Tag-Archive for » sewa mobil di bali «

Wednesday, September 02nd, 2009 | Author: Arif Haliman

Alhamdulillah..Hore..horeee..horeeee! Sepertinya hari ini adalah hari yang tepat untuk kembali menulis di blogku tercinta ini. Blog dengan titel From Bali with Love yang saya gawangi ini hanya mampu menghasilkan 2 postingan untuk bulan Agustus kemarin. Bali seorang blogger, produktivitas menulis seperti ini tidak pantas untuk ditiru apalagi diteladani. Hal ini sungguh diluar batas perikeblogeran :) . 2 biji posting saja dalam 1 bulan? Semoga lain bulan tidak lagi deh.

Saya pribadi sebenarnya kaget juga kok hanya bisa menghasilkan 2 tulisan untuk bulan Agustus kemarin? Padahal saya berharap blog ini seapes-apesnya kalau bisa minimal 5 buah tulisan dalam satu bulan. Saya menargetkannya minimal 10 tulisan. Syukur-syukur bisa lebih. Namun untuk bulan Agustus kemarin sepertinya saya memang benar-benar tidak mampu meningkatkan kuantitas tulisan saya. Sebagai bahan pembelajaran kedepan, ada baiknya saya menuliskan beberapa hal yang membuat aktivitas ngeblog saya menjadi tersendat.

Pertama (dan ini juga yang utama) sepertinya waktu saya banyak tersita untuk menghadapi high season di Bali kemarin. Seperti diketahui, pulau Bali sangat ramai dikunjungi wisatawan luar negeri pada bulan Juli-Agustus disetiap tahunnya. Dan alhamdulillah seperti biasanya, bisnis rental car Bali saya juga menuai dampaknya: terjadi lonjakan konfirmasi reservasi 2 kali lipat dari biasanya.

Terutama untuk bulan Juli, data para peminjam mobil melalui website saya lebih tinggi dibandingkan dengan bulan Agustus. Tapi meskipun bulan Juli sangatlah ramai, faktanya saya masih mampu untuk membuat tulisan minimal 10 buah di bulan itu. Sedangkan untuk bulan Agustus, meskipun juga sangat ramai, saya hanya mampu menghasilkan 2 buah tulisan. Artinya apa? Diawal-awal kesibukan (Juli) tenaga saya masih terjaga. Namun dipertengahan dan diakhir kesibukan (Agustus) tenaga saya melorot tajam. Akibatnya bisa diduga, sisa-sisa tenaga untuk menulis menjadi sirna tak berbekas :) Hal ini bisa juga disebabkan oleh kebosanan yang sudah menumpuk karena selama 2 bulan penuh fokus memaksimalkan reservasi website sewa mobil di Bali saya.

Yang kedua, ini juga yang menyebabkan produktivitas menulis saya menjadi tersendat. Hal ini ada hubungannya dengan postingan saya terdahulu yaitu mengenai cita-cita beranjak menjadi produsen busana muslim dan tidak lagi sekedar menjadi penjual. Ya saudara-saudara, dipertengahan bulan Agustus kemarin saya sudah mulai memproduksi baju muslim sendiri!

Sejak awal proses pembuatan sampai sekarang, karena ini adalah pengalaman pertama, saya harus rela pontang-panting antara toko kain, pihak tekstil, tukang jahit dan keluyuran ke pasar untukseperti misalnya sekedar menanyakan harga kancing baju, dan warna apa saja yang tersedia. Keluar masuk beberapa toko kain untuk menemukan harga terendah adalah tantangan tersendiri. Hasilnya, dari seluruh rangkaian proses ini, ada beberapa tahapan yang sempat meleset sehingga membuat saya sempat olahraga jantung, kuatir tidak bisa memenuhi harapan pemesan saya.

Baju yang saya produksi ini emang belum merek saya sendiri, tapi setidaknya saya terlibat didalamnya sejak cikal bakal baju ini masih dalam bentuk kain meteran sampai insyaAllah baju ini bisa dipakai dibadan. Baju ini adalah baju muslim semi gamis pesanan orang Singapura. Perihal dia bisa mengontak saya adalah karena dia menemukan website Muslim Busana saya, dan akhirnya datang ke Bali untuk sekalian kopi darat. Singkat cerita, kami berdua setuju agar saya sebagai supplier baju-baju muslim pesanan dia. Artinya, disini saya menjadi produsen. Baju muslim pesanan ini sampai sekarang belum jadi, tapi insyaAllah semoga awal minggu depan semuanya sudah kelar dan bisa segera saya kirimkan ke Singapura.

Yang ketiga, atau yang terakhir, sepertinya aktivitas saya untuk lebih mengoptimalkan website Hotel Bali saya juga tidak kalah menyita waktunya. Semangat baru di BaliHotelBooking.com ini yang dimulai awal bulan Juli kemarin masih terasa hingga sekarang, dan itu menuntut konsekuensi tinggi. Hasilnya memang sangat lumayan. Trafik naik, peringkat di search engine juga (sempat) naik, beberapa reservasi confirmed, dan yang tidak kalah penting, pundi-pundi Google Adsense saya dari chanel website Bali hotel booking ini semakin bertambah naik :) .

Well, akhirnya, di September Ceria ini, mohon doa restu agar produktivitas menulis saya di blog ini tetap terjaga, minimal 10 buah tulisan disetiap bulannya. Amin :)

Thursday, July 30th, 2009 | Author: Arif Haliman

Kejadian ban bocor adalah sesuatu yang biasa saja, bahkan mungkin sepele. Kejadian kayak gini bukanlah kejadian harian. Paling-paling rata-rata 6 bulan sekali ban kita bocor. Yah, pengalaman masing-masing orang tentunya berbeda. Semakin butut tuh kendaraan, biasanya kondisi bannya juga ancur-ancur yang walhasil sering-sering kempes.

Sehubungan dengan ban bocor ini, saya kemarin mengalami ‘hal sepele’ ini. Tapi ban bocor saya kali ini, setidaknya bagi saya, tidaklah sepele. FYI, sudah satu setengah tahun ini saya memiliki mobil pribadi, dan selama itu pula hal sepele ini tidak pernah hinggap. Sampai pagi hari kemarin itu, dalam rangka menyambut embun pagi plus udara segar karunia Illahi digarasi rumah saya, posisi Toyota Avanza saya kayak orang gak punya kaki satu. Bisa dibayangkan ya? Iya, itu kayak orang pincang satu kaki lebih panjang dari kaki lainnya.

Seperti itu juga yang terjadi dengan mobil saya. Dudukannya miring, tidak rata, alias oleng. Tak lain dan tak bukan karena ban depan bocor-cor tanpa ada udara sama sekali. Pantesan, malam sebelumnya saya pakai kok rasanya setir ini berat sekali. Kayak gak power steering blas!. Ternyata oh ternyata, berarti malam itu sedang terjadi proses pengempesan ban akibat udaranya perlahan-lahan ilang.

Semestinya, sekali lagi, masalah ban bocor adalah hal sepele. Tapi maaf saudara-saudara, berhubung ini ban mobil, dan saya sejak punya mobil belum pernah kena ban bocor, jadilah pagi itu menjadi pagi kalang kabut bagi saya ;) .

Langkah pertama adalah menelpon supplier sewa mobil di Bali saya. Kursus singkat via telpon perihal mencopot 4 mur ban depan dan bagaimana menggunakan dongkrak. Langkah kedua adalah mencari informasi di internet dengan kata kunci ‘ban mobil bocor’ :) .

Setelah informasi terkumpul, sebelum menggunakan dongkrak mobil untuk mengangkat mobil, ternyata ada satu tahapan yang harus dilalui dan saya merasa IQ saya jongkok sekali karena sebenernya super gampang, tapi lha kok ya bisa lama banget gitu loh :( . Well, untuk petunjuk lengkap bagaimana memasang stik dongkrak dan dimana posisi dongkrak mobil itu sendiri dibawah mobil, silakan lihat gambar ya.

Setelah melalui perjuangan berat (hehe, maklum belum pernah mencopot ban mobil sebelumnya), akhirnya kelar juga rangkaian proses tangan pegel-pegel bongkar pasang peralatan mobil (tools), memutar-mutar mur ban mobil, membongkar ban, dan sukses menambalkannya di bengkel ban terdekat.

Nah, buat kamu, terutama biasanya kaum cewek yang gak mau susah-susah ganti ban mobil, kayaknya mau gak mau harus simak baik-baik tip dan trik ‘mengganti ban mobil yang bocor’ dariku ini :) . Kita tidak bisa memprediksi kapan dan dimana, apakah sedang berhenti atau sedang melaju, ban bocor ini menyapa kita.

Berikut adalah langkah-langkah mengganti ban mobil (bocor bin kempes):
- Ambil peralatan mobil (tools) yang disimpan dalam mobil.
- Kendurkan 4 mur ban mobil dengan arah kekiri (kekanan untuk memasangnya kembali) dengan salah satu alat yang ada. Kalau tangan gak kuat (biasanya memang gak kuat) jangan sungkan-sungkan untuk menggunakan kaki agar tenaganya bertambah.
- Untuk stik dongkrak, pasang secara sambung-menyambung berbagai alat itu (kurang lebih akan ada 4 alat. Kalau bingung silakan lihat gambar).
- Posisikan dongkrak dibawah mobil dekat posisi ban yang akan diganti (kalau bingung silakan lihat gambar).
- Kemudian mulailah mendongrak agar mobil terangkat keatas.
- Setelah dirasa cukup, teruskan mengendurkan 4 mur ban tadi hingga benar-benar lepas.

OK, sampai tahap ini yang berikutnya ada dua kemungkinan. Yang pertama adalah membawa ban kempes tadi ke bengkel tambal ban terdekat. Kemungkinan yang kedua adalah kamu harus melepas ban cadangan yang tersedia di setiap mobil. Cara melepas ban cadangan mestinya mudah, asal tahu alat mana yang digunakan, seperti halnya melepas ban yang bocor tadi.

Sukses, ya! :)

Sunday, June 14th, 2009 | Author: Arif Haliman

Menyambung tulisan saya sebelumnya mengenai Bali Mendekati High Season, kali ini saya akan menulis mengenai betapa akan ramainya pulau Bali diserbu tidak hanya oleh para wisatawan domestik namun juga mancanegara. Ditulisan sebelumnya yang bercerita dari sisi wisatawan domestik, kali ini saya akan bercerita dari sisi wisatawan mancanegara, atau sebutan kerennya: Bule hehe..

Secara pribadi, saya menginformasikan bahwa Bali akan kembali ramai di high season Juli sampai Agustus tahun ini. Indikasinya adalah jumlah email booking Bali car rental saya berikut konfirmasinya melonjak tinggi (sekitar 2,5 kali lipat) dari kondisi normal atau low season pertengahan Januari sampai Juni. Untuk bulan Juni ini yang masih sampai di pertengahan bulan, pendapatan kotor website Bali car rental saya sudah mencapai target. Syukur Alhamdulillah… Harapan saya sampai dengan akhir Juni ini pendapatan itu masih bisa membumbung tinggi ;)

Saya yakin kondisi ini tidak hanya saya saja yang mengalaminya. Para kompetitor saya (mari kita sebut saja: rekan, agar konotasinya tidak berupa persaingan, namun kerjasama) pasti juga merasakan hal yang sama, yaitu email booking mereka meningkat, dan mestinya, juga konfirmasinya.

Kalau untuk bulan Juni saja sudah sangat terasa kenaikan tamu yang didapat, bulan Juli dan Agustus insyaAllah akan lebih besar lagi. Bisa dibilang bulan Juni ini masih berupa pemanasan. Ibaratnya motor di pagi hari yang perlu dipanasi. Kalau sudah cukup panas mesinnya, maka motor itu akan langsung tancap gas. Kalau sudah masuk Juli, dan juga Agustus, maka inilah masa-masa yang disebut high season di Bali: Masa ramai-ramainya Bali penuh sesak oleh kunjungan wisatawan domestik maupun bule.

Bisnis Bali car rental saya yang 90% menyasar para tamu dari luar negeri, tetap didominasi oleh tamu dari negara Eropa dan Asia. Menyusul kemudian adalah Australia. Warga negara Eropa yang paling banyak memakai jasa sewa mobil di Bali saya kebanyakan dari Jerman, Inggris, Spanyol, Perancis. Dari Asia yang terbanyak berasal dari Singapura, Malaysia, Thailand. Sisa 10% adalah peminjam mobil dari dalam negeri sendiri, utamanya mereka yang berasal dari Jakarta. Jadinya, lokal dan bule campur aduk jadi satu nantinya di Bali!

Maka, di high season ini, pelaku wisata di Bali lah yang akan sangat sumringah. Mereka seakan tidak merasa kesulitan untuk menjual apa yang menjadi barang jualannya. Bagi pemilik hotel, tingkat hunian kamar pastilah penuh. Bagi pemilik jasa sewa mobil Bali pastinya armada mobil mereka banyak yang beroperasi. Bagi pengelola restoran dan kafe, tentu juga tidak ketinggalan. Bagaimana dengan Joger Bali ? Aduh, yang ini dari dulu sampai sekarang kayaknya gak pernah sepi deh! :)

Menurut pengamatan saya, selama insyaAllah tidak ada kajadian aneh-aneh kayak Bali bombing kemarin, sepertinya tahun 2009 ini Bali betul-betul akan kembali ke performa terbaiknya. Setelah sebelumnya akhir tahun 2008 sudah mencapai titik tertinggi untuk kunjungan turisnya dibanding tahun-tahun sebelumnya, sepertinya tahun 2009 ini jumlah kunjungan akan meningkat. Para pelaku pariwisata di Bali insyaAllah bisa tetap tersenyum lebar menyambut tahun-tahun wisata berikutnya.

Bagaimana dengan persiapanku sendiri menyambut kondisi yang kian kondusif ini ? Well, website Bali Hotel saya sepertinya harus segera di tune up untuk segera bisa beraksi penuh mulai tahun ini. InsyaAllah!

Friday, June 12th, 2009 | Author: Arif Haliman

Bagi para pelaku bisnis pariwisata di Bali, bulan Juli dan Agustus di setiap tahunnya selalu dinanti-nanti. Pasalnya dibulan-bulan inilah para wisatawan lokal maupun mancanegara akan menyerbu Bali untuk berekreasi bersama teman-teman ataupun keluarga. Di kedua bulan inilah kesempatan para pelaku bisnis pariwisata untuk mengeruk keuntungan secara signifikan.

Bagi para wisatawan lokal, bulan Juli bertepatan dengan liburan sekolah. Seperti sudah menjadi tradisi, para siswa sekolah itu (biasanya anak sekolah menengah pertama dan menengah atas) akan berlibur ke pulau Dewa Bali bersama rombongan. Umumnya mereka mencarter bis dari daerah asal mereka dan berangkat berama-ramai menuju Bali. Tidak ketinggalan juga sebuah keluarga yang memilih berlibur sendiri dengan menumpang pesawat terbang. Para pelancong domestik ini seringnya berasal dari pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan sekitarnya, Surabaya dan sekitarnya termasuk Malang. Namun tidak jarang pula pelancong dari Medan sering terlihat disini.

Begitulah yang sedang dan akan terjadi mengenai High Season (musim tinggi / ramai) di Bali. Sebagai salah satu pelaku bisnis pariwisata di Bali (dalam hal ini saya bergerak di usaha sewa mobil di Bali), saya merasakan adanya peningkatan permintaan dan konfirmasi sewa mobil melalui website saya http://www.baliwebby.com. Di pertengahan bulan Juni ini mestinya masih belum apa-apa. Mendekati akhir bulan, untuk wisatawan domestik, saya bisa memastikan permintaan sewa mobil ini akan semakin meningkat.

Tidak ketinggalan dengan penginapan baik itu berupa Bali Hotel, villa atau losmen (hotel kelas melati) sudah pasti akan fully booked juga. Saya mengetahui informasi ini dari beberapa penelpon yang ingin meminjam mobil, mereka sekalian minta dibookingkan sebuah kamar hotel di Bali. Mereka minta tolong lewat saya karena beberapa dari mereka sudah mulai kesulitan untuk mencari kamar yang masih kosong untuk hari-hari kedepan ini.

Begitulah, seiring dengan semakin membaiknya kondisi pariwisata Bali setelah sebelumnya dihajar 2 kali kejadian Bali bombing, roda perekonomian yang utamanya ditopang dari sektor pariwisata (tourism) semakin lancar dan kencang bergerak.

Yang ketiban rezeki tidak hanya mereka yang bergerak di bidang akomodasi (hotel, villa, losmen, dsb) dan transportasi (rental mobil, tur, charter, dsb) namun tentunya Pak Joger :) . Pendiri pabrik kata-kata kaos Joger Bali ini bisa dipastikan akan semakin buncit perutnya. Lihatlah betapa macetnya jalan raya depan tokonya di Kuta itu terutama menjelang sore hari. Hari biasa saja asal itu sabtu dan minggu selalu ramai disana. Bagaimana jadinya kalau itu nanti pas high season?? Udah deh, apalagi bawa mobil, jangan lewat sana dah!

Itu saja dulu sekilas pandangan mengenai Bali menyongsong high season tahun 2009 ini. Pasti ramai dan crowded! Dan harap diketahui, harga kamar hotel pastinya akan membumbung tinggi. Surcharge atau naiknya sekitar 10%. Lumayan itu..

Tulisan lain insyaAllah akan menyusul mengenai crowdednya Bali dilihat dari kunjungan para bule atau wisatawan mancanegara.

Nah, sudah siapkah kamu berlibur ke Bali liburan tahun ini?

Friday, May 15th, 2009 | Author: Arif Haliman

Saya bersyukur sekali diberi kesempatan Allah SWT untuk diberi bidang pekerjaan berkisar pada komputer. Tidak ada alasan khusus. Hanya saja saya merasa cocok, bahagia dan senang bekerja dengan memakai teknologi komputer. Lagipula bidang komputer dan internet yang saya geluti sekarang ini adalah tulang punggung keluarga saya dalam hal kebutuhan ekonomi. Saya mendapatkan uang melalui media internet dengan menjalankan beberapa bisnis diantaranya adalah sewa mobil di Bali.

Yang membuat saya lebih bersyukur lagi, komputer dan internet yang menjadi keseharian saya adalah kesesuaian dari jalur pendidikan kuliah jurusan komputer yang dulu saya tempuh yaitu Manajemen Informatika. Artinya, saya tidak salah pilih jurusan.

Walaupun saat ini saya sudah tidak lagi berprofesi sebagai seorang web programmer, namun setidaknya saya sudah sempat 5 tahun melakoni profesi itu :) .

Umum sudah diketahui bahwa banyak sekali orang-orang yang sekarang bekerja tidak sesuai dengan background atau latar belakang pendidikannya. Seorang pria berprofesi sebagai sales asuransi atau teller bank misalnya, namun dulunya adalah mahasiswa teknik mesin. Seorang wanita berprofesi sebagai pramugari atau bagian ticketing, namun dulunya seoarang mahasiswi akuntansi. Gak nyambung. Kata saya orang ini salah pilih jurusan.

Apakah itu kemudian menjadi masalah? Tentu saja tidak. Namun bagi seorang idealis, kondisi seperti itu bisa dibilang waste of time atau buang waktu. Ngapain juga susah-susah belajar ilmu permesinan 4 atau bahkan 6 tahun, namun kemudian bukannya menjadi seorang engineer, malah menjadi agen asuransi, misalnya. Apa hubungannya coba? Tapi, okay, itu bukan masalah yang prinsip. Saya setuju.

Bagaimanapun juga tetaplah bersyukur jadi apapun kamu saat ini. Tetap bersyukur walaupun bidang kerja sekarang berbeda dengan studi kamu dulu. Bagi yang sekarang bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikan, lebih lebihlah kamu menyukurinya.

Omong-omong, saya ingat betul bahwa sejak awal saya memang menunjukkan ketertarikan kepada dunia komputer. Setidaknya ada 2 sinyalemen utama (ngomongnya kayak pakar aja) yang menunjukkan hal itu:

1) Gemar menulis bahasa pemrograman komputer
Waktu itu tahun 1996 dan saya masih kelas 2 SMA. Saya yakin tidak banyak anak seumuran segitu waktu itu yang suka bahasa pemrograman komputer. Tapi saya minta ampun sukanya. Dengan berbekal komputer AMD 486 pemberian kakak saya, jadilah saya maniak bahasa pemrograman (programming language). Eit, bukan, saya bukan seorang programmer komputer waktu itu. Saya tidak menulis sendiri source code itu. Saya hanya menyalinnya atau menulis ulang dari Tabloid Komputek (Komputer dan Teknologi) yang waktu itu gemar sekali menyuguhkan program-program komputer dalam bahasa Pascal di edisi mingguan mereka.

Ada keasyikan tersendiri ‘menggauli’ Pascal dan kemudian meng-compile-nya. Setelah eksekusi program berhasil, maka yang tampak dilayar komputer adalah hasil dari program tersebut, biasanya berupa game sederhana, aneka tebakan, musik sederhana, dsb. Kalau eksekusi tidak berhasil? Terpaksalah harus merunut satu-persatu kode sumber yang tadi saya ketik, seperti apakah ada kesalahan ketik perintah, misalnya.

2) Jual gitar milik saya dan beli CD-ROM
Sebagai anak remaja waktu itu, tentu saja saya suka musik. Ditambah lagi teman-teman satu komplek yang banyak jago main gitar, jadilah saya juga kepingin kayak mereka. Gitar yang saya beli waktu itu termasuk yang terbaik diantara milik teman-teman. Merk Yamaha seri C330. Walaupun kemampuan bermain gitar saya selalu jauh dibawah kemampuan teman-teman, bukan berarti gitar saya ikutan kalah kelas sama punya mereka hehe :) .

Namun bukannya terus berlatih mempelajari ilmu pergitaran agar minimal selevel dengan Ian Antono (wa kak kak..), sebuah manuver tajam saya lakukan. Tajam sekali manuver itu. Saya jual itu gitar, dan saya belikan sebuah CD-ROM! Bahkan teman-teman saya sampai shock waktu itu ;) .

Eh, tahu CD-ROM kan? Ya, itu sebuah drive komputer berfungsi untuk membaca sebuah ruang simpan dalam bentuk compact disc. Saya memerlukan sekali alat ini. Soalnya komputer saya waktu itu tidak ada CD-ROM-nya :( . Jadinya kalau perlu meng-install software komputer baru, saya sangat kesulitan dan tidak nyaman. Pinjem-pinjem melulu! Akhirnya, ya sudah: gitar kugadai, CD-ROM kudapat :) .

Well, itulah sedikit ‘kecelakaan-kecelakaan’ kecil saya toempo doeloe mengenai awal-awal kecintaan kepada komputer. Sedikit berbagi pengalaman dengan kalian. Yah, gak heran sudah dewasa sekarang kesenangannya ya tetap saja kayak dulu: K-O-M-P-U-T-E-R.

Wednesday, February 25th, 2009 | Author: Arif Haliman

Alhamdulillah bertambah lagi 1 unit mobil Toyota Avanza di garasi rumahku. Siang tadi setelah penantian panjang selama 4 bulan sejak indent Oktober 2008, mobil ini saya ambil di dealer Agung AutoMall Denpasar. Sekarang dengan 2 armada Toyota Avanza milikku sendiri ditambah dengan puluhan mobil sejenis dari supplierku, sepertinya kami akan bertambah siap menghadapi tahun 2009 ini dalam bisnis Bali car rental. Namun untuk momen Lebaran atau tahun baru, dengan memperhatikan pengalaman tahun-tahun sebelumnya dimana jumlah pelanggan teramat sangat banyak, sepertinya jumlah puluhan armada mobil kami masih juga belum mencukupi :)

Anyway, yang menarik dari lika-liku mendapatkan mobil Toyota Avanza baru adalah proses indentnya yang lumayan lama. Seperti yang telah diketahui bahwa mobil Toyota Avanza adalah merek mobil paling fenomenal dilihat terutama dilihat dari segi penjualan. Mungkin ini adalah satu-satunya merek mobil saat ini yang dijual di Indonesia dengan masa indent yang paling lama. Bayangkan: Saya indent mobil ini sejak Oktober 2008, dan baru hari ini saya bisa menerimanya. Sebetulnya saya juga bisa dibilang agak beruntung mendapatkan di bulan Februari 2009 ini, karena kalau tidak dibantu oleh supplier saya, bisa-bisa mobil tersebut baru akan sampai ketangan saya pada bulan April 2009!

Mengapa saya bisa mendapatkan Avanza ini lebih awal dari yang sudah ditentukan yaitu April 2009? Pertama adalah karena sekarang sedang terjadi krisis finansial global. Krisis global ini membawa dampak turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika dan yen Jepang. Akibatnya apa? Jelas bahwa harga suku cadang mobil buatan Jepang ini menjadi melonjak tajam. Kalau harga suku cadang melonjak tajam otomatis harga unit mobil juga ikutan naik. Nah, dalam kondisi harga mobil naik inilah akhirnya banyak para pengindent yang membatalkan untuk membeli mobil. Jadinya antrian saya yang seharusnya April 2009 menjadi naik di sekitaran Maret 2009.

Apakah saya lega? Mestinya iya, namun ternyata belum. Hal ini karena pihak dealer yaitu Agung AutoMall Denpasar sudah membuat pengumuman bahwa semua pengindent yang akan menerima mobil pada bulan Maret 2009 akan mendapat harga baru, yaitu sekitar Rp 152 juta! Walah, piye ini..Lha wong saya pas indent dulu dapat harga tidak mengikat masih berkisar Rp 137 juta.

Akhirnya supplier saya yang memang kebetulan pada bulan Oktober 2008 kemarin membeli mobil sebanyak 11 unit (termasuk mobil saya), meminta semacam dispensasi ke pihak AutoMall bahwa kalau bisa pihak kami, karena beli dalam jumlah banyak, diusahakan untuk mendapatkan mobil di bulan Februari tahun ini. Nah, singkat cerita, syukur alhamdulillah kok ternyata permohonan ini dikabulkan dan voila!, ke sebelas mobil kami dah ditangan bulan ini :)

Dengan harga OTR (on the road) untuk New Avanza Type G Rp 147.700.000, karena beli banyak, kami dapat diskon lagi sehingga per unit hanya bayar Rp 142.200.000 plus bensin gratis full tank!

Yeap, semangat..semangat..! Tahun 2009 ini semoga semakin lancar dan mudah urusan untuk bisnis sewa mobil di Bali. Amin.

Saturday, January 03rd, 2009 | Author: Arif Haliman

Hari minggu adalah hari yang tepat untuk mengendorkan syaraf. Untuk para pegawai kantoran, hari minggu saat yang tepat berkumpul dengan lebih intensif bersama keluarga, berkunjung ke teman atau saudara, atau hanya sekedar berdiam di rumah. Intinya adalah mengistirahatkan tubuh dengan kegiatan relaksasi dengan harapan tubuh bisa bergairah kerja kembali. Berkaitan dengan hal itu, saya juga ingin sedikit melakukan sedikit relaksasi hari minggu besok :)

Setelah melalui hari-hari melelahkan dan menegangkan kemarin tanggak 20 Des - 2 Jan, sekarang sepertinya saat yang tepat untuk memberi sedikit keadilan untuk tubuh. Hari-hari kemarin yang bikin lelah adalah masa peak season liburan di Bali yang mengharuskan saya menerima banyak sekali telpon dan email untuk pesan sewa mobil di Bali. Capek, tegang namun menyenangkan. Capek karena menindaklanjuti banyak email dan telpon. Tegang harap-harap cemas apakah ada komplain atau tidak. Namun kata orang-orang, capek tegang kayak gini adalah Happy Problem. Ya gimana gak happy lha wong terima banyak duit hehe..

Acara di hari minggu besok sih saya tidak perlu yang muluk-muluk. Kebetulan insyaAllah besok jam 9 pagi ada Avanza saya yang akan kelar masa pinjamnya oleh tamu yang di Bali Dyana Villas. Rencananya mumpung pas ada mobil datang dan pasca happy problem, mending dimanfaatkan saja sekalian untuk plesir. Saya inginnya pergi ke Ubud saja dah. Sembari menggembirakan anak dengan suasana alami, saya juga ingin mendatangi Bali Bird Park. Pengalaman sebelumnya yang ngajak anak rekreasi di Bali Zoo dan melihat aneka binatang, nih kayaknya anak saya juga bakalan riang gembira :)

Tapi kayaknya kalau hanya bepergian sendiri tanpa ada anak kecil lain kayaknya juga kurang sip. Musti ngajak temen yang punya anak kecil biar lebih seru. Moga-moga saja besok ada teman yang punya anak kecil yang bisa dibajak turut serta hehe..

Hem, liburan kayak gini bisa saya jadikan tren kayaknya. Yaitu pergi berlibur ketika sedang tidak liburan, dan berdiam dirumah saja ketika sedang musim liburan. Hehe..cool! Saya selintas membayangkan suasana libur panjang akhir Desember kemarin di Bali dengan suasananya yang kayak rimba yaitu crowded, hem kayaknya nggak deh. Matur suksma wae. Nih orang pada tumplek blek pas akhir tahun gak jadi ngilangin stress malah dapat stress. Dimana-mana macet man..! Juga pas lagi musim hujan. Sudah gitu harga kamar dan sebangsanya pada naik semua. Wah, kayaknya strategi liburan harus diganti nih.

Model pergi berlibur pada saat musim liburan adalah perilaku orang kantoran. Ya, mereka hanya bisa bepergian pada libur kantor kayak gitu. Sangat terbatas waktunya. Kalau saya syukurnya bukan orang kantoran. Saya orang rumahan yang alhamdulillah saban hari ngendon saja dirumah alias pekerjaan gak mengikat. Jadinya kapan saja bisa liburan. Hore asyiknya..!! Baiklah, semoga besok tidak ada halang rintangan yang merintang (*halah*), dan keinginan untuk pergi ke Ubud bisa terlaksana. Amin.

Ayo, berlibur ke Ubud!

Category: Bali, Pribadi  | Tags: , , ,  | Comments off
Sunday, December 21st, 2008 | Author: Arif Haliman

Sampai dengan hari ini, Bali - Madura adalah perjalanan darat terjauh yang pernah saya lakukan. Ini juga adalah perjalanan terjauh plus tersingkat. Berangkat dari Denpasar 17 Desember jam 21.00 dan balik lagi sampai Denpasar 19 Desember jam 17.00. Total 44 jam. Dengan memakai Toyota Avanza yang VVTi, Denpasar - Sampang konsumsi bensinnya terasa sangat murah, hanya sekitar Rp 200.000.

Acara long trip ke Madura kemarin adalah untuk memenuhi permintaan seorang teman yang hendak menikah dengan calon istrinya dari Madura, yang oleh karena suatu sebab tidak bisa didampingi oleh satupun dari pihak keluarganya, dan hanya bisa mengandalkan teman-teman yang ada di Bali ini. Jadinya, kita berempat (termasuk calon mempelai pria) bermobil menuju Madura untuk melaksanakan lamaran dan sekaligus akad nikah. Sengaja digabung menjadi satu karena atas saran perangkat KUA setempat untuk menghemat tenaga, waktu dan biaya dari acara pernikahan ini mengingat kedua calon mempelai sama-sama merantau di pulau Bali.

InsyaAllah dengan niat ikhlas bahwa ini adalah kebaikan, saya pribadi membulatkan tekad untuk berangkat juga ke Madura. Sejujurnya agak berat juga karena harus meninggalkan istri dan anak sendirian dirumah pindahan baru. Ditambah lagi kerepotan istri yang harus sendirian mengepak dan mengirim jualan busana muslim selama saya tinggal dua hari. Juga kerepotan bagaimana memasak makanan plus menjaga si kecil yang sedang dalam masa aktif-aktifnya.

Untuk kerepotan saya sendiri, bisa saya tebak sejak awal bahwa karena ini mendekati peak season New Year di Bali, maka saya akan kerepotan menghandle booking rental mobil Bali saya karena laptop tidak dibawa. Juga Star1 sontoloyo kata customer service nya yang tidak bisa diaktifkan kalau kita masuk Sampang. Jadinya, Nokia 3660 butut saya yang ketiban sampur terus-terusan terima telpon dan sms, plus jadi alat terima dan kirim email dari pelanggan saya. Repot!

Namun untungnya, selama perjalanan pergi pulang saya tidak pernah duduk dibelakang kemudi, jadinya bisa sering-sering angkat telpon, jawab sms dan email dengan lebih nyaman :). Bayangkan kalau seandainya saya ikut-ikutan pegang setir, walah…! Thanks buat 2 teman seperjalan yang betul-betul HUEBAT dalam berkendara, terutama dimalam hari.

Overall, syukur alhamdulillah perjalanan dan acara nikahnya berjalan dengan lancar. Tiba di Madura pukul 11.00 keesokan harinya. Lamaran plus nikah jam 19.00. Jam 22.00 kita bertiga langsung balik ke Denpasar. Walaupun calon mempelai pria harus mengulang 2 kali saat ijab kabul karena pakai bahasa Arab dan kata para saksi kudu diulang :). Saya yang bertindak sebagai saksi nikah dan duduk disamping calon mempelai pria juga sempat was-was ;).

Oh ya, ada satu momen penting yang saya abadikan dalam bentuk foto yaitu Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura). Apa kabar perkembangannya. Well, silakan dilihaat foto disamping, namun maaf tidak begitu jelas karena saya ambil diatas kapal ferry dalam kondisi cuaca agak mendung.

Nih jembatan kalau sudah rampung akan membuat pulau Madura semakin menggeliat terutama dari sektor ekonomi. Arus lalu lintas akan semakin mudah dan murah sehingga aktivitas perdagangan akan meningkat. Satu lagi, kalau melewati jembatan ini, kamu akan tiba di pulau Madura daerah Bangkalan yang merupakan wilayah agak masuk ketengah pulau. Berbeda dengan naik ferry, kamu akan bertemu dengan Kamal dan kemudian melewati Socah yang letaknya paling pinggir.

Category: Pribadi  | Tags: , ,  | 2 Comments
Thursday, December 11th, 2008 | Author: Arif Haliman

Tahun 2008 hanya tinggal menghitung hari saja, dan akan berganti ke tahun 2009. Sepanjang tahun 2008 sampai dengan tulisan ini dibuat syukur alhamdulillah bisnis Bali car rental saya berjalan dengan sangat baik. Malah terjadi lompatan yang sangat mengesankan: Bertambah lagi satu website Bali car hire, income naik hampir 3 kali lipat, dan sudah memiliki 1 unit Toyota Avanza milik pribadi sejak Februari 2008. Rencananya insyaAllah mobil ke 2 akan datang April 2009 karena sudah indent sejak bulan kemarin.

Hanya saja dalam menyongsong tahun 2009 ini terus terang ada sedikit keraguan yang menghadang. Tidak lain tidak bukan adanya isu krisis keuangan di tingkat dunia. Bagaimanapun juga krisis finansial global ini akan membawa dampak yang lumayan signifikan. Telah diketahui yang paling parah menanggung dampak krisis ini adalah kawasan yang telah menjadi main market saya, yaitu Eropa.

Seperti sudah diberitakan bahwa Eropa sudah dinyatakan resesi, alias miskin. Lha, kalau mereka sudah dinyatakah miskin, lantas apakah kebutuhan sekunder kayak liburan ke Bali masih akan menjadi primadona mereka? Logikanya, mereka mestinya lebih mendahukukan kebutuhan primer seperti makan, pendidikan, pakaian dan tempat tinggal. Liburan? Ya mungkin lain kali kalau keadaan sudah mulai membaik.

Seperti diketahui, warga negara Eropa seperti Inggris, Spanyol, Jerman, Belanda atau Perancis adalah warga negara yang sangat gemar bepergian (pleasure). Dan Bali menjadi salah satu tempat wisata favorit mereka. Website Bali car rental saya banyak sekali mendapat tamu dari negara-negara tersebut diatas. Kalau kemudian mereka tidak begitu punya uang untuk pergi liburan, lantas bagaimana dengan nasib bisnis rental mobil saya?

Namun rupanya kekhawatiran seperti ini tidak saya alami sendiri. Beberapa kawan dan pemilik tempat usaha (pariwisata) di Bali juga mengalami was-was yang ama dengan saya. Tahun 2008 apalagi mendekati peak season Tahun Baru masihlah sangat ramai dan menyenangkan. Permintaan mobil dan tingkat hunian hotel sudah melampaui batas wajar, alias sudah sulit mencari mobil dan kamar hotel bahkan sejak awal Desember. Namun, siapa bisa mengira begitu tahun berganti menjadi 2009? Maka indikasinya mungkin bisa diteropong pada awal-awal bulan seperti Januari atau Februari, dan mungkin Maret. Kalau usaha kita diawal bulan-bulan itu masih stabil, berarti insyaAllah kedepannya akan juga tetap stabil. Kalau sebaliknya mulai menunjukkan tren menurun, bersiaplah untuk menghadapi segala kemungkinan.

Omong-omong, apa langkah preventif saya apabila itu memang terjadi ? Saya sepertinya akan meng-cancel pembelian Avanza saya yang ke 2 :)

Namun dengan senantiasa fokus dan berharap plus doa bahwa semuanya akan baik-baik saja, saya berusaha tetap optimis, yakin dan bertambah bersemangat bahwa sepertinya tahun 2009 ini malah akan membawa kebaikan dan keuntungan yang lebih berlipat! Maklum, soalnya sedang dalam semangat tinggi karena ada rencana beli rumah ;) Amin.

Thursday, December 11th, 2008 | Author: Arif Haliman

Saya mempunyai sebuah rencana buat tahun depan 2009. Ya, saudara-saudara sekalian, saya berancana untuk insyaAllah membeli rumah. Rumah ini nantinya akan menjadi momentum awal saya untuk sekaligus belajar mengenai seluk beluk properti. Mengapa harus belajar properti? Karena ini adalah salah satu bentuk bisnis mendatang yang menarik perhatian saya, dan harus bisa melakoninya nanti.

Masalah yang masih mengganggu di pikiran adalah: Dimana sebaiknya saya membeli rumah? “Dimana” disini hanya berarti dua tempat, yaitu apakah Bali atau Mojokerto. Bagi kebanyakan kenalan mereka bisa cepat tahu jawabannya: “Bali!” Jawaban ini tidaklah salah karena mengingat memang saya berdomisili di Bali. Namun saya balik bertanya: Kalau beli rumah di Bali, sementara saya punya rencana untuk balik berdomisili ke Jawa, apakah jawaban “Mojokerto!” terdengar masuk akal?

Ya, saya mempunyai rencana yang lain di tahun 2009 yang akan datang. Sebuah rencana yang mungkin agak jarang orang yang melakukannya: Tinggal permanen di Mojokerto, namun dengan sumber penghasilan di Bali. Mengenai ini insyaAllah akan saya ceritakan di sesi yang lain.

Umum mungkin sudah diketahui bahwa Bali (Denpasar) dan Mojokerto sangatlah berbeda. Dari beberapa perbedaan yang ada, salah satu yang saya bahas sekarang adalah mengenai harga tanah, termasuk juga harga rumah.

Perlu untuk kamu ketahui bahwa di Bali umumnya fisik bangunan tidak boleh lebih tinggi dari pura standar yang ada karena akan dianggap menyalahi aturan adat / agama. Oleh karena itu, orientasi bangunan bukan menjulang tinggi, namun harus melebar kesamping. Yang namanya melebar kesamping, tentunya memerlukan tanah juga. Nah itu salah satu penyebab harga tanah di Bali menjadi mahal. Beda kalau orientasinya keatas, maka tidak diperlukan tanah lagi, cukup penambahan material bangunan saja. Makanya di Bali, jangan harap menemukan bangunan super tinggi dan gede seperti kayak di bilangan Thamrin di Jakarta, atau Basuki Rakhmat di Surabaya.

Saya sudah melakukan survei baik di Mojokerto maupun di Bali mengenai harga tanah plus bangunan. Ternyata saudara-saudara, selisih harganya sangat fantastis! Yaitu 1 : 3. Artinya, kalau misalnya harga sebuah rumah di Mojokerto Rp 100jt, maka di Bali Rp 300jt. Catat, ini dengan luas tanah dan kualitas bangunan yang hampir sama. Orang yang berpikir waras sudah bisa ditebak, bahwa yang diambil adalah yang harga 100jt daripada 300jt. Lha wong luas tanah dan kualitas bangunan sama! Harap dicatat juga bawah di Bali saya mengambil sampel untuk daerah Denpasar.

Sekedar informasi bahwa untuk mengambil rumah dengan cara dicicil, DP (down payment) minimal sebesar 30%. Jangka waktunya berkisar 10 tahun. Nah, sekarang coba pikirkan: Ngapain juga bayar DP 30% untuk mencicil rumah di Denpasar, kalau DP 30% itu saja tadi sudah bisa buat BAYAR LUNAS rumah di Mojokerto? Ingat sekali lagi, luas tanah dan kualitas bangunan tidak jauh beda. Untuk luas tanahnya kurang lebih 1 - 1.2 are (1 are = 100 meter persegi).

Bagi saya jelas pilihan ini sangat menggangu. Soalnya ya itu tadi, saya berencana untuk hidup permanen saja di Mojokerto, namun tetap punya bisnis rental mobil di Bali. Karena adanya kemungkinan unik yang mungkin jarang orang bisa memilikinya inilah, saya harus berpikir ekstra keras untuk bisa memutuskan: Beli rumah di Mojokerto, atau di Bali?

eXTReMe Tracker