Tentang Yang ada di Indonesia - dari Bali.


Ikan Nila Bertelur dan Beranak di Kolam


Begitulah, setelah paham ciri-ciri ikan nila mau melahirkan (untuk tulisan sebelumnya, yaitu ciri-ciri ikan nilai mau melahirkan klik disini ya), akhirnya saya berinisiatif menangkap sang induk betina dan memindahkannya ke bak tersendiri. Tentu bak baru tersendiri ini airnya sudah saya sterilkan dari kaporit (ditampung dulu di bak terpisah barang semalam, baru besok paginya boleh digunakan untuk ikan) agar ikan tak mati oleh kaporit. Juga tak lupa air sekaligus saya aerasi (pemberian oksigen melalui gelembung-gelembung udara). Sementara sang jantan saya biarkan di akuarium semula.

Anak ikan nila

Burayak (anak ikan) nila bersama induknya

Benar juga, kira-kira satu hari kemudian, pagi hari ketika saya lihat bak penampungan induk betina, saya terkejut karena disana sedang berenang-renang dengan riang gembira, ratusan bayi ikan nila!

Benar ratusan, Subhanallah, sangking banyaknya saya sampai takjub. Seumur-umur baru kali ini melihat anak ikan sedemikian banyak, secara close up.

Panjang mereka tak sampai setengahnya kuku orang dewasa. Yang paling dominan terlihat adalah matanya, kanan kiri berwarna hitam.

Sementara tubuhnya, walaupun lebih besar dari matanya, terlihat biasa saja. Walaupun ukuran mereka masih seupil, yang namanya ikan, tetap saja gesit geraknya.

Berarti kalau saya tak salah, berdasarkan pengalaman saya ikan nila perlu sekitar 3 – 5 harian dari proses bertelur lalu dikulum di mulut induknya, kemudian sang jantan membuahinya, lalu berubah menjadi bayi ikan (disebut burayak) dan dikeluarkan dari mulutnya.

Oiya, sesekali, lebih kurang 2 – 4 kali dalam sehari, semua bayi berjumlah ratusan itu kembali lagi ke kuluman mulut induknya. Mungkin sedang menyusu begitu ya, kayak bayi manusia hehe..

Oiya, selama proses menyusui ini, ingat baik-baik, sang jantan tak usah digabung sama betina dan bayi-bayinya. Karena sudah pasti semua bayi ikan itu akan dimakan habis oleh sang jantan. Jadi, biarin aja sang jantan di tempatnya semula.

Agar sang betina juga tak ikut-ikutan memakan bayi-bayinya, 2 hari setelah bayi-bayinya dikeluarkan dari mulutnya, pisahkan induknya.

Kembalikan sang betina bersama sang jantan agar memproduksi anak lagi, dan biarkan bayi-bayi ikan nila sendirian (sendirian tapi bersama ratusan sodara-sodaranya yang lain).

ARTIKEL TERKAIT:

Ciri-Ciri Ikan Nila Mau Beranak

Alasan Memelihara Ikan Koi dan Nila

Membuat Kolam Ikan Koi Bahan Terpal

Nama
Komentar
Kode Verifikasi (Tulis ulang kode berikut di kotak: TB10 )
 

TOP 10 ARTIKEL LAINNYA:

3 Jenis Buku Yang Sebaiknya Dibaca

3 Hal Penyebab Wasir

Backpacking ke Lombok

Cara Mengganti Ban Mobil Bocor

Cara Menjemput Rejeki

Hukum Islam dan Contohnya

Wisata ke Tegalalang Ubud Bali

Matematika Jongkok Tapi Kuliah Informatika

Daster Yang Tepat Untuk Muslimah

Tips Tidur Nyenyak Malam Hari Meski Batuk