Tentang Yang ada di Indonesia - dari Bali.


Mengapa Harus Ikan Koi dan Nila?


Ada banyak alasan orang memelihara ikan di rumahnya. Kalau saya, agar bisa menikmati hilir mudik para ikan berenang di akuarium, yang bisa memberi ketenangan pikiran itu.

Disamping itu, juga agar anak-anak saya mendapatkan pendidikan seputar perikanan. Dulu saya juga pernah memelihara kelinci.

Niatnya, ya salah satunya itu tadi, agar anak-anak tahu secara lebih dekat tentang kelinci, tak melulu dari buku pelajaran.

Berikutnya, saya ingin juga memelihara burung. Dalam memelihara ikan, saya pilih dua favorit saya, yaitu ikan koi dan ikan nila.

Ikan Nila dan Ikan Koi

Ada dua alasan simpel mengapa saya memilih memelihara ikan koi dan ikan nila. Keduanya bisa menjadi referensimu dalam memelihara ikan apabila kamu berencana memulai memelihara ikan.

Mengapa memelihara ikan koi ? Tak lain dan tak bukan adalah karena ikan ini diamini banyak orang, apalagi penghobi ikan, sebagai ikan yang sedap dipandang. Ikan koi itu terlihat gagah karena besarnya bisa seukuran lengan orang dewasa.

Ikan koi juga terlihat anggun berkat tutul-tutul disisiknya yang cantik. Pun ikan koi juga relatif tahan banting karena bisa hidup dikolam terbuka terpapar sinar matahari dan hujan deras sekalipun.

Bayangkan seandainya semua keunggulan itu disatukan kedalam sebuah kolam ikan berisi puluhan atau ratusan ikan koi yang sedang meliuk-liuk berenang, alangkah sedap dipandanginya.

Dalam membeli ikan koi, saya lebih memilih membeli yang ukuran kecil dulu, sekitar 50 ribu perak per ekor, untuk saya timang-timang agar dewasa.

Ikan koi dewasa yang bercorak aduhai (biasanya ditandai dengan warna bertutul-tutul yang tegas di sekujur kulitnya) bisa berharga jutaan. Apalagi kalau ikan koi memenangkan sebuah kontes ikan koi, bisa dipastikan harga melambung ke puluhan juta.

Pendeknya, ikan koi adalah lambang kemakmuran bagi orang yang memelihara di rumahnya.

Lalu berikutnya adalah ikan nila yang berjenis nila merah. Inilah adalah pilihan kedua saya. Mengapa ikan nila? Tak lain dan tak bukan karena ikan nila bisa disantap! Hehe.. Iya ikan nila bisa dikonsumsi dan rasanya sungguh gurih.

Dibanyak restoran apung yang nyaman, memang pamornya masih dibawah ikan gurami. Tapi, dibanyak tempat saya melihat sudah mulai jamak menawarkan menu ikan nila. Disamping tak kalah gurih dengan ikan gurami, ikan nila semestinya berharga lebih murah.

Saya sendiri berpengalaman memelihara ikan nilai sejak usia bayi. Melihatnya sendiri bertelur lalu beranak. Walaupun saya tak bermaksud budidaya dalam skala massal, setidaknya saya pernah membudidayakannya, tentu dalam skala rumahan.

Pengalaman saya, bayi-bayi ikan nila tak membutuhkan banyak perawatan. Makan pun juga juga tak rewel.

Asal cukup protein saja, dengan cara melarutkan kuning telur ke segelas air lalu menguyurkannya ke bak ikan, insyaAllah bayi nila akan tumbuh dewasa.

Saya berangan-angan, suatu saat bisa meyantap menu ikan setiap hari yang dihasilkan dari kolam ikan saya. Secara rasa pasti akan fresh, juga ikan mengandung protein yang sangat tinggi untuk tubuh kita.

Itulah alasan-alasan saya mengapa harus memelihara kombinasi ikan koi dan ikan nila: ikan koi untuk konsumsi mata, sementara ikan nila untuk konsumsi mulut.

Terakhir, harap diingat ya, kalau mencampur ikan nia dengan ikan koi, ikan nilanya jangan terlalu banyak. Soalnya pada dasarnya nila ini ikan yang agresif. Hobi memakan apa saja, termasuk ikan lain dalam 1 kolam.

Jadi, misalnya ada 10 ikan, harus 8 koi dan 2 nila. 20 koi 4 nila saja. Jangan coba-coba mencampur dengan rasio 8 nila dan 2 koi, besar kemungkinan 2 koi tersebut akan mati karena digigiti oleh 8 nila lainnya.

Cara Menghilangkan Warna Hijau Keruh di Air Kolam Ikan Koi

Dalam membuat sebuah kolam ikan di teras rumah, ada satu tahapan yang seringkali dianggap enteng oleh si empunya rumah. Tahapan ini sebetulnya memang tidak penting-penting amat sih, tetapi sekali salah akan membuat pening kepala.

Karena alih-alih ingin menikmati kolam ikan yang baru dibuat, dan melihat ikan-ikan koi berenang kesana kemari menemani pagi dan sore kita, justru yang didapat adalah air kolam berwarna hijau keruh, sehingga kolam ikan baru itu sama sekali tak bisa dinikmati oleh mata.

Omong-omong, apa tahapan itu? Yaitu, menentukan lokasi kolam.

Tahapan menentukan lokasi kolam ikan di rumah sangatlah penting, karena berkenaan dengan kualitas air kolam itu sendiri nantinya.

Dalam membangun kolam ikan, perhatikan posisi sinar matahari yang datang dan menerangi kolam ikan itu.

Kolam Ikan Dilindungi Sangkar Burung

Mengapa penting memperhatikan datangnya sinar matahari? Karena sinar matahari dari pagi sampai siang, apabila diterima secara penuh oleh kolam ikan yang berisi air dan ikan, itu akan cepat sekali membuat air kolam ikan kamu berubah berwarna hijau.

Kolam air berubah warna menjadi hijau itu disebabkan oleh bertemunya sinar matahari dengan sisa-sisa kotoran ikan yang belum sempat tersaring kedalam mesin penjernih air kolam. Lama-lama, kejadian itu akan melahirkan makhluk baru yang bernama Algae.

Algae adalah sejenis ganggang atau lumut, berkoloni menjadi satu, dan hidup di air kolam ikan. Bagi manusia mereka kasat mata. Bagi ikan-ikan penghuni kolam, algae ini tidak berbahaya.

Tidak menyebabkan kematian pada ikan. Jadi, tidak perlu dilakukan tindakan apapun kepada ikan-ikannya.

Namun, algae ini jelas berbahaya bagi mata manusia, terutama mata pemilik kolam ikan. Apa sebab?

Karena pemilik kolam tak bisa menikmati keindahan ikan koinya yang berenang dengan riang gembira di kolam ikan barunya.

Karena saking hijaunya warna air kolam, sehingga keruh dan mata tak bisa melihat apapun ke dalamnya.

Baca : Ciri-ciri Ikan Nila Mau Bertelur & Beranak

Baca : Kolam Ikan Bahan Terpal Bikinan Sendiri Murah Meriah

CARA MENGATASI AIR HIJAU DI KOLAM IKAN

Ada beberapa cara mengatasi penyebab air hijau Algae di kolam ikan.

1. MEMAKAI OBAT

Di toko fishery kotamu (toko perlengkapan ikan) tanya penjualnya tentang obat penghilang warna hijau kolam ini. Mereka pasti punya.

Namun, cara ini sangat tidak disarankan. Karena kalau takarannya tidak tepat, bagaimanapun juga ini adalah obat yang mengandung bahan kimia, bisa-bisa ikan kesayangan kita akan mati lemas.

2. MEMAKAI FILTER ULTRAVIOLET (UV)

Alat ini juga ada di fishery. Ada yang dijual jadi satu dengan mesin filter / penjernih kolam, ada juga yang dijual terpisah. Jadi nanti ditaruh di dalam air kolam, terpisah dari mesin penjernihnya.

Cara kerjanya, air kolam yang disaring kedalam filter sinar UV itu, akan membunuh algae yang disinarinya.

Namun lagi-lagi, cara ini kurang disarankan, sebab akan ribet. Ribetnya biasanya mesin penjernih akan susah sewaktu dibersihkan, karena menjadi satu dengan filter ultravioletnya.

Juga biasanya lekas rusak, kecuali mungkin yang berharga mahal (biasanya sudah masuk jutaan). Yang terakhir, pemakaian filter sinar UV tidak disarankan karena secara fisik berbahaya bagi mata manusia.

Mata manusia yang mungkin tak sengaja menatap sinar UV ini, lambat laun akan mengalami kerusakan.

3. DITUTUPI DENGAN ANEKA POT TANAMAN

Cara ini jauh lebih natural. Kalau posisi kolam ikan sudah kadung menerima sinar matahari secara efektif, bisa diakali dengan menaruh pot-pot tanaman disekeliling kolam ikan, diatur sedemikian rupa agar pot tanaman itu menghalangi sinar matahari menerobos masuk ke dalam kolam.

Cara ini selain lebih membuat sekitaran kolam menjadi asri, juga aman; aman bagi ikan dan aman bagi manusia.

4. HINDARKAN DARI DARI TERIK MATAHARI

Sebetulnya, sinar matahari tetap diperlukan oleh ikan. Karena matahari merupakan sumber vitamin dan protein bagi mereka. Tapi dengan intensitas secukupnya.

Kalau 100% kolam ikan terpapar sinar matahari secara efektif dari pagi sampai siang, maka air hijau keruhlah yang didapat, sehingga justru tak menyehatkan.

Jadi, posisikan kolam ikan kamu sedemikian rupa, agar hanya sekitar 25% saja mendapat sinar matahari secara langsung. Ini menjamin kolam ikanmu tidak berubah warna menjadi hijau keruh, dan tetap jernih selamanya.

Solusi Ikan Tetap Hidup Selama Mudik

Tak terasa insyaAllah sebentar lagi rutinitas mudik Lebaran akan tiba lagi. Masing-masing orang tentu punya jurusnya sendiri dalam mempersiapkan kemudikannya.

Ada yang mempersiapkannya secara santai, terperinci atau malah sangat detil. Tapi yang jelas, bagi orang yang punya binatang peliharaan, persiapan mudiknya akan bertambah.

Misalnya punya piaraan berupa ikan. Maka yang juga dipikirkan yaitu gimana caranya agar ikan piaran yang di kolam ikan atau akuarium, tetap hidup selama ditinggal mudik beberapa hari.

Gambar mesin pakan ikan otomatis

PENGALAMAN MEMAKAI ALAT PEMBERI PAKAN IKAN OTOMATIS

Seperti diketahui, memelihara ikan di rumah sangatlah mengasyikkan. Memelihara ikan di teras rumah, misalnya ikan koi dan ikan nila, bisa membantu menghilangkan stres dari penatnya rutinitas harian.

Melihat ikan-ikan itu berenang kesana kemari dengan dengan air kolam yang sangat jernih, bisa mengembalikan kesegaran jiwa dan raga.

Dan ikan-ikan itu, baik yang dipelihara di kolam atau akuarium, lazimnya harus diberi makan setiap hari.

Pertanyaannya: siapakah yang akan memberi makan ikan-ikan itu apabila rumah sedang kosong berhari-hari?

Tentunya kan, kita tidak bisa suruh ikan-ikan itu, ‘ikan, selama aku tinggal mudik, kamu silakan lompat dari kolam dan cari makanan sendiri ya, di teras rumah! Jelas tak bisa..

Harus ada seseorang, atau sesuatu, yang bisa memberi makan ikan-ikan itu secara otomatis.

Dulu, biasanya saya minta tolong tetangga untuk untuk urusan memberi makan ikan ini. Tiap pagi, selama saya mudik, saya minta dia untuk menaburkan makanan ikan ke dalam kolam saya. Walaupun cara ini efektif, tapi tidak efisien.

Selain saya perlu memberi sekedar ‘uang lelah’ kepada tetangga tersebut, juga dia akan mondar-mandir dari rumahnya lalu buka pagar rumah saya, kasih makan ikan, nutup pagar, dan balik ke rumahnya lagi. Berhari-hari. Cara seperti ini disebut cara manual.

Sekarang, saya sudah bisa meninggalkan cara manual itu, dan beralih ke cara otomatis. Gimana caranya?

Pakai Pakan Ikan OTOMATIS! Jreng..jreeenng..

Ada pakan ikan otomatis? Ada!

Namanya Food Timer. Seperti tampak di gambar dibawah ini..

Fish Auto Feeder

Mesin pemberi pakan ikan otomatis.

Food Timer (mesin pemberi pakan ikan otomatis) ini banyak dijual di toko ikan, terutama toko ikan yang besar / lengkap. Harganya sekitar Rp 100rb an.

Alat pemberi makan ikan otomatis ini digerakkan dengan baterei. Ada jarum yang berputar persis seperti jam, dan sekaligus itu menunjukkan setiap jam berapa saja mesin itu akan menumpahkan pakan ikan (saya biasanya cukup Takari) ke dalam kolam.

Food Timer sanggup memberi makan ikan secara otomatis sebanyak maksimal 6 kali sehari. Jumlah itu sebetulnya terlalu banyak kasih ikan makan ikan, karena jadi penyebab kolam ikan menjadi keruh. Kalau saya biasanya saya set makan sehari sekali.

Pengalaman terakhir saya, dengan jumlah ikan nila sebanyak puluhan ekor, mesin saya set makan sehari sekali (pagi jam 8), ketika saya tinggal pulang kampung selama 10 hari dan balik lagi, masih ada sisa Takari yang bisa sampai 2 hari kedepan.

Jadi total adalah 12 hari mesin itu bisa memberi makan ikan-ikan saya secara otomatis. Luar biasa, bukan?

Nah oleh karena itu, sekarang jangan pusing lagi dengan ikan-ikan piaraan yang kita tinggal mudik di hari raya, ya..

ARTIKEL TERKAIT:

Detik-Detik Ikan Nila Hendak Melahirkan

Nama
Komentar
Kode Verifikasi (Tulis ulang kode berikut di kotak: TB10 )
   
 

TOP 10 ARTIKEL LAINNYA:

3 Jenis Buku Yang Sebaiknya Dibaca

3 Hal Penyebab Wasir

Backpacking ke Lombok

Cara Mengganti Ban Mobil Bocor

Cara Menjemput Rejeki

Hukum Islam dan Contohnya

Wisata ke Tegalalang Ubud Bali

Matematika Jongkok Tapi Kuliah Informatika

Daster Yang Tepat Untuk Muslimah

Tips Tidur Nyenyak Malam Hari Meski Batuk