Tentang Yang ada di Indonesia - dari Bali.


Pegawai dan Pengusaha: Mana Lebih Baik?


Dalam memupuk kekayaan materi, ada 2 jalur yang bisa ditempuh manusia, yaitu menjadi pegawai atau pengusaha. Dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing, kedua profesi ini menyimpan potensi yang sama untuk meraih kesuksesan dalam bentuk materi (kekayaan).

Hanya saja, jalan yang ditempuh memang berbeda. Kalau keduanya bisa senantiasa istiqomah (setia berkelanjutan) kepada masing-masing jalannya, maka mereka berdua akan sampai diujung jalan kesuksesan yang sama. Apa masing-masing jalan yang mereka tempuh itu ? Berikut adalah ulasannya.

Enak Menjadi Pegawai atau Pengusaha?

1. Pegawai

Seorang pegawai dalam memupuk pundi-pundi kesuksesannya, tidak ada jalan lain selain Menabung. Atau dengan kata lain, Kewajiban seorang pegawai adalah Menabung. Tidak bisa tidak. Berarti, kalau seorang pegawai tidak bisa menabung, artinya dia tak bakalan bisa kaya. Selain menabung, deposito bisa menjadi alternatif.

Aktifitas menabung ini saya sarankan, langsung dilakukan diawal bulan, tepat ketika baru saja menerima gaji. Jadi, kalau misalnya ada pos-pos pengeluaran yang nominalnya sudah pasti, misalnya untuk bayar cicilan mobil, juga sedari awal aktifitas berapa nominal untuk menabung juga sudah harus dipastikan.

Usahakan jumlah yang sama itu selalu dijaga, minimal sama terus, atau syukur-syukur bisa meningkat tiap bulannya. Jangan coba-coba menabung diakhir bulan, karena bisa dipastikan sudah tak ada uang sisa lagi yang bisa ditabung, karena semuanya sudah dikonsumsi selama sebulan ini.

Hanya saja, sebagai seorang muslim, ada baiknya kita menjaga diri dari yang riba. Oleh karena itu, alangkah bijaksananya kalau seluruh tabungan kita yang biasanya berbunga itu, dialihkan kebanyak bank syariah yang sudah ada dengan sistem bagi hasil.

Sekali lagi, wahai para pegawai, menabung adalah keharusan bagi kalian. Kuncinya adalah seberapa besar yang bisa kamu simpan. Kalau semakin hari semakin besar simpananmu, maka akan kaya. Kalau simpananmu tak ada, atau stagnan, maka bakalan miskin, atau kekurangan terus.

Ingat, kecenderungan berpikir seorang pegawai adalah bagaimana menghabiskan uang yang ada ini. Entah itu dihabiskan untuk pengeluaran yang sifatnya rutin seperti bayar telpon, bayar listrik, bayar cicilan rumah, dll, atau pengeluaran yang bersifat tak terduga, seperti ingin beli henpon baru, sepatu baru, atau liburan.

2. Pengusaha

Dalam memupuk jalan menuju kekayaan, pengusaha punya jalan yang berbeda dari pegawai. Alih-alih menyimpan atau menabung uangnya di bank, mereka lebih suka memutar kembali uang yang ada. Katakanlah pengusaha X punya sebuah bidang usaha.

Tiap bulan, hasil usahanya ini selalu untung. Nah, hasil keuntungan ini ibarat gaji bagi seorang pegawai. Kalau pegawai segera menabung uangnya, pengusaha segera memutar kembali uangnya. Istilah memutar kembali itu artinya diinvestasikan lagi sedemikian rupa, dengan tujuan usahanya semakin membesar. Jadi, tidak ditabung.

Kalaupun seorang pengusaha menabung, yang ditabung hanya sekedarnya. Tidak terlalu besar. Yang lebih besar lebih suka diinvestasikan kembali, atau membeli aset lainnya, seperti gedung baru, kendaraan operasional, akuisisi perusahaan lain, dsb.

Mengapa pengusaha lebih memilih investasi daripada menabung ? Jawabannya terang benderang: karena hasil dari investasi itu jauh lebih besar dari yang didapat dari sekedar menabung, berupa bunga.

Kegiatan memutar kembali uang yang ada ini berlaku untuk semua jenis dan kelas pengusaha. Tapi lebih khusus lagi dilakukan oleh pengusaha yang masih dalam taraf merintis usahanya. Mereka sadar betul perlunya memutar terus uang mereka, dan tidak keburu mengonsumsinya.

Mereka bisa menunda kesenangan. Seperti apabila baru mendapat keuntungan dari bisnisnya, alih-alih membeli mobil pribadi idaman yang hanya untuk kegiatan konsumtif, alangkah lebih baik kalau uangnya dibelikan dulu saja kendaraan operasional kantor, agar seluruh pegawai kantor (tidak dia sendiri saja) mobilitas kerjanya lebih meningkat.

Jadi, dimanapun posisimu saat ini, entah pegawai atau pengusaha, taatilah jalan berbeda masing-masing itu dengan istiqomah. Sedikit saja melenceng dari jalan itu, alamat sudah jelas tempat yang akan kamu tuju: kemiskinan.

Kita jelas tidak mau kemiskinan. Kita hanya mau kekayaan.

> Kawah Ijen

< Liburan di Bali

Nama
Komentar
Kode Verifikasi (Tulis ulang kode berikut di kotak: TB10 )
   
 

TOP 10 ARTIKEL LAINNYA:

3 Jenis Buku Yang Sebaiknya Dibaca

3 Hal Penyebab Wasir

Backpacking ke Lombok

Cara Mengganti Ban Mobil Bocor

Cara Menjemput Rejeki

Hukum Islam dan Contohnya

Wisata ke Tegalalang Ubud Bali

Matematika Jongkok Tapi Kuliah Informatika

Daster Yang Tepat Untuk Muslimah

Tips Tidur Nyenyak Malam Hari Meski Batuk