Tag-Archive for » pln «

Wednesday, December 30th, 2009 | Author: Arif Haliman

PLN (Perusahaan Listrik Negara) baru saja dipimpin oleh orang baru. Orang baru ini langsung menduduki jabatan tertinggi di tubuh BUMN itu, yaitu Direktur Utama (Dirut). Artinya, seperti halnya di berbagai perusahaan lain, dari sekian banyak jajaran direksi yang ada, kesemuanya akan bertanggung jawab kepada Dirut.

Ditengah berbagai pandangan miring mengenai PLN (terutama dalam beberapa bulan terakhir) karena seringnya terjadi pemadaman listrik diseluruh Indonesia, pergantian ini diharapkan membawa angin segar. Harapan besar itu kini disandarkan kepada Dirut baru tersebut. Siapa dia? Dia adalah Dahlan Iskan. Bagi yang belum tahu, lebih baik segara cari tahu ya. Situs ini http://dahlaniskan.wordpress.com atau http://www.dahlaniskan.info mungkin cocok untuk memulainya.

Bagi saya pribadi, Pak Dahlan pastinya sama sekali tidak kenal saya (emang juga gue siape…). Artinya tidak pernah bertatap muka secara langsung, dalam sebuah seminar, misalnya. Namun walaupun begitu saya sering ‘bertatap muka’ dengannya walaupun dengan sistem satu arah (dia ke saya), yaitu melalui harian Jawa Pos miliknya yang saya sudah mengakrabinya sejak masih sekolah dasar (jaman almarhum ayah saya dulu menjadi pelanggannya) sampai sekarang. Sekedar informasi, di Jawa Pos, Dahlan Iskan menjabat sebagai CEO, dan Jawa Pos ini membawahi sekitar lebih dari 100 perusahaan, sebagian besar merupakan perusahaan yang berbasis media (koran, tabloid, tv, dsb). Lewat Jawa Pos News Network (JPNN), boleh dibilang ini adalah konglomerasi media terbesar di tanah air.

Saya sedikit banyak tahu sepak terjangnya selama ini. Mantan wartawan Tempo ini betul-betul merangkak dari bawah dalam karirnya, sampai menduduki jabatan CEO di Jawa Pos. Dahlan Iskan menurut saya pribadi memang adalah orang yang tepat menjadi pemimpin. Tidak hanya untuk perusahaannya sendiri, namun juga sekarang ini untuk PLN. Sebagai sebuah perusahaan negara yang dituntut untuk bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dibidang kelistrikan, dan sekaligus harus mampu mendulang untung untuk memberikan pemasukan kepada negara, PLN sepertinya belum mampu melakukan itu semua sejak dulu kala. Ada-ada saja penghalangnya. Mulai dari adanya tangan kotor para koruptor dan KKN yang mengerubunginya, sampai ketidakprofesionalan jajaran direksi dalam menjalankan roda perusahaan.

Disinilah peran Dahlan Iskan sangat diharapkan. Latar belakang dan reputasinya sebagai seorang pengusaha bertangan dingin serta bersih dari berita korupsi diharapkan mampu meningkatkan kinerja PLN. Meskipun begitu, sebagian kalangan, seperti Serikat Pekerja PLN yang sempat mendemo dan menolaknya, sempat menyangsikan kesanggupan Pak Dahlan dalam mereposisi PLN. Mereka beragumen Dahlan adalah orang luar PLN dan sama sekali tidak berpengalaman soal listrik. Sebagai orang luar, dikuatirkan dia akan gampang melakukan privatisasi PLN, serta dituduh tidak mahir dalam mengelola kelistrikan. Sebagian lagi mencurigai kedekatannya dengan kalangan Tionghoa, dimana dia akan dirasa akan berat sebelah. Dan berbagai macam keraguan lainnya, yang menurut saya bahkan saya sendiri pun bisa mewakilinya untuk membantah kekuatiran itu.

Menurut saya, over all, Dahlan Iskan sebaiknya memang diberi kesempatan untuk memimpin PLN. Untuk PLN, setidaknya saat ini, bukanlah faktor teknis kelistrikan yang diperlukan pemimpinnya. Disana diperlukan seorang ‘independen’. Orang yang tidak gampang ditekan dan dibodohi siapapun. Faktor terpenting adalah kemampuan leadership dan manajemen yang handal. Lebih jauh, dari segi kelistrikan, Dahlan Iskan bukanlah orang awam.

Dia juga mempunyai semacam perusahaan energi dan gas di Kalimantan Timur. Walaupun sama sekali bukan perusahaan yang berpotensi menyaingi PLN (menurut pengakuannya hanya 1% nya dari kekuatan total PLN), setidaknya dia mempunyai pengetahuan. Dari segi leadership, siapa yang bisa menyangsikannya. Sebelum resmi menyandang jabatan Dirut PLN seminggu yang lalu, dia masih membawahi sekitar 100 perusahaan. Setelah resmi menjadi Dirut PLN, semua jabatan itu dicopotnya. Katanya, kalau mau cari uang, mending tetap memimpin 100 perusahaan itu dan bukannya hanya memimpin 1 macam perusahaan kayak PLN.

Hebat, bukan? Dalam hal manajemen? Disaat banyak dari kita yang sudah kelimpungan mengelola 1 unit usaha kecil (saya adalah salah satunya hehe..), namun Dahlan bisa mengelola 100 lebih perusahaan kelas propinsi maupun nasional, bahkan internasional seperti investasi yang dilakukannya di Tiongkok. Orangnya sepertinya memang bersih. Sulit mengaitkannya dengan korupsi. Nepotisme? Azrul Ananda adalah anaknya yang menjabat sebagai Wakil Direktur di Jawa Pos. Namun asal mula keterlibatannya di Jawa Pos bukanlah kemauan bapaknya, namun proses alamiah.

Toh mengenai itu (KKN) saya pribadi sangat tidak keberatan, kalau kebetulan disebuah organisasi personalnya ada ikatan keluarga, DENGAN CATATAN: dia sangat capable dalam posisinya itu dan prestasinya sudah jelas. Mengapa tidak?

Sekali lagi untuk mengetahuinya siapa dan bagaimana dia, situs http://dahlaniskan.wordpress.com cocok untuk mengenalnya. Tanya mbah Gugel akan lebih baik lagi. Dari sana kita bisa mengetahui tentang pemikirannya, dan dikaitkan dengan harapan kita akan perbaikan PLN, kita bisa menilai apakah dia akan berhasil atau tidak. Pokoknya, kalau Dahlan Iskan tidak bisa membenahi PLN, maka bisa saya bilang tidak ada lagi yang akan bisa. Oiya, Ada juga buku Ganti Hati (saya sudah memilikinya sejak pertengahan tahun ini) yang berkisah pengalaman nyata Dahlan Iskan dalam melakukan transplantasi organ hatinya. Sangat menggugah khas wartawan ulung.

Jadi, mari kita berharap PLN akan bisa menjadi seperti Bank Mandiri dan Garuda Indonesia, 2 BUMN yang sekarang ini kinerjanya sangat membanggakan berkat tangan dingin jajaran direksi mereka. Semoga PLN juga segera bisa mengejar ketertinggalannya.

Category: Opini  | Tags: , ,  | Leave a Comment
eXTReMe Tracker