Tag-Archive for » sik-clothing «

Friday, January 22nd, 2010 | Author: Arif Haliman

Setelah menunggu sekian lama, akhirnya keinginan itu terwujud juga, alhamdulillah. Saya malah masih kadang menganggapnya sebagai sebuah keajaiban. Hal ini berkaitan dengan keinginan saya sejak dulu yang ingin menjadi produsen busana muslim dan meningkatkan ’status’ dari tidak hanya berprofesi sebagai penjual busana muslim, namun bisa juga menjadi produsennya. Produsen busana muslim adalah orang yang memproduksi sendiri baju muslim tersebut. Dan, dari sekian banyak produsen dengan membawa merek busana muslim mereka sendiri dari seluruh pelosok nusantara ini, saya adalah salah satunya :)

Merek busana muslim produksi saya adalah Sunrise. Bisa juga disebut Sunrise Bali. Sengaja saya tidak menamakannya dengan kebanyakan nama-nama merek baju yang bernuansa Islam, seperti (mungkin) Raffa, Marwah, Majidah, dll. Saya menginginkan sebuah nama yang out of the box dari semua itu. Sebuah nama yang ringan, sangat familiar dan berkesan sangat disukai orang. Top of that, nama ini haruslah bernuansa Pulau Dewata Bali, karena domisili saya ada di Bali. Jadilah kemudian, Sunrise, nama yang kemudian saya ambil. Sunrise adalah gamis berbahan kaos Combed. Harapan saya adalah bahwa merek yang saya usung ini akan membawa keberkahan dan kesuksesan, dengan keunggulan utama kenyamanan. Setidaknya, ini sudah mewujudkan mimpi saya yang sejak dulu memang ingin sekali menjadi produsen busana muslim ;)

Singkat cerita, setelah semua proses dilalui, dan hasil akhirnya adalah berwujud sebuah baju muslim, langkah berikutnya adalah memasarkannya. Bagaimana saya memasarkannya? Tepat! Tentu saja saya memajangnya di website busana muslim milik saya. Penasaran dengan website saya yang menjual berbagai macam baju muslim ini? Silakan diintip di http://www.muslimbusana.com ya?

Saya, alhamdulillah, yakin sekali bahwa kalau memajang Sunrise di situs ini, pasti akan laku. Parameternya sederhana: Situs ini dikunjungi orang rata-rata 600 kunjungan perhari. Untuk sebuah situs yang khusus menjual busana muslim, ini adalah sebuah jumlah kunjungan yang jauh diatas lumayan, alias tinggi. Dengan rata-rata belasan order perhari (baik itu lewat email, chatting, sms ataupun telpon), untuk tahap awal ini, saya sudah cukup puas (alhamdulillah) untuk bisa mengambil pasar ceruk (niche) di website http://www.muslimbusana.com ini.

Hasil awal dari strategi mengambil pasar ceruk ini cukup berhasil. Terbukti dari 2 model perdana yang saya luncurkan, hanya dalam waktu 1 minggu kedua baju ini langsung terbeli. Saya sangat mensyukurinya. Ini bisa menambah kepercayaan diri saya dan tim. Ternyata, dibalik ‘gemerlapnya’ merek-merek populer yang sudah bersinar duluan (seperti SIK Clothing, Qirani, Shabrina), Sunrise masih bisa mencuri perhatian para pengunjung website kami.

Dengan menerapkan konsep ini, saya baru saja ngeh dan baru begitu mantap mengerti, mengapa para hypermarket kayak (dulu) Alfa atau Carrefour, diantara tumpukan produk yang mereka jual, terselip juga produk mereka sendiri. Maksudnya, produk itu bermerek Alfa, atau Carrefour. Seperti misalnya kapas putih. Bukanlah di Carrefour kita bisa menemukan sebuah produk kapas putih diantara produk-produk sejenis dengan merek lain? Dengan memproduksi dan menjual sendiri kapas putih itu, keuntungan mereka pastilah jauh lebih tinggi daripada keuntungan yang bisa diambil dari menjual kapas putih merek lain. Hal ini tentunya juga bisa diterapkan untuk produk yang lain, selain kapas putih.

Dan, sekali lagi untuk tahap awal, sepertinya saya akan menjalankan strategi ini terlebih dahulu. Bermain di ceruk, dengan berharap produksi berjalan kontinu, walaupun dengan kuantiti yang tidak (belum) tinggi. Dengan adanya program Sale & Gratisan Setiap Hari, saya tidak segan-segan memajang Sunrise di bagian ini. Bagi saya, menambah kepercayaan diri sangatlah penting, walaupun harus dengan memangkas harga. Namun, tentunya keuntungan masih tetap ada. Pikir-pikir, memang dari ke 4 perpaduan pemasaran yang ada yaitu Product, Place, Price, Promotion, setidaknya dalam kasus saya, price atau harga adalah yang paling enak dipermainkan. Gimana pokoknya segera laku hehe :)

Okay, semoga masih tetap terus semangat mengembangkan Sunrise. Kedepan, saya insyaAllah akan bertambah sibuk. Apa pasal? Ehm, saya berancang-ancang untuk mencoba peruntungan di dunia offline. Yeap, tidak lagi hanya berbisnis online yang mengandalkan website dan internet sebagai placenya, tapi juga bisnis konvensional yang mengandalkan pasar senggol. Nah!

Arif Haliman - Owner Busana Muslim Bali

Thursday, January 07th, 2010 | Author: Arif Haliman

Alhamdulillah, sudah terhitung kurang lebih dua bulan ini, kami (saya beserta istri) berhasil meningkatkan status dari Penjual biasa menjadi Agen Resmi. Agen Resmi untuk produk dan merek apa? Untuk produk busana kaos muslimah SIK Clothing. Website busana muslim kami, yang beralamat http://www.muslimbusana.com sudah sekitar dua tahun ini berjalan. Selama itu pula kami sudah mulai menjual produk SIK Clothing, dengan status ’sekedar penjual’. Dengan meningkatnya status menjadi Agen Resmi, kesempatan ini sudah selayaknya harus kami syukuri.

Butuh kesabaran dan perjuangan ekstra untuk bisa mendapatkan status ini. Kami sudah mengusahakannya sejak sekitar satu setengah tahun yang lalu. Dan selama itu pula gatot alias gagal total. Sebab kegagalan bermacam-macam, dari sekedar kehilangan momentum alias sedang malas berjualan, selalu tersedotnya dana untuk pembelian merek lain, sampai tidak sabarnya menunggu daftar tunggu (waiting list) yang luar biasa panjang. Maklum, merek kaos muslimah ini memang saya rasa paling moncer diantara merek lain yang sejenis. Bahkan, dalam satu kali kesempatan, pihak produsen SIK Clothing memberitahu, bahwa permohonan kami akan diproses setelah mereka memproses lebih dari 30 orang diatas saya, apakah layak atau tidak menjadi Agen Resmi. Dan, bisa ditebak, saya langsung pesimis dengan penantian maha panjang itu. Pikir saya, daripada H2C (harap-harap cemas) menanti kepastian dari pihak SIK yang berpotensi menambah jumlah uban, lebih baik fokus melanjutkan dagangan merek lain, seperti Manet, Toyusi, Qirani, dll.

Mungkin karena pikiran sudah lama di set bahwa, harus bisa jadi Agen Resmi SIK Clothing, yang ditunggu-tunggu dan pernah dilupakan itu akhirnya datang juga. Pasca Lebaran bulan Oktober kemarin, kami iseng-iseng menelpon lagi produsen SIK Clothing, menanyakan kembali perihal apakah kami bisa melamar menjadi Agen Resmi, tak disangka jawaban mereka sungguh cepat: Bisa!

Wah, ini kabar gembira. Bayangkan, berulang kali sebelumnya menelpon minta menjadi Agen Resmi dan selalu saja gatot, nah ini dengan sekali telpon pasca Lebaran kok langsung dapat. Pucuk dicinta ulam tiba. Top to love fish coming (*halah*). Akhirnya, ya gitu deh, singkat cerita sejak awal Desember 2009 kemarin atas nama istri saya, resmi menjadi Agen Resmi SIK Clothing. Oiya, tambahan informasi, kami adalah pemegang wilayah Bali. Artinya, mestinya tidak ada Agen Resmi lainnya selain kami di pulau Bali ini. Jadi, wahai para muslimin Bali, kalo perlu belanja busana muslim kaos, utamanya merek SIK CLothing, belanjanya di tempat kami ya? :) Diskonnya sampai dengan 25% lho!

Sekedar informasi tambahan, produk SIK Clothing adalah busana muslimah dari bahan kaos, termasuk untuk produk gamisnya. Bahan kaosnya terasa nyaman dipakai karena berbahan Combed, bukan Carded. Variasi modelnya sangat banyak (lebih dari 50 model pilihan). Termasuk juga pilihan warna yang tersedia juga banyak. Jadi, begitu banyak pilihan kira-kira mana yang paling cocok untuk kamu.

Produk SIK Clothing bisa dipakai untuk berbagai acara, seperti semi formal, kuliah, atau sekedar main kerumah teman. Namanya juga kaos, jadinya sangat fleksibel.

OK, kunjungi website baju kaos muslimah ini, dan dapatkan diskonnnya!

Arif Haliman - Owner Busana Muslim Bali

Wednesday, April 29th, 2009 | Author: Arif Haliman

Datang lagi kulakan busana muslim SIK Clothing hari ini. Tidak begitu banyak untuk ukuran kami. Namun seperti biasanya apabila datang kiriman dalam jumlah ratusan seperti yang terlihat pada gambar disamping, saya dan istri akan sangat sibuk. Terutama untuk order dalam jumlah besar (grosir), hal seperti ini bisa menyita waktu kami seharian. Tersitanya waktu untuk menangani order grosir seperti ini membawa kesibukan yang bermacam-macam, seperti melakukan packing termasuk menjahitnya, melakukan pengelompokan berdasarkan kode barang, mencetak invoice, dll. Pokoknya zuper zibuk dah :) .

Belum lagi keusilan anak balita kami (si Tika) yang kerap ‘mencuri’ peralatan jahit-menjahit, spidol, solasi, pulpen, dsb. Nih anak hobi sekali membawa lari alat-alat tersebut justru disaat kita hendak memakainya. Tampaknya dia bahagia sekali bisa dengan sukses menggoda kami berdua seperti itu ;) . Dan dia bisa tertawa dengan sangat puasnya apabila saya atau istri sudah mulai mengejar dia untuk merebut kembali peralatan itu :) . Dan biasanya pula, karena istri jauh lebih sibuk daripada saya dan tingkat stresnya lebih tinggi, menggunakan senjata terakhir kalau anak ini susah ditangkap: Cubit!

Tapi sesibuk dan semenderitanya (*halah*) kami untuk menangani urusan order seperti itu, tetap saja bahagia. Ya iyalah, masak barang laku dan terima uang gak bahagia :) . Sibuk model gini adalah Problem. Namun kebanyakan orang yang berkecimpung dalam bisnis, menamakannya Happy Problem! Sebuah masalah, namun masalah ini bisa mendatangkan kesenangan dan kebahagiaan.

Biasanya apabila paket datang pada siang hari atau sebelum jam makan siang, kami akan bisa mengepaknya sejak paket tersebut datang, dan langsung ngacir ke kantor pos untuk dikirim lewat sana. Kebetulan orang yang mengorder secara grosir kaos busana muslim SIK Clothing ini dari Malaysia, sehingga harus dikirim via pos (EMS International) yang lebih cepat, murah dan reliable dibanding jasa pengiriman paket keluar negeri oleh perusahaan lain.

Ngomong-ngomong mengenai produk busana muslim dengan bahan dasar kaos, sepertinya merek SIK Clothing setidaknya sampai saat ini menduduki peringkat pertama dalam hal penjualan. Saya kurang begitu tahu dengan website-website lain yang juga menjual busana muslim kaos ini, namun yang terjadi di website website jualan baju muslim saya, untuk bahan kaos SIK Clothing masih menduduki peringkat pertama.

Sebetulnya ada merek lain yang berbahan kaos seperti Qirani dan OsMoes. Dan walaupun dari segi penjualan kedua merek ini juga semakin menunjukkan peningkatan permintaan, namun masih kalah oleh SIK Clothing. Pengamatan selintas saya sepertinya SIK Clothing lebih banyak pilihan model dan warna. Disamping itu harga ecerannya yang relatif lebih murah daripada Qirani, OsMoes maupun Shabrina lebih memiliki daya tarik kepada para pembelinya. Memang untuk urusan bahan, Qirani dan OsMoes lebih baik dan lebih nyaman dipakai, oleh sebab itu kemungkinan harganya relatif diatas SIK Clothing.

Terus bagaimana dengan impian saya kedepan yaitu menjadi produsen busana muslim merek sendiri? Hehe..Ditunggu ya..Alasannya masih sibuk urusan lain nih ;) .

Saturday, April 18th, 2009 | Author: Arif Haliman

Menindaklanjuti keinginan saya tempo hari lewat postingan berjudul Kepingin Jadi Produsen Busana Muslim, poin yang terbilang penting menurut saya sudah saya lakoni. Poin itu adalah menemukan penjahit baju yang mampu melakukan hal jahit-menjahit seperti contoh beberapa merek kaos busana muslim yang saya bawa dan tunjukkan kepadanya.

Beberapa merek kaos busana muslim yang saya tunjukkan ke calon penjahit saya itu adalah SIK Clothing, Qirani dan Os_Moes. Begitu melihat contoh baju yang saya bawa, suami istri penjahit itu langsung bilang: ‘Oh bisa!’. Hehe..alhamdulillah kalau begitu, jadinya saya tidak perlu banyak cing cong lagi untuk menjelaskan. Kemudian saya lanjutkan dengan bagaimana dengan bahan dasar kaosnya, mereka menyarankan saya untuk cari sendiri saja di sekitaran kota Denpasar ada beberapa toko grosir yang menjual bahan kaos kiloan kayak jenis combat. Namun untuk pembelian lebih dari ratusan kilo saya disarankan untuk membelinya dari Jawa, atau Bandung karena untuk pembelian bisa dapat lebih murah kalau langsung membeli dari Bandung, misalnya.

Bahan yang bersifat aksesoris lainnya seperti resleting, kancing, dan apalagi motif bordiran harus saya sendiri yang membawa. Khusus untuk bordiran sepertinya untuk tahap awal saya tidak ingin membuatnya. Maunya saya motif biasa aja dulu, maksudnya yang tanpa bordiran agar tidak ribet. Saya ingin yang sederhana dulu seperti misalnya bermain garis, agar tidak berat diawal-awal perjalanan. Kalau nanti respon pasar bagus, barulah saya ingin mengeluarkan corak atau model lain yang lebih njelimet.

Bagaimana dengan ongkos jahit? Ongkos jahit plus benang yang disediakan oleh dia, dibilang olehnya itu nanti saja setelah saya sudah mengumpulkan semua informasi perihal bahan plus tetek bengeknya. Penjelasannya, kalau saya sudah mendapat harga rata-rata per pieces setelah saya belanja bahan kaos, resleting, kancing, dsb. Dari harga rata-rata itu dia akan sebutkan berapa ongkos jahitnya. Ya sudahlah, saya terima saja saran dia itu. Menurut saya peribadi itu ada benarnya juga. Soalnya, rasanya akan lebih susah menggabungkan harga kesemua komponen diluar ongkos jahit itu daripada harga ongkos jahit itu sendiri.

Oiya, poin mendatangi penjahit ini saya catat sebagai kesuksesan besar. Mengapa begitu? Sampai saat ini saya masih agak heran juga, tumben kok bisa-bisanya diri ini bisa sampai ketempat para tukang jahit :) Itu bukan Arif gitcu loh :)

Hehe..Jangan kaget, saya ini tipikal orang yang gak bisa kedubrakan (halah, boso opo iki ???) . Kedubrakan (istilah saya sendiri lho) artinya bekerja kayak para profesional, yang cak cek, bret-bret, cepet selesai, plus disertai acara keluyuran / outdoor. Nah, model bekerja gini yang biasanya tidak saya sukai.

Sekedar contoh, model ‘bekerja’ kayak menyervis sepeda motor itu tidak saya senangi. Contoh lain adalah membetulkan antena TV rusak. Membawa TV dan DVD rusak ke tukang servis agak bisa berfungsi kembali juga ‘bukan gue gitu loh’. Nah, pekerjaan yang kayak gini ini entah mengapa susah sekali menyuruh tangan kaki ini untuk bertindak. Mungkin, kalau saja istri saya bisa nyetir mobil, sudah barang tentu dia akan saya suruh juga untuk servis mobil kami ke bengkel, dan bukan saya lagi..Hehe..alangkah asyiknya ;)

Yah, anyway, back to topic, pokoknya, alon-alon asal kelakon aja deh. Pelan-pelan tapi pasti. Yang jelas, saya berharap sekali sebelum peakseason Lebaran tahun 2009 ini kaos busana muslim produksi saya sudah bisa launching. InsyaAllah..Amin.

eXTReMe Tracker