Usaha Bakal Meledak Ide Bob Sadino

Seperti yang telah saya tuliskan, ada begitu banyak insight baru yang bisa diambil dari ajang Pesta Wirausaha 2010 yang dihelat di Balai Kartini Jakarta, 10-11 April yang lalu. Dari sekian banyak pandangan yang masuk itu, ada yang begitu menarik dari celetukan yang dilontarkan Bob Sadino, dengan gaya khasnya. Pria yang akrab disapa Om Bob itu bilang (lebih tepatnya nyeletuk) : “Saya kurang setuju dengan istilah UKM (Usaha Kecil & Menengah). Kalau bisa, K dan M nya diganti dengan B dan M. Sehingga menjadi UBM (Usaha Bakal Meledak).”

Hehe, tidak terkecuali saya, semua peserta yang hadir menjadi ger-geran. Pasti semua berpikir, kok bisa-bisanya dia melontarkan celetukan itu. Tidak menunggu lama, dia langsung mengutarakan alasannya: “Saya kuatir, dengan selalu menggunakan kata itu (kecil menengah), pengusaha kita selamanya tidak bisa menjadi besar. Oleh karena itu, mari kita gunakan kata Bakal Meledak, agar usaha yang baru kita rintis bisa segera meledak menjadi besar.”

Terus terang, sejak awal dia tampil berduet dengan Naomi Susan diacara itu, praktis saya hanya memdengarkan omongan Naomi Susan. Yang dibicarakan Naomi sangat menarik semua peserta, termasuk saya. Menurut saya pribadi, saat itu tidak ada sama sekali yang enak didengar dari Bob Sadino. Dengan gaya slengekannya, dia lebih banyak bertindak sebagai moderator, sementara Naomi Susan yang lebih aktif. Tapi, diakhir acara, dengan melontarkan ide seperti itu, seketika saya langsung mengapresiasi perkataannya.

Seperti diketahui, Bob Sadino adalah pengusaha besar. Dedikasinya dalam membangun  negara lewat jalan menjadi pengusaha sukses sangatlah mulia. Sudah banyak yang terinspirasi olehnya untuk mengikuti jejak kesuksesan menjadi pengusaha besar. Dia bisa disejajarkan dengan Ciputra atau Chaerul Tanjung, yang begitu getol menginspirasi dan mendorong masyarakat Indonesia untuk lebih aktif dalam partisipasi membangun Indonesia menjadi negara besar dan disegani, lewat jalur menjadi pengusaha sukses.

Saya pikir-pikir, betul juga apa yang Bob lontarkan. Optimis – dalam segala hal – adalah harga mati. Istilah kecil menengah seperti itu akan menjerat dan mengecilkan kita. Walaupun hanya sekedar istilah, tapi kalau itu diucapkan secara terus menerus, tanpa sadar itu akan menjadi justifikasi, atau pembenaran. Yang namanya pembenaran, logikanya, entah salah atau benar, ya pasti harus benar. Dengan kata lain, entah bisnis kita berpotensi menjadi besar atau tetap kecil, predikat ‘kecil menengah’ itu akan terus melekat pada diri kita. Kalau itu sudah terbentuk dalam alam bawah sadar kita, bisa dipastikan kita akan selalu minder dalam menjalankan bisnis kita.

Saya paham konsep The Law of Attraction yang baru beberapa tahun ini dilontarkan Rhonda Byrne. Saya juga mengerti konsep Quantum Ikhlas yang diusung oleh Erbe Sentanu beberapa tahun yang lalu juga. Itu sejalan dengan firman Allah SWT, mungkin sejak segala sesuatu (termasuk manusia) bahkan belum tercipta, yaitu : “Aku (Allah) menurut sangkaan hamba-Ku saja”.

Maksudnya, Allah SWT pasti akan memberikan apapun yang kita inginkan (baik lewat doa, niat, keinginan, pola pikir, mindset, dsb). Tidak ada doa yang tertolak. Semua dikabulkan. Yang diingat, semua keinginan itu pasti dikabulkan, tidak peduli itu berakibat Negatif atau Positif. Saya berulangkali sudah mengalami hal-hal ‘ajaib’ sebagai akibat dari hasil berpikir yang saya bentuk, tidak hanya dalam dunia bisnis yang saya tekuni, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari lainnya.

Dihubungkan dengan kata ‘kecil menengah’ yang kita usung dalam keseharian bisnis kita, dengan asumsi bahwa Allah SWT pasti akan mengabulkan pola pikir kita bahwa bisnis kita akan senantiasa kecil dan menengah (Negatif), ya pastilah bisnis tidak akan pernah menjadi besar (Positif). Kita hanya akan berkutat diomzet jutaan rupiah per bulan, misalnya, dan tidak bisa beranjak kepuluhan juta. Sulit bagi kita untuk bisa meraih omzet ratusan juta, dan berharap semakin berkembang ke kelas beromzet miliaran, bahkan triliunan, dengan tetap mengusung konsep ‘kecil menengah’. Lewat konsep ‘bakal meledak’, para pengusaha kecil akan terbentuk pola pikir bahwa bisnisnya akan segera meledak, mencapai omzet ratusan juta, misalnya, untuk kemudian meledak ke omzet miliaran atau triliunan.

Apakah itu mustahil? Sama sekali tidak. Kata orang TDA, Start Action and Miracle Happen. Mulailah segera beraksi memulai usaha sekecil apapun itu, dan rasakan berbagai keajaiban disana. Itu benar. Hanya yang telah berprakteklah yang merasakan keajaiban-keajaiban itu, termasuk saya.

Di acara yang sama, satu lagi yang menarik saya adalah perkatan Agus Pramono, pemilik franchise Ayam Goreng Mas Mono yang terkenal itu. Dia berpendapat, kalau omzet bisnis kita, misalnya, 500 juta, bilang saja setengah milyar. Nilainya sih tetap sama, tapi ‘rasanya’ beda. Jutaan itu berbeda dengan Milyaran. Maka, kalau mulut dan pikiran kita selalu menggaungkan “Milyar!”, dan tidak “Juta!”, maka alam bawah sadar kita akan memprosesnya, dan keinginan kita untuk selalu beromzet miliaran pasti akan dikabulkan Allah SWT.

Arif Haliman – Owner Busana Muslim Bali

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

Betul sekali pak. Engkau adalah YANG engkau pikirkan.

intinya kita harus optimis dengan bisnis kita dan membentuk mindset agar bisa maraih yang besar. Nice artikel, mudah2an yang baca ini bisa terinspirasi dan termotivasi.

sukses adalah sebuah pilihan….!!! sip

Leave a comment

(required)

(required)