Tag-Archive for » komputer «

Friday, May 15th, 2009 | Author: Arif Haliman

Saya bersyukur sekali diberi kesempatan Allah SWT untuk diberi bidang pekerjaan berkisar pada komputer. Tidak ada alasan khusus. Hanya saja saya merasa cocok, bahagia dan senang bekerja dengan memakai teknologi komputer. Lagipula bidang komputer dan internet yang saya geluti sekarang ini adalah tulang punggung keluarga saya dalam hal kebutuhan ekonomi. Saya mendapatkan uang melalui media internet dengan menjalankan beberapa bisnis diantaranya adalah sewa mobil di Bali.

Yang membuat saya lebih bersyukur lagi, komputer dan internet yang menjadi keseharian saya adalah kesesuaian dari jalur pendidikan kuliah jurusan komputer yang dulu saya tempuh yaitu Manajemen Informatika. Artinya, saya tidak salah pilih jurusan.

Walaupun saat ini saya sudah tidak lagi berprofesi sebagai seorang web programmer, namun setidaknya saya sudah sempat 5 tahun melakoni profesi itu :) .

Umum sudah diketahui bahwa banyak sekali orang-orang yang sekarang bekerja tidak sesuai dengan background atau latar belakang pendidikannya. Seorang pria berprofesi sebagai sales asuransi atau teller bank misalnya, namun dulunya adalah mahasiswa teknik mesin. Seorang wanita berprofesi sebagai pramugari atau bagian ticketing, namun dulunya seoarang mahasiswi akuntansi. Gak nyambung. Kata saya orang ini salah pilih jurusan.

Apakah itu kemudian menjadi masalah? Tentu saja tidak. Namun bagi seorang idealis, kondisi seperti itu bisa dibilang waste of time atau buang waktu. Ngapain juga susah-susah belajar ilmu permesinan 4 atau bahkan 6 tahun, namun kemudian bukannya menjadi seorang engineer, malah menjadi agen asuransi, misalnya. Apa hubungannya coba? Tapi, okay, itu bukan masalah yang prinsip. Saya setuju.

Bagaimanapun juga tetaplah bersyukur jadi apapun kamu saat ini. Tetap bersyukur walaupun bidang kerja sekarang berbeda dengan studi kamu dulu. Bagi yang sekarang bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikan, lebih lebihlah kamu menyukurinya.

Omong-omong, saya ingat betul bahwa sejak awal saya memang menunjukkan ketertarikan kepada dunia komputer. Setidaknya ada 2 sinyalemen utama (ngomongnya kayak pakar aja) yang menunjukkan hal itu:

1) Gemar menulis bahasa pemrograman komputer
Waktu itu tahun 1996 dan saya masih kelas 2 SMA. Saya yakin tidak banyak anak seumuran segitu waktu itu yang suka bahasa pemrograman komputer. Tapi saya minta ampun sukanya. Dengan berbekal komputer AMD 486 pemberian kakak saya, jadilah saya maniak bahasa pemrograman (programming language). Eit, bukan, saya bukan seorang programmer komputer waktu itu. Saya tidak menulis sendiri source code itu. Saya hanya menyalinnya atau menulis ulang dari Tabloid Komputek (Komputer dan Teknologi) yang waktu itu gemar sekali menyuguhkan program-program komputer dalam bahasa Pascal di edisi mingguan mereka.

Ada keasyikan tersendiri ‘menggauli’ Pascal dan kemudian meng-compile-nya. Setelah eksekusi program berhasil, maka yang tampak dilayar komputer adalah hasil dari program tersebut, biasanya berupa game sederhana, aneka tebakan, musik sederhana, dsb. Kalau eksekusi tidak berhasil? Terpaksalah harus merunut satu-persatu kode sumber yang tadi saya ketik, seperti apakah ada kesalahan ketik perintah, misalnya.

2) Jual gitar milik saya dan beli CD-ROM
Sebagai anak remaja waktu itu, tentu saja saya suka musik. Ditambah lagi teman-teman satu komplek yang banyak jago main gitar, jadilah saya juga kepingin kayak mereka. Gitar yang saya beli waktu itu termasuk yang terbaik diantara milik teman-teman. Merk Yamaha seri C330. Walaupun kemampuan bermain gitar saya selalu jauh dibawah kemampuan teman-teman, bukan berarti gitar saya ikutan kalah kelas sama punya mereka hehe :) .

Namun bukannya terus berlatih mempelajari ilmu pergitaran agar minimal selevel dengan Ian Antono (wa kak kak..), sebuah manuver tajam saya lakukan. Tajam sekali manuver itu. Saya jual itu gitar, dan saya belikan sebuah CD-ROM! Bahkan teman-teman saya sampai shock waktu itu ;) .

Eh, tahu CD-ROM kan? Ya, itu sebuah drive komputer berfungsi untuk membaca sebuah ruang simpan dalam bentuk compact disc. Saya memerlukan sekali alat ini. Soalnya komputer saya waktu itu tidak ada CD-ROM-nya :( . Jadinya kalau perlu meng-install software komputer baru, saya sangat kesulitan dan tidak nyaman. Pinjem-pinjem melulu! Akhirnya, ya sudah: gitar kugadai, CD-ROM kudapat :) .

Well, itulah sedikit ‘kecelakaan-kecelakaan’ kecil saya toempo doeloe mengenai awal-awal kecintaan kepada komputer. Sedikit berbagi pengalaman dengan kalian. Yah, gak heran sudah dewasa sekarang kesenangannya ya tetap saja kayak dulu: K-O-M-P-U-T-E-R.

Wednesday, May 13th, 2009 | Author: Arif Haliman

Pertanyaan diatas kerap sekali diajukan oleh teman-teman saya, baik pada saat saya masih menjalani bangku perkuliahan ataupun saat sudah mentas dari sana dan memasuki masa bekerja-profesional-8-jam-sehari-namun-akhirnya-gak-merasa-nyaman itu. Bahkan sekarang ini, beberapa teman lewat obrolan santai masih juga sempat terlontar pertanyaan itu, demi mengetahui saya kurang gape matematika namun ternyata saya alumni mahasiswa jurusan komputer.

Sekedar informasi, saya adalah alumni Universitas Brawijaya Malang jurusan MITEK (Manajemen Informatika dan Teknik Komputer). Disana saya mengambil jurusan Manajemen Informatika. Sudah tahu semua kan apa itu jurusan? Ya, saudara-saudara, itu jurusan perkuliahan yang secara khusus mempelajari software atau perangkat lunak komputer. Sekedar informasi juga, bahwa semua mahasiswa yang kuliah di jurusan ini akan dijejali dengan beberapa mata kuliah pokok seperti Logika, Algoritma, Pemrograman Terstruktur, dsb. Tidak ketinggalan juga ilmu statistika kayak Deskriptif dan Probabilitas.

Nah, kuliah di jurusan komputer berarti juga akan mempelajari makhluk mengerikan yang bernama Matematika. Ya, matematika! Saya sebut mengerikan karena perut saya bisa langsung mules bahkan hanya dengan membayangkannya. Buat sebagian orang mungkin matematika adalah pelajaran yang sangat menyenangkan, mengasyikkan dan membikin kangen. Tapi buat saya, matematika adalah a-must-avoided-lesson, sebuah pelajaran yang (kalau bisa) wajib dihindari hehe.. :) . Matematika yang dipelajari disini mencakup sekitar ilmu Aljabar, Trigonometri, Kalkulus, walah, apa lagi ya..Saya gak bisa melanjutkannya, perut mules ;) .

Matematika itu gampang? Ya, saya akui bagi kamu semua mungkin memang gampang. Tapi buat saya? GAK DEH! Mungkin saking emohnya, bisa saya umumkan dan membuat klaim bahwa saya adalah orang yang paling tidak bisa dan tidak akan pernah suka matematika hehe ;) .

Lantas mengapa saya masih nekat juga dulu jadi mahasiswa komputer? Saya juga agak heran dan agak bingung menjawabnya. Pokoknya sejak SMA sudah tidak nyambung kenapa kemudian setelah lulus saya bisa kuliah komputer. Waktu di SMA saya mengambil jurusan Bahasa. Alasan saya sederhana saja waktu itu: Mau ambil IPS, ya gitu-gitu aja IPS itu, adem ayem :) (maaf buat para alumni IPS..). Mau ambil IPA, walah disitu nanti ketemu matematika nan bejibun. Ya udah, ambil bahasa saja deh. Lumayan, bisa belajar bahasa Inggris dan Bahsa Jepang (syahdan, beberapa tahun kemudian, pilihan saya ternyata tepat ambil jurusan Bahasa, soalnya mantan bos saya di Bali seorang bule).

Singkat cerita, ya sudah, setelah lulus SMA, bukannya ikut daftar UMPTN jurusan Sastra Inggris atau Sastra Jepang misalnya, saya kok malah daftar Manajemen Informatika!! Gubrak! Kemudian ndilalahnya (*halah, boso opo iki..*) kok malah diterima?? Piye Unibraw iki??? Lha wong padahal tes masuknya juga (lagi-lagi) ada matematikanya.

Ya gitu deh, kembali ke pokok paragraf pertama tulisan ini, menjawab pertanyaan teman-teman kok bisa-bisanya ora iso matematika tapi bisa kuliah jurusan komputer? Ternyata lambat laun saya menyadari bahwa belajar ilmu komputer itu tidak melulu belajar hal matematika. Ada ilmu lain yang lebih penting dan utama, yaitu Logika. Yeap, LOGIKA.

Contoh gampangnya dalam dunia nyata: Saya ada di Denpasar dan saya ingin pergi ke Surabaya. Nah, logika saya dituntut bagaimana supaya saya bisa sampai di Surabaya secara efektif dan efisien! Itu saja. Mau pakai pesawat terbang, pakai mobil, atau jalan kaki, boleh terserah. Mau melek terus selama perjalanan, mau tidur, mau ngobrol dengan supir, silakan terserah. Entah dengan cara yang bagaimana, pokoknya prinsip efektif dan efisien harus dipenuhi.

Di jurusan perkuliahan komputer, mata kuliah ini wajib ada, karena setiap lulusan mahasiswa komputer harus kuat logikanya. Logika dalam membuat alur diagram program komputer dan mengaplikasikannya dalam bentuk kode sumber (source code) secara efektif dan efisien sehingga nantinya akan menghasilkan sebuah keluaran (output) yang salah satu manfaatnya bisa digunakan untuk membantu mempermudah pengambilan keputusan (decision making) sebuah badan atau organisasi.

Kemampuan kita dalam menghasilkan sebuah program aplikasi komputer yang diinginkan sangat tergantung dalam kemampuan kita dalam berlogika.  Aplikasi komputer bisa bermacam-macam wujudnya. Tidak jauh-jauh dari keseharian kita contohnya, program kasir di supermarket atau apotek, program bengkel di bengkel mobil atau motor, dan sebagainya. Banyak contohnya. Wordpress yang kita pakai ini salah satu contoh onlinenya. Contoh online lain adalah website Bali Hotel bikinan saya.

Logika itu kita bawa terus mulai dari disain sistem sampai biasanya sembari kita menulis kode sumber. Bagaimana caranya agar kode sumber kita itu mudah dan cepat untuk dieksekusi sehingga akan menghasilkan keluaran seperti yang diinginkan. Jangan sampai logika kita mandek. Akibatnya bisa ditebak, program komputer itu tidak bisa jalan. Atau kalaupun jalan, biasanya hasilnya akan ngawur.

Nah, sekali lagi, secara sederhana, logika itu berbeda dengan matematika. Bahwa matematika itu mutlak dibutuhkan sebagai penunjang kemampuan logika kita, itu memang betul. Namun yang diingat sekali lagi, matematika itu berbeda dengan logika. Jadi, gak bisa matematika tapi lulus dari jurusan komputer? Senangi aja Logika-nya!

Category: Pribadi  | Tags: , , , ,  | 7 Comments
eXTReMe Tracker