Syukur alhamdulillah saya akhirnya punya juga henpon ciamik idaman saya : Sony Ericsson Xperia X1. Sebelumnya telah saya tulis di blog ini mengenai curhat saya betapa puzingnya kepala dan tangan kalau pas menulis email di henpon butut saya, Nokia 3660. Sementara kondisi dan keadaan tidak selamanya enak dan nyaman untuk menulis email di henpon. Sehingga akhirnya terpikir suatu saat harus melakukan upgrade henpon ke sebuah gadget masa kini yang lebih ramah email dan internet. Jadinya, saat itu hanya ada 2 gadget yang jadi incaran saya, yaitu Samsung Omnia i900 dan Sony Ericsson Xperia X1.
Saya adalah fans setia Sony Ericsson (SE). Sampai sekarang saya punya 4 buah henpon merek SE! Kesemuanya masih aktif. Kok bisa punya henpon SE banyak gitu ? Bukan bermaksud hendak buku toko henpon khusus Sony Ericsson, tapi memang masing-masing henpon tersebut punya tugas tersendiri
. T630 bertugas sebagai modem untuk saya berinternet ria pakai Flash Telkomsel. K320i bertugas sebagai henpon khusus dengan nomor yang juga khusus untuk pelanggan busana muslim saya. K501i yang bakalan beralih fungsi untuk jadi modem juga kalau saya dah dapet koneksi internet selain Flash Telkomsel, dan yang terakhir Xperia X1 yang jadi ‘kuda tungganggan’ saya dalam sehari-hari
.
Apakah Samsung Omnia jelek? Tidak! Sama sekali tidak! Nih henpon juga tak kalah ciamiknya dengan Xperia. Hanya buat saya, SE tetaplah yang terbaik, terutama dalam hubungannya dengan harga dan internet. Saya sudah sangat familiar dengan keluarganya SE jadinya ya yang saya pilih adalah Xperia X1.
SE Xperia X1 adalah henpon premium yang dikeluarkan oleh Sony Ericsson. Henpon ini ditujukan untuk pengguna kelas atas yang memerlukan kinerja mobile tingkat tinggi terutama yang berhubungan dengan email, chatting dan internet dengan semua pernak-perniknya. Salah satu ciri khas henpon yang berharga diatas rata-rata (saya membelinya di Denpasar seharga Rp 6.500.000, tambah Rp 350.000 untuk melengkapinya dengan beragam aplikasi seperti chatting, antivirus, dsb) adalah hanya bisa ditemui di toko-toko besar. Jangan harap bisa membeli henpon ini di sebuah kios pinggir jalan, atau toko menengah.
Itulah yang saya alami pas hendak membeli henpon ini di Denpasar. Kebanyakan toko-toko kecil dan menengah tidak menjualnya. Kalau pun ada yang menjualnya, mereka tidak melakukan stok barang. Kalau calon pembeli menanyakannya, penjaga toko menelpon dulu kepada entah siapa (kayaknya agen atau distributor). Kita dibilangi barangnya ada dengan harga segini, misalnya. Tapi pas kita ingin lihat dan pegang barangnya, dibilang ‘maaf tidak bisa’
.
Dengan henpon ini satu fitur penting yang saya sangat membutuhkannya adalah Push Email. Dengan adanya fitur ini email akan bisa kita terima secepat kita menerima SMS. Apa nilai pentingnya buat saya? Terutama untuk usaha bisnis Bali car rental saya yang 100% berbasis online, kecepatan saya dalam merespon setiap email yang masuk adalah satu hal yang harus saya dahulukan. Dan setiap email yang masuk itu tidak tentu waktunya. Bisa waktu saya sedang bepergian, tidur, atau malah mungkin sedang berbelanja buku dan komik
. Tidak peduli dalam waktu dan kondisi apapun, saya bisa segera merespon email-email tersebut.
Oh iya, yang juga menarik perhatian saya adalah adanya keyboard QWERTY yang sangat ok buat mengetik. Stylush juga sangat membantu dengan teknologi layar sentuhnya. Terus terang sehari dua hari ini masih kagok menggunakannya, tapi kayaknya insyaAllah tidak akan perlu waktu lama untuk menguasainya
.
Buat berapa bulan atau tahun kedepan Xperia X1 tetap menjadi favorit saya? Heemm, kurang tahu juga.. Ditengah gemerlapnya BlackBerry dan iPhone yang menawarkan keluwesan dalam email dan internet, siapa saja bisa tergoda untuk segera beralih ke hal baru itu
. Nokia? Kayaknya gak usah aja deh.
