Tag-Archive for » Islam «

Wednesday, August 12th, 2009 | Author: Arif Haliman

Saya baru-baru ini menyadari bahwa ternyata masih ada saja beberapa orang yang belum mengerti bahwa didalam agama Islam kita ini ada 6 hukum. Ke 6 hukum ini menjadi landasan bagi setiap muslim dalam menjalani hari-harinya. Kita mengenal ke 6 hukum ini dengan nama Hukum Islam.

Sangat penting diketahui oleh masing-masing hamba agar senantiasa mawas diri, terjaga dan yakin didalam melakukan aktivitas keseharian sehingga dirinya senantiasa berada didalam jalur hukum yang sudah ditetapkan Allah SWT. Kalau kata saya, ini mirip seperti rambu-rambu lalu lintas kalau kita sedang berada di jalan raya (kehidupan).

Jamaknya, sebagian besar kita hanya familiar dengan yang Halal dan Haram, atau Wajib dan Sunnah. Dua sisanya lagi seringnya kelupaan, yaitu Mubah dan Makruh. Seperti apa sih pengertian dan contoh dari masing-masing hukum dalam Islam ini?

Berikut keenam Hukum Islam ini yang coba saya terangkan secara singkat:

1) HALAL
Pengertian: Segala sesuatu yang DIBOLEHKAN untuk manusia bisa menjalankan / mengerjakannya.
Contoh: Memakan daging sapi atau ayam, hubungan intim antara suami istri.

2) HARAM
Pengertian: Segala sesuatu yang DILARANG bagi manusia sehingga harus dijauhi dan ditinggalkan.
Contoh: Mabuk, zina, mencuri, membunuh tanpa alasan, berbuat kerusakan, dsb.

3) WAJIB
Pengertian: Segala sesuatu yang DIHARUSKAN oleh Allah SWT untuk manusia harus melaksanakannya.
Contoh: Shalat, Zakat, Puasa Ramadhan, berbakti kepada orang tua, dsb.

4) SUNNAH
Pengertian: Segala sesuatu yang apabila kita mengerjakannya mendapatkan pahala, apabila meninggalkannya tidak masalah (tidak berdosa).
Contoh: Puasa Senin dan Kamis, shalat taqiyatul masjid (menghormati masjid), dsb.

5) MAKRUH
Pengertian: Segala sesuatu yang DIANJURKAN untuk tidak dilakukan. Kalaupun dilakukan tidak ada sanksi dosa.
Contoh: Makan atau minum sambil berdiri, tidur suka lama namun kalau beribadah suka cepat, dsb.

6) MUBAH
Pengertian: Segala sesuatu yang DIBOLEHKAN untuk dikerjakan, dan bahkan sangat dianjurkan untuk mengerjakannya.
Contoh: Makan dan minum teratur, menggosok gigi sebelum tidur, dsb.

NB: Tulisan ini juga saya publikasikan disini.

Friday, July 17th, 2009 | Author: Arif Haliman

Lagi Indonesia kembali berduka. Bom laknat itu kembali menyalak dengan keras, menghantam langsung di pusat kawasan bisnis paling prestisius di Jakarta, kawasan Mega Kuningan. Kali ini yang menjadi sasarannya adalah Hotel Ritz Carlton dan JW MArriot. Khusus untuk JW Marriot, ini adalah yang kedua kalinya sejak 6 tahun yang lalu juga dihantam sebuah bom.

Indonesia sudah bosan dengan semua kegiatan bom ini. Saya pribadi dan saya yakin juga berjuta-juta rakyat Indonesia lainnya sudah sangat bosan dengan kejadian seperti ini. Saya merasa feeling empty. Tidak punya perasaan apa-apa. Bukannya tidak bersimpati atau berempati, namun I just can’t speak anything. Sekali lagi: feeling empty. Masyarakat Indonesia yang sudah stres ini akan semakin stres kedepannya.

Banyak sekali yang melatarbelakangi kejadian pengeboman terbaru ini. Dari unsur dalam negeri, adanya pihak-pihak yang tidak puas dengan hasil pilpres yang lalu berikut dengan pernak-perniknya. Bisa juga kawanan Noordin M Top menggeliat kembali. Atau muncul kelompok-kelompok baru lagi (entah atas nama agama, ideologi, kekuasaan, dsb) yang mencoba membuat semakin keruh langit Indonesia.

Dari unsur luar negeri sebetulnya juga banyak yang bisa dicurigai. Konspirasi global internasional bukannya tidak mungkin dilakukan untuk membuat negara Indonesia semakin terpuruk. Skenario jahat ini berupaya untuk membuat Indonesia tidak bisa membangun negaranya. Karena apabila Indonesia bisa membangun dengan gemilang dan kemudian berjaya, bisa dipastikan kekuatan Indonesia semakin berlipat dan pada akhirnya sulit untuk dicokok lagi hidungnya. Oleh karena itu, Indonesia harus dibuat selalu dalam keadaan terhuyung-huyung dan gampang jatuh. Kamu pasti sudah tahu siapa negara (Barat) yang paling terpukul apabila Indonesia semakin menjadi super power? Investasi minyak mereka di Indonesia pasti bakalan kena tendang!

Ingatlah bahwa Indonesia sebetulnya adalah negara yang super kaya. Apa yang ada di dunia ini yang tidak ada di Indonesia? Kalaulah kondisi sekarang kita masih carut-marut, itu salah satunya tak lepas dari bobroknya perilaku para penentu kebijaksanaan negeri ini yang masih menempatkan kepentingan pribadi dan golongan diatas kepentingan negara.

Ingatlah bahwa ada skenario untuk menjadikan Indonesia mirip dengan Iran. Proses pemilihan umum disana yang sudah berjalan dengan lancar dan fair seperti di Indonesia , masih saja diobok-obok oleh provokasi luar negeri (Barat) yang gilirannya kekacauan masih berlangsung hingga detik ini di Iran.

Kali ini jangan terburu-buru menuduh kelompok Islam sebagai pelakunya. Terlalu bodoh dan mengampangkan kalau hanya bisa menuduh pelakunya orang Islam. Kalaupun ternyata nanti memang ada unsur kelompok Islam didalamnya, jangan gampang menafsirkannya secara sederhana. Contoh-contoh seperti Amrozi, Imam Samudera cs atau kejadian 9/11 hanyalah fenomena gunung es. Tapi siapa yang berdiam di kaki gunung sebagai otak, sejatinya belumlah terungkap dengan jelas. Banyak sekali literatur yang menjelaskan semua itu. Jangan terkejut kalau pelakunya, kalau sudah terungkap, ternyata sangat jauh dari apa yang sering kita dengar selama ini.

Marilah berharap kepada Presiden SBY, jangan mudah menerima uluran tangan negara-negara Amerika, Australia dan Inggris dengan maksud membantu penyelidikan pengeboman ini. Ingatlah bahwa mereka ini adalah provokator sejati dengan Yahudi Israel dibelakangnya. Entah siapa pelakunya, apakah orang muslim atau bukan, di dunia ini merekalah yang paling ahli dalam hal menungganggi sebuah peristiwa. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa tidak ada makan siang gratis. Sekali mereka bisa masuk, artinya kedaulatan negara ini akan semakin terampas. Kata orang Jawa, dikei ati ngerogoh rempelo. Sudah dikasih ini, kemudian akan minta ini itu ini itu ini dan seterusnya.

Sekali ini saja Pak SBY, andalkan kemampuan dalam negeri. Percaya pada kemampuan diri sendiri. Perkuat konsolidasi. Perkuat komitmen. Utamakan persatuan bangsa secara rasional. Mungkin memang betul dengan mengandalkan dalam negeri kita tetap babak belur. Tapi dengan meminta bantuan luar negeri, kita akan babak belur kuadrat!

Pahit memang diawal dengan membawa prinsip mandiri, namun akan manis dikemudian hari demi tegaknya kembali kedaulatan bangsa dan negara Indonesia.

Category: Umum  | Tags: , ,  | Leave a Comment
Saturday, July 04th, 2009 | Author: Arif Haliman

Buku The Go-Giver Sang Pemberi yang saya resensi kemarin menurut saya sangat menarik. Tidak saja karena buku ini ditulis dalam bentuk cerita yang sangat ringan dan gampang diikuti, tapi sekaligus juga mempunyai misi yang sangat mulia, yaitu: Berilah, maka Anda akan menerima. Saya bisa membaca buku ini dalam waktu 2 jam saja, sebelum tidur malam :) .

Cerita yang terkandung didalam buku ini seperti istilah yang sering kita dengar, yaitu take and give. Tapi mulai sekarang harus kita balik menjadi give and take. Yang benar mestinya memang adalah memberi dulu, baru kemudian menerima. Kalau kita mendahulukan take, saya jamin selamanya kamu bakalan jadi pengemis. Emang bagus jadi seorang pengemis? Sama sekali tidak ada bagusnya. Tangan mereka selalu berada dibawah, tidak pernah diatas. Eh, omong-omong mengenai tangan diatas, silakan di cek website yang sangat provokatif dan inspiratif ini: TanganDiAtas.com.

Saya yakin istilah give and take akan terus bergaung ditengah-tengah kehidupan kita. Tidak bisa dipungkiri bahwa masyarakat sekarang ini cenderung semakin religius, tidak saja umat Islam, namun juga umat agama lain. Didalam Islam, maraknya para muslimah memakai busana muslim adalah salah satu contohnya. Secara langsung atau tidak, hal ini tentunya juga semakin menyuburkan praktik ‘memberi’ yang menjadi subyek buku The Go-Giver ini.

Didalam Islam, istilah semacam ini termasyur dengan yang namanya sedekah (shadaqoh). Sedekah bisa dalam bentuk macam-macam, apakah itu finansial, tenaga, waktu, pikiran dsb. Bahkan hanya tersenyum kepada seseorang dengan tulus dan iklas, orang itu sudah diganjar pahala oleh Allah SWT. Dalam prakteknya, sedekah bisa juga berwujud macam-macam seperti zakat, hibah, wakaf, dsb. Dan tahukah kamu? Tidak ditemukan adanya orang jadi jatuh miskin karena gemar bersedekah!

Allah SWT sendiri langsung yang mengatakannya lewat kalam-Nya Al Baqarah 2:261 :

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui“.

Tidak ketinggalan Rasulullah SAW dalam salah satu hadistnya:

‘Tidak akan berkurang rezeki orang yang bersedekah, kecuali bertambah, bertambah, dan bertambah”.

Masih tidak percaya? Kebangetan sekali! Itu yang bilang sendiri adalah Allah SWT dan Rasul-Nya lho. Atau coba saja lihat sekelilingmu. Bisa tetangga atau saudara dekatmu yang mungkin berkelimpahan harta. Amati dan perhatikan bagaimana mereka dalam bersedekah. Bukankah harta dan kekayaan mereka semakin bertambah, seiring dengan semakin besarnya mereka bersedekah? Tidak saja harta mereka bertambah, namun juga membawa berkah! Tidak kurang seorang Ustadz Yusuf Mansur pun gemar sekali mengingatkan para jamaahnya untuk senantiasa gemar bersedekah.

Kembali ke The Go-Giver, buku ini adalah produk orang Amerika yang notabene Barat. Meskipun hal seperti ini sudah dikandung oleh Al-Quran dan Hadist, namun tidak ada salahnya kita tetap membacanya, sebagai another view point atau sudut pandang lain yang bisa memperkaya dan menebalkan keyakinan kita atas kebenaran pentingnya memberi, memberi dan terus memberi, untuk kemudian nantinya kita bisa menerima, menerima dan terus menerima.

Kamu masih ingat tentang 5 Hukum Kesuksesan Tertinggi di resensi buku ini? Terutama kalau kamu adalah orang yang sudah bosan jadi pegawai dan berniat berganti kuadran menjadi business owner, ke 5 hukum ini akan mampu menjadi pelecut semangat tambahan. Baiklah, inilah hukum-hukum itu:

1) HUKUM NILAI
Nilai Anda sebenarnya ditentukan oleh berapa banyak yang Anda berikan dalam bentuk nilai lebih daripada pembayaran yang Anda peroleh.

2) HUKUM KOMPENSASI
Pendapatan Anda ditentukan oleh berapa banyak orang yang Anda layani dan sebagus apa Anda melayani mereka.

3) HUKUM PENGARUH
Pengaruh Anda ditentukan oleh berapa besar Anda mendahulukan kepentingan orang lain.

4) HUKUM AUTENTISITAS
Hadiah penting berharga yang harus Anda tawarkan adalah diri Anda sendiri.

5) HUKUM KEMAMPUAN UNTUK MENERIMA
Kunci untuk memberi dengan efektif adalah selalu terbuka untuk menerima.

Nah, tertarik untuk mengetahuinya lebih lanjut? Beli saja bukunya. Isinya ringan kok, dan bacaannya juga enak :) .

Sunday, May 03rd, 2009 | Author: Arif Haliman

Kalau kamu seorang muslim dan hendak berwisata ke Pulau Dewata Bali, ada baiknya untuk mengetahui keberadaan masjid-masjid yang ada di Bali agar kamu tetap bisa menjalankan ibadah wajib ini pas kamu berada disini. Agar liburan dapat, ibadah wajib juga dapat. Namun walaupun begitu, tentunya kamu tahu kalau pulau Bali didiami mayoritas penduduk beragama Hindu. Oleh sebab itu tidak perlu heran tempat ibadah yang terbanyak adalah pura. Tempat ibadah umat lain seperti Islam dengan masjidnya, tentu ada, namun dengan jumlah yang relatif lebih sedikit.

Berikut adalah 3 masjid (besar) yang bisa dijadikan bahan pengetahuan baik sebagai kamu seorang turis, atau penduduk tetap pulau Bali seperti saya. Ketiganya berlokasi di tempat yang strategis. Namun maaf belum bisa mempersembahkan gambar berupa jepretan foto karena seringnya kelupaan bawa kamera. Hehe alesan.. ;) .

Masjid Nurul Huda
Bagi para penduduk tetap kota Denpasar yang beragama muslim dan memiliki aktifitas pekerjaan atau keseharian disekitar bandara internasional Ngurah Rai Bali, masjid Nurul Huda merupakan tempat yang strategis. Dengan hanya berjarak 1 kilometer dari bandara tersibuk di Indonesia ini, masjid ini kerap menjadi jujugan para jamaah.

Bagi para pelancong dari luar Bali, masjid ini juga bisa menjadi tempat ibadah dan istirahat yang lumayan. Kalau misalnya kamu baru saja landing, dan waktu shalat sudah masuk, menunaikan shalat di masjid ini bisa jadi bahan pertimbangan.

Saya juga sering memanfaatkan masjid ini kalau pas mengantar mobil Bali car rental saya, baik sebelum atau sesudah menjemput tamu saya.

Sebenarnya ada lagi musholla (sori, saya lupa namanya) yang lebih dekat lagi ke bandara. Lokasi persisnya pas dipintu keluar bandara. Mushola ini sebetulnya lebih strategis, namun karena tidak sebesar yang namanya masjid, mungkin lebih nyaman kalau sekalian saja datang ke masjid bandara Bali, Nurul Huda.

Sebenarnya lagi ada masjid (masjid lupa lagi namanya, kebanyakan lupa sih ;) ) yang tidak kalah megahnya dengan masjid Nurul Huda. Lokasinya dari Nurul Huda terus saja menuju by pass Ngurah Rai. Di Kampung Bugis. Ini juga masjid yang oke punya untuk menunaikan shalat kalau pas kamu berada disekitar bandara.

Masjid Agung Sudirman
Ini bisa dibilang masjid jami’ kota Denpasar. Tahu artinya jami’ kan? Kalau di Jawa, masjid jami’ biasanya sebagai landmark tempat ibadah (masjid) sebuah kota yang letaknya berada dipusat keramaian kota, atau alun-alaun.

Nah, majid Agung Sudirman ini bisa dibilang kayak gitu. Lokasinya tepat di jantung kota Denpasar. Ini adalah masjid teramai didatangi para jamaah seperti pas shalat Tarawih, utamanya hari-hari pertama bulan Ramadhan. Asli jadi lupa kalau ini Bali! Itu karena saking banyaknya jamaah tumplek blek berbondong-bondong menuju ke masjid Agung Sudirman dan semuanya rata-rata memakai pakaian muslim yang bagus.

Masjid ini kerap didatangi oleh para penceramah kondang kayak Aa Gym, Arifin Ilham, Hari Mukti, dsb untuk memberikan khotbah. Pssst..pas dulu Aa Gym khotbah safari Ramadhan, saya sontak menjadi terkenal seantero Indonesia beberapa saat ;) . Apa pasal? Kamera tipi sempat ngesyut saya sekitar 5 detik pas sedang khusyuk berdoa di sesi berdoa. Beberapa saat setelah acara pengajian selesai saya banjir sms dari teman-teman yang masih ingat saya. Hehe..ada yang bilang: ‘Walah, raimu mlebu tivi!’ (bahasa Jawa..Bahasa Indonesianya: ‘Walah, wajahmu masuk tivi!’). Hehe..

Disebut masjid Agung Sudirman karena lokasinya berada di kawasan Jalan Sudirman kota Denpasar. Suasana masjidnya sangat asyik dan nyaman. Saya sama anak dan istri kerap berkunjung ke masjid ini untuk shalat berjamaah.

Masjid An-nur.
Masjid ini juga tidak kalah strategis lokasinya. Berada dikawasan Jalan Teuku Umar Denpasar. Kalau lagi ada shalat Jumat jalan raya ini harus ditutup dan lalu-lintas dialihkan ke jalan lain karena saking sesaknya jamaah.

Saya alhamdulilah insyaAllah menjadi peserta pengajian rutin tiap selasa dan rabu malam di masjid ini. Acaranya ba’da maghrib sampai Isya’ dan kemudian diteruskan dengan shalat Isya’ berjamaah.

Itu saja dulu beberapa masjid yang bisa saya informasikan. Sebetulnya masih banyak lagi masjid yang bisa diinformasikan disini, seperti masjid di hotel Sanur Paradise Plaza, masjid di Kampung Islam, masjid di Kampung Jawa, masjid di daerah Marlboro, dsb. Mungkin insyaAllah lain waktu.

Oh ya, terakhir, khusus pas waktu kamu berwisata ke Tanah Lot, disana juga ada mushola kecil (memang mushola ada yang besar??). Biasanya sangat berguna untuk melakukan shalat Ashar dan Maghrib. Soalnya kan pergi ke Tanah Lot jamaknya waktu-waktu sekitar sore hari untuk melihat sunset.

Thursday, April 30th, 2009 | Author: Arif Haliman

Agama Islam itu sudah diskenariokan oleh Allah SWT, pemilik segala macam makhluk dan dzat yang ada di bumi dan di langit. Dimulai dari masa awal keberadaan, masa perjuangan, masa keemasan, masa kemunduran dan masa diraihnya kembali keemasan dan kejayaan diakhir jaman nanti. Sebuah hadist shahih Rasullullah SAW dengan sangat jelas juga sudah menjelaskan runutan 5 jaman ini yang akan dilalui oleh agama Islam beserta umatnya.

Nabi SAW. bersabda:
“Kalian akan mengalami babak Kenabian selama masa yang Allah kehendaki, kemudian babak kekhalifahan mengikuti manhaj Kenabian selama masa yang Allah kehendaki, kemudian babak Raja-raja yang menggigit,selama masa yang Allah kehendaki, kemudian babak para penguasa yang memaksakan kehendak selama masa yang Allah kehendaki, kemudian kalian akan mengalami babak kekhalifahan mengikuti manhaj Kenabian, kemudian Nabi diam.” (HR Ahmad)

Mari kita telaah satu persatu ke 5 jaman yang telah, sedang dan akan dilalui agama Islam beserta umatnya:

1. Masa Awal Keberadaan / Masa Kenabian
Masa ini adalah masa dimana Muhammad diangkat oleh Allah menjadi nabi dan rasul. Peristiwa ini terjadi ketika beliau berusia 40 tahun, atau sekitar tahun 570 M. Sekitar 40 tahun sebelumnya, yaitu tanggal kelahirannya, dinamakan Tahun Gajah karena adanya peristiwa penyerbuan atau penghancuran Ka’bah oleh pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah.

Pada masa ini umat pada waktu itu (bisa kamu bayangkan) mendapatkan gemblengan dan arahan secara langsung dari Rasulullah SAW semasa hidup beliau. Semoga mereka bisa sangat menyukurinya karena bisa melihat wajah beliau secara langsung. Kacian kita pada jaman sekarang ini yang tidak atau belum berkesempatan melihat secara langsung wajah beliau (insyaAllah nanti saja di surga :) Amin..)

2. Masa Khalifah
Pada masa ini dinamika agama Islam dan umatnya semakin berkembang. Namun harap diingat bahwa kedinamisan itu tetap dalam garis-garis ajaran yang dibawa oleh Rasullullah Muhammad SAW. Para Khulafaur  Rasyidin (para khalifah pemimpin penerus Nabi yang mendapat petunjuk) ini berjumlah 4 orang. Kerap dipanggil Khalifah atau Pengganti Rasul Allah setelah beliau wafat untuk memimpin umat Islam).

Keempat orang ini adalah Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khatab, Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib.

Beberapa kejadian dan peristiwa menarik terjadi pada masa ini. Dimulai dari perluasan wilayah dan pengaruh agama Islam sampai terjadinya banyak kemelut internal umat Islam utamanya sejak dipimpin Khalifah Ustman bin Affan dan lebih-lebih Khalifah Ali bin Abi Thalib. Namun Allah SWT tetaplah memuliakan 2 khalifah terakhir umat Islam ini, sebagaimana Allah SWT memuliakan 2 khalifah pertama.

Kalupun terjadi intrik didalam pemerintahan mereka, itu tidak terjadi melainkan setelah segenap kekuatan dan keikhlasan sudah beliau kerahkan untuk kemashalatan umat. Hal ini biasa terjadi terhadap siapa saja. Masa ini berakhir pada tahun 660 M.

3. Masa Raja-Raja yang Menggigit
Maksudnya adalah para penguasa Islam atau raja-raja penerus Khulafaur Rasyidin yang dengan begitu gemilangnya menjaga sekaligus mengembangkan nilai-nilai yang dibawa agama Islam. Masa ini ditandai dengan adanya hanya satu pemerintahan (kalau jaman sekarang adalah negara) dimana seluruh umat Islam sedunia tunduk dan patuh pada satu kerajaan ini.

Hebat bukan? Tidak seperti sekarang dimana umat Islam sudah terkotak-kotak kedalam sebutan negara-negara. Negara Indonesia, negara Saudi Arabia, negara Malaysia, negara Mesir, dsb. Masa Raja-Raja yang Menggigit ini terjadi dalam tiga masa, yaitu dimulai dari kepemimpinan kerajaan Bani Umayyah, Bani Abbasiyyah, dan yang terakhir adalah kepemimpinan Bani Ustmani di Turki yang boleh dibilang baru berakhir kemarin saja, yaitu 1924 M

Pada masa ketiga perjalanan umat Islam ini terjadi dengan sangat panjang, yaitu sekitar 13 abad! Bayangkan, Islam bersinar dengan penuh keemasan selamat 1300 tahun! Sebut saja bidang kedokteran, astronomi, bangunan beserta jembatan, ilmu matematika sudah dikembangkan oleh para ilmuwan-ilmuwan muslim. Kalau toh dewasa ini semua ilmu-ilmu tersebut sepertinya ilmuwan muslim tidak punya andil, itu tidak terlepas dari kelamnya sejarah Perang Salib dimana para salibis berusaha menghilangkan bukti kejayaan umat Islam dahulu.

4. Masa Mulkan Jabbriyyan
Inilah masa sekarang. Masa yang muram bagi umat Islam. Masa yang membuat kita sering merasa sedih, masgul, marah, emosi, rendah diri.  Namun masa sekarang ini juga adalah masa ujian dan kesempatan bagi kita hamba-hamba Allah SWT yang masih istiqomah, yang masih diberi kesempatan, untuk terus berjuang dalam mengibarkan bendera Allah SWT, al Islam.

Mengapa kita berwajah muram. Lihat saja, dimana-mana Islam ditindas dan dilecehkan. Dimulai dari Palestina, Iraq, Afganistan, Ambon, Poso, sampai peristiwa pemuatan kartun bergambar manusia suci Muhammad SAW di media-media Eropa. Sudah jelas-jelas Yahudi dan Amerika bersikap pongah terhadap agama Islam dan umatnya, eh para pemimpin negara Islam malah bersikap masa bodoh. Lihat saja Suharto. Muslim, namun menyandang tuduhan koruptor kelas kakap. Husni Mubarak. Seorang muslim, namun  teganya membiarkan Israel menggempur dan mengepung rakyat Palestina dalam perang terakhir kemarin. Para raja dan pangeran di Arab Saudi sana. Muslim, namun menjadi sahabat paling dekat musuh paling dekat umat Islam, yaitu Amerika dan Israel. Mau contoh-contoh lain kebobrokan dan kekurangajaran para pemimpin negara Islam saat ini? Well, terlalu banyak, saya kurang bersemangat mengabarkannya.. :( .

5. Masa Berulangnya Kejayaan Islam
Inilah masa dimana Imam Mahdi akan datang dan akan menjadi pemimpin seluruh Muslim yang ada dimuka bumi dalam usahanya membersihkan bumi dari penghuni-penghuninya yang jahat seperti para Mulkan Jabbariyyan, Yahudi dan kroni-kroninya. Pada masa ini kejayaan dan kemuliaan agama dan umat Islam akan kembali bersinar seperti sedia kala.

Hendaknya kita sebagai muslim bersiap-siap untuk menyambut kedatangan Imam Mahdi ini. Bersamanya akan terbentuk satu komando yang kuat dan berwibawa, dengan hanya berlandaskan keyakinan kepada yang TERMAHA, Allah SWT.

Wednesday, March 11th, 2009 | Author: Arif Haliman

Tadi malam sekitar sekitar pukul 21.00 WITA saya tidak sengaja menonton televisi. Dibilang tidak sengaja karena saya memang jarang menonton acara di televisi. Mungkin hanya sekitar 15-30 menit selepas maghrib, karena biasanya makan malam sambil nyalakan televisi. Namun tadi saya (bersama istri) sempat-sempatkan untuk memelototi sebuah acara di TV One yaitu Debat Publik dengan tema, kalau tidak salah, Penerapan Ekonomi Syariah. Acara ini sudah berjalan beberapa menit dan saya hanya mengikuti debat yang dilakukan oleh 2 kontestan terkahir. Saya tidak tahu nama kontestan masing-masing, namun kontestan terakhir dari kubu pro penerapan ekonomi syariah Islam adalah Muhammad Syafii Antonio.

Saya memang sudah lama sangat tertarik, atau kalau tidak dibilang kagum kepada sosok manusia langka Indonesia ini. Pakar segala macam bentuk ilmu ekonomi dunia terutama ekonomi syariah Islam ini sangat piawai dalam memaparkan pengetahuannya. Gaya dan intonasi suaranya yang sangat tenang disertai senyum namun mendalam dalam pemaparan membuat lawan bicaranya yang kontra ekonomi syariah itu seperti kehilangan kemampuan menyanggahnya. Usahanya dalam menyakinkan pentingnya ekonomi syariah sebagai alternatif dari solusi ekonomi kapitalis yang sekarang ini sedang sekarat di berbagai belahan dunia sangatlah komplet. Tidak hanya dari sisi pengalaman dan pengamatan mendetil bahwa diluar negeri seperti Inggris, Jerman, Perancis bahkan Amerika sendiri mulai membuka pintu lebar-lebar untuk masuknya ekonomi syariah, juga dari sisi religi. Beliau bahkan sempat menyitir salah satu ayat dari Bible yang kurang lebih menyatakan bahwa Bible sendiri juga sangat membenci yang namanya riba (mengambil keuntungan sangat berlebih dari yang seharusnya).

Umum sudah diketahui bahwa orang Kristen di Indonesia mati-matian berusaha membendung adanya perundang-undangan yang membawa label Islam. Diantaranya adalah wacana diundangkannya sistem perekonomian Islam di Indonesia. Mereka bersikeras mengapa harus membawa-bawa jargon syariah yang notabene Islam? Mereka orang-orang Kristen itu sebetulnya sangatlah takut apabila memang gelombang penerapan hukum-hukum yang membawa unsur Islam dilibatkan dalam hukum negara. Saya pribadi bisa saja balik bertanya: Lha, mengapa harus takut?

Kapitalisme yang sangat digembar-gemborkan barat (Kristen dan Yahudi) sekarang ini sedang sekarat. Lihat saja Amerika. Siapa yang menyangka bahwa bumerang itu sekarang sudah balik mengenai wajahnya sendiri. Dengan keserakahan dan kerakusan sistem kapitalis, Amerika sebagai lokomotif kapitalis sekarang sedang dihadapkan pada sebuah kondisi sedang bergejolak. Berbagai krisis sedang melanda disana mulai dari krisis keuangan, moral, lapangan pekerjaan sampai pendidikan, dsb.

Sebaliknya kita sedang menyaksikan bahwa ekonomi syariah tetap tegar tidak terpengaruh oleh krisis finansial global dunia saat ini. Ini dibuktikan dengan tetap eksisnya pendanaan keuangan di bank-bank syariah yang stabil, bahkan meningkat baik di Indonesia maupun luar negeri yang berbendara syariah seperti di Timur Tengah.

Saya pribadi sudah lama sangat tertarik dengan sistem ekonomi syariah. Saya tidak ingin hanya membatasinya hanya dipermasalahan bunga atau ribanya, tetapi lebih dari itu. Namun lepas dari masih adanya beberapa suara miring yang mengatakan bahwa semua bank syariah yang ada di Indonesia masih belum sepenuhnya murni syariah, namun dengan bergabung menjadi nasabah mereka kiranya adalah sebuah langkah yang tepat. Dengan logika sederhana, kalau mau menghindari praktek riba, ya mestinya jangan bergabung dengan sebuah bank konvensional namun dengan sebuah bank syariah. Dalam hal ini saya telah menjadi nasabah Bank Muamalat.

Ibu saya juga saya sarankan memindahkan rekeningnya ke Mandiri Syariah dari sebelumnya di salah satu bank konvensional. Setidaknya ini adalah langkah awal saya untuk mendukung penerapan ekonomi syariah.

Namun jujur untuk beberapa hal saya masih bergabung dengan bank konvensional, bahkan beberapa pendanaan masih saya pergunakan dari mereka. Tapi dalam hati ini selalu bertekat bahwa kedepannya akan semakin menjadi murni syariah, terlebih lagi setelah melihat penampilan Pak Syafii Antonio di televisi tadi.

Lalu apakah bakal sama sekali tanpa kekurangan? Seperti dibilang Pak Syafii, ya tidak dong. Bagaimanapun juga ini adalah produk baru. Sebagai salah satu partisipan, kita semua sebagai orang muslim harus ikut menyukseskannya. Kita berpartisipasi menyosialisasikannya dengan baik, dan mendukungnya dengan sepenuh hati. Faktanya adalah begitu banyak para non-muslim terutama etnis Cina yang menanamkan uangnya di berbagai bank syariah, lha kenapa kita yang jelas-jelas muslim tidak melakukannya?

InsyaAllah barokah atas semua amal usaha Pak Muhammad Syafii Antonio dalam kiprahnya mengawal dan membangun ekonomi syariah Islam di Indonesia tercinta ini..Amin.

eXTReMe Tracker