Tentang Yang ada di Indonesia - dari Bali.


Keyword Busana Muslim Agar Juara di Google


Salah satu bisnis saya dan istri adalah jualan busana muslim online. Berjualan berbagai macam busana muslim seperti blus, gamis, setelan lengkap dengan jilbab dan aksesorisnya.

Namanya online, tentunya bisnis ini dijalankan dengan memanfaatkan internet dengan media website dalam memajang berbagai macam produk busana muslim disana.

Nama domain website busana muslim ini beralamat di https://www.muslimbusana.com.

Untuk bisa sukses dalam berbisnis busana muslim di internet, seperti halnya bisnis apapun yang berbasis online, ditentukan oleh beberapa faktor.

Dari sekian banyak faktor yang ada, kali ini saya akan membahas salah satu faktor saja, yaitu kata kunci atau keyword.

Dan untuk kita yang berbisnis busana muslim di internet, kata kunci paling vital yang harus kita taklukkan adalah ‘busana muslim’.

Juara 1 di Google dengan keyword Busana Muslim, InsyaAllah

Mengapa busana muslim? Karena dengan memakai keyword inilah mayoritas para pencari atau calon pembeli busana muslim di internet mengetiknya di berbagai mesin pencari semacam Google atau Yahoo.

Kok bisa tahu kalau mayoritas menggunakan kata kunci busana muslim?

Ada beberapa perangkat lunak atau software dari website pihak ketiga yang mempunyai kemampuan analisa semacam ini, salah satunya adalah Word Tracker.

Dengan kita berjaya atau alias nangkring di papan atas hasil pencarian dengan keyword busana muslim, maka hampir bisa dipastikan website baju muslim kita akan semakin banyak dikunjungi oleh para calon pembeli.

Dengan semakin banyaknya jumlah pengunjung, peluang tercipta transaksi pembelian akan besar. Dan kalau transaksinya besar maka artinya adalah dompet kita akan semakin tebal. Lha gimana tidak tebal lha wong dagangan kita laku keras.

Saya pribadi sangat excited berlomba untuk menjadikan website https://www.muslimbusana.com saya senantiasa berada di papan atas mesin pencari Google dan Yahoo.

Sejak awal kelahirannya, alhamdulillah menginjak bulan keempat sudah nangkring di halaman 3, dan pada bulan ketujuh sudah masuk di halaman pertama Google!

Disinilah sebenarnya tantangan terbesar baru dimulai. Faktanya untuk berusaha menjadikan website kita halaman satu di mesin pencari adalah SULIT, namun begitu berhasil nampang di halaman satu mempertahankannya adalah LEBIH SULIT. Apa sebab?

Kita seringnya terlena bahwa dengan tampil di halaman satu berarti pekerjaan sudah selesai, namun lupa bahwa kompetitor lain saban detik, menit atau hari juga tidak henti-hentinya terus berjuang menjadikan websitenya masing-masing untuk merangsek naik ke halaman satu.

Keyword busana muslim adalah salah satu keyword tersulit yang bisa ditaklukkan kalau bisnis kita berbahasa Indonesia. Kalau tidak percaya silakan saja lakukan eksperimen sendiri.

Oleh karena itu, saya banyak bersyukur alhamdulillah website Busana muslim saya masih tetap bertahan di halaman satu sejak 10 bulan terakhir ini.

Prestasi terbaik saya sampai dengan hari ini adalah hanya sampai peringkat 3 halaman satu. Setiap hari silih berganti berganti posisi peringkat kalau gak 3 ya 4 ya 5 ya 6 atau ya 7. Minta ampun betapa sulitnya untuk menaikkannya menjadi peringkat 2 atau bahkan 1.

Kalau saat itu tiba, mungkin saya perlu mengadakan selamatan sebagai ungkapan rasa syukur, tolong saya diingatkan akan hal ini.

Saya hanya sudah sangat bersyukur website baju muslim ini masih bertahan di halaman pertama walaupun kerap turun naik. Pokoknya terus dijaga agar jangan sampai terlempar ke halaman 2, 3 atau bahkan hilang sama sekali.

Jadi, siapkah kamu berkompetisi di keyword busana muslim? Aku tunggu kamu di halaman 1 Google!

Sisi Offline Berbisnis Busana Muslim

Salah satu dari sekian banyak enaknya berbisnis busana muslim online adalah, seperti bisnis-bisnis yang bersifat online lainnya, yaitu tidak perlu tempat secara fisik untuk memajang barang dagangan kita sedemikian rupa untuk menarik minat pembeli.

Barang dagangan tinggal dipasang saja di halaman-halaman website kita dan pembeli tinggal memilih langsung disana. Tapi bagaimana kalau bisnis busana muslim digarap secara offline?

Well, saya pribadi terus terang kurang atau belum berpengalaman mengenai hal ini.

Disamping memang niat sejak awal ingin berjualan busana muslim hanya lewat media internet dan tidak buka toko dipinggir jalan atau dirumah, juga karena sebetulnya saya tidak begitu jago dalam hal bargaining atau tawar menawar dalam hal perdagangan.

Jadi bisa kamu bayangkan, model orang kayak saya ini pastilah kurang cocok bila harus membuka sebuah usaha yang memerlukan kegiatan face to face atau bertatap muka langsung dengan pembeli.

Namun bukan berarti karena saya bersama istri berjualan hanya secara online terus tidak ada yang datang secara langsung mendatangi toko kami (eh, rumah kontrakan ding, bukan toko) di Denpasar Bali.

Tidak, tidak seperti itu. Tetap saja ada satu dua orang yang langsung datang kerumah untuk berbelanja. Darimana mereka bisa tahu kami?

Karena kami sebelumnya belum perah menyebarkan brosur di Denpasar, dan tidak  pernah memasang iklan dimanapun sebelumnya, maka besar kemungkinan bahwa mereka tahunya langsung dari internet.

Dan mereka membenarkan sewaktu saya tanyakan darimana mereka bisa tahu kami. Umumnya para pembeli yang langsung datang kerumah adalah mereka yang tinggal di Denpasar juga. Jadinya gampang saja untuk menemukan tempat kami.

Nah, berawal dari adanya satu dua pembeli yang langsung datang kerumah, kami punya ide bagaimana kalau sekalian mencetak brosur dan dibagi-bagikan disekitar kota Denpasar?

Saya yang awalnya kurang begitu berkenan akhirnya jadi juga mewujudkan hal itu soalnya brosur yang bikin bukan saya, tapi istri saya. Jadinya saya tidak perlu repot-repot he he..

Perlu diketahui bahwa niatan awal saya berjualan busana muslim online ini sangatlah sederhana. Yaitu bagaimana caranya agar istri tetap bekerja, namun tidak perlu kerja diluar, atau ikut orang.

Ya akhirnya jadilah website busana muslim ini. Dalam perkembangannya syukur alhamdulillah, kalau diukur dengan tingkat kesibukan dan pendapatan ibu-ibu lainnya yang bekerja diluaran, istri bisa dibilang tidak kalah dengan mereka, bahkan mungkin lebih.

Kembali ke brosur diatas, ya begitulah, setelah brosur jadi, kita sebar-sebarkanlah brosur sederhana itu kesana kemari. Karena kita gemar berjamaah dimasjid, seringnya kita selipkan brosur itu di kaca depan mobil para jamaah.

Rencananya juga akan kita titipkan di warung-warung langganan kita. Beberapa warung sudah kita ajak omong, ada yang sukses mau, ada yang gatot (gagal total). Kita happy saja melakukannya. Tidak ada target atau paksaan.

Hasilnya bagaimana? Tidak hanya dari segi finansial, namun lebih dari itu adalah silaturahmi yang terjalin diantara kami.

Kami jadi banyak bertambah kenalan yang kadang-kadang bikin kaget juga, misalnya ketemunya di halaman masjid, eh ternyata dia rumahnya dibelakang rumah saya.

Padahal sebelumnya tidak kenal sama sekali. Dan juga bertemu dengan banyak muslim dan muslimah lainnya dengan latar belakang pekerjaan dan daerah asal.

Jadi banyak tahu informasi yang berkembang di kota Denpasar dan kota lain sekitar, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan keislaman.

Bahkan ada juga yang datang jauh-jauh dari Baturiti. Tahu Baturiti? Itu adalah daerah sekitar kawasan pariwisata terkenal di Pulau Bali, yaitu Bedugul.

Suami istri ini begitu hebat dan bersemangatnya, hingga bisa-bisa seminggu 2 kali datang ke Denpasar untuk mengambil baju ditempat kami.

Padahal jarak yang harus ditempuh adalah 1.5 jam perjalanan naik motor. Juga tidak ketinggalan bisa bersilaturahmi dengan para muslimah-muslimah cantik di Telkomsel Denpasar.

Hemm, berbisnis untuk tujuan menjadi kaya? Think once again..Berbisnis (dalam ini busana muslim) untuk tujuan agar urusan selalu diberi mudah dan lancar olehNya lewat jalur silaturahmi could be another great choice!

Kepingin Jadi Produsen Busana Muslim

Ya saudara-saudara, saya ingin bermetamorfosis untuk naik ‘status’ berubah dari penjual busana muslim menjadi produsen busana muslim.

Mengapa kok ingin menjadi produsen busana muslim? Apa ada yang salah dengan tetap menjadi penjual busana muslim? Apa sudah punya model dan tukang jahitnya?

Terus apakah lebih menguntungkan menjadi produsen daripada penjual? Bagaimana dengan model pemasarannya?

Itu adalah berbagai macam pertanyaan yang berkecamuk dalam diri ini, dan juga pertanyaan dari istri saya.

Kesemua pertanyaan-pertanyaan diatas dan beberapa pertanyaan lainnya sangat erat kaitannya dengan bisa tidaknya saya memulai impian saya ini.

Jadi, saya tidak ingin bermimpi tinggi dulu bahwa saya akan berhasil dalam arti merek produk saya nanti disukai pasar atau tidak, namun sementara ini saya membatasi mimpi saya dengan apakah saya bisa memulainya?

Bagi saya, pertanyaan ‘apakah saya bisa memulainya‘ adalah kata penentu. Saya adalah orang yang simpel. Saya suka kesederhanaan, tidak bertele-tele dan tidak canggih-canggih.

Dalam bisnis, dan juga dalam hal apapun, saya paling malas kalau diminta (apalagi disuruh) untuk memikirkan sesuatu yang berat-berat. Bagi saya hal itu malah akan mematikan kreativitas sehingga menjadi berat untuk bahkan sekedar memulainya.

Seperti misalnya beberapa pertanyaan diatas: Dimana mencari tukang jahitnya, dimana mencari bahannya, berapa harga jualnya nanti, segmen pasar mana yang mau dibidik, dsb.

Sekali lagi saya ingin yang simpel. Sederhana. Oleh karena itu sebelum direpotkan untuk menjawab berbagai pertanyaan diatas, saya ingin menguji diri saya dulu dengan pertanyaan mendasar ini: Apakah saya bisa memulainya?

Segala sesuatu itu perlu permulaan. Perlu trigger atau pemicu untuk kemudian hasil picuan itu bisa kita kendalikan nantinya. Mirip dengan orang bikin patung tanah liat dari pot yang berputar.

Jangan bermimpi bongkahan tanah liat itu akan menjadi sebuah bentuk patung yang diinginkan apabila pot tersebut tidak pernah berputar.

Apabila pot itu sudah diputar, mulailah tangan terampil itu membentuknya, memolesnya, menghaluskannya, bahkan kalau perlu menambah atau membuang sebagian tanah liat agar bentuk terindah yang diinginkan bisa tercapai.

Nah, saya ingin yang seperti itu. Yang penting adalah pemicu. Bagi saya, pemicu itu adalah kegiatan untuk sekedar memulai impian saya ini. Untuk sekedar memulai, saya sudah punya beberapa rencana yang simpel.

Oleh karena saya ingin menjadi produsen busana muslim yang berbahan dasar kaos, maka saya akan mendatangi atau tepatnya mencari tahu dulu dimana saya bisa bertemu dengan para penjahit yang ada di sekitaran Denpasar ini.

Saya punya beberapa kenalan yang sepertinya bisa menunjukkan dimana saya bisa menemui para penjahit ini.

Dengan membawa beberapa contoh baju busana muslim berbahan dasar kaos dari merek-merek yang sudah beredar duluan, saya sekaligus ingin menguji para penjahit ini apakah memang bisa menjahit seperti baju-baju kaos yang ada di website baju muslim saya.

Entah mengapa kalau langkah memulai saya yang hanya seperti saya sebutkan diatas sudah terlaksana, rasanya impian saya untuk menjadi produsen busana muslim sudah tercapai.

Saya sudah bisa merasa sukses. Apakah tidak pusing dengan urusan modal? Nggak tuh.

Walaupun memang belum ada alokasi untuk itu, saya yakin kalau hanya masalah modal akan luntur dengan sendirinya. Kamu akan sulit untuk percaya hal ini, kalau belum pernah menjalankan bisnis. Sumpah!

Tapi sekali kamu pernah menjalankan bisnis, maka kamu akan percaya bahwa yang namanya modal (materi) itu bukanlah yang utama.

Apa alasan lain saya ingin menjadi produsen dan tidak menjadi penjual?

Well, yang ini sepertinya agak personal. Saya seringnya menerima keluh kesah istri yang sering mengeluh sulitnya mendapatkan baju merek A itu karena kita bukan agen besar, sulitnya pemilik merek B yang sulit dihubungi entah kenapa.

Beragam keluh kesah itu bermuara ke penjual seperti saya dan istri ini. Muaranya adalah kecapekan.

Gimana gak capek pembeli kita berulang kali tanya barang yang diinginkan dengan beberapa diantaranya sangat ngotot tidak mau tahu, namun apa daya kita sebagai penjual belum juga mendapat barangnya.

Jadinya dalam kondisi seperti ini, yang ada hanyalah capek.

Oleh karena itu, mindset sedang saya rubah, untuk mewujudkan mimpi menjadi produsen busana muslim (yang mungkin) pertama dari Bali. Why not?

Capeknya Packing Orderan Busana Muslim

Datang lagi kulakan busana muslim SIK Clothing hari ini. Tidak begitu banyak untuk ukuran kami. Namun seperti biasanya apabila datang kiriman dalam jumlah ratusan seperti yang terlihat pada gambar disamping, saya dan istri akan sangat sibuk.

Terutama untuk order dalam jumlah besar (grosir), hal seperti ini bisa menyita waktu kami seharian.

Tersitanya waktu untuk menangani order grosir seperti ini membawa kesibukan yang bermacam-macam, seperti melakukan packing termasuk menjahitnya, melakukan pengelompokan berdasarkan kode barang, mencetak invoice, dll.

Pokoknya zuper zibuk dah.

Belum lagi keusilan anak balita kami (si Tika) yang kerap ‘mencuri’ peralatan jahit-menjahit, spidol, solasi, pulpen, dsb.

Nih anak hobi sekali membawa lari alat-alat tersebut justru disaat kita hendak memakainya. Tampaknya dia bahagia sekali bisa dengan sukses menggoda kami berdua seperti itu.

Dan dia bisa tertawa dengan sangat puasnya apabila saya atau istri sudah mulai mengejar dia untuk merebut kembali peralatan itu.

Dan biasanya pula, karena istri jauh lebih sibuk daripada saya dan tingkat stresnya lebih tinggi, menggunakan senjata terakhir kalau anak ini susah ditangkap: Cubit!

Tapi sesibuk dan semenderitanya (*halah*) kami untuk menangani urusan order seperti itu, tetap saja bahagia. Ya iyalah, masak barang laku dan terima uang gak bahagia.

Sibuk model gini adalah Problem. Namun kebanyakan orang yang berkecimpung dalam bisnis, menamakannya Happy Problem! Sebuah masalah, namun masalah ini bisa mendatangkan kesenangan dan kebahagiaan.

Biasanya apabila paket datang pada siang hari atau sebelum jam makan siang, kami akan bisa mengepaknya sejak paket tersebut datang, dan langsung ngacir ke kantor pos untuk dikirim lewat sana.

Kebetulan orang yang mengorder secara grosir kaos busana muslim SIK Clothing ini dari Malaysia, sehingga harus dikirim via pos (EMS International) yang lebih cepat, murah dan reliable dibanding jasa pengiriman paket keluar negeri oleh perusahaan lain.

Ngomong-ngomong mengenai produk busana muslim dengan bahan dasar kaos, sepertinya merek SIK Clothing setidaknya sampai saat ini menduduki peringkat pertama dalam hal penjualan.

Saya kurang begitu tahu dengan website-website lain yang juga menjual busana muslim kaos ini, namun yang terjadi di website website jualan baju muslim saya, untuk bahan kaos SIK Clothing masih menduduki peringkat pertama.

Terus bagaimana dengan impian saya kedepan yaitu menjadi produsen busana muslim merek sendiri? Hehe..Ditunggu ya..Alasannya masih sibuk urusan lain nih.

Comments:

--------------------------------------------------

Se 7, sperti kita yg berubah jadi supplier bahan spa. Beberapa produk kita produksi sendiri.

Busana muslim teteup

--------------------------------------------------

Ya Bu bener..disamping itu kalau tidak ada divertifikasi bisnis lama-lama bisa bosan juga.

--------------------------------------------------

Salam….Saya mencari penjahit2 kaos muslimah utk membantu saya dalam menghasilkan kaos muslim rekaan kami….Bantu saya?????

--------------------------------------------------

Halo pak. Sukses selalu. Sejuta tangga selalu dimulai dengan menaiki tangga pertama, kemudian tangga-tangga lain akan bisa dinaiki satu-persatu, atau bisa juga pakai cara beda, sehingga naiknya bisa mencuat, ngga perlu tiap tangga dinaiki.

--------------------------------------------------

Salam kenal, awal februari ini sy memutuskan berhenti bekerja dan mengejar mimpi seperti anda. Usaha saya naik turun, sekarang sedang turun-turunya tapi saya belum menyerah. Semoga cita-cita anda dapat terwujud, tetap semangat dan jangan menyerah !!

--------------------------------------------------

> Bagaimana Berwudhu Yang Baik

< Backpacking ke Lombok

Nama
Komentar
Kode Verifikasi (Tulis ulang kode berikut di kotak: TB10 )
   
 

TOP 10 ARTIKEL LAINNYA:

3 Jenis Buku Yang Sebaiknya Dibaca

3 Hal Penyebab Wasir

Backpacking ke Lombok

Cara Mengganti Ban Mobil Bocor

Cara Menjemput Rejeki

Hukum Islam dan Contohnya

Wisata ke Tegalalang Ubud Bali

Matematika Jongkok Tapi Kuliah Informatika

Daster Yang Tepat Untuk Muslimah

Tips Tidur Nyenyak Malam Hari Meski Batuk