Tag-Archive for » sanur «

Sunday, January 04th, 2009 | Author: Arif Haliman

Yeah, alhamdulillah, akhirnya acara liburan yang direncanakan sehari sebelumnya kalau hari ini mau berlibur jalan-jalan ke Bali Bird Park (Taman Burung Bali) akhirnya kesampaian. Kita berangkat dari rumah pukul 11 siang setelah sebelumnya jam 9 mengambil mobil di Bali Dyana Villas dan membawanya pulang, dibersihkan dikit, dan menunggu Mas Agus seorang teman yang punya anak kecil untuk diajak ikut serta. Hehe, senangnya anakku si Tika dapat melihat burung-burung indah dengan ditemani anak kecil ;)

Lokasi Bali Bird Park sendiri dari kota Denpasar atau Kuta tidaklah jauh. Dengan berkendara mobil pribadi bisa dicapai dalam waktu 20 menit lewat by pass Sanur. Begitu keluar dari by pass Sanur ada dua alternatif jalan, yang pertama melalui by pass Prof Dr Ida Bagus Mantra, yang kedua melaluai daerah Celuk. Bali Bird Park berlokasi di kabupaten Gianyar, berjarak sekitar 5 kilometer dari Bali Zoo dan kurang lebih 30 menit perjalanan sebelum Ubud.

Begitu sampai di lokasi Taman Burung Bali ini, kita akan disambut dengan papan masuk besar bertuliskan Welcome to Bali Bird Park. Ternyata disini juga ada taman yang lain, yaitu Bali Reptile Park, letaknya di sebelah areal taman burung dan memamerkan berbagai macam hewan reptil seperti ular, komodo, buaya, iguana, dsb. Harga tiket masuk untuk wisatawan lokal sekitar 72.000 Rupiah  per orang dan untuk anak diatas 2 tahun bayar separuh, dibawah 2 tahun free. Yang lumayan agak mahal adalah harga untuk bule. Nih para bule harus bayar sekitar 245.000 per orang. Weleh-weleh, kacian juga para bule..:)

Begitu masuk kedalam komplek taman burung, kulit kaki dan lengan kita akan disemprot oleh mbak penjaga dengan penyeteril kuman. Nih gunanya untuk melindungi tubuh kita. Setelah itu barulah pemandangan serba burung dengan nuansa alaminya bisa kita nikmati. Berada didalam komplek ini bisa membawa penyegaran hati dan pikiran kita. Suara burung bersahutan dimana-mana, udara cerah dan segar ditambah tingkah polah anakku Tika bisa membuat hati ini gembira. Tapi yang bikin repot nih anak bisa lari-lari kesana kemari, jadinya bikin saya dan istri pontang-panting jagain. Tidak lupa juga foto sana foto sini dengan latar belakang burung, air mancur atau taman. Dan kalau kamu mau meluangkan waktu sejenak sekitar 30 menit, disini kamu juga bisa menonton bioskop 3 dimensi yang menayangkan film kartun mengenai migrasi atau perjalanan sekawanan burung dalam mencari tempat makan baru.

Asyiknya di Bali Bird Park ini kita bisa berfoto dengan 4 - 5 burung kakak tua hinggap di lengan, bahu atau bahkan kepala kita. Nih para burung dengan entengnya bertengger disana sambil sesekali ngelamutin (*halah bahasa opo iki*) rambut dan telinga kita. Rada-rada geli namun asyik. Jadinya kita semua pada gak bisa pose senyum sempurna pas difoto, lha wong harus sambil nahan geli.

Oh ya, didalam komplek ada Bali Starling Restaurant tempat untuk melepas lelah sambil makan. Es jus gratis akan kita dapatkan kalau makan ditempat ini dengan menunjukkan tiket masuk. Juga ada layanan cetak foto instan di kaos oblong begitu kita berpose sama beberapa burung di Guyu-Guyu Corner.

Setelah sekitar 1.5 jam kita puter-puter komplek taman burung, kita keluar areal dan mencoba masuk ke Bali Reptil Park. Masuk ke taman reptil Bali ini tidak dipungut biaya alias sudah jadi satu dengan tiket masuk Bali Bird Park. Disini suasana komplek dibikin lebih seram dan tegang lengkap dengan tambahan patung-patungnya. Ya iyalah, dibandingkan dengan menonton burung, menonton para ular melungker, komodo menjilat, buaya menguap dan kodok berlendir tentunya jauh lebih syeeraammmm..

Setelah puas putar-putar sekitar 1 jam, kita memutuskan keluar komplek taman reptil dan pulang balik ke Denpasar. Oiya, kita mampir di Bumbu Desa Restaurant di Renon Denpasar untuk bersantap siang setelah sebelumnya shalat Dhuhur di masjid Al Ikhlas di areal hotel Inna Grand Bali Beach Sanur. Bersantap siang di Bumbu Desa ini adalah pengalaman pertama. Kesannya? Suasananya asyik, layanannya termasuk cepat namun dibanding dengan D’Cost Seafood yang juga di Renon, harganya sedikit lebih mahal.

Hem..kapan ya bisa jalan-jalan lagi di Bali?

Category: Bali, Pribadi  | Tags: , , ,  | Leave a Comment
Saturday, November 29th, 2008 | Author: Arif Haliman

Berenang dikolam renang? Itu dah sering. Kalau berenang di pantai itu baru beda. Ya saudara-saudara, saya tadi pagi coba-coba nyebur mandi plus berenang di pantai Sanur Bali. Tepatnya di Pantai Shindu yang kalau mau masuk lewat depan Sanur Paradise Plaza Hotel itu.

Niat awalnya hanya mau pelesir sekitar Denpasar saja yaitu menikmati sunrise bersama anak dan istri sekitar pukul 6 pagi. Seperti sudah diduga sebelumnya, pas sampai dilokasi, karena sedang weekend, tempat parkir sudah lumayan penuh. Agak susah juga parkir karena bawa mobil, jadinya harus berbolak-balik maju-mundur ria sampai mobil pas terparkir dengan rapi.

Kemudian berjalan sekitar 20 meter menuju pantai, dan inilah dia: Spectacular sunrise in Sanur beach hehe..Pemandangannya memang sangat spektakuler. Disarankan kamu-kamu kalau pas lagi di Bali untuk menyempatkan diri nonton sunrise di Sanur. Gak kalah ciamikpanoramanya sama sunset di Kuta. Bedanya hanya kalau di Kuta lihat matahari terbenam atau sunset, di Sanur lihat matahari terbit atau sunrise.

Pas lagi enak-enaknya poto sana poto sini, mata beralih melihat ke bibir pantai. Wah, para pengunjung kebanyakan pada nyebur dipantai. Kayaknya asyik juga nih, pikir saya. Tanpa ba bi bu langsung turun menuju ke pantai dan lepas baju.

Dipantai mungkin ada sekitar 30 an orang yang juga nyebur mandi. Tua, muda, anak, balita semuanya nyebur disana. Semuanya lokal, gak ada yang bule. Yang bule hanya joging-joging saja di pasir pantai atau  cuman nongkrong disana. Mungkin mereka pada takut ketularan semacam penyakit kulit ganas kalo ikutan nyebur hehe..

Pelesir kayak gini adalah salah satu bentuk rekreasi keluarga yang murah meriah namun asyik. Gak perlu tiket masuk untuk bisa nonton matahari terbit dan nyemplung dipantainya. Bayar hanya waktu mau parkir mobil yang cuma 2000 perak. Atau bayar pas ingin beli gorengan semacam lumpia cuma 500 perak per biji :)

So, datang ke Bali? Jangan lupa ke pantai Sanur ya..

Category: Bali  | Tags: ,  | One Comment
eXTReMe Tracker