally! Akhirnya, perjalanan kita pun menyentuh garis akhir di ujung paling timur pulau Jawa, Banyuwangi.

Banyuwangi terdiri dari 2 kata, yaitu Banyu (Air) dan Wangi (Harum). Legenda Air Harum ini yang melatarbelakangi penamaan kabupaten Banyuwangi ini.

Bupati Banyuwangi saat ini, Abdullah Azwar Anas, sangat getol membangun Banyuwangi.

Selain sudah punya bandara nasional Blimbingsari, di Banyuwangi juga banyak terdapat tempat wisata lama maupun baru yang gencar ditawarkannya. Kalau sempat, luangkan barang sehari dua hari untuk mengeksplor Banyuwangi.

Beberapa tempat wisata terkenal di Banyuwangi adalah Kawah Ijen, Pulau Merah, G-Land Surfing, Pantai Boom, Air Terjun Jagir, dsb.

Dan di Banyuwangi ini pula terdapat pelabuhan penyeberangan Ketapang, sebuah pelabuhan kapal ferry yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Bali.

Jadi, kalau mau meneruskan perjalanan darat ke Bali, sudah pasti harus melalui Pelabuhan Ketapang – Gilimanuk ini, yang sering diberitakan macetnya itu apabila musim mudik Lebaran sedang berlangsung.

Jadi akan perlu lebih kurang 10 jam untuk melintasi Surabaya – Banyuwangi. Bisa lebih cepat kalau tak banyak berhenti dan nyetirnya sedikit lebih ngebut.

Pun juga bisa lebih lambat kalau setirnya nyantai dan banyak berhenti mencari spot-spot terbaik sepanjang perjalanan.

Nah, sudah siap menjelajah Jalur Panturan Jawa sebelah Timur Indonesia? SIAP, insya Allah!

Dan sekalian meneruskan perjalanan ke Pulau Bali? Hehe…

Silakan tanya-tanya di kolom komentar kalau ada yang perlu ditanyakan lebih lanjut seputar Jalur Pantura Timur Indonesia ini…

> Dokter Kandungan Muslim di Bali

< Padang Savana di Baluran Situbondo

Nama
Komentar
Kode Verifikasi (Tulis ulang kode berikut di kotak: TB10 )
   
 

TOP 10 ARTIKEL LAINNYA:

3 Jenis Buku Yang Sebaiknya Dibaca

3 Hal Penyebab Wasir

Backpacking ke Lombok

Cara Mengganti Ban Mobil Bocor

Cara Menjemput Rejeki

Hukum Islam dan Contohnya

Wisata ke Tegalalang Ubud Bali

Matematika Jongkok Tapi Kuliah Informatika

Daster Yang Tepat Untuk Muslimah

Tips Tidur Nyenyak Malam Hari Meski Batuk