Tag-Archive for » kantor pos «

Friday, January 29th, 2010 | Author: Arif Haliman

Saat ini, terbuka kesempatan lebar untuk menjadi seorang TKI atau Tenaga Kerja Indonesia. Namun, TKI jenis ini berbeda dari yang kebanyakan. Untuk menjadi tipe TKI yang saya maksud, tidak perlu harus melalui berbagai aturan yang ruwet, njelimet dan sering bikin kebelet. Seperti diketahui, keruwetan itu tidak saja terjadi ditingkat birokrasi pemerintahan, namun juga ditingkat PJTKI (Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia). Apalagi ternyata kalau PJTKI itu adalah yang palsu, dijamin semua jenis keruwetan yang saya sebut tadi, akan bernilai kuadrat.

Nah, agar terhindar dari berbagai macam keruwetan seperti diatas, segeralah beralih menjadi apa yang saya sebut dengan TKI Maya. Jenis tenaga kerja Indonesia model ini saya yakin jumlahnya sekarang sangat bejibun. Hal ini berbanding lurus dengan dengan semakin berkembangnya dunia internet di Indonesia. Dari sekian banyak warga negara Indonesia yang berprofesi seperti ini, saya adalah salah satunya :)

TKI konvensional yang bekerja diluar negeri seringkali disebut sebagai pahlawan devisa. Ini adalah sebutan yang sangat mulia. Betapa tidak? Triliunan rupiah tiap tahun bisa mereka ‘larikan’ ke Indonesia, sebagai upah yang diterima selama bekerja disana. Terlepas dari berbagai sunatan upah yang kerap dilakukan oleh agen atau cukong mereka yang begitu kurang ajar, mereka memang benar-benar pantas menyandang sebutan pahlawan itu: Pahlawan Devisa.

Saya tidak mau ketinggalan oleh mereka. Saya juga ingin sekali mendapatkan sebutan mulia itu. Yaitu, Pahlawan Devisa. Ini, bolehlah disebut, sebagai salah satu perwujudan rasa cinta tanah air dan bangsa saya kepada Indonesia tercinta. Dan itu telah saya lakoni. Lantas, apakah untuk mendapatkan sebutan itu, saya harus bekerja di luar negeri, seperti Malaysia, misalnya? No-no-no. Nehi! Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada para TKI konvensional, saya lebih memilih cara yang lebih smart dan elegan: Memasang iklan Google Adsense :) .

Dengan memasang iklan Google Adsense di berbagai situs milik saya, apabila ada pengunjung yang melakukan klik di iklan tersebut, maka saya akan mendapatkan beberapa sen, atau dolar. Semakin banyak klik, semakin banyak dolar yang akan dibayarkan kepada saya. Dolar-dolar itu berasal dari Amerika (Google asalnya memang Amerika), dan dikirimkan kepada saya di Indonesia. Itu artinya adalah devisa. Devisa sangat penting bagi negara, baik sebagai dana cadangan atau stabilisator nilai mata uang dalam negeri. Pengertian gampangnya, dikaitkan dengan naik turunnya nilai rupiah, ini bisa membuat nilai rupiah semakin naik terhadap dolar :)

Seperti yang baru saja saya lakukan tadi pagi. Sebuah cek (dalam bentuk Western Union) langsung bisa saya cairkan di Kantor Pos, setelah malam sebelumnya saya tahu bahwa Google telah mengirimkan ‘upah’ saya untuk bulan ini, karena telah melebihi nilai minimal pencairan, yaitu USD 100. Jumlahnya tidak banyak, hanya USD 114,67 (pas saya cairkan tadi, saya terima dalam bentuk Rupiah, Rp 1.048.000). Saya terima utuh, tanpa potongan, dan saat itu juga. Untuk jadi TKI konvensional, sunatan atau penundaan upah jamak terjadi. Kasihan sekali mereka itu. Oleh karena itu, segeralah beralih menjadi TKI maya :) . Kalau dirata-rata, tiap 2,5 bulan sekali alhamdulillah saya pasti menerima ‘upah’ itu dari Google. Jumlahnya berkisar sejumlah diatas. Alhamdulillah, walaupun sedikit, bagaimanapun juga, gelar Pahlawan Devisa itu telah saya sandang. Cihuy..!!! Duh bangganya ;) ;) .

Sekali lagi, saya yakin, apa yang saya lakukan ini juga telah banyak dilakukan oleh warga negara Indonesia yang lain. Banyak dari mereka yang juga mencoba peruntungan di Google Adsense, dan berusaha sekuat tenaga untuk menjadi TKI maya, TKI yang menghasilkan devisa. Kalau dolar yang saya hasilkan begitu kecil, semestinya tidak menjadi masalah, apalagi ini hanyalah pendapatan sampingan. Namun, bagaimana kalau jumlah pendapatan Adsense saya yang sekecil itu, dikalikan dengan ratusan atau ribuan TKI maya lainnya? Jumlahnya akan membuat kita geleng-geleng kepala.

Sebetulnya, untuk menjadi TKI maya tidak hanya dari Google Adsense. Begitu banyak hal-hal lain yang bisa kita lakukan. Misalnya melakukan bisnis online. Apa yang bisa dibisniskan? Apa saja. Beragam produk dan jasa bisa dipasarkan dengan mudah lewat internet. Hanya untuk membuat kamu lebih mudah mengerti, saya contohkan, seperti yang telah saya lakukan dengan berbisnis busana muslim dan Bali car rental.

Untuk busana muslim, kurang lebih sekitar 5% pembelinya berasal dari luar negeri kayak Malaysia, Singapura, Amerika. Sebuah jumlah yang kecil. Namun lumayanlah, daripada tidak menyumbang devisa sama sekali untuk negara :) . Untuk rental car Bali, kurang lebih 90% pelanggan saya berasal dari luar negeri. Artinya, devisa yang saya hasilkan, syukur alhamdulillah, lebih besar dari bisnis busana muslim tadi.

Namun, sekali lagi, tidak penting apakah kecil atau besar devisa yang mampu kita hasilkan untuk negara. Karena walaupun kecil jumlah yang bisa kita hasilkan, namun kalau itu dilakukan oleh ratusan atau ribuan warga negara lainnya, jumlahnya akan sangat besar. Yang terpenting adalah, tiap individu dari kita semua, sedapat mungkin bisa menghasilkan devisa bagi Indonesia.

HIDUP TKI MAYA!

Arif Haliman - Owner Busana Muslim Bali

Wednesday, April 29th, 2009 | Author: Arif Haliman

Datang lagi kulakan busana muslim SIK Clothing hari ini. Tidak begitu banyak untuk ukuran kami. Namun seperti biasanya apabila datang kiriman dalam jumlah ratusan seperti yang terlihat pada gambar disamping, saya dan istri akan sangat sibuk. Terutama untuk order dalam jumlah besar (grosir), hal seperti ini bisa menyita waktu kami seharian. Tersitanya waktu untuk menangani order grosir seperti ini membawa kesibukan yang bermacam-macam, seperti melakukan packing termasuk menjahitnya, melakukan pengelompokan berdasarkan kode barang, mencetak invoice, dll. Pokoknya zuper zibuk dah :) .

Belum lagi keusilan anak balita kami (si Tika) yang kerap ‘mencuri’ peralatan jahit-menjahit, spidol, solasi, pulpen, dsb. Nih anak hobi sekali membawa lari alat-alat tersebut justru disaat kita hendak memakainya. Tampaknya dia bahagia sekali bisa dengan sukses menggoda kami berdua seperti itu ;) . Dan dia bisa tertawa dengan sangat puasnya apabila saya atau istri sudah mulai mengejar dia untuk merebut kembali peralatan itu :) . Dan biasanya pula, karena istri jauh lebih sibuk daripada saya dan tingkat stresnya lebih tinggi, menggunakan senjata terakhir kalau anak ini susah ditangkap: Cubit!

Tapi sesibuk dan semenderitanya (*halah*) kami untuk menangani urusan order seperti itu, tetap saja bahagia. Ya iyalah, masak barang laku dan terima uang gak bahagia :) . Sibuk model gini adalah Problem. Namun kebanyakan orang yang berkecimpung dalam bisnis, menamakannya Happy Problem! Sebuah masalah, namun masalah ini bisa mendatangkan kesenangan dan kebahagiaan.

Biasanya apabila paket datang pada siang hari atau sebelum jam makan siang, kami akan bisa mengepaknya sejak paket tersebut datang, dan langsung ngacir ke kantor pos untuk dikirim lewat sana. Kebetulan orang yang mengorder secara grosir kaos busana muslim SIK Clothing ini dari Malaysia, sehingga harus dikirim via pos (EMS International) yang lebih cepat, murah dan reliable dibanding jasa pengiriman paket keluar negeri oleh perusahaan lain.

Ngomong-ngomong mengenai produk busana muslim dengan bahan dasar kaos, sepertinya merek SIK Clothing setidaknya sampai saat ini menduduki peringkat pertama dalam hal penjualan. Saya kurang begitu tahu dengan website-website lain yang juga menjual busana muslim kaos ini, namun yang terjadi di website website jualan baju muslim saya, untuk bahan kaos SIK Clothing masih menduduki peringkat pertama.

Sebetulnya ada merek lain yang berbahan kaos seperti Qirani dan OsMoes. Dan walaupun dari segi penjualan kedua merek ini juga semakin menunjukkan peningkatan permintaan, namun masih kalah oleh SIK Clothing. Pengamatan selintas saya sepertinya SIK Clothing lebih banyak pilihan model dan warna. Disamping itu harga ecerannya yang relatif lebih murah daripada Qirani, OsMoes maupun Shabrina lebih memiliki daya tarik kepada para pembelinya. Memang untuk urusan bahan, Qirani dan OsMoes lebih baik dan lebih nyaman dipakai, oleh sebab itu kemungkinan harganya relatif diatas SIK Clothing.

Terus bagaimana dengan impian saya kedepan yaitu menjadi produsen busana muslim merek sendiri? Hehe..Ditunggu ya..Alasannya masih sibuk urusan lain nih ;) .

Friday, January 02nd, 2009 | Author: Arif Haliman

Buat sebagian besar orang, momen pergantian tahun baru 2009 kemarin adalah momen untuk bergembira. Apalagi diseputaran hari-hari itu terdapat 4 buah tanggal merah yang berarti libur, yaitu tanggal 25, 28, 29 dan 1. Tanggal merah memang dimana-mana libur, namun yang membuat saya geregetan untuk menulis kali ini adalah: betapa sontoloyonya kantor pos yang dengan entengnya ikut-ikutan bertahun baru ria, dan hanya buka separuh hari! Ya, saudara-saudara, mereka dengan semangat tahun baru hanya buka separuh hari tanggal 26 Desember dan 2 Januari.

Saya 2 kali kecele datang ke kantor pos di Denpasar untuk mengirim paket busana muslim ke Sumatera dan Malaysia. Pukul 1 siang dan ternyata para pegawai mereka sudah pada pulang, alias kantor kosong melompong. Saya hanya melongo di depan kantor mereka yang bernuansa orange gemblung itu. Apa saya yang gak ngerti tanggal, atau saya tersesat salah mendatangi gedung? Setelah yakin bahwa ini memang kantor pos yang saya tuju, barulah saya ngeh kalau ini pasti salah satu kelakukan buruk para pegawai (negeri) yang suka sekalian bolos, atau masuk setengah hari saja pada apa yang dinamakan ‘hari kejepit nasional’.

Minta maaf untuk para pegawai atas komentar saya ini. Namun fakta ini masihlah berlangsung terus di negeri yang bernama Indonesia ini. Terutama di instansi pemerintahan seperti kantor walikota atau bupati, puskemas atau kelurahan, dsb, fenomena seperti ini sulit untuk dihilangkan.

Khusus mengenai jasa kargo, saya sangat bersyukur dengan menjamurnya jasa pengiriman barang yang dikelola swasta. TIKI di Denpasar misalnya. Nih kargo betul-betul ok. Pelayanannya cepat, dan yang terpenting mereka gak hobi tutup. Malah hari minggu juga buka karena ada program kirim paket di hari libur, keren kan?

Imbas dari hanya buka setengah harinya kantor pos pada hari itu, jadinya saya langsung balik pulang dan yang bikin kecewa, paket tidak bisa terkirim hari ini. Artinya apa? Pembeli semakin lama menerima barangnya yang berakibat layanan kita dibilang lambat. Pembeli menjadi kuatir, dan terutama yang di luar negeri, mereka akan berpikir: what the hell is happening in Indonesia…?? Tidakkah terpikir bahwa instansi-instansi seperti ini adalah instansi publik yang memiliki fungsi strategis plus fital melayani banyak orang? Saya berpendapat mereka pastinya sudah berpikir demikian, hanya saja mungkin mental melayani dan bekerja sepenuh hati saja yang masih kurang, sehingga kena sindrom liburan-panjang-tahun-baru-yang-mengasyikkan: pulang setengah hari saja bleh!

Kayaknya kantor pos harus segera berbenah nih. Belum lagi sikap para pegawainya yang gak ’seia-sekata’. Ada yang bajunya dimasukin, ada yang gak. Ada yang merokok, ada yang gak. Ada yang asyik baca koran, beberapa yang lain hilir mudik godain kawannya. Apalagi ini dilakukan di front line alias bagian pelayanan!

Apakah liburan panjang sekali ini yang ditambahi dengan kebijaksanaan buka setengah hari merupakan kebijakan pemerintah pusat? Kalau iya berarti pemerintah pusat negara Indonesia sama sontoloyonya dengan kelakukan salah satu departemennya itu. Kalau untuk tanggal 26 ok deh, tapi tanggal 2 ? Ampun pak, jangan ada lagi deh kebijaksaaan kayak gini!

Category: Opini, Pribadi  | Tags: , ,  | Leave a Comment
eXTReMe Tracker