Tag-Archive for » busana muslim «

Wednesday, March 03rd, 2010 | Author: Arif Haliman

Coming Up! Setelah tengok kiri tengok kanan, akhirnya saya bersama istri memutuskan untuk menjadi Agen Resmi Ukhti wilayah Bali. Apakah Ukhti? Ini adalah merek baju dari bahan kaos untuk muslimah, remaja dan anak-anak. Produknya bisa dilihat di halaman Ukhti Busana Muslim. Ukhti sejenis dengan SIK Clothing dimana saya juga telah menjadi Distributor resminya untuk wilayah Bali. Lantas, mengapa sebelum bergabung bersama Ukhti harus tengok kiri tengok kanan? Yah, sederhananya, tengok kiri adalah melihat potensi pasar, dan tengok kanan adalah berdoa kepada Allah SWT :)

Potensi pasar, dalam arti kesempatan saya untuk bisa berhasil memasarkan merek Ukhti, insyaAllah terbuka lebar. Kompetisi untuk merebut hati calon pembeli Ukhti mungkin memang akan seketat dengan menarik pembeli SIK Clothing (Sedayu Ikhlas Kreasi). SIK memang muncul lebih dulu daripada Ukhti, mungkin itu sebagai faktor utama mengapa kelihatannya SIK masih menjadi primadona kaos muslimah dibanding dengan Ukthi, dimata para pembeli.

Namun, yang membuat potensi pasar Ukhti insyaAllah akan besar bagi saya adalah, dibanding dengan SIK, saya pribadi berpendapat Ukhti lebih bagus dalam disain. Meskipun sebagai pendatang belakangan, namun bisa dibilang Ukhti tampil lebih fresh dan variatif. Ukhti dalam memasarkan kaos muslimahnya, tidak hanya menyasar pemakai dewasa seperti yang dilakukan SIK, namun juga anak-anak.

Selain itu, new comer, asalkan bagus dan menarik, biasanya akan langsung bisa menarik perhatian calon pembeli. Mereka biasanya memang memerlukan sesuatu yang baru, sebagai alternatif dari produk-produk yang sudah ada. Dan yang paling penting, sesuatu yang baru juga bisa membuat penjualnya (yaitu saya) juga mendapat suntikan semangat baru :) Yang namanya bekerja, dalam hal ini jualan kaos, kalau sudah niat dan bersemangat, biasanya berbagai kemudahan dan kelancaran akan didapat. Law of Attraction kata Rhonda Byrne lewat The Secret nya. Hukum Ketertarikan kata orang Indonesia, atau above off all, “Aku menurut sangkaan hamba Ku”, firman Allah SWT.

Jadi, sederhananya, saya tinggal merasa dan berpikir bahwa usaha saya memasarkan Ukhti busana muslim akan berhasil, dan insyaAllah memang keberhasilan itu akan nyata adanya. Thoughts influence chance.

Terakhir, yang membuat lega, waktu yang diperlukan untuk menjadi Agen Resmi kaos muslimah Ukhti ini,  cairnya persetujuan sangatlah cepat: 1 jam saja! Mungkin ini tandanya jodoh :) Dibandingkan sewaktu melamar ke SIK untuk menjadi Distributor wilayah Bali, waktu yang diperlukan berdarah-darah: satu setengah tahun!

Penambahan merek baru di website http://www.muslimbusana.com milik saya ini akan semakin menambah kesemarakan produk baju muslim yang kami tawarkan. Keuntungan bagi pembeli adalah, adanya tambahan alternatif busana muslim yang bisa mereka pilih. Khusus untuk kategori kaos muslimah, dengan adanya penambahan Ukti busana muslim, total akan ada 4 merek produk kaos muslimah, setelah Sik Clothing Qirani dan Osmoes.

InsyaAllah bisa membawa tambahan semangat dan keberkahan baru. Amin.

Arif Haliman - Owner Busana Muslim Bali

Friday, January 29th, 2010 | Author: Arif Haliman

Saat ini, terbuka kesempatan lebar untuk menjadi seorang TKI atau Tenaga Kerja Indonesia. Namun, TKI jenis ini berbeda dari yang kebanyakan. Untuk menjadi tipe TKI yang saya maksud, tidak perlu harus melalui berbagai aturan yang ruwet, njelimet dan sering bikin kebelet. Seperti diketahui, keruwetan itu tidak saja terjadi ditingkat birokrasi pemerintahan, namun juga ditingkat PJTKI (Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia). Apalagi ternyata kalau PJTKI itu adalah yang palsu, dijamin semua jenis keruwetan yang saya sebut tadi, akan bernilai kuadrat.

Nah, agar terhindar dari berbagai macam keruwetan seperti diatas, segeralah beralih menjadi apa yang saya sebut dengan TKI Maya. Jenis tenaga kerja Indonesia model ini saya yakin jumlahnya sekarang sangat bejibun. Hal ini berbanding lurus dengan dengan semakin berkembangnya dunia internet di Indonesia. Dari sekian banyak warga negara Indonesia yang berprofesi seperti ini, saya adalah salah satunya :)

TKI konvensional yang bekerja diluar negeri seringkali disebut sebagai pahlawan devisa. Ini adalah sebutan yang sangat mulia. Betapa tidak? Triliunan rupiah tiap tahun bisa mereka ‘larikan’ ke Indonesia, sebagai upah yang diterima selama bekerja disana. Terlepas dari berbagai sunatan upah yang kerap dilakukan oleh agen atau cukong mereka yang begitu kurang ajar, mereka memang benar-benar pantas menyandang sebutan pahlawan itu: Pahlawan Devisa.

Saya tidak mau ketinggalan oleh mereka. Saya juga ingin sekali mendapatkan sebutan mulia itu. Yaitu, Pahlawan Devisa. Ini, bolehlah disebut, sebagai salah satu perwujudan rasa cinta tanah air dan bangsa saya kepada Indonesia tercinta. Dan itu telah saya lakoni. Lantas, apakah untuk mendapatkan sebutan itu, saya harus bekerja di luar negeri, seperti Malaysia, misalnya? No-no-no. Nehi! Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada para TKI konvensional, saya lebih memilih cara yang lebih smart dan elegan: Memasang iklan Google Adsense :) .

Dengan memasang iklan Google Adsense di berbagai situs milik saya, apabila ada pengunjung yang melakukan klik di iklan tersebut, maka saya akan mendapatkan beberapa sen, atau dolar. Semakin banyak klik, semakin banyak dolar yang akan dibayarkan kepada saya. Dolar-dolar itu berasal dari Amerika (Google asalnya memang Amerika), dan dikirimkan kepada saya di Indonesia. Itu artinya adalah devisa. Devisa sangat penting bagi negara, baik sebagai dana cadangan atau stabilisator nilai mata uang dalam negeri. Pengertian gampangnya, dikaitkan dengan naik turunnya nilai rupiah, ini bisa membuat nilai rupiah semakin naik terhadap dolar :)

Seperti yang baru saja saya lakukan tadi pagi. Sebuah cek (dalam bentuk Western Union) langsung bisa saya cairkan di Kantor Pos, setelah malam sebelumnya saya tahu bahwa Google telah mengirimkan ‘upah’ saya untuk bulan ini, karena telah melebihi nilai minimal pencairan, yaitu USD 100. Jumlahnya tidak banyak, hanya USD 114,67 (pas saya cairkan tadi, saya terima dalam bentuk Rupiah, Rp 1.048.000). Saya terima utuh, tanpa potongan, dan saat itu juga. Untuk jadi TKI konvensional, sunatan atau penundaan upah jamak terjadi. Kasihan sekali mereka itu. Oleh karena itu, segeralah beralih menjadi TKI maya :) . Kalau dirata-rata, tiap 2,5 bulan sekali alhamdulillah saya pasti menerima ‘upah’ itu dari Google. Jumlahnya berkisar sejumlah diatas. Alhamdulillah, walaupun sedikit, bagaimanapun juga, gelar Pahlawan Devisa itu telah saya sandang. Cihuy..!!! Duh bangganya ;) ;) .

Sekali lagi, saya yakin, apa yang saya lakukan ini juga telah banyak dilakukan oleh warga negara Indonesia yang lain. Banyak dari mereka yang juga mencoba peruntungan di Google Adsense, dan berusaha sekuat tenaga untuk menjadi TKI maya, TKI yang menghasilkan devisa. Kalau dolar yang saya hasilkan begitu kecil, semestinya tidak menjadi masalah, apalagi ini hanyalah pendapatan sampingan. Namun, bagaimana kalau jumlah pendapatan Adsense saya yang sekecil itu, dikalikan dengan ratusan atau ribuan TKI maya lainnya? Jumlahnya akan membuat kita geleng-geleng kepala.

Sebetulnya, untuk menjadi TKI maya tidak hanya dari Google Adsense. Begitu banyak hal-hal lain yang bisa kita lakukan. Misalnya melakukan bisnis online. Apa yang bisa dibisniskan? Apa saja. Beragam produk dan jasa bisa dipasarkan dengan mudah lewat internet. Hanya untuk membuat kamu lebih mudah mengerti, saya contohkan, seperti yang telah saya lakukan dengan berbisnis busana muslim dan Bali car rental.

Untuk busana muslim, kurang lebih sekitar 5% pembelinya berasal dari luar negeri kayak Malaysia, Singapura, Amerika. Sebuah jumlah yang kecil. Namun lumayanlah, daripada tidak menyumbang devisa sama sekali untuk negara :) . Untuk rental car Bali, kurang lebih 90% pelanggan saya berasal dari luar negeri. Artinya, devisa yang saya hasilkan, syukur alhamdulillah, lebih besar dari bisnis busana muslim tadi.

Namun, sekali lagi, tidak penting apakah kecil atau besar devisa yang mampu kita hasilkan untuk negara. Karena walaupun kecil jumlah yang bisa kita hasilkan, namun kalau itu dilakukan oleh ratusan atau ribuan warga negara lainnya, jumlahnya akan sangat besar. Yang terpenting adalah, tiap individu dari kita semua, sedapat mungkin bisa menghasilkan devisa bagi Indonesia.

HIDUP TKI MAYA!

Arif Haliman - Owner Busana Muslim Bali

Friday, January 22nd, 2010 | Author: Arif Haliman

Setelah menunggu sekian lama, akhirnya keinginan itu terwujud juga, alhamdulillah. Saya malah masih kadang menganggapnya sebagai sebuah keajaiban. Hal ini berkaitan dengan keinginan saya sejak dulu yang ingin menjadi produsen busana muslim dan meningkatkan ’status’ dari tidak hanya berprofesi sebagai penjual busana muslim, namun bisa juga menjadi produsennya. Produsen busana muslim adalah orang yang memproduksi sendiri baju muslim tersebut. Dan, dari sekian banyak produsen dengan membawa merek busana muslim mereka sendiri dari seluruh pelosok nusantara ini, saya adalah salah satunya :)

Merek busana muslim produksi saya adalah Sunrise. Bisa juga disebut Sunrise Bali. Sengaja saya tidak menamakannya dengan kebanyakan nama-nama merek baju yang bernuansa Islam, seperti (mungkin) Raffa, Marwah, Majidah, dll. Saya menginginkan sebuah nama yang out of the box dari semua itu. Sebuah nama yang ringan, sangat familiar dan berkesan sangat disukai orang. Top of that, nama ini haruslah bernuansa Pulau Dewata Bali, karena domisili saya ada di Bali. Jadilah kemudian, Sunrise, nama yang kemudian saya ambil. Sunrise adalah gamis berbahan kaos Combed. Harapan saya adalah bahwa merek yang saya usung ini akan membawa keberkahan dan kesuksesan, dengan keunggulan utama kenyamanan. Setidaknya, ini sudah mewujudkan mimpi saya yang sejak dulu memang ingin sekali menjadi produsen busana muslim ;)

Singkat cerita, setelah semua proses dilalui, dan hasil akhirnya adalah berwujud sebuah baju muslim, langkah berikutnya adalah memasarkannya. Bagaimana saya memasarkannya? Tepat! Tentu saja saya memajangnya di website busana muslim milik saya. Penasaran dengan website saya yang menjual berbagai macam baju muslim ini? Silakan diintip di http://www.muslimbusana.com ya?

Saya, alhamdulillah, yakin sekali bahwa kalau memajang Sunrise di situs ini, pasti akan laku. Parameternya sederhana: Situs ini dikunjungi orang rata-rata 600 kunjungan perhari. Untuk sebuah situs yang khusus menjual busana muslim, ini adalah sebuah jumlah kunjungan yang jauh diatas lumayan, alias tinggi. Dengan rata-rata belasan order perhari (baik itu lewat email, chatting, sms ataupun telpon), untuk tahap awal ini, saya sudah cukup puas (alhamdulillah) untuk bisa mengambil pasar ceruk (niche) di website http://www.muslimbusana.com ini.

Hasil awal dari strategi mengambil pasar ceruk ini cukup berhasil. Terbukti dari 2 model perdana yang saya luncurkan, hanya dalam waktu 1 minggu kedua baju ini langsung terbeli. Saya sangat mensyukurinya. Ini bisa menambah kepercayaan diri saya dan tim. Ternyata, dibalik ‘gemerlapnya’ merek-merek populer yang sudah bersinar duluan (seperti SIK Clothing, Qirani, Shabrina), Sunrise masih bisa mencuri perhatian para pengunjung website kami.

Dengan menerapkan konsep ini, saya baru saja ngeh dan baru begitu mantap mengerti, mengapa para hypermarket kayak (dulu) Alfa atau Carrefour, diantara tumpukan produk yang mereka jual, terselip juga produk mereka sendiri. Maksudnya, produk itu bermerek Alfa, atau Carrefour. Seperti misalnya kapas putih. Bukanlah di Carrefour kita bisa menemukan sebuah produk kapas putih diantara produk-produk sejenis dengan merek lain? Dengan memproduksi dan menjual sendiri kapas putih itu, keuntungan mereka pastilah jauh lebih tinggi daripada keuntungan yang bisa diambil dari menjual kapas putih merek lain. Hal ini tentunya juga bisa diterapkan untuk produk yang lain, selain kapas putih.

Dan, sekali lagi untuk tahap awal, sepertinya saya akan menjalankan strategi ini terlebih dahulu. Bermain di ceruk, dengan berharap produksi berjalan kontinu, walaupun dengan kuantiti yang tidak (belum) tinggi. Dengan adanya program Sale & Gratisan Setiap Hari, saya tidak segan-segan memajang Sunrise di bagian ini. Bagi saya, menambah kepercayaan diri sangatlah penting, walaupun harus dengan memangkas harga. Namun, tentunya keuntungan masih tetap ada. Pikir-pikir, memang dari ke 4 perpaduan pemasaran yang ada yaitu Product, Place, Price, Promotion, setidaknya dalam kasus saya, price atau harga adalah yang paling enak dipermainkan. Gimana pokoknya segera laku hehe :)

Okay, semoga masih tetap terus semangat mengembangkan Sunrise. Kedepan, saya insyaAllah akan bertambah sibuk. Apa pasal? Ehm, saya berancang-ancang untuk mencoba peruntungan di dunia offline. Yeap, tidak lagi hanya berbisnis online yang mengandalkan website dan internet sebagai placenya, tapi juga bisnis konvensional yang mengandalkan pasar senggol. Nah!

Arif Haliman - Owner Busana Muslim Bali

Thursday, January 07th, 2010 | Author: Arif Haliman

Alhamdulillah, sudah terhitung kurang lebih dua bulan ini, kami (saya beserta istri) berhasil meningkatkan status dari Penjual biasa menjadi Agen Resmi. Agen Resmi untuk produk dan merek apa? Untuk produk busana kaos muslimah SIK Clothing. Website busana muslim kami, yang beralamat http://www.muslimbusana.com sudah sekitar dua tahun ini berjalan. Selama itu pula kami sudah mulai menjual produk SIK Clothing, dengan status ’sekedar penjual’. Dengan meningkatnya status menjadi Agen Resmi, kesempatan ini sudah selayaknya harus kami syukuri.

Butuh kesabaran dan perjuangan ekstra untuk bisa mendapatkan status ini. Kami sudah mengusahakannya sejak sekitar satu setengah tahun yang lalu. Dan selama itu pula gatot alias gagal total. Sebab kegagalan bermacam-macam, dari sekedar kehilangan momentum alias sedang malas berjualan, selalu tersedotnya dana untuk pembelian merek lain, sampai tidak sabarnya menunggu daftar tunggu (waiting list) yang luar biasa panjang. Maklum, merek kaos muslimah ini memang saya rasa paling moncer diantara merek lain yang sejenis. Bahkan, dalam satu kali kesempatan, pihak produsen SIK Clothing memberitahu, bahwa permohonan kami akan diproses setelah mereka memproses lebih dari 30 orang diatas saya, apakah layak atau tidak menjadi Agen Resmi. Dan, bisa ditebak, saya langsung pesimis dengan penantian maha panjang itu. Pikir saya, daripada H2C (harap-harap cemas) menanti kepastian dari pihak SIK yang berpotensi menambah jumlah uban, lebih baik fokus melanjutkan dagangan merek lain, seperti Manet, Toyusi, Qirani, dll.

Mungkin karena pikiran sudah lama di set bahwa, harus bisa jadi Agen Resmi SIK Clothing, yang ditunggu-tunggu dan pernah dilupakan itu akhirnya datang juga. Pasca Lebaran bulan Oktober kemarin, kami iseng-iseng menelpon lagi produsen SIK Clothing, menanyakan kembali perihal apakah kami bisa melamar menjadi Agen Resmi, tak disangka jawaban mereka sungguh cepat: Bisa!

Wah, ini kabar gembira. Bayangkan, berulang kali sebelumnya menelpon minta menjadi Agen Resmi dan selalu saja gatot, nah ini dengan sekali telpon pasca Lebaran kok langsung dapat. Pucuk dicinta ulam tiba. Top to love fish coming (*halah*). Akhirnya, ya gitu deh, singkat cerita sejak awal Desember 2009 kemarin atas nama istri saya, resmi menjadi Agen Resmi SIK Clothing. Oiya, tambahan informasi, kami adalah pemegang wilayah Bali. Artinya, mestinya tidak ada Agen Resmi lainnya selain kami di pulau Bali ini. Jadi, wahai para muslimin Bali, kalo perlu belanja busana muslim kaos, utamanya merek SIK CLothing, belanjanya di tempat kami ya? :) Diskonnya sampai dengan 25% lho!

Sekedar informasi tambahan, produk SIK Clothing adalah busana muslimah dari bahan kaos, termasuk untuk produk gamisnya. Bahan kaosnya terasa nyaman dipakai karena berbahan Combed, bukan Carded. Variasi modelnya sangat banyak (lebih dari 50 model pilihan). Termasuk juga pilihan warna yang tersedia juga banyak. Jadi, begitu banyak pilihan kira-kira mana yang paling cocok untuk kamu.

Produk SIK Clothing bisa dipakai untuk berbagai acara, seperti semi formal, kuliah, atau sekedar main kerumah teman. Namanya juga kaos, jadinya sangat fleksibel.

OK, kunjungi website baju kaos muslimah ini, dan dapatkan diskonnnya!

Arif Haliman - Owner Busana Muslim Bali

Tuesday, January 05th, 2010 | Author: Arif Haliman

Saya adalah orang yang cenderung suka berhemat. Tidak peduli kondisi keuangan sedang bagus atau jelek, berhemat adalah motto saya. Bahkan mungkin bagi beberapa orang, kehematan saya ini diartikan sebagai tindakan pelit.  Itu sah-sah saja, dan tidak menjadi masalah bagi saya. Baru menjadi masalah apabila orang itu kemudian menimpuk saya pakai batu, misalnya, sebagai ekses dari ‘kepelitan’ saya :) . Namun bagi saya, hemat juga bisa berarti minimalis. Hemat, juga bisa berarti kaya. Pernah dengar ungkapan Hemat Pangkal Kaya, bukan? Bagi saya yang seorang pengusaha, hemat adalah suatu keharusan.

Mengenai hemat ini, dalam kontek kehidupan sehari-hari, saya memaknainya sebagai sebuah gaya hidup. Hemat untuk saya bukanlah (syukur alhamdulillah) sebuah perjuangan berdarah-darah karena terpaksa oleh keadaan kemiskinan, tapi lebih kepada gaya hidup. Gaya hidup bukanlah sebuah hal eksklusif yang terkadang sulit untuk dimaknai dan diterapkan. Gaya hidup adalah sesuatu yang bisa diterapkan dengan mudah dan menyenangkan sehari-hari. Dan apabila kita bisa kontinu dan konsekuen dengan gaya hidup yang kita yakini itu, bisa dipastikan kita akan merasa bahagia.

Salah satu contoh kecil, bersepeda adalah salah satu kegemaran saya (Pengakuan: Sori, sudah 2 minggu terakhir ini kagak bersepeda. Pasca badan meriang 2 minggu kemarin, penyakit malas bersepeda belum hengkang dari diri saya, asli sulit sekali mengusirnya!). Dari kegemaran ini, saya menjadikannya sebagai gaya hidup. Disaat banyak orang menggeber sepeda motor atau mobilnya untuk pergi ke pasar atau toko dekat rumah, misalnya, saya lebih suka mengayuh sepeda saya. Saya merasa lebih puas apabila melakukannya dengan bersepeda daripada bermotor seperti itu. Saya bisa bergaya dalam hidup saya, salah satunya saya wujudkan dalam bentuk suka bersepeda.

Menjelang Lebaran, biasanya semua terutama wanita, sibuk sekali dalam berbelanja baju busana muslim khusus untuk menyambut Lebaran. Saya agak lupa kapan terakhir saya mimilih sendiri baju muslim Lebaran saya. Kalau toh saya akhirnya memakai baju baru Lebaran, tidak lain tidak bukan itu karena tiba-tiba istri saya menyodorkannya. Saya tidak minta, tapi memang istri saya saja yang baik hati menjadikannya ada. Karena memang kalau dia tidak melakukan itu, saya bakalan tetap berbahagia dengan baju muslim Lebaran entah yang tahun kapan ;)

Kembali ke masalah hemat, sebetulnya hal ini tidak jauh beda dengan hal bersepeda. Tergantung orang bagaimana memaknainya, bagi saya, sekali lagi, berhemat adalah gaya hidup. Sekali lagi, hemat bisa berarti minimalis. Tidak berlebihan. Dan ditengah-tengah semakin capeknya kita dalam hiruk-pikuk kehidupan yang semakin kompleks belakangan ini dengan berbagai temanya, rasa-rasanya dengan hidup tenang, hemat, dan minimalis bisa menjadi penawar yang sejuk untuk menjaga kondisi tubuh dan jiwa kita.

Dalam menerapkan pola hemat, jangan dibayangkan terlalu berat dan muluk bahwa kita harus bisa melakukannya dalam skala global. Bahwa kita harus bisa change the world. Tidak, tidak. Jangan seperti itu. Lakukan saja dalam skala pribadi dulu. Misalnya, dalam contoh pribadi saya, suka bersepeda karena tidak ingin lapizan ozon semakin menipis oleh asap kendaraan kita. Janganlah dahulu berpikir sejauh itu. Cukup pikirkan, tubuh akan keringatan sehingga sehat. Itu saja. Contoh lain, mengurangi menonton televisi atau bahkan meniadakannya, bukan karena PLN sedang dalam kesulitan serius, tapi karena ingin menambah porsi waktu membaca buku.

Banyak sekali yang bisa kita hemat dalam keseharian. Kadangkala kita sering melakukan pemborosan, karena edukasi membabi-buta yang dilakukan oleh gencarnya iklan, terutama iklan di televisi. Saya berpesan hati-hatilah kepada mereka. Tidak selamanya yang diedukasikan kepada kita sebagai calon konsumen mereka, betul-betul baik untuk kita. Ingat, sekali lagi mereka beriklan sekedar agar produk mereka laku. Berikut adalah beberapa yang bisa saya contohkan:

- Anjuran keramas setiap hari. Apakah perlu? Saya membuktikannya tidak perlu. Dua hari sekali cukup bagi saya.
- Anjuran menggosok gigi dengan odol dua kali sehari. Yang penting bukan odolnya, tapi kerajinan kita dalam menyikat gigi, meskipun tanpa odol.
- Menghisap rokok agar terlihat macho, perkasa, dan jantan. Walah..ini sih gak usah diterangkan lagi. Intinya, orang merokok dalah goblok!
- Minum vitamin tambahan dan penambah tenaga. Faktanya, nih suplemen sering memaksa organ jantung untuk bekerja teramat keras yang gilirannya justru menyebabkan semacam gagal jantung.
- Dll.

Sekali lagi, banyak sekali yang bisa kita hemat dalam keseharian. Mungkin bisa penggunaan pulsa henpon, uang transportasi kerja, uang bulanan kuliah, dsb. Mungkin juga berhemat dalam membeli barang-barang baru, sekiranya barang lama atau rusak masih bisa digunakan lagi. Atau, mengurangi konsumsi rokok dan acara makan malam diluar rumah, dari seminggu 2 kali, menjadi seminggu 1 kali saja.

Intinya, berhematlah dalam segala hal yang kamu bisa. Karena: Hemat Pangkal Kaya!

Arif Haliman - Owner Busana Muslim Bali

Saturday, January 02nd, 2010 | Author: Arif Haliman

Melewati tahun 2009 kemarin, rasa syukur tiada terkira saya panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan barokah yang selalu diberikan kepada saya dan keluarga. Tahun 2009 kemarin bisa kami lewati dengan baik. Sangat baik, malah. Baik dari sisi keluarga maupun bisnis. Terutama yang berkaitan dengan bisnis, seperti halnya para pelaku usaha lainnya, tutup tahun berarti melakukan hitungan-hitungan bisnis, seperti apakah tahun 2009 kemarin semakin untung ataukah buntung, dan apa yang sebaiknya dilakukan untuk menghadapi tahun 2010.

Sekali lagi, saya bersyukur bahwa tahun 2009 kemarin saya melewatinya dengan sangat baik. Bisnis rental car Bali saya yang telah berjalan secara penuh dan profesional dalam 3 tahun terakhir ini, syukur alhamdulillah sudah tembus Rp 1 milyar per tahun 2009 kemarin (kotor). Tepatnya adalah Rp 1,1 milyar. Dari tahun ke tahun alhamdulillah pendapatan kotor ini selalu meningkat. Saya memulai bisnis ini secara penuh dan profesional sejak awal tahun 2007.

Dengan pendapatan sebesar ini, saya masih saja suka terkejut-kejut. Bukannya apa-apa, hare gene, dimana wabah berbisnis via internet sudah semakin marak dan lumrah dilakukan oleh banyak orang, mestinya tidak perlu terkejut sebuah website bisa menghasilkan pendapatan sebesar itu. Maksudnya, sekali lagi, hal ini sudah biasa. Namun, begitulah, internet dan web pages (baik teori maupun praktek) yang sudah menjadi keseharian saya sejak masih dibangku kuliah, tetap saja mampu membuat saya terkagum-kagum, dan terkaget-kaget. Saya bisa menjadi orang yang begitu menghargai dan menjiwai adanya teknologi ini. Dan mungkin orang lain tidaklah sedalam ini bisa merasakan, sekaligus mengambil keuntungan dengan adanya internet :)

Mungkin pengambarannya mirip seorang pelukis kelas wahid. Dalam menilai sebuah obyek lukisan, dia bisa begitu menghayati, mendalami, mengapresiasi sekaligus memberikan komentar terhadap lukisan itu. Dia tumpahkan seluruh isi hatinya dalam sebuah uneg-uneg yang mungkin hanya dia sendiri (dan orang-orang seperti dirinya) yang bisa memahami. Pokoknya diatas langit. Orang awam? Buru-buru bisa mengerti, mungkin malah menganggap sang pelukis sudah gila, alias tidak waras. Begitulah..

Dibisnis ini, saya murni hanya di sewa mobil Bali. Maksudnya, saya tidak melakukan bisnis sampingan yang biasa menyertai bidang bisnis ini. Seperti melayani jasa penginapan atau hotel, jasa aktivitas seperti water sports, cruise, bungi jumping, dan sebagainya itu. Hal ini memang saya sengaja. Saya tidak ingin terlalu bias dan menjadi tidak fokus dengan bisnis utama. Lagipula, perhatian dan stamina saya harus juga terbagi untuk bidang bisnis saya yang lain yang insyaAllah juga semakin berkembang baik, yaitu Busana muslim.

Untuk bisa menghasilkan pendapatan sebesar itu per tahun, jangan dibayangkan saya melakukannya seperti orang kebanyakan. Saya melakukannya tidak terlalu serius, namun juga tidak membuatnya enteng. Saya menjalankan bisnis ini dengan cukup santai, riang, dan mungkin tanpa beban. Mungkin juga karena itu tadi, saya bisa menghayati dan menyenangi teknologi ini. Jadinya semuanya serba menyenangkan.

Berikut penggambaran singkatnya kalau diwujudkan dalam bentuk pertanyaan:

Q: Apa saya perlu kantor?
A: Tidak. Rumah kontrakan (insyaAllah bisa segera beli rumah sendiri ;) ) yang saya tempati ini adalah kantor saya. Tamu saya tidak perlu menemui saya di ‘kantor’ saya untuk urusan rental mobil. Kita bisa langsung bertemu di hotel atau bandara. Lantas, apakah perlu sebuah ruangan khusus nyama ber AC? Hehe, saya hanya menempati sebuah sudut ruangan rumah saya ini, dengan meja komputer disitu yang setelah saya ukur, dimensinya adalah: 80cm X 50 Cm).

Q: Apa saya harus menerapkan kerja jam 8 pagi selesai jam 5 sore?
A: Hehe..Tidak. Jam kerjanya seenak udel saya sendiri. Bahkan lokasi kerja juga seenak udel saya sendiri. Asalkan internet tetap ON, henpon tetap ON, my business can be done anytime, anywhere :)

Q: Apakah karyawan saya, misalnya ada 5 orang?
A: Wa ka kak…Kagak! Untuk bisnis Bali car rental saya ini, saya tidak punya karyawan. Bener? Bener! Saya sorangan wae (seorang diri) saja. Mulai mendisain situs, mempopulerkannya ke search engine, kemudian jawab email order, terima telpon, kirim sms, bahkan sampai menemui beberapa tamu, itusaya lakukan sendiri, tanpa karyawan sama sekali.

Q: Apakah saya bayar pajak tinggi?
A: Ehem..ini juga tidak. Berbisnis di internet, ini kalau dibilang ‘enak’, pastilah akan terhindar dari yang namanya pajak hehe. Jadinya uang bayar pajak bisa dialokasikan untuk mengembangkan usaha. Tapi, biarpun tidak pernah bayar pajak, tapi zakat berikut infak dan sedekah jalan terus lho.. :) Pasti! Bahkan saya merasa yakin, bahwa rutinitas inilah yang disertai syukur kepada tuhan membuat bisnis saya tetap terjaga. Tapi, kesannya kok seperti tidak cinta tanah air dan bangsa? Maafkan saya, memang sementara ini hanya mampu mewujudkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa, dengan kemampuan sekedar menarik dana / devisa dari luar negeri masuk ke Indonesia sejumlah tersebut diatas lewat para turis. Semoga saja ini juga bisa dibilang cinta tanah air dan bangsa.

Akhirnya, dengan semangat berbagi pengalaman untuk membuka mata bagi yang belum TAKE ACTION semoga tulisan ini bisa memberi inspirasi. Ayo, segeralah berbenah. Begitu banyak peluang bisnis (ONLINE atau OFFLINE) yang begitu menjanjikan berseliweran didepan mata.

Tidak usah sedih dengan perilaku para politikus kotor dan koruptor busuk di negeri ini, mereka akan segera lenyap. Tidak usah marah dengan berbagai sinetron yang cengeng dan meracuni, mereka akan segera ditinggalkan. Tak usah gundah dengan kemiskinan negara tercinta ini, kondisi ini akan segera berubah.

Pokoknya terus bekerja dengan baik. Mari kita bangun Indonesia tercinta, lewat jalan kita masing-masing, salah satunya adalah dengan menjadi usahawan yang jujur, unggul dan berguna bagi sesama! Semoga barokah dan rahmat Allah SWT senantiasa mengiringi hidup kita dan keluarga kita untuk tahun-tahun berikutnya. Selamanya. Amin.

Wednesday, September 02nd, 2009 | Author: Arif Haliman

Alhamdulillah..Hore..horeee..horeeee! Sepertinya hari ini adalah hari yang tepat untuk kembali menulis di blogku tercinta ini. Blog dengan titel From Bali with Love yang saya gawangi ini hanya mampu menghasilkan 2 postingan untuk bulan Agustus kemarin. Bali seorang blogger, produktivitas menulis seperti ini tidak pantas untuk ditiru apalagi diteladani. Hal ini sungguh diluar batas perikeblogeran :) . 2 biji posting saja dalam 1 bulan? Semoga lain bulan tidak lagi deh.

Saya pribadi sebenarnya kaget juga kok hanya bisa menghasilkan 2 tulisan untuk bulan Agustus kemarin? Padahal saya berharap blog ini seapes-apesnya kalau bisa minimal 5 buah tulisan dalam satu bulan. Saya menargetkannya minimal 10 tulisan. Syukur-syukur bisa lebih. Namun untuk bulan Agustus kemarin sepertinya saya memang benar-benar tidak mampu meningkatkan kuantitas tulisan saya. Sebagai bahan pembelajaran kedepan, ada baiknya saya menuliskan beberapa hal yang membuat aktivitas ngeblog saya menjadi tersendat.

Pertama (dan ini juga yang utama) sepertinya waktu saya banyak tersita untuk menghadapi high season di Bali kemarin. Seperti diketahui, pulau Bali sangat ramai dikunjungi wisatawan luar negeri pada bulan Juli-Agustus disetiap tahunnya. Dan alhamdulillah seperti biasanya, bisnis rental car Bali saya juga menuai dampaknya: terjadi lonjakan konfirmasi reservasi 2 kali lipat dari biasanya.

Terutama untuk bulan Juli, data para peminjam mobil melalui website saya lebih tinggi dibandingkan dengan bulan Agustus. Tapi meskipun bulan Juli sangatlah ramai, faktanya saya masih mampu untuk membuat tulisan minimal 10 buah di bulan itu. Sedangkan untuk bulan Agustus, meskipun juga sangat ramai, saya hanya mampu menghasilkan 2 buah tulisan. Artinya apa? Diawal-awal kesibukan (Juli) tenaga saya masih terjaga. Namun dipertengahan dan diakhir kesibukan (Agustus) tenaga saya melorot tajam. Akibatnya bisa diduga, sisa-sisa tenaga untuk menulis menjadi sirna tak berbekas :) Hal ini bisa juga disebabkan oleh kebosanan yang sudah menumpuk karena selama 2 bulan penuh fokus memaksimalkan reservasi website sewa mobil di Bali saya.

Yang kedua, ini juga yang menyebabkan produktivitas menulis saya menjadi tersendat. Hal ini ada hubungannya dengan postingan saya terdahulu yaitu mengenai cita-cita beranjak menjadi produsen busana muslim dan tidak lagi sekedar menjadi penjual. Ya saudara-saudara, dipertengahan bulan Agustus kemarin saya sudah mulai memproduksi baju muslim sendiri!

Sejak awal proses pembuatan sampai sekarang, karena ini adalah pengalaman pertama, saya harus rela pontang-panting antara toko kain, pihak tekstil, tukang jahit dan keluyuran ke pasar untukseperti misalnya sekedar menanyakan harga kancing baju, dan warna apa saja yang tersedia. Keluar masuk beberapa toko kain untuk menemukan harga terendah adalah tantangan tersendiri. Hasilnya, dari seluruh rangkaian proses ini, ada beberapa tahapan yang sempat meleset sehingga membuat saya sempat olahraga jantung, kuatir tidak bisa memenuhi harapan pemesan saya.

Baju yang saya produksi ini emang belum merek saya sendiri, tapi setidaknya saya terlibat didalamnya sejak cikal bakal baju ini masih dalam bentuk kain meteran sampai insyaAllah baju ini bisa dipakai dibadan. Baju ini adalah baju muslim semi gamis pesanan orang Singapura. Perihal dia bisa mengontak saya adalah karena dia menemukan website Muslim Busana saya, dan akhirnya datang ke Bali untuk sekalian kopi darat. Singkat cerita, kami berdua setuju agar saya sebagai supplier baju-baju muslim pesanan dia. Artinya, disini saya menjadi produsen. Baju muslim pesanan ini sampai sekarang belum jadi, tapi insyaAllah semoga awal minggu depan semuanya sudah kelar dan bisa segera saya kirimkan ke Singapura.

Yang ketiga, atau yang terakhir, sepertinya aktivitas saya untuk lebih mengoptimalkan website Hotel Bali saya juga tidak kalah menyita waktunya. Semangat baru di BaliHotelBooking.com ini yang dimulai awal bulan Juli kemarin masih terasa hingga sekarang, dan itu menuntut konsekuensi tinggi. Hasilnya memang sangat lumayan. Trafik naik, peringkat di search engine juga (sempat) naik, beberapa reservasi confirmed, dan yang tidak kalah penting, pundi-pundi Google Adsense saya dari chanel website Bali hotel booking ini semakin bertambah naik :) .

Well, akhirnya, di September Ceria ini, mohon doa restu agar produktivitas menulis saya di blog ini tetap terjaga, minimal 10 buah tulisan disetiap bulannya. Amin :)

Sunday, August 16th, 2009 | Author: Arif Haliman

Besok adalah ulang tahun negara Republik Indonesia tercinta. Ulang tahun yang ke 64 di tahun 2009 ini. Ulang tahun yang apabila disamakan dengan umur rata-rata manusia sekarang, usia ini sudah sangatlah renta. Sebuah usia yang semestinya sudah sangat arif bijaksana didalam menyikapi semua hal yang menerpa kehidupannya.

Sebagai warga negara Indonesia, saya sejujurnya harus mengakui bahwa saya belumlah menjadi warga negara yang baik, terutama status saya sebagai penuduk kota Denpasar ini. Satu saja contohnya adalah saya belumlah taat dalam membayar pajak. Motor bebek saya masih bernomor polisi ‘S’ (Mojokerto), dan bukannya ‘DK’ (Denpasar). Jadinya hasil pajak motor tersebut belum masuk di kas kota Denpasar.

Sebagai pelaku bisnis online sewa mobil di Bali dan penjualan baju muslim, saya juga hampir-hampir tidak pernah sepeser pun dalam membayar pajak. Dan mungkin juga masih ada beberapa contoh buruk yang lain, yang memberi saya rapor merah dalam rangka menjadi warga negara yang baik.

Sekedar catatan, khusus untuk bisnis online yang saya jalankan, saya kok memang tidak melihat adanya celah bagi saya untuk membayar pajak. Maaf lho ya, tolong saya dikoreksi karena saya masih minim informasi mengenai pajak ini :)

Karena online, saya memang tidak perlu menyewa / membuka toko di pinggir jalan. Karena berpartner dengan rekan lain yang sudah mempunyai usaha yang resmi terdaftar, saya tidak perlu lagi mendaftar ijin usaha baru. Karena saya sudah membayar zakat 2,5% dari setiap pendapatan saya, maka saya tidak perlu membayar pajak (ops, maaf kalau ada yang kurang berkenan dengan statemen terakhir saya :) ).

Dikaitkan dengan kegiatan bisnis (online) saya, sebagai warga kota Denpasar pada khususnya, dan sebagai warga negara Indonesia pada umumnya, setidaknya saya masih bersyukur bahwa saya tidaklah terlalu buruk untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan kota Denpasar ini. Saya inginnya berbuat banyak untuk kota dimana saya tinggal. Semacam give and take lah, masak saya tidak pernah memberi sama sekali padahal saya sudah menerima banyak sekali. Apa kata dunia???

Untuk kegiatan bisnis penjualan baju muslim online yang saya geluti, diskala lokal kota Denpasar, setidaknya saya sudah ikut meramaikan lalu lintas jasa kurir / kargo baik untuk tujuan domestik maupun luar negeri. Sekedar informasi, saya dan istri hampir tiap hari harus pergi ke Tiki dan Kantor Pos untuk mengirim paket ke pelanggan-pelanggan kami di seluruh Indonesia, dan kawasan ASEAN. Sementara untuk skala nasional, saya tentunya sudah ikut meramaikan kegiatan perdagangan garmen atau tekstil di Indonesia (yang memang sudah sangat produktif) berikut dengan segala pernak-perniknya. Istri saya hampir tiap hari melakukan order barang ke pusat (seringnya di Jakarta, Bandung dan Surabaya) untuk dikirim ketempat kami di Denpasar, dan kemudian kami kirimkan lagi ke para pelanggan.

Untuk kegiatan bisnis rental car Bali saya, bisa dikatakan sedikit banyak saya sudah ikut menggairahkan dunia pariwisata di Bali, khususnya dibidang transportasi. Secara tidak langsung saya ikut meramaikan bisnis penjualan mobil, baik baru atau bekas, melalui dealer atau showroom. Secara langsung saya bisa berbahagia bisa memberi pekerjaan kepada beberapa rekan-rekan yang berprofesi sebagai driver untuk mengantar tamu-tamu saya berlibur di Bali.

Pesan yang ingin saya sampaikan disini adalah mengajak kita semua untuk sejenak saja merenung. Bahwa besok adalah Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 64. Pada tahun 2009 ini usia negara Indonesia sedang menuju masa pendewasaan setelah melalui berbagai peristiwa yang luar biasa sebelumnya. Sebagai warga negara yang baik, hendaknya kita berusaha untuk selalu memberi kontribusi nyata kepada pembangunan negara ini untuk menuju sebuah negara yang insyaAllah semakin Religius, Mandiri & Bermartabat.

Merdeka!

Saturday, May 02nd, 2009 | Author: Arif Haliman

Kamu kaum hawa? Berbusana muslim dalam keseharian? Suka main internet? Selamat! Semoga kamu beruntung dan mendapat rahmat Allah SWT atas semua itu :) . Namun tentunya kebangetan kalau belum pernah tahu, atau setidaknya mendengar, produk busana muslim merek Manet. Kalau ngakunya sering main internet, mestinya salah satu cara belanja busana muslim kamu sudah tidak melulu konvensional, seperti membeli busana muslim di toko langganan, di pasar atau di mall, misalnya. Namun sudah via internet.

Saat ini berbelanja secara online sudah jamak dilakukan. Tidak terkecuali berbelanja kebutuhan busana muslim. Manet busana muslim adalah salah satu produk busana muslim yang sangat dikenal luas, utamanya di media internet. Mengapa kok bisa dikenal luas secara online di internet? Itu tidak lepas dari peran dan strategi sang owner yaitu Badroni Yuzirman. Kamu tahu Badroni Yuzirman? Well, sebaiknya saya tidak panjang lebar menjelaskannya. Silakan cari tahu mengenai dia langsung di http://roniyuzirman.blogspot.com/.

Nah, sudah kunjungi website diatas? Kamu yang pernah berbelanja busana muslim via online, mestinya pernah ‘mendarat’ di satu atau lebih website busana muslim yang menjual produk Manet. Atau jangan-jangan malah, kamu sudah pernah membeli produk Manet Busana Muslim di website penjualan busana muslim milikku ? Hehe..kalau sudah selamat! :) . Makanya tadi saya bilang kebangetan kalau belum pernah tahu atau setidaknya mendengar produk Manet busana muslim. Mengapa? Sang owner ini soalnya sudah sangat terkenal di jagat online, utamanya sebagai seorang usahawan atau businessman. Badroni Yuzirman, yang dulunya pernah berdagang di kawasan Tanah Abang Jakarta namun sempat kolaps, sangat piawai dalam menulis. Salah satu buktinya adalah blog dia yang saya tunjukkan diatas.

Lebih dari itu, dia juga sangat piawai dalam memprovokasi orang agar sebaiknya buka usaha saja deh (dan memberi gaji), bukan sekedar menjadi karyawan (dan meminta gaji). Mau tahu buktinya? Komunitas Tangan Diatas menurut saya adalah salah satu karya fenomenalnya.

Manet busana muslim adalah salah satu bentuk lain dari karyanya. Merek ini adalah merek dari busana muslim yang meliputi produk gamis, setelan, blus, celana dsb. Salah satu website yang menjual produk Manet ini adalah Manet Busana Muslim. Oleh karena merek ini dimiliki oleh seorang yang piawai dalam menulis (bali blog maupun buku) dan berbisnis, jadilah produk dengan merek ini sangat dikenal luas di internet oleh pada muslimah khususnya yang berbusana muslim dalam kesehariannya.

Selain itu sang owner juga kerap tampil di berbagai undangan dalam bentuk seminar ataupun talk show di televisi. Kamu tahu Itang Yunaz? Ya, disainer baju kondang sekaligus pemilik merek Preview itu pernah satu acara di televisi dengan Badroni Yuzirman. Dan saking tertariknya Itang Yunaz kepada Badroni Yuzirman, dia sampai berkeinginan untuk membuatkan beberapa disain khusus untuk produk Manet. Dahsyat!

Seperti sudah saya singgung diatas, sekarang sudah jamak sekali seorang muslimah yang tampil semakin anggun, modis sekaligus syar’i dengan dibalut busana muslim dalam keseharian. Seorang muslimah sekarang ini sudah tidak ragu lagi dalam menampilkan identitas keislamannya. Sudah berbalut busana muslim syar’i, dan gape berinternet lagi. Kurang apa? Nah, selagi berkesempatan, sudilah kiranya untuk meluangkan waktu berbelanja Manet Busana Muslim di website jualan baju muslim ini :) .

Ayo, buruan beli..! (Kayak iklan tivi aja..).

Wednesday, April 29th, 2009 | Author: Arif Haliman

Datang lagi kulakan busana muslim SIK Clothing hari ini. Tidak begitu banyak untuk ukuran kami. Namun seperti biasanya apabila datang kiriman dalam jumlah ratusan seperti yang terlihat pada gambar disamping, saya dan istri akan sangat sibuk. Terutama untuk order dalam jumlah besar (grosir), hal seperti ini bisa menyita waktu kami seharian. Tersitanya waktu untuk menangani order grosir seperti ini membawa kesibukan yang bermacam-macam, seperti melakukan packing termasuk menjahitnya, melakukan pengelompokan berdasarkan kode barang, mencetak invoice, dll. Pokoknya zuper zibuk dah :) .

Belum lagi keusilan anak balita kami (si Tika) yang kerap ‘mencuri’ peralatan jahit-menjahit, spidol, solasi, pulpen, dsb. Nih anak hobi sekali membawa lari alat-alat tersebut justru disaat kita hendak memakainya. Tampaknya dia bahagia sekali bisa dengan sukses menggoda kami berdua seperti itu ;) . Dan dia bisa tertawa dengan sangat puasnya apabila saya atau istri sudah mulai mengejar dia untuk merebut kembali peralatan itu :) . Dan biasanya pula, karena istri jauh lebih sibuk daripada saya dan tingkat stresnya lebih tinggi, menggunakan senjata terakhir kalau anak ini susah ditangkap: Cubit!

Tapi sesibuk dan semenderitanya (*halah*) kami untuk menangani urusan order seperti itu, tetap saja bahagia. Ya iyalah, masak barang laku dan terima uang gak bahagia :) . Sibuk model gini adalah Problem. Namun kebanyakan orang yang berkecimpung dalam bisnis, menamakannya Happy Problem! Sebuah masalah, namun masalah ini bisa mendatangkan kesenangan dan kebahagiaan.

Biasanya apabila paket datang pada siang hari atau sebelum jam makan siang, kami akan bisa mengepaknya sejak paket tersebut datang, dan langsung ngacir ke kantor pos untuk dikirim lewat sana. Kebetulan orang yang mengorder secara grosir kaos busana muslim SIK Clothing ini dari Malaysia, sehingga harus dikirim via pos (EMS International) yang lebih cepat, murah dan reliable dibanding jasa pengiriman paket keluar negeri oleh perusahaan lain.

Ngomong-ngomong mengenai produk busana muslim dengan bahan dasar kaos, sepertinya merek SIK Clothing setidaknya sampai saat ini menduduki peringkat pertama dalam hal penjualan. Saya kurang begitu tahu dengan website-website lain yang juga menjual busana muslim kaos ini, namun yang terjadi di website website jualan baju muslim saya, untuk bahan kaos SIK Clothing masih menduduki peringkat pertama.

Sebetulnya ada merek lain yang berbahan kaos seperti Qirani dan OsMoes. Dan walaupun dari segi penjualan kedua merek ini juga semakin menunjukkan peningkatan permintaan, namun masih kalah oleh SIK Clothing. Pengamatan selintas saya sepertinya SIK Clothing lebih banyak pilihan model dan warna. Disamping itu harga ecerannya yang relatif lebih murah daripada Qirani, OsMoes maupun Shabrina lebih memiliki daya tarik kepada para pembelinya. Memang untuk urusan bahan, Qirani dan OsMoes lebih baik dan lebih nyaman dipakai, oleh sebab itu kemungkinan harganya relatif diatas SIK Clothing.

Terus bagaimana dengan impian saya kedepan yaitu menjadi produsen busana muslim merek sendiri? Hehe..Ditunggu ya..Alasannya masih sibuk urusan lain nih ;) .

eXTReMe Tracker