Tag-Archive for » palestina «

Monday, July 20th, 2009 | Author: Arif Haliman

Hari ini (27 Rajab 1430 Hijriah) adalah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Isra’ Mi’raj adalah sebuah peristiwa maha dahsyat yang dialami secara pribadi oleh Baginda Muhammad SAW atas ijin Allah SWT. Tidak mudah untuk mengimani atau menyakini kebenaran berita ini baik oleh orang-orang pada jaman Rasulullah ataupun orang-orang pada masa kini. Hanya orang-orang yang beriman sangat tebal dan berakal saja yang bisa menyakininya secara mutlak.

Perjalanan yang dilakukan hanya pada satu malam hari itu memang benar-benar fenomenal. Coba bayangkan: Perjalanan dari Masjid Haram di Mekah menuju Masjid Aqsa di Palestina. Itu hanya dilakukan dalam satu malam. Jangankan sepeda motor, sepeda kayuh saja belum ada. Alat transportasi popuer yang ada pada masa itu hanyalah unta. Namun nabi memang melakukan perjalanan itu.

Kemudian, berhentikah sampai disitu? Tidak. Setelah dari Masjid Aqsa di Palestina (yang pada masa sekarang ini Masjid Aqsa sedang bersedih karena rongrongan para Yahudi kepret), rasulullah segera berangkat lagi melanjutkan perjalanan menuju langit. Tidak tanggung-tanggung, langit yang dituju adalah langit dengan lapisan tertingginya, yaitu langit tingkat tujuh!

Termasuk dalam beberapa peristiwa atau kejadian yang mengiringi Isra’ Mi’raj ini, seperti proses pencucian hati beliau agar bersih seratus persen sebelum menghadap Allah, berjumpanya rasulullah dengan beberapa seniornya seperti Nabi Adam, Nabi Musa, Nabi Ibrahim, Nabi Isa, dsb diantara lapisan-lapisan langit yang dilaluinya, perlu dicatat, bahwa semuanya itu dilakukan hanya dalam 1 malam!

Oiya, sekedar informasi pengingat, kalau-kalau kamu lupa, bahwa kandungan utama peristiwa Isra; Mi’raj adalah turunnya perintah shalat 5 waktu secara langsung kepada Nabi Muhammad ari Allah SWT, tanpa melalui perantara malaikat Jibril.

Fantastis. Dengan gampang sekali kita bisa membayangkan, keesokan harinya, terjadi kehebohan dikalangan umat setelah Rasulullah menyampaikan pengalamannya ber Isra’ Mi’raj malam sebelumnya. Tidak sedikit yang beranggapan bahwa Muhammad sudah gila. Apa benar bisa melakukan perjalanan dengan jarak tempuh sepanjang itu (Arab Saudi - Palestina) dan semustahil itu (menuju langit ke tujuh) hanya dalam satu malam?? How can I believe it??? Sukar utuk diterima pikiran dan akal sehat. Dan kalau sudah berhadapan dengan orang-orang (yang ngakunya) modern masa kini, maka memang akal harus ditonjolkan.

Well, berkenaan dengan judul tulisan ini diatas, saya mau membagi satu cerita kecil (cerita ini saya dapat waktu saya masih berusia culun, ikut pengajian Isra’ Mi’raj di komplek saya tinggal oleh seorang ustadz) yang bisa membuka akal pikiran kita bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj itu memang seratus persen bisa diterima akal. Bukan omong kosong. Sebelum saya memulai cerita, saya ingin bertanya kepada kamu, seperti anggapan tidak mungkinnya Rasulullah melakukan perjalanan itu, tentunya juga tidak mungkin ada seekor lalat (ya, betul, seekor lalat yang interfacenya dijiplak habis-habisan oleh Satria Baja Hitam itu, tapi ngakunya seekor belalang), bisa melakukan perjalanan kilat hanya dalam 4 jam bolak-balik Jakarta-Singapura-Jakarta.

Alkisah ada seorang eksekutif muda hendak pergi ke Singapura. Si eksekutif muda ini sudah bersiap di bandara Sukarno-Hatta Jakarta, hendak berangkat ke Singapura, tentunya naik pesawat terbang Garuda Indonesia. Tujuannya ke Singapura sebetulnya hanya sebentar dan simpel saja, yaitu rapat kilat untuk konfirmasi final dalam memutuskan sebuah proyek, katakanlah hanya dengan berjabat tangan dengan mitra bisnisnya di Singapura. Setelah berjabat tangan, ya sudah, langsung cabut pulang lagi balik ke Jakarta.

Nah, sewaktu hendak boarding, doi mendadak merasa kehausan. Maka dibelilah sekaleng cola manis. Pas penutup kaleng dibuka dan meminumnya, sebelum dia menyadarinya, entah dari mana dan bagaimana ada seekor lalat masuk ke kaleng cola manis itu dan mencicipi kemanisannya yang tiada tara.

Cerita berikutnya bisa ditebak: Lalat itu berdiam terus dalam kaleng cola milik eksekutif muda itu (yang entah dengan alasan apa terus saja menggenggam dengan lembut dan sopan kaleng itu) untuk terbang ke Singapura. Begitu mendarat di Changi International Airport, segera bertemu dengan koleganya di lounge, rapat kilat, bersalaman, dan langsung naik pesawat lagi balik ke Jakarta.

Dan bagaimana dengan nasib lalat? Selama perjalanan udara di pesawat dan ikut rapat rapat kilat dengan ngumpet di kaleng cola milik sang eksekutif muda, setelah landing di Sukarno-Hatta, lalat itu terbang keluar kaleng dan dia telah tahu bahwa dia telah melakukan sebuah perjalanan fantastis: 4 jam perjalanan Jakarta-Singapura-Jakarta. Tahukah kamu apa yang terjadi setelah lalat ajaib itu menceritakan pengalamannya barusan keteman-temannya? Mereka semua kompak tertawa terbahak-bahak!

Tapi kita setelah mendengar cerita seperti yang diatas, masihkan juga beranggan bahwa lalat tadi itu gila? Kalau kita masih saja sulit mempercayainya, berarti kita sendirilah yang gila. Sudah menadi fakta yang jelas bahwa memang lalat itu mampu melakukan perjalanan sefantatis itu (untuk ukuran lalat).

Begitupun juga dengan yang dialami oleh Rasulullah waktu dulu. Pasti tidak mudah untuk menyakinkan masyarakat waktu itu bahwa memang perjalanannya betul-betul terjadi. Perlu tingkat keimanan, dan juga melibatkan akal pikiran diatas rata-rata untuk bisa memparcayainya.

Pesan moral yang ingin saya sampaikan disini adalah, bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj itu bukanlah  bualan Nabi Muhammad semata. Bahwa peristiwa itu memang bisa terjadi, bisa diterima akal, dan bisa diilmiahkan.

Tentu saja kamu bisa mengarang cerita versi lain namun dengan akhir tujuan yang sama. Disini tidak penting Jakarta-Singapuranya, tidak penting apakah itu seorang eksekutif muda atau pramugari, juga tidak penting apa maskapai penerbangannya, lebih-lebih nama panggilan lalat itu. Namun yang terpenting adalah, bahwa Isra’ Mi’raj itu memang benar adanya.

Monday, January 05th, 2009 | Author: Arif Haliman

Minggu malam kemarin perang darat antara Palestina dan Israel baru berlangsung. Setelah sebelumnya selama 8 hari sejak 27 Desember Israel terus menggunakan serangan udara lewat bom yang dijatuhkan dari pesawat tempurnya, sepertinya perang darat seperti inilah yang akan menentukan siapa yang akan kalah atau menang. Saya pribadi (dan juga kebanyakan orang) sebagai pendukung berat HAMAS (Harakat al-Muqāwamat al -Islāmiyyah atau Islamic Resistance Movement) dan Palestina tentu mengharap sekali bahwa perang darat ini akan menjadi kenyataan seperti apa yang kerap dilontarkan para petinggi HAMAS : “Gaza akan menjadi kuburan bagi semua tentara Isreal!”.

Saya mengharap hasil akhir dari perang darat ini akan terjadi seperti saat Israel dengan gobloknya menyerang Hizbullah di Lebanon pada tahun 2006. Perang selama 33 hari tersebut akhirnya menjadikan Israel berikut tentaranya pulang dengan wajah kuyu menanggung malu. Terkesan gagah dan garang sewaktu menyerbu masuk Lebanon selatan, eh lha kok pada hari ke 33 pulang dengan sukses babak belur.

Namun yang jelas kali ini yang dihadapi Israel bukanlah Hizbullah yang didukung secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi oleh Iran dan Syria. Dana pribadi yang dimiliki Hizbullah sangatlah melimpah. Yang dihadapi Israel kali ini adalah HAMAS, salah satu pergerakan pembebasan dari sebuah negeri miskin bernama Palestina. Dana pribadinya tidak cukup melimpah, dan puluhan tahun dicap oleh Amerika sebagai organisasi teroris yang kerap suplai dananya dikerut.

Yang membuat Israel wajib takut kepada HAMAS adalah bahwa pergerakan pembebasan Palestina ini adalah satu-satunya gerakan yang tidak pernah bisa diajak kompromi. Anggotanya sangat militan dan berani sekaligus diakui kepemimpinannya oleh mayoritas rakyat Palestina dengan memenangkan pemilu demokratis tahun 2007 yang bersih dan jujur, namun dianulir oleh Amerika dan sekutunya. Selain itu adalah mulai dari wanita, anak-anak hingga pria dewasa di negeri Palestina adalah kebanyakan pejuang. Lihatlah betapa intifadah (perlawanan dengan menggunakan lemparan batu dan ketapel) sangat membuat kerepotan serdadu Israel sejak dahulu kala. Dan seharusnya Israel hari-hari terakhir ini wajib semakin takut karena ulah agresinya itu sangat tidak disukai oleh masyarakat segenap penjuru dunia, mulai dari Arab hingga Indonesia, Eropa hingga Amerika. Banyak dijumpai berbagai demo dengan mengusung slogan “Mampuslah Zionis”, “SAVE PALESINE!“, “Hentikan Agresimu Hai Israel, dll”, yang kesemuanya bermuara kepada simpati perjuangan rakyat Palestina atas tragedi kemanusiaan ini.

Sejatinya perang darat ini hanya akan membawa hasil akhir yang begitu jelas: Hancurnya sama sekali kekuatan HAMAS apabila Israel menang, atau malah dipukul mundurnya serdadu Israel oleh perjuangan para pejuang HAMAS hingga mereka sekali lagi menanggung rasa malu yang besar pasca bentrok dengan Hizbullah.

Mari para saudara-saudara seiman dan sekeyakinan, kita sangat berharap kepada Allah SWT dan kokonsistenan para pejuang Palestina untuk meraih kemenangan dalam perang ini. Kelakukan buruk para pasukan Zionisme sudah dalam taraf membuat semua masyarakat muak, marah dan bosan. Sudah terlalu banyak kezaliman yang ditimulkan oleh para Zionisme Yahudi didunia ini. Jikalau mereka masih saja pongah saat ini, tidak lain karena masih didukung oleh Amerika. Coba bayangkan seandainya Amerika semakin moderat dalam memandang konflik Timur Tengah, bisa dipastikan Israel tidak bisa lagi seenaknya berbuat semena-mena. Eropa perlahan namun pasti juga akan menarik dukungannya kepada Israel, karena sejatinya kepentingan mereka atas kestabilan di Timur Tengah juga sangat besar.

Lantas, kita sebagai saudara muslim apa yang bisa kita lakukan? Saya pribadi masih sekedar bisa membantu lewat jalan dana di http://www.kispa.org. Juga aktif dalam berkampanye boikot produk-produk Israel dengan memasang banner di website Busana Muslim dan Sewa Mobil di Bali saya. Atau kamu juga bisa membantu sumbangan dana lewat http://www.hidayatullah.com atau sumbangan ke relawan medis MER-C.

Terkahir, doa dan harapan kepada keberhasilan perjuangan saudara kita di Gaza Palestina juga jangan dilupakan. HIDUP PALESTINA!

Category: Internasional, Islam  | Tags: , ,  | One Comment
Thursday, January 01st, 2009 | Author: Arif Haliman

Alhamdulillah sudah memasuki tahun 2009. Ada banyak rencana dan harapan besar didepan sana. Semuanya memerlukan usaha dan doa yang fokus untuk mencapai tujuan itu. Namaun, di hari pertama pada tahun 2009 ini marilah kita sempatkan berhenti dan menoleh sejenak kepada sebuah peristiwa pilu tanggal 27 Desember 2008, dimana Israel membombardir Palestina dengan bom lebih dari 5 ton dari pesawat angkatan udaranya. Palestina, negeri yang masih terus berkecamuk itu seolah dijadikan Allah sebagai sebuah pelajaran nyata betapa musuh-musuh Islam akan terus selalu berupaya memerangi cahaya Islam.

Peristiwa kelam yang terjadi tepat 2 hari sebelum tahun baru 1430 Hijriah atau 4 hari sebelum tahun baru 2009 Masehi seakan memberi teguran kepada kita untuk merenung: Masih perlukah kita untuk merayakan pergantian tahun (Masehi) itu dengan berhura-hura seperti biasanya? Masih tegakah kita bergembira ria sedemikian rupa padahal saudara muslim kita di Palestina sedang menjalani hari-hari terburuk mereka? Apabila hati nurani dan solidaritas sesama manusia (muslim) masih menancap i kalbu, tertunya jawaban dari pertanyaan-pertanyaan diatas sudah jelas.

Oleh karena itu sangatlah wajar apabila beberapa negara seperti negara di Timur Tengah menunjukkan sedikit solidaritas dengan melarang adanya perayaan tahun baru di negara mereka. Terlepas dari sikap beberapa pemimpin dunia Arab yang masih melempem merespon tragedi ini, langkah ini sudah dianggap tepat.

Bagaimana dengan saudara-saudara kita di Indonesia? Negeri dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia ini mayoritas masih merayakan malam pergantian tahun dengan penuh suka cita. Seolah lupa dengan tragedi Palestina yang masih berlangsung dan ancaman krisis finansial global yang masih mengintai, semoga mereka cepat sadar dan bangun cepat lagi pagi hari ini dengan sangat siap. Sebab perjuangan dan usaha yang harus dilakukan pada tahun ini dan yang akan datang untuk tetap survive dan makin bekembang, memerlukan sikap mental yang kuat, selalu fokus dan waspada, namun dengan tetap rileks yang pada tempatnya.

Namun, bahkan hari ini masih belum terlambat untuk memberikan kontribusi nyata untuk para mujahidin di Palestina. Sumbangkan donasi kamu untuk perjuangan Palestina salah satunya melalui http://www.kispa.org. Saya sudah melakukannya beberapa kali lewat lembaga ini. Juga kampanye saya untuk melawan keburukan Israel dengan memasang logo ANTI ISRAEL di website Busana Muslim saya. Hanya ‘hal-hal kecil’ seperti ini yang bisa kita lakukan. Tentunya insyaAllah tidak terlalu sulit bukan?

Sekarang, apa yang sudah dan akan kamu lakukan di hari pertama 2009 ini?

eXTReMe Tracker