Tag-Archive for » doraemon «

Saturday, April 11th, 2009 | Author: Arif Haliman

Saya adalah penggemar lumayan berat buku komik. Entah itu komik bergambar kayak Crayon Sin Chan atau komik melulu teks kayak Sherlock Holmes. Waktu saya masih sekolah dasar di kota Mojokerto tercinta, saya sudah menamatkan membaca komik Trio Detektif besutan Alfred Hitchcoc atau Liima Sekawan karya Enid Blyton yang terkenal dan legendaris itu.

Tidak banyak anak usia SD waktu itu (apalagi anak sekarang) yang bisa menuntaskan membaca serial komik tersebut. Bayangkan, seri judulnya berjumlah lebih dari puluhan, bung! Kalau untuk membaca cerita detektif seperti diatas yang isinya teks melulu saja saya sudah khatam, jangan ditanya deh mengenai komik bergambar serial Tintin, Asterix & Obelix, Smurf, Johan & Pirlouit, dan sebagainya :) .

Di usia awal tiga puluhan ini saya masih saja suka membaca komik. Walaupun sudah beristri dan beranak, kalau masuk toko buku semacam Gramedia dan Gunung Agung, biasanya selalu terselip satu atau dua komik di tas belanja. Komik-komik masa kini terutama yang dari Jepang itu sangat memikat. Kung Fu Boy, Dragon Ballz, Doraemon, Crayon Sin Chan adalah salah satu dari sekian judul komik kesukaan saya. Kalau komik lokal saya masih ngefan berat sama Lupus, Lupus Kecil, Olga karya Hilman cs dan beberapa cerita fiksi dari kelompok FLP (Forum Lingkat Pena).

Mungkin itu juga yang menjelaskan kenapa saya sudah harus memakai kacamata sejak kelas 2 SMP. Sapaan ‘Profesor’ kerap dilontarkan teman-teman semasa itu disekolah. Saya masih ingat betapa sangat tersiksanya kalau pas duduk dibangku belakang dan sama sekali tidak bisa melihat apa yang dituliskan guru di papan. Juga sangat tidak nyamannya pas olahraga, terutama olahraga basket, seringkali meleset masukin bolanya ke keranjang :( . Kenapa gak pakai kacamata saja? Malu bo ;) . Tapi lama-lama sekitar selang satu tahun kemudian rasa malu pakai kacamata itu hilang dengan sendirinya. Mungkin merasa tambah cakep ya ;) .

Kalau pas lagi baca komik, tingkah polah saya bisa kayak ikan lele yang bergulung-gulung (emang lele bisa gulung-gulung ??). Menit ini posisi duduk manis dikursi, menit berikut ngesot dikursi, berikutnya baring dilantai, lalu tengkurap, dan biasanya posisi berikut adalah posisi wajib maniak buku: Baca sambil tidur buku diangkat keatas! Posisi wajib yang sangat-tidak-disarankan-karena-membahayakan-mata ini kerap saya lakukan walaupun ibu saya sudah berulangkali teriak mengingatkan.

Saya merasa yakin bahwa posisi membaca kayak begini ini yang bikin mata saya KO dan harus dibantu pakai kacamata. Ada juga posisi lain yang tidak kalah buruknya, yaitu menonton acara TV dengan posisi tiduran. Ampun…Sumpah yang kayak gini jangan diteruskan, dijamin pasti langsung rabun jauh hehe :) .

Kalau pas lagi membaca, saya bisa bela-belain untuk terus melek. Membaca novel seperti The Da Vinci Code karya Dan Brown yang sudah difilmkan dengan movie star Tom Hanks, saya bisa menamatkannya dalam waktu hanya semalam. Seperti tidak kuasa untuk menutup buku itu karena thrilernya di setiap bab selalu mampu menggoda hati dan pikiran untuk terus membacanya.

Pada intinya membaca memang menjadi kegiatan yang mengasyikkan bagi saya. Syukur alhamdulillah almarhum bapak saya dulu suka langganan koran jadinya secara gak sengaja saya jadi suka bolak-balik halaman koran itu untuk dibaca. Oleh karena itu, saya bisa kasih saran, pas anak kamu sudah ada yang mulai masuk usia sekolah dasar, berlanggananlah koran atau pokoknya bacaan apapun yang mendidik, agar anak-anak kamu selalu dekat dengan bahan bacaan dan menggemarinya.

Bangsa barat menjadi sedemikian majunya juga karena budaya membaca mereka sangat tinggi. Inginkah bangsa kita juga bisa seperti itu? Namun ingat jangan kena kejadian buku ilang kayak gini :( .

Ayo jadikan kegiatan membaca tidak hanya sekedar hobi, namun juga gaya hidup!

Category: Opini, Pribadi  | Tags: , ,  | One Comment
eXTReMe Tracker