Tentang Yang ada di Indonesia - dari Bali.


Apa Saja Pengundang Maling Menyatroni Rumah?


Hal-Hal Pengundang Maling Masuk ke Rumah Orang

Maling bagi sebagian orang adalah sebuah profesi. Bisa sebagai profesi utama, atau mungkin sekedar sampingan. Dari sekian banyak profesi yang menjadi musuh sekaligus momok masyarakat, maling adalah yang paling menjengkelkan.

Betapa tidak, pelakunya bisa mengembat barang-barang berharga milik kita, baik sewaktu kita sedang sadar (seperti berdesak-desakan dalam bis), atau sedang tidak sadar (tidur dengan nyenyaknya didalam rumah kita).

Dalam hal ini saya ingin membahas contoh terakhir diatas, yaitu maling rumah. Sekarang ini, para maling dalam menjalankan aksinya sudah tidak pandang bulu.

Bulu ketiak atau bulu rambut pun mereka sikat (Walah..sori salah!). Maksudnya, mereka berani menyatroni rumah yang sedang kosong atau sedang ada penghuninya.

Kalau jaman dulu berita rumah kemalingan selalu rumah tersebut dalam keadaan kosong, namun jaman sekarang rumah yang sedang ada penghuninya pun (biasanya pas penghuninya sedang bobok malam) mereka sikat!

Anyway, berikut adalah beberapa hal yang bisa mengundang para maling untuk mengintai dan kemudian menggarong isi rumah kamu:

1) Para tetangga sekitar rumah kamu tidak begitu saling kenal.

Ini adalah kehidupan khas masa kini, terutama di perkotaan yang membuat orang pedesaan geleng-geleng kepala sejuta kali. Penghuni rumah satu dengan penghuni rumah yang lain tidak begitu saling kenal.

Tetangga satu dengan yang lain berego sama-sama tinggi. Mungkin disebabkan faktor ekonomi mereka yang sama-sama tinggi. Bahkan untuk sekedar melempar senyum saja sewaktu lewat didepan rumah sudah tidak mampu.

Alhasil, sistem keamanan bersama tidak ada. Bisa ditebak, bahkan mungkin ada orang asing malam-malam lompat pagar masuk pekarangan rumah kita, mereka akan tetap membiarkannya!

Amit-amit jabang bayi deh, moga-moga nanti bisa beli rumah gak dilingkungan yang kayak gini!

2) Rumah kamu pagarnya sangat rendah.

Lupakan sistem pagar rumah kayak di Beverly Hills. Di sono tuh, tiap rumah gak ada pagarnya. Standar pagar rumah di perkotaan Indonesia, kalau bisa sih minimal 2.5 meter.

Ini untuk melindungi agar pemandangan dalam rumah tidak terlihat dengan mudah dari luar. Apalagi kalau rumah kamu berada tepat di pinggir jalan yang padat lalu lintas, dimana mulai dari gerobak, tukang sayur, tukang becak, tukang ojek, taksi dsb bisa lewat, tinggi 3 meter pagar rumah sangat disarankan.

3) Jendela rumah kamu tidak ada teralinya.

Jendela adalah jalan masuk paling favorit para maling. Favorit kedua adalah pintu dan kemudian terakhir adalah atap. Nah, karena jendela adalah yang paling rentan diserang, sangat dianjurkan untuk melengkapinya dengan teralis besi.

Mereka boleh saja sukses mencongkel jendela kita, namun bakalan sudah untuk bisa menerobos teralis besinya.

4) Waspada apabila ada aktifitas pembangunan disekitar rumahmu.

Kalau didekat rumahmu sedang ada aktifitas pembangunan, entah itu pembangunan perumahan baru, pabrik atau apalah yang melibatkan banyak tukang, tidak ada salahnya untuk meningkatkan kewaspadaan.

Sekedar informasi dari polisi yang kukenal, lebih dari 50% tindak kejahatan yang terjadi disekitar situ seperti rumah kemalingan, pelakunya adalah salah satu atau dua dari tukang-tukang bangunan tersebut.

Alasan ini sangat masuk akal. Dengan asumsi membangun sebuah rumah perlu waktu 2 bulan, dan yang dibangun tidak hanya satu rumah, mereka bisa dengan leluasa mengamati dan mengenali kebiasaan kita setiap hari.

Kapan kita berangkat kantor, kapan rumah dalam keadaan kosong, kapan pembantu pergi ke pasar, dsb. Untuk tukang bangunan yang tidur menginap di lokasi pembangunan, mereka bahkan bisa tahu jam berapa biasanya kita mulai tidur malam!

Hal ini bisa dilihat dari indikasi lampu dalam rumah kita sudah padam atau belum dari gubuk mereka.

Ini saja sekedar berbagi tips agar rumah kita terhindar dari kemalingan. Kalau toh masih saja kemalingan dan ada barang yang hilang, bersyukurlah bahwa yang hilang masih sekedar barang berharga kita, bukan hilang nyawa atau hilang iman kita.

Anggap saja sebagai sekedah. Siapa tahu ada zakat kita yang terlewat, atau memang sedekah kita masih selalu kurang.

NB: Memperingati 9 hari pasca rumah kontrakanku yang kemalingan..Hu..hu..Tapi memang Allah Maha Adil, sepertinya peristiwa ini akan berbalik membawa banyak kebaikan dan manfaat untuk pribadi dan bisnis keluargaku. Semoga saja benar. Thank You Allah! Aamiin.

Comment:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, kenapa ya uang sering hilang ketika ada pembantu rumah tangga di rumah ? waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

> Hemat Pangkal Kaya

< Detik-Detik Ikan Nila Hendak Melahirkan

Nama
Komentar
Kode Verifikasi (Tulis ulang kode berikut di kotak: TB10 )
   
 

TOP 10 ARTIKEL LAINNYA:

3 Jenis Buku Yang Sebaiknya Dibaca

3 Hal Penyebab Wasir

Backpacking ke Lombok

Cara Mengganti Ban Mobil Bocor

Cara Menjemput Rejeki

Hukum Islam dan Contohnya

Wisata ke Tegalalang Ubud Bali

Matematika Jongkok Tapi Kuliah Informatika

Daster Yang Tepat Untuk Muslimah

Tips Tidur Nyenyak Malam Hari Meski Batuk