Cacar air. Ya, 2 kata dasar, yang pertama ‘cacar’ dan yang kedua ‘air’. Paduan dua kata ini akan membentuk sebuah idiom yang berkenaan dengan nama salah satu penyakit: cacar air. Dalam beberapa minggu terakhir ini, saya dan keluarga besar saya sangat akrab mendengar nama penyakit ini. Apa pasal? Efektif sejak hari raya Idul Fitri tanggal 20 September sampai hari ini, penyakit ini masih betah hidup di kulit anggota keluargaku.
Ceritanya, lazimnya sebuah acara mudik Lebaran, tentu berkumpullah semua anggota keluarga yang tersebar diluar kota, biasanya kembali kerumah orang tua masing-masing untuk bersilaturahim. Tidak terkecuali keluarga saya. Saya datang dari Denpasar, kakak saya datang dari Semarang dan Surabaya. Nah, kakak saya yang dari Semarang punya 3 orang anak, dan tidak disangka anak sulungnya ditengah-tengah perjalanan terserang penyakit ini yang entah dari mana datangnya. Begitu tiba dirumah orang tua saya di Mojokerto, dimana saudara-saudara yang lain juga kebetulan sedang berkumpul, penyakit cacar air ini seakan menemukan tempat terbaik untuk berkembang biak.
Perlu diingat kalau kita berinteraksi baik secara langsung dengan penderita (bersentuhan) atau tidak langsung (tidak bersentuhan namun berdekatan), besar kemungkinan kita akan tertular oleh penyakit ini. Tidak pandang bulu. Dewasa atau anak-anak pasti akan bernasib sama dengan penderita sebelumnya. Terutama kalau kondisi tubuh kita sedang drop, virus ini akan segera berpesta pora membuat kulit tubuh kita benjol-benjol.
Dan itulah yang kemudian terjadi dengan keluargaku. Singkat cerita mudik Lebaran telah usai dan masing-masing anggota balik ke kotanya masing-masing. Terhitung tepat 10 hari sejak kami bertemu dengan keponakan saya penderita cacar air itu, saya yang di Denpasar, kakak saya, anaknya nomor dua dan istrinya yang di Semarang serta keponakan saya yang di Surabaya, semuanya terserang penyakit ini!
Luar biasa. Pada hari yang sama 4 orang langsung terinfeksi virus ini secara bersama-sama. Jadinya kita semua antara saling tertawa, saling mendoakan, saling mengasihani dan (tidak lupa meminta maaf dari keluarga Semarang sebagai agen penyebar virus) saling support untuk kesembuhan
Saya hanya bisa bilang bahwa penyakit ini begitu menyebalkan. Kamu pernah sakit gigi akut? Nah, seperti itulah keadaan penderita penyakit ini. Sakitnya luar biasa, namun tak satupun orang datang menjenguk!
Cacar air akan membuat sekujur kulit kita sedemikian gatalnya, namun tidak boleh digaruk. Silakan digaruk dan virus ini akan semakin berkembang merambat ke sekujur tubuh. Atau besar kemungkinan infeksi kulit akan terjadi. Mulai dari kulit kepala, wajah, badan, punggung (ini daerah favorit virus), lengan, kaki, dan (maaf) daerah sekitar kemaluan kita. Tidur otomatis tidak nyenyak, badan otomatis meriang dan pegal-pegal, kepala otomatis pusing, itu sudah pasti.
Setelah saya sembuh, giliran anak saya yang berumur 3.5 tahun yang terserang. Bedanya dengan orang dewasa yang mungkin masih bisa menahan diri untuk tidak menggaruknya, kalau anak kecil betul-betul tidak bisa! Dia akan selalu menggaruk bagian yang dirasa gatal olehnya. Dan sialnya, bagian yang gatal itu biasanya ada diseluruh sekujur tubuhnya!
Tapi, khusus untuk anak kecil, satu hal yang patut diacungi jempol adalah, sesakit apapun tubuhnya, wajah ceria dan tawa panjang berderai selalu saja melekat pada dirinya. Lihat saja foto anakku Tika dibagian atas. Tubuhnya penuh dengan salep, yang menandakan benjolan cacar ada dimana-mana. Seperti tidak ada sakit disana. Padahal…
Anyway, untuk kamu yang sedang mencari informasi obat untuk penyakit cacar air ini, berikut adalah daftarnya:
1) Salep Zovirax Acyclovir
2) Ciprofloxacin
3) Kalau disertai demam panas tambahkan saja Paracetamol.
4) Kalau ingin lebih nyenyak bobok malam hari, tambahkan lagi saja CTM
5) Kalau mandi (di lap saja tubuhnya) pakai air hangat dan pake sabun antiseptic kayak Dettol.
Udah itu saja obatnya. Normalnya 2-3 hari cacar air itu akan berangsur-angsur mengering dan kempes. Itu dengan catatan kita tidak garuk-garuk kulit dan tidak keluar rumah sama sekali. Takutnya kena angin yang akan membuat virusnya menyebar ke bagian tubuh lain.
Oiya, kalau sekali pernah kena cacar air, kita insyaAllah gak bakalan terserang lagi. Tubuh kita sudah kebal. Namun, tetap waspada dengan kakak penyakit ini, yaitu Herpes. ‘Species’ ini akan membuat kita memberi stempel dobel menyebalkan, dibanding hanya ’sekedar’ cacar air ![]()
