Tentang Yang ada di Indonesia - dari Bali.


Cara Merawat Tanaman Pucuk Merah


Pucuk Merah. Siapa yang tidak kenal pohon ini? Berciri khas berwarna merah di setiap pucuk daunnya, pohon ini gampang memikat siapa saja yang memandangnya. Terutama kalau sampean tinggal di kota besar, mata sampean akan mudah menangkapnya dimana-mana.

Tanaman Hias Pucuk Merah

Pohon ini lazim ditemukan di tengah jalan utama sebuah kota, sebagai pemisah jalur jalan raya. Juga gampang ditemukan di tepi jalan, dalam bentuk taman kecil. Atau seringkali dijumpai di taman depan sebuah gedung perkantoran.

Dan tentu, tak jarang juga sampean akan melihatnya di teras atau taman sebuah rumah pribadi.

Harga tanaman pucuk merah bervariasi, dan termasuk lumayan mahal, karena ini memang berupa tanaman hias. Harga Rp 30rb – Rp 50rb biasanya setinggi 40cm, masih ditanam di polibag. Yang sudah setinggi 1m, dan di pot plastik besar, harganya sudah berkisar Rp 250rb – Rp 300rb.

Manfaat menanam tanaman pucuk merah, terutama yaitu sebagai hiasan. Tanaman hias pucuk merah ini lazim ditemui dimana-mana.

Kalau sampean melihat pohon Pucuk Merah di tengah dan pinggir jalan raya, bisa dipastikan itu adalah karya menakjubkan orang-orang DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan), baik Kota atau Kabupaten.

Karya mereka biasanya memang ciamik. Asyik dan artistik. Patut diacungi 2 jempol. 4 jempol kalau sampean menganggap 2 jempol kaki termasuk juga yang bisa diacungkan.

Lain kali, sampean terkadang bisa melihatnya di depan sebuah gedung perkantoran, di area taman kecilnya. Di lokasi itu, bisa dipastikan sang tukang kebun gedung tersebut adalah kreatornya.

Sampean tahu, disini, si Pucuk Merah nasibnya kadang baik, kadang apes.

Yang bernasib baik dan tertata artistik, biasanya yang ada di kantor keren dan mentereng seperti bank atau mal besar. Yang bernasib apes dan terlihat mirip senjata pria yang sedang loyo, si Pucuk Merah biasanya terlihat lunglai bin mengkeret.

Seperti sering terlihat di taman sebuah minimarket kecil misalnya, sebelah gardu satpam yang sayup-sayup sering terdengar nada dangdut memilukan.

Nah, terakhir, sampean melihat Pucuk Merah di sebuah rumah pribadi.

Ehm….kayak di rumah pribadi saya..Uhuk!

Bukan bermaksud sombong, Pucuk Merah seartistik ini, mustahil ada di rumah sampean,^-^. Lha, gimana mau punya Pucuk Merah, wong taman saja sampean tak punya…(*kaboooorrr*)..

Tpi yang jelas, Pucuk Merah saya ini, nilai astistiknya berani diadu. Cara merawat tanaman pucuk merah saya ini, beda dengan yang lain. Seperti yang sampean lihat di gambar diatas, terlihat sangat berbeda, bukan?

Terlihat rapi, serapi pemiliknya dalam mencukur kumisnya. Hampir-hampir tak ada daun yang tak perlu, ciyee…

Dan, yang paling membedakan adalah itu: Jambulnya.

Sumpah, di kota manapun, saya belum pernah melihat model jambul sebuah Pucuk Merah seperti punya saya ini.

Seolah menegaskan; kepunyaanku adalah statusku.

> Cara Merawat Tanaman Kana

< Agen Resmi SIK Clothing Bali

Nama
Komentar
Kode Verifikasi (Tulis ulang kode berikut di kotak: TB10 )
   
 

TOP 10 ARTIKEL LAINNYA:

3 Jenis Buku Yang Sebaiknya Dibaca

3 Hal Penyebab Wasir

Backpacking ke Lombok

Cara Mengganti Ban Mobil Bocor

Cara Menjemput Rejeki

Hukum Islam dan Contohnya

Wisata ke Tegalalang Ubud Bali

Matematika Jongkok Tapi Kuliah Informatika

Daster Yang Tepat Untuk Muslimah

Tips Tidur Nyenyak Malam Hari Meski Batuk