Tag-Archive for » kargo «

Friday, January 02nd, 2009 | Author: Arif Haliman

Buat sebagian besar orang, momen pergantian tahun baru 2009 kemarin adalah momen untuk bergembira. Apalagi diseputaran hari-hari itu terdapat 4 buah tanggal merah yang berarti libur, yaitu tanggal 25, 28, 29 dan 1. Tanggal merah memang dimana-mana libur, namun yang membuat saya geregetan untuk menulis kali ini adalah: betapa sontoloyonya kantor pos yang dengan entengnya ikut-ikutan bertahun baru ria, dan hanya buka separuh hari! Ya, saudara-saudara, mereka dengan semangat tahun baru hanya buka separuh hari tanggal 26 Desember dan 2 Januari.

Saya 2 kali kecele datang ke kantor pos di Denpasar untuk mengirim paket busana muslim ke Sumatera dan Malaysia. Pukul 1 siang dan ternyata para pegawai mereka sudah pada pulang, alias kantor kosong melompong. Saya hanya melongo di depan kantor mereka yang bernuansa orange gemblung itu. Apa saya yang gak ngerti tanggal, atau saya tersesat salah mendatangi gedung? Setelah yakin bahwa ini memang kantor pos yang saya tuju, barulah saya ngeh kalau ini pasti salah satu kelakukan buruk para pegawai (negeri) yang suka sekalian bolos, atau masuk setengah hari saja pada apa yang dinamakan ‘hari kejepit nasional’.

Minta maaf untuk para pegawai atas komentar saya ini. Namun fakta ini masihlah berlangsung terus di negeri yang bernama Indonesia ini. Terutama di instansi pemerintahan seperti kantor walikota atau bupati, puskemas atau kelurahan, dsb, fenomena seperti ini sulit untuk dihilangkan.

Khusus mengenai jasa kargo, saya sangat bersyukur dengan menjamurnya jasa pengiriman barang yang dikelola swasta. TIKI di Denpasar misalnya. Nih kargo betul-betul ok. Pelayanannya cepat, dan yang terpenting mereka gak hobi tutup. Malah hari minggu juga buka karena ada program kirim paket di hari libur, keren kan?

Imbas dari hanya buka setengah harinya kantor pos pada hari itu, jadinya saya langsung balik pulang dan yang bikin kecewa, paket tidak bisa terkirim hari ini. Artinya apa? Pembeli semakin lama menerima barangnya yang berakibat layanan kita dibilang lambat. Pembeli menjadi kuatir, dan terutama yang di luar negeri, mereka akan berpikir: what the hell is happening in Indonesia…?? Tidakkah terpikir bahwa instansi-instansi seperti ini adalah instansi publik yang memiliki fungsi strategis plus fital melayani banyak orang? Saya berpendapat mereka pastinya sudah berpikir demikian, hanya saja mungkin mental melayani dan bekerja sepenuh hati saja yang masih kurang, sehingga kena sindrom liburan-panjang-tahun-baru-yang-mengasyikkan: pulang setengah hari saja bleh!

Kayaknya kantor pos harus segera berbenah nih. Belum lagi sikap para pegawainya yang gak ’seia-sekata’. Ada yang bajunya dimasukin, ada yang gak. Ada yang merokok, ada yang gak. Ada yang asyik baca koran, beberapa yang lain hilir mudik godain kawannya. Apalagi ini dilakukan di front line alias bagian pelayanan!

Apakah liburan panjang sekali ini yang ditambahi dengan kebijaksanaan buka setengah hari merupakan kebijakan pemerintah pusat? Kalau iya berarti pemerintah pusat negara Indonesia sama sontoloyonya dengan kelakukan salah satu departemennya itu. Kalau untuk tanggal 26 ok deh, tapi tanggal 2 ? Ampun pak, jangan ada lagi deh kebijaksaaan kayak gini!

Category: Opini, Pribadi  | Tags: , ,  | Leave a Comment
eXTReMe Tracker