Tag-Archive for » ramadhan «

Saturday, September 05th, 2009 | Author: Arif Haliman

Hari ini adalah hari ke 15 puasa di bulan Ramadhan 1430 H / 2009 M. Secara fisik, alhamdulillah saya masih mampu berpuasa selama ini tanpa ada hambatan berarti. Cuaca di Bali akhir-akhir ini yang seringnya tidak jelas, kadang panas menyengat namun kadang bisa turun hujan secara tiba-tiba turut menyertai hari-hari berpuasa. Secara mental (dikaitkan dengan suasana atau atmosfer bulan Ramadhan di Bali) juga tidak ada hambatan. Mungkin karena saya sudah terbiasa ber-Ramadhan ria di Bali sehingga sudah paham suasananya.

Seperti diketahui, berpuasa di pulau Bali suasananya mungkin sedikit berbeda dengan misalnya di pulau Jawa. Disini para pedangan (makanan) akan tetap buka seperti hari-hari diluar Ramadhan. Kecuali Warung Pecel Madiun yang berlokasi di Renon Denpasar (yang ramai saban hari dan memang luar biasa enak pecelnya), tutup penuh selama Ramadhan.  Orang-orang, apakah itu lokal atau bule, tetap dengan santainya makan ditempat makan secara terbuka. Cara berpakaian juga begitu, masih tetap open dan tidak merasa risih. Hal ini mungkin bisa dimengerti, karena Bali bukan mayoritas penduduk beragama Islam, dan terlebih orang-orang bule itu sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan Ramadhan.

Beberapa toleransi yang ada di pulau Jawa dan pulau lain yang mayoritas berpenduduk muslim, misalnya beberapa warung makanan tidak secara demonstratif membuka warungnya dan menampakkan segala menu makanan yang gampang dilihat dari luar. Beberapa warung malah akan menutup total dagangan mereka demi kekusyukan beribadah, dan akan buka kembali pasca Lebaran. Cara berpakaian para wanitanya mungkin juga akan sedikit tertutup demi menghormati bulan penuh rahmat ini.

Namun bisa saya sampaikan disini bahwa, di Bali terutama yang basis penduduk muslimnya lumayan besar seperti di kota Denpasar, pada malam hari antara waktu Maghrib dan Isya, pemandangan layaknya di kota Jawa akan terlihat. Apa itu? Berduyun-duyunnya para kakek, nenek, bapak, ibu, remaja, anak kecil dan semua orang muslim menuju masjid atau mushola untuk melaksanakan shalat Tarawih.

Sehingga dijalanan akan jamak dijumpai orang-orang berjalan kaki, bersepeda motor atau bermobil menuju masjid dengan memakai peci, sarung, mukena, sajadah dan atribut shalat lainnya. Suasana seperti ini khas suasana yang sering saya jumpai di Jawa. Terlebih kalau kita melaksanakan shalat Tarawih di Masjid Agung Sudirman Denpasar, rasa-rasanya ini sudah bukan Denpasar lagi, tapi Mojokerto kota tercinta saya :) .

Satu lagi yang sama dengan suasana Ramadhan di Jawa, adalah maraknya para pedagang takjil (menu awal buka puasa). Hal ini terutama terlihat didaerah sekitar kampus negeri Universitas Udayana Bali sekitaran Jl. Panglima Sudirman Denpasar. Dikampus saya dulu di Universitas Brawijaya Malang, pemandangan seperti ini juga lazim terlihat. Para pedagang dadakan itu adalah mayoritas para mahasiswa. Sepertinya misi utama mereka tidaklah mencari untung materi, namun sekedar ikut menambah semarak dan kegairahan dibulan puasa ini dengan ikut menggelar dagangan berupa makanan kecil sebagai menu awal buka puasa.

Hanya sekedar mengingatkan, yang terpenting dari berpuasa adalah, kualitas ibadah secara maksimal yang bisa kita lakukan. Perbanyak shalat, membaca Al-Quran, sedekah, menahan diri dari semua hal jelek adalah yang utama dibulan puasa Ramadhan ini.

Category: Bali, Umum  | Tags: , ,  | Leave a Comment
eXTReMe Tracker