Tentang Yang ada di Indonesia - dari Bali.


Cara Merawat Rumput Yang Benar


Memiliki sepetak taman kecil di teras rumah dengan rumput subur berwarna hijau segar, adalah dambaan setiap insan. Didamba sama seperti keinginan memiliki kolam ikan koi dan nila berenang lincah di teras depan rumah.

Terutama untuk warga kota yang sering suntuk, rumput hijau yang segar menghampar di taman rumah, fungsinya mungkin setara dengan wajah teduh dan kangen istri yang menyambut suami pulang dari kerja seharian.

Tapi tahukan sampean, bahwa memiliki rumput hijau segar seperti itu gampang-gampang susah?

Melamun diatas rumput teras rumah

Saya bisa bilang kayak gitu soalnya saya lumayan berpengalaman dalam berjibaku dengan rumput 🙂 . Apa? Saya penjual rumput? Bukan.

Saya juga bukan tukang kebun, atau dosen. Saya hanyalah salah satu rakyat Indonesia yang suka merawat taman kecil di rumah, tentu dengan rumput hijau segar sebagai alasnya.

Oiya, untuk informasi, banyak jenis rumput yang bisa ditanam di teras taman rumah. Yang umum sih ada 3, yaitu rumput gajah mini, jepang dan mutiara.

Nah, jenis rumput yang akan saya bahas disini adalah yang berjenis Mutiara. Seperti tampak pada gambar diatas, lokasi di teras depan rumah saya.

OK, begini tips bagaimana cara menanam rumput mutiara di taman rumah, agar berhasil tumbuh subur dan menghijau dalam jangka waktu lama.

1. MENANAM
Sebelum menanamnya, tentu silakan dulu dibeli rumputnya di nursery terdekat di kotamu, ya. Kalau saya belinya di sentra nursey Renon, Denpasar.

Harganya Rp 50.000 per meterpersegi. Dari pengalaman saya, beli rumputnya adalah setengah dari luas taman yang akan ditanami rumput.

Jadi misalnya area tanam rumput sampean adalah 2 meterpersegi, maka cukup beli rumput 1 meterpersegi.

Taman rumah saya sendiri (yang tampak pada gambar diatas) luas area tanamnya lebih kurang 1,75 meterpersegi. Jadi beli rumputnya semeter saja.

Sebelum mulai menanam rumput, pastikan kondisi tanah sudah gembur. Kalau belum, silakan gemburkan dengan cara mencocok tanahnya dengan alat berkebun yang ada.

Yang mirip trisula itu. Kalau tak punya, bisa pakai alat lain yang sekiranya enak untuk mencocok. Pakai garpu makan bisa juga. Kalau sudah dicocok dan tanah menjadi gembur, siap rumput ditanam.

Dari potongan-potongan rumput yang ada, atur jarak tanam sekitar 10cm per rumput. Tak usah terlalu rapat karena nanti rumput akan tumbuh dengan sendirinya, dan menutupi area yang kosong tadi.

Di fase MENANAM, jangan lupa ini: setiap kali menanam rumput di tanah, pastikan akar rumput menancap ke tanah dengan mantap.

Oleh karena itu, tekanlah atau pukul-pukullah masing-masing rumput yang di tanah tadi, agar mantap menancap ke dalam tanah. Ini bertujuan agar akar rumput dijamin masuk kedalam tanah, sehingga mendapat nutrisi dari tanah.

2. MEMUPUK
Kalau sudah selesai menanam, langkah berikutnya adalah menaburi seluruh permukaan area tanam dengan pupuk. Ketika pupuk ditabur dan kena atas rumputnya, itu tak apa. Pakai pupuk kandang, atau kompos.

Ini langkah penting, tak boleh terlewat! Kalau tak ada langkah memberi pupuk setelah selesai menanam, rumput sampean akan tumbuh kekuningan, bukannya menghijau seperti yang diharapkan.

Jadi, sewaktu beli rumput, jangan lupa sekalian beli pupuk kandang, ya. Murah kok. Rp 10.000 aja per sak.

Setelah kelar memupuk, langkah berikutnya yaitu menyirami seluruh area tanam dengan air. Usahakan seluruh permukaan rumput yang masih terdapat taburan pupuk kandang tadi terkena air.

Ini agar pupuknya segara larut menyatu kedalam tanah, sehingga nutrisi tanah terjaga yang berguna sebagai makanan rumput.

Kalau sampai tahap ini berjalan dengan baik, insyaAllah dalam hitungan bebarapa hari dan minggu kedepan, kuncup-kuncup baru rumput yang menghijau akan segera menghiasi taman rumah sampean.

3. MERAWAT
Kalau rumput sudah ditanam dan dipupuk, langkah terakhir yang bersifat runititas dan berkala adalah MERAWAT.

Begini cara merawat rumput yang baik, berdasarkan pengalaman saya.

Dalam sebulan setelah masa tanam, rumput akan berkembang sekitar 50%. Artinya, area tanah sudah tertutupi rumput 50%. Pada bulan kedua, insyaAllah tanah sudah tertutupi seluruhnya 100%.

Kalau sudah begini, pemandangan hijau segar menghampar bisa kita nikmati dengan sempurna.

Nah, untuk menjaga kesegaran rumput menghijau tadi, setiap 2- 3 minggu sekali, taburkan kembali pupuk kandang persis ketika menanam dulu, dan menyiraminya.

Menyirami rumput minimal harus sekali hari, bisa pagi atau sore hari. Kalau sedang musim hujan, biarlah air hujan itu yang menyiraminya secara alami.

Lalu, tiap 4-6 minggu sekali, beri pupuk ZA (zwavelzure ammoniak, Belanda). Ini juga bisa dibeli di nursery.

Ciri pupuk ini berwarna putih kristal, mirip gula. Tapi hati-hati, pupuk ZA ini bersifat kimia, keras. Jadi setelah ditaburkan, pastikan pupuk segera larut kedalam tanah.

Jangan sampai ada yang tertinggal menempel di daun rumput, karena itu akan cepat mematikan rumput. Ciri rumput yang mati adalah berwarna kekuningan.

Nah, ini gambar rumput saya setelah hampur 2 bulan. Jangan lupa ngopi disana ya, biar keren!

Ngopi sambil memandangi rumput

Info terakhir, alasan mengapa saya lebih memilih rumput mutiara, karena rumput jenis ini tak perlu dipangkas. Dia tak bisa tumbuh tinggi, jadi ini cocok sekali untuk orang yang malas memangkas rumput, seperti saya hehehe.

> 3 Hal Penyebab Wasir

< 3 Jenis Buku Yang Sebaiknya Dibaca

Nama
Komentar
Kode Verifikasi (Tulis ulang kode berikut di kotak: TB10 )
   
 

TOP 10 ARTIKEL LAINNYA:

3 Jenis Buku Yang Sebaiknya Dibaca

3 Hal Penyebab Wasir

Backpacking ke Lombok

Cara Mengganti Ban Mobil Bocor

Cara Menjemput Rejeki

Hukum Islam dan Contohnya

Wisata ke Tegalalang Ubud Bali

Matematika Jongkok Tapi Kuliah Informatika

Daster Yang Tepat Untuk Muslimah

Tips Tidur Nyenyak Malam Hari Meski Batuk