Tag-Archive for » bali car rental «

Friday, January 29th, 2010 | Author: Arif Haliman

Saat ini, terbuka kesempatan lebar untuk menjadi seorang TKI atau Tenaga Kerja Indonesia. Namun, TKI jenis ini berbeda dari yang kebanyakan. Untuk menjadi tipe TKI yang saya maksud, tidak perlu harus melalui berbagai aturan yang ruwet, njelimet dan sering bikin kebelet. Seperti diketahui, keruwetan itu tidak saja terjadi ditingkat birokrasi pemerintahan, namun juga ditingkat PJTKI (Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia). Apalagi ternyata kalau PJTKI itu adalah yang palsu, dijamin semua jenis keruwetan yang saya sebut tadi, akan bernilai kuadrat.

Nah, agar terhindar dari berbagai macam keruwetan seperti diatas, segeralah beralih menjadi apa yang saya sebut dengan TKI Maya. Jenis tenaga kerja Indonesia model ini saya yakin jumlahnya sekarang sangat bejibun. Hal ini berbanding lurus dengan dengan semakin berkembangnya dunia internet di Indonesia. Dari sekian banyak warga negara Indonesia yang berprofesi seperti ini, saya adalah salah satunya :)

TKI konvensional yang bekerja diluar negeri seringkali disebut sebagai pahlawan devisa. Ini adalah sebutan yang sangat mulia. Betapa tidak? Triliunan rupiah tiap tahun bisa mereka ‘larikan’ ke Indonesia, sebagai upah yang diterima selama bekerja disana. Terlepas dari berbagai sunatan upah yang kerap dilakukan oleh agen atau cukong mereka yang begitu kurang ajar, mereka memang benar-benar pantas menyandang sebutan pahlawan itu: Pahlawan Devisa.

Saya tidak mau ketinggalan oleh mereka. Saya juga ingin sekali mendapatkan sebutan mulia itu. Yaitu, Pahlawan Devisa. Ini, bolehlah disebut, sebagai salah satu perwujudan rasa cinta tanah air dan bangsa saya kepada Indonesia tercinta. Dan itu telah saya lakoni. Lantas, apakah untuk mendapatkan sebutan itu, saya harus bekerja di luar negeri, seperti Malaysia, misalnya? No-no-no. Nehi! Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada para TKI konvensional, saya lebih memilih cara yang lebih smart dan elegan: Memasang iklan Google Adsense :) .

Dengan memasang iklan Google Adsense di berbagai situs milik saya, apabila ada pengunjung yang melakukan klik di iklan tersebut, maka saya akan mendapatkan beberapa sen, atau dolar. Semakin banyak klik, semakin banyak dolar yang akan dibayarkan kepada saya. Dolar-dolar itu berasal dari Amerika (Google asalnya memang Amerika), dan dikirimkan kepada saya di Indonesia. Itu artinya adalah devisa. Devisa sangat penting bagi negara, baik sebagai dana cadangan atau stabilisator nilai mata uang dalam negeri. Pengertian gampangnya, dikaitkan dengan naik turunnya nilai rupiah, ini bisa membuat nilai rupiah semakin naik terhadap dolar :)

Seperti yang baru saja saya lakukan tadi pagi. Sebuah cek (dalam bentuk Western Union) langsung bisa saya cairkan di Kantor Pos, setelah malam sebelumnya saya tahu bahwa Google telah mengirimkan ‘upah’ saya untuk bulan ini, karena telah melebihi nilai minimal pencairan, yaitu USD 100. Jumlahnya tidak banyak, hanya USD 114,67 (pas saya cairkan tadi, saya terima dalam bentuk Rupiah, Rp 1.048.000). Saya terima utuh, tanpa potongan, dan saat itu juga. Untuk jadi TKI konvensional, sunatan atau penundaan upah jamak terjadi. Kasihan sekali mereka itu. Oleh karena itu, segeralah beralih menjadi TKI maya :) . Kalau dirata-rata, tiap 2,5 bulan sekali alhamdulillah saya pasti menerima ‘upah’ itu dari Google. Jumlahnya berkisar sejumlah diatas. Alhamdulillah, walaupun sedikit, bagaimanapun juga, gelar Pahlawan Devisa itu telah saya sandang. Cihuy..!!! Duh bangganya ;) ;) .

Sekali lagi, saya yakin, apa yang saya lakukan ini juga telah banyak dilakukan oleh warga negara Indonesia yang lain. Banyak dari mereka yang juga mencoba peruntungan di Google Adsense, dan berusaha sekuat tenaga untuk menjadi TKI maya, TKI yang menghasilkan devisa. Kalau dolar yang saya hasilkan begitu kecil, semestinya tidak menjadi masalah, apalagi ini hanyalah pendapatan sampingan. Namun, bagaimana kalau jumlah pendapatan Adsense saya yang sekecil itu, dikalikan dengan ratusan atau ribuan TKI maya lainnya? Jumlahnya akan membuat kita geleng-geleng kepala.

Sebetulnya, untuk menjadi TKI maya tidak hanya dari Google Adsense. Begitu banyak hal-hal lain yang bisa kita lakukan. Misalnya melakukan bisnis online. Apa yang bisa dibisniskan? Apa saja. Beragam produk dan jasa bisa dipasarkan dengan mudah lewat internet. Hanya untuk membuat kamu lebih mudah mengerti, saya contohkan, seperti yang telah saya lakukan dengan berbisnis busana muslim dan Bali car rental.

Untuk busana muslim, kurang lebih sekitar 5% pembelinya berasal dari luar negeri kayak Malaysia, Singapura, Amerika. Sebuah jumlah yang kecil. Namun lumayanlah, daripada tidak menyumbang devisa sama sekali untuk negara :) . Untuk rental car Bali, kurang lebih 90% pelanggan saya berasal dari luar negeri. Artinya, devisa yang saya hasilkan, syukur alhamdulillah, lebih besar dari bisnis busana muslim tadi.

Namun, sekali lagi, tidak penting apakah kecil atau besar devisa yang mampu kita hasilkan untuk negara. Karena walaupun kecil jumlah yang bisa kita hasilkan, namun kalau itu dilakukan oleh ratusan atau ribuan warga negara lainnya, jumlahnya akan sangat besar. Yang terpenting adalah, tiap individu dari kita semua, sedapat mungkin bisa menghasilkan devisa bagi Indonesia.

HIDUP TKI MAYA!

Thursday, December 03rd, 2009 | Author: Arif Haliman

Sudah kurang lebih 3 bulan ini saya memiliki mainan baru: Yup, GPS (Global Positioning System). Sistem pemetaan secara global ini saya beli sebagai value added (nilai tambah) layanan sewa mobil di Bali via website milik saya. Sebagai value added, ditilik dari sisi ROI atau return of investment, ternyata fungsinya sudah melebihi itu. Peta digital ini sepertinya malah bisa digunakan sebagai bisnis sampingan :)

Sebenarnya, sudah sekitar awal tahun ini saya sangat tertarik dan berkeinginan untuk membeli barang ajaib ini. Pasalnya, beberapa email yang masuk untuk booking rencal car di Bali melalui website saya, beberapa diantaranya mananyakan apakah kami bisa juga menyediakan layanan unit GPS. Karena tidak memilikinya, waktu itu saya selalu beralasan dengan asal menjawab: Acually, the best GPS is the locals you meet on the street hehe..

Kedengaran seperti jawaban ngeles dari ketidakmampuan menjawab yang sesungguhnya. Namun bisa juga benar karena jurus itulah yang selalu saya pakai kalau berada di sebuah tempat yang saya sama sekali gak ngerti dimana. Terlepas dari itu, saban kali ada calon penyewa yang menanyakannya, jawaban seperti itulah yang selalu saya berikan. Beberapa tamu mengamininya, namun lebih dari itu kemudian malah tidak membalas sama sekali email saya, menguap entah kamana. Akhirnya, sambil senantiasa berdoa kepada Yang Kuasa agar diberi kelonggaran modal dan terutama alokasi waktu, akhirnya sejak 3 bulan terakhir ini saya bisa juga memilikinya hehe :)

Sampai dengan saat ini, saya sudah memiliki 2 unit GPS yang keduanya saya rentalkan bersamaan dengan mobil sewaan saya. Saya membelinya dengan harga per unit Rp 2.050.000. Namun, untuk pembelian berikutnya, saya mendapatkan potongan harga menjadi Rp 1.800.000 karena penjualnya sedang promosi. Kalau kamu berminat membeli unit GPS secara online, saya sarankan untuk membelinya di PusatGPS.com . Layanannya ok, cepat serta tanggap terhadap keinginan konsumen. Base camp mereka ada di kota Malang Jawa Timur, namun di Bali sini sepertinya juga ada cabang mereka.

Setahu saja sampai saat ini, mereka menjual berbagai unit GPS dengan harga yang relatif paling murah. Dengan 4 buah software atau perangkat lunak yang sudah terinstal di masing-masing unit, GPS ini sudah melebihi dari yang diharapkan. Ke 4 perangkat lunak tersebut adalah Garmin, iGo, MioMap dan Amigo.

Membawa benda ini selamat berkendara (mobil) memberi sensasi tersendiri. Kita akan disuguhi informasi yang sangat akurat mengenai contohnya, berapa meter / kilometer lagi harus belok kanan, di belokan mana kita harus berputar, berapa lama perkiraan kita akan tiba di tempat tujuan, dsb. Tidak kurang informasi seperti berapa meter / kilometer lagi pompa bensin berada, atau tempat makan, rumah sakit serta tempat menarik lain akan terpampang dilayar monitor. Bagi yang suka kencing selama berkendara jauh, seperti perjalanan antar kota atau pulau, mengetahui dimana posisi-posisi pompa bensin secara tepat yang selalu menawarkan toilet gratis dijamin akan membantu sekali ;)

Pokoknya dengan membawa benda ini, dijamin kita akan sampai ditempat tujuan, walaupun bahkan kita belum pernah sekalipun mengunjungi tempat itu, atau belum pernah berkendara di kota / tempat itu. Tidak perlu kuatir tersesat. Peta jalan terhampar dengan jelas di layar monitor dan bersifat dinamis. Peta kertas mah bisanya diem aja. Kalaupun misalnya kita salah arah (mungkin grogi harusnya belok di tikungan pertama, tapi kita malah lurus saja), gambar peta akan di re-calculated atau dipetakan ulang secara otomatis. Itulah makanya, para turis di Bali, terutama yang menyewa mobil dan menyetir sendiri lewat Bali car rental website saya, GPS ini menjadi favorit mereka.

Seringnya saya dengar komentar mereka mengenai GPS adalah: It makes your life easier..

Thursday, November 26th, 2009 | Author: Arif Haliman

Iseng buka-buka Yahoo UK & Ireland, saya menemukan sebuah artikel yang berjudul 10 cheap country to visit now yang membahas mengenai kamana sebaiknya para calon pelancong negara Inggris dan juga negara Eropa lainnya saat ini. Penyaranan tempat melancong (holiday destination) ini lebih didasarkan kepada negara-negara tempat tujuan wisata yang berharga murah. Tapi tentu saja tidak sekedar murah, namun tetap memberikan pengalaman berlibur yang menyenangkan mengingat bagaimanapun juga tempat wisata dinegara-negara tersebut tidaklah ‘murahan’.

Kenapa kok negara-negara tersebut masuk kategori murah? Tidak lain tidak bukan karena saat ini menurut situs Yahoo! UK Travel, mata uang negara-negara tersebut sedang mengalami penurunan nilai terhadap Euro ataupun Dolar. Ditengah masih berlangsungnya krisis global dimana Amerika paling parah dalam menanggungnya dan Eropa yang masih perkasa menghadapinya, jelas masuk akal kalau para pemilik euro dan dolar bisa plesir berwisata ke suatu negara yang mata uangnya masih jatuh secara jauh lebih murah.

Ke 10 negara murah yang disarankan untuk dikunjungi itu pertama adalah Meksiko dengan Cancun-nya yang sangat menawan. Penerbangan ke Meksiko sekarang ini sedang sangat murahnya. Alhasil, kesempatan bagi warga Eropa untuk berwisata menikmati pemandangan pantai yang eksotis dan olahraga air kelas dunia menjadi terbuka lebar.

Negara ke 2 adalah Islandia. Kebekuan finansial secara berkala disana menyebabkan ekonomi sulit. Karenanya, berwisata di air panas alami dan baluran pemandangan lava disana akan sangat menarik karena segalanya murah. Negara ke 3 adalah Turki. Negeri mayoritas Muslim yang masih berusaha terus bergabung dengan Uni Eropa ini tergolong lebih murah dibanding negara Eropa lainnya. Tapi itu diprediksi tidak berlangsung lama karena pesatnya pembangunan disana. Istambul menawarkan berbagai keeksotisan dunia bagi para pengunjungnya.

Afrika Selatan adalah negara ke 4. Depresiasi mata uang Rand terhadap British Sterling membuka kesempatan buat para pelancong pergi kesana. Kruger National Park adalah andalannya diantara berbagai wisata alam lainnya. Meskipun penerbangan masih tergolong mahal, namun akomodasi termasuk hotel dan villa sedang murah-murahnya. Negara ke 5 yaitu Bulgaria. Persiapan mata uangnya yang akan bergabung dengan zona Eropa membuatnya segera membuat mahal harga-harga lainnya. Sebelum masa itu datang (tahun 2012), Bulgaria yang termasuk kategori murah sekarang, sebaiknya secepatnya untuk dikunjungi untuk menikmati wisata pegunungan yang maha tinggi menembus langit.

Berikutnya, atau negara ke 6 adalah Mesir. Sudah tidak perlu dijelaskan lagi betapa indahnya negeri Mesir ini. Pantai-pantai berpasir putih dan tempat-tempat peninggalan sejarah adalah andalannya. Jangan lupakan juga tentang olahraga air seperti scuba diving atau snorkelling disana. Tunisia menjadi negara ke 7 dengan harga akomodasi dan makanan yang sangat murah sehingga menarik untuk dikunjungi. Disana banyak menawarkan pemandangan matahari terbit dan tenggelam yang spektakuler. Juga layanan spa yang memanjakan, dsb.

Yang ke ke 8 adalah Kroasia. Banyak menawarkan hotel skala tingi yang berharga murah untuk ditinggali. Disarankan untuk berkunjung di sekitaran April - Mei, atau September - Oktober. Negara ke 9 adalah Thailand. Yup, kita tahu dari berbagai berita bahwa sedang terjadi gejolak yang kontinu disana. Politik yang tidak stabil menyebabkan ekonomi tersendat sehingga menyebabkan nilai mata uang Baht turun. Thailand banyak menawarkan wisata seperti halnya Bali dengan keindahan alam dan budaya unik masyarakatnya. Namun dari semua hal yang ada, Bangkok dan Pattaya adalah dua tempat yang harus dikunjungi.

Bagaimana dengan negara ke 10? Tidak ada. Warga Eropa hanya disarankan untuk membuka mata lebar-lebar lewat berbagai informasi yang ada, siapa tahu ada tempat atau negara lain yang murah untuk dikunjungi.

Menyikapi artikel Yahoo ini, saya hanya berkomentar, syukur Alhamdulilah Indonesia, termasuk Bali didalamnya, tidak masuk negara atau tempat tujuan wisata yang murah. Bukannya apa-apa, ini menunjukkan bahwa Bali masih berkelas. Bali masih menunjukkan kelasnya sebagai tempat wisata yang tidak murahan. Dampak dari ini adalah, saya dan para pelaku pariwisata di Bali pada khususnya, bisa dibilang kesejahteraan hidupnya berpeluang tetap terjaga. Karena kita masih bisa menjual produk-produk wisata kita dengan harga tinggi, yang artinya pendapatan atau income kita juga akan tetap tinggi. Situs Bali car rental saya yang sempat menurun di masa low season Oktober-November sekarang ini, alhamdulillah sudah mulai bergairah kembali menyambut peak season Desember.

Fokus kita tentang pariwisata Bali seharusnya adalah: Dengan tetap mempertahankan kelasnya yang bernilai lebih ini. Tidak murahan yang berakibat murahan, dan tidak mahalan yang berakibat dijauhi turis.

Category: Opini  | Tags: ,  | Leave a Comment
Sunday, November 01st, 2009 | Author: Arif Haliman

Pasca Lebaran kemarin saya baru saja membelisebuah sepeda gunung Polygon. Seri yang saya pilih adalah Premier 3.0. Dengan warna dominan gelap (hitam muda dan abu-abu) di seluruh bodi sepeda termasuk velg bannya, saya merasa cocok dengan tampilan sepeda ini. Saya membelinya seharga 2.300.000 Rupiah. Dan sudah beberapa hari terakhir, sepeda ini telah menjadi tungganggan favorit saya.

Hampir saban pagi disaat embun dan udara kota Denpasar masih bersih, hampir bisa dipastikan saya bersama sepeda saya ini terlihat menyusuri daerah sekitaran Pemogan dan Taman Pancing. Tidak lain tidak bukan adalah untuk berolahraga. Bersepeda selama 30 menit saya jamin sudah bikin keringat kamu bermunculan, walaupun di pagi hari. Setelan favorit saya untuk roda depan adalah gigi 2 (3 paling berat) dan roda belakang adalah gigi 6 (7 paling berat). Kadang juga saya turunkan ke 5 atau malah 4, kalau medannya menanjak dan napas sudah ngos-ngosan :)

Bersepeda adalah kegiatan yang sangat menyenangkan, terutama kalau dilakukan pada pagi hari yang masih udara masih segar dan relatif sepi lalu lintas. Kegiatan ini bisa membuat pikiran ringan, otot-otot terutama sekitar kaki bergerak aktif, dan juga menyehatkan jantung. Otot bahu juga berpotensi menjadi kekar. Tidak lupa, kita bisa berlatih mengatur pernapasan secara efektif dan efisian. Kesemuanya itu, ujung-ujungnya, membuat aktifitas kegiatan kita sehari-hari dipenuhi optimisme dan semangat tinggi.

Sebenarnya, bersepeda sudah sangat saya dambakan sejak dulu. Hanya susah sekali menemukan sebuah momentum yang tepat untuk mewujudkannya. Apalagi sebelumnya, berjalan kaki atau joging yang juga salah satu kegiatan favorit saya masih nyaman untuk dilakukan. Sampai pada akhirnya, setelah kegiatan joging ini sudah mulai semakin berkurang, akhirnya datang juga momentum atau keinginan kuat untuk segera memiliki sepeda.

Sejujurnya, dibanding bersepeda dengan joging, saya masih fanatik joging. Olahraga berjalan kaki ini (apalagi dilakukan tanpa memakai alas kaki), adalah olahraga termurah namun dengan efek sangat dahsyat. Salah satunya, joging yang dilakukan pada pagi hari secara rutin bisa membuat pekerja kantoran tidak lagi menguap tanda mengantuk pas sedang bekerja di kantor. Ini saya buktikan sendiri sewaktu dahulu masih menjadi karyawan. Joging hampir selalu saya lakukan saban pagi yang foto lokasinya bisa dilihat disini dan disini. Kantuk hilang, dan semangat kerja membara. Suer!

Namun lambat laun dengan pertimbangan kalau setiap hari harus pergi ke lapangan Puputan Renon Denpasar untuk berolahraga, rasanya berat juga. Akhirnya kegiatan joging ini saya lakukan disekitaran rumah. Hanya saja, saya harus realistis. FYI, di Bali ini kan banyak sekali anjing berkeliaran. Nah, yang bikin ngeri adalah pas lagi enak-enaknya jalan kaki, tuh para anjing juga ikut mengejar dibelakang kita! Dikejar saja sudah ngeri, gimana kalau kita berhasil digigitnya?? Dengan semakin merebaknya wabah rabies dari yang diakibatkan gigitan anjing, saya harus berpikir ulang untuk meneruskan kegiatan ini secara kontinu. Itulah salah satu momentum yang membuat saya untuk beralih ke bersepeda dan hanya sesekali olahraga jalan kaki.

Eniwe, kegunaan lain dari bersepeda, setidaknya bagi saya, bisa menghemat BBM. Saya bisa pergi ke minimarket atau sekedar beli martabak di pasar senggol dekat rumah, bisa hanya dengan bersepeda. Janjian ketemu teman untuk bersua tak jauh dari rumah, bisa dengan bersepeda. Bahkan tidak jarang, aktifitas mengantar mobil untuk tamu saya di sekitaran Kuta, tidak lupa saya angkut juga Polygon saya dibelakang mobil, agar balik pulangnya tidak usah dijemput istri, tapi bisa dengan bersepeda.

Seperti halnya hari minggu pagi tadi. Ada salah satu tamu rental car Bali saya mengembalikan mobil di airport pukul 08.00. Ya sudah, sejak pukul 06.30 saya sudah mulai berangkat menuju bandara Ngurah Rai Bali dengan naik sepeda. Enaknya apa? Badan sehat, tidak perlu bayar loket masuk sepeda motor, dan bisa bikin bule pelanggan saya itu menepuk-nepuk bahu saya tanda salut: ‘How come you ride the bike to collect the car here in the airport? But it is totally good for you!

Hehe..belum tahu dia ;)

Category: Pribadi  | Tags: , , ,  | 3 Comments
Sunday, July 05th, 2009 | Author: Arif Haliman

Ya, saya merasakan adanya semangat baru di website Bali hotel saya yaitu BaliHotelBooking.com. Semangat baru ini timbul karena akhirnya kelar juga merampungkan database hotel Bali dari pihak ketiga (Travelocity) dan kemudian menghubungkannya di website Bali hotel saya ini. Dengan adanya database dari Travelocity ini, faktor yang paling enak bagi saya adalah, bahwa hampir semuanya - mulai dari urusan kontak hotel sampai tagihan kartu kredit - ditangani oleh pihak Travelocity.

Mengapa hal ini kemungkinan bisa terjadi ? Sebabnya pihak Travelocity menyediakan sebuah booking engine yang didalam sistem ini memungkinkan para calon tamu untuk melakukan cek secara langsung (real time) apakah kamar di hotel X yang mereka inginkan pada periode tertentu sedang tersedia (available) atau tidak. Kalau akan tersedia maka silakan isi data kartu kredit dan submit form onlinenya. Kalau tidak, ya silakan cari kamar hotel lain yang mungkin tersedia pada periode yang sama. Pendeknya, calon tamu bisa langsung mendapatkan instant confirmation atau konfirmasi langsung secara pasti apakan kamarnya tersedia atau tidak. Cool, huh?

Sekedar informasi, website Bali hotel booking milik saya ini sudah sangat lama mangkrak alias menganggur. Memang disana sebelumnya terlihat seakan-akan ‘hidup’ dan menerima reservasi dengan normal. Padahal sebetulnya tidak. Kalau ada email booking biasanya saya biarkan saja. Lha gimana mau mem-follow up email itu kalau kontrak rate dari hotel saja tidak punya? Akhirnya ya gitu deh, sejak awal pembuatannya tahun 2005 sampai sekarang website mengenai hotel di Bali ini seperti hidup segan mati tak mau :) .

Nah, akhirnya sejak awal Juli 2009 ini, terinspirasi oleh sebuah website papan atas di Google yang juga mengenai Bali hotel, akhirnya saya rampung juga menemukan cara bagaimana agar website tentang Bali Hotel ini kalau ada email masuk, terus akan ada yang merespon balik ke tamunya, syukur-syukur kemudian tamunya melakukan konfirmasi, dan uang komisi akhirnya kudapat :) . Travelocity adalah jawabnya. Hip..hip..hurraaa!

Dengan adanya database hotel dengan fasilitas konfirmasi ketersediaan kamar live ini, saya berharap untuk bisa mengembangkan diri untuk terjun ke dunia bisnis pariwisata khususnya di Bali. Syukur alhamdulilah Bali sudah pulih lagi dari hantaman bom 2 kali berturut-turut sebelumnya. Indikasi bahwa pariwisata Bali sudah pulih kembali adalah jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang tertinggi pada peak season akhir tahun 2008 yang lalu. Dan sepertinya masih stabil untuk memasuki separuh tahun 2009 ini. Kunjungan wisatawannya tertinggi melebihi masa sebelum adanya bom Bali, atau bahkan malah sejak adanya pulau Bali hehe.. :)

Saya bisa merasakan dan melihat secara langsung indikasi masih stabilnya kunjungan wisatawan luar negeri ke Bali pada paruh 2009 ini. Tidak lain tidak bukan website Bali car rental saya pada high season Juli-Agustus ini Alhamdulillah sedang kebanjiran tamu :) . Banyak tempat-tempat menarik di Bali juga membludak pengunjungnya. Walaupun sempat terganggu dengan adanya kejadian suspect flu babi yang menimpa beberapa turis asing yang bisa lolos masuk Bali, insyaAllah semuanya bisa segera teratasi sehingga Bali tetap ramai dikunjungi tidak hanya oleh turis manca namun juga turis lokal.

Sunday, June 14th, 2009 | Author: Arif Haliman

Menyambung tulisan saya sebelumnya mengenai Bali Mendekati High Season, kali ini saya akan menulis mengenai betapa akan ramainya pulau Bali diserbu tidak hanya oleh para wisatawan domestik namun juga mancanegara. Ditulisan sebelumnya yang bercerita dari sisi wisatawan domestik, kali ini saya akan bercerita dari sisi wisatawan mancanegara, atau sebutan kerennya: Bule hehe..

Secara pribadi, saya menginformasikan bahwa Bali akan kembali ramai di high season Juli sampai Agustus tahun ini. Indikasinya adalah jumlah email booking Bali car rental saya berikut konfirmasinya melonjak tinggi (sekitar 2,5 kali lipat) dari kondisi normal atau low season pertengahan Januari sampai Juni. Untuk bulan Juni ini yang masih sampai di pertengahan bulan, pendapatan kotor website Bali car rental saya sudah mencapai target. Syukur Alhamdulillah… Harapan saya sampai dengan akhir Juni ini pendapatan itu masih bisa membumbung tinggi ;)

Saya yakin kondisi ini tidak hanya saya saja yang mengalaminya. Para kompetitor saya (mari kita sebut saja: rekan, agar konotasinya tidak berupa persaingan, namun kerjasama) pasti juga merasakan hal yang sama, yaitu email booking mereka meningkat, dan mestinya, juga konfirmasinya.

Kalau untuk bulan Juni saja sudah sangat terasa kenaikan tamu yang didapat, bulan Juli dan Agustus insyaAllah akan lebih besar lagi. Bisa dibilang bulan Juni ini masih berupa pemanasan. Ibaratnya motor di pagi hari yang perlu dipanasi. Kalau sudah cukup panas mesinnya, maka motor itu akan langsung tancap gas. Kalau sudah masuk Juli, dan juga Agustus, maka inilah masa-masa yang disebut high season di Bali: Masa ramai-ramainya Bali penuh sesak oleh kunjungan wisatawan domestik maupun bule.

Bisnis Bali car rental saya yang 90% menyasar para tamu dari luar negeri, tetap didominasi oleh tamu dari negara Eropa dan Asia. Menyusul kemudian adalah Australia. Warga negara Eropa yang paling banyak memakai jasa sewa mobil di Bali saya kebanyakan dari Jerman, Inggris, Spanyol, Perancis. Dari Asia yang terbanyak berasal dari Singapura, Malaysia, Thailand. Sisa 10% adalah peminjam mobil dari dalam negeri sendiri, utamanya mereka yang berasal dari Jakarta. Jadinya, lokal dan bule campur aduk jadi satu nantinya di Bali!

Maka, di high season ini, pelaku wisata di Bali lah yang akan sangat sumringah. Mereka seakan tidak merasa kesulitan untuk menjual apa yang menjadi barang jualannya. Bagi pemilik hotel, tingkat hunian kamar pastilah penuh. Bagi pemilik jasa sewa mobil Bali pastinya armada mobil mereka banyak yang beroperasi. Bagi pengelola restoran dan kafe, tentu juga tidak ketinggalan. Bagaimana dengan Joger Bali ? Aduh, yang ini dari dulu sampai sekarang kayaknya gak pernah sepi deh! :)

Menurut pengamatan saya, selama insyaAllah tidak ada kajadian aneh-aneh kayak Bali bombing kemarin, sepertinya tahun 2009 ini Bali betul-betul akan kembali ke performa terbaiknya. Setelah sebelumnya akhir tahun 2008 sudah mencapai titik tertinggi untuk kunjungan turisnya dibanding tahun-tahun sebelumnya, sepertinya tahun 2009 ini jumlah kunjungan akan meningkat. Para pelaku pariwisata di Bali insyaAllah bisa tetap tersenyum lebar menyambut tahun-tahun wisata berikutnya.

Bagaimana dengan persiapanku sendiri menyambut kondisi yang kian kondusif ini ? Well, website Bali Hotel saya sepertinya harus segera di tune up untuk segera bisa beraksi penuh mulai tahun ini. InsyaAllah!

Tuesday, April 28th, 2009 | Author: Arif Haliman

Syukur alhamdulillah saya akhirnya punya juga henpon ciamik idaman saya : Sony Ericsson Xperia X1. Sebelumnya telah saya tulis di blog ini mengenai curhat saya betapa puzingnya kepala dan tangan kalau pas menulis email di henpon butut saya, Nokia 3660. Sementara kondisi dan keadaan tidak selamanya enak dan nyaman untuk menulis email di henpon. Sehingga akhirnya terpikir suatu saat harus melakukan upgrade henpon ke sebuah gadget masa kini yang lebih ramah email dan internet. Jadinya, saat itu hanya ada 2 gadget yang jadi incaran saya, yaitu Samsung Omnia i900 dan Sony Ericsson Xperia X1.

Saya adalah fans setia Sony Ericsson (SE). Sampai sekarang saya punya 4 buah henpon merek SE! Kesemuanya masih aktif. Kok bisa punya henpon SE banyak gitu ? Bukan bermaksud hendak buku toko henpon khusus Sony Ericsson, tapi memang masing-masing henpon tersebut punya tugas tersendiri :) . T630 bertugas sebagai modem untuk saya berinternet ria pakai Flash Telkomsel. K320i bertugas sebagai henpon khusus dengan nomor yang juga khusus untuk pelanggan busana muslim saya. K501i yang bakalan beralih fungsi untuk jadi modem juga kalau saya dah dapet koneksi internet selain Flash Telkomsel, dan yang terakhir Xperia X1 yang jadi ‘kuda tungganggan’ saya dalam sehari-hari ;) .

Apakah Samsung Omnia jelek? Tidak! Sama sekali tidak! Nih henpon juga tak kalah ciamiknya dengan Xperia. Hanya buat saya, SE tetaplah yang terbaik, terutama dalam hubungannya dengan harga dan internet. Saya sudah sangat familiar dengan keluarganya SE jadinya ya yang saya pilih adalah Xperia X1.

SE Xperia X1 adalah henpon premium yang dikeluarkan oleh Sony Ericsson. Henpon ini ditujukan untuk pengguna kelas atas yang memerlukan kinerja mobile tingkat tinggi terutama yang berhubungan dengan email, chatting dan internet dengan semua pernak-perniknya. Salah satu ciri khas henpon yang berharga diatas rata-rata (saya membelinya di Denpasar seharga Rp 6.500.000, tambah Rp 350.000 untuk melengkapinya dengan beragam aplikasi seperti chatting, antivirus, dsb) adalah hanya bisa ditemui di toko-toko besar. Jangan harap bisa membeli henpon ini di sebuah kios pinggir jalan, atau toko menengah.

Itulah yang saya alami pas hendak membeli henpon ini di Denpasar. Kebanyakan toko-toko kecil dan menengah tidak menjualnya. Kalau pun ada yang menjualnya, mereka tidak melakukan stok barang. Kalau calon pembeli menanyakannya, penjaga toko menelpon dulu kepada entah siapa (kayaknya agen atau distributor). Kita dibilangi barangnya ada dengan harga segini, misalnya. Tapi pas kita ingin lihat dan pegang barangnya, dibilang ‘maaf tidak bisa’ :( .

Dengan henpon ini satu fitur penting yang saya sangat membutuhkannya adalah Push Email. Dengan adanya fitur ini email akan bisa kita terima secepat kita menerima SMS. Apa nilai pentingnya buat saya? Terutama untuk usaha bisnis Bali car rental saya yang 100% berbasis online, kecepatan saya dalam merespon setiap email yang masuk adalah satu hal yang harus saya dahulukan. Dan setiap email yang masuk itu tidak tentu waktunya. Bisa waktu saya sedang bepergian, tidur, atau malah mungkin sedang berbelanja buku dan komik :) . Tidak peduli dalam waktu dan kondisi apapun, saya bisa segera merespon email-email tersebut.

Oh iya, yang juga menarik perhatian saya adalah adanya keyboard QWERTY yang sangat ok buat mengetik. Stylush juga sangat membantu dengan teknologi layar sentuhnya. Terus terang sehari dua hari ini masih kagok menggunakannya, tapi kayaknya insyaAllah tidak akan perlu waktu lama untuk menguasainya :) .

Buat berapa bulan atau tahun kedepan Xperia X1 tetap menjadi favorit saya? Heemm, kurang tahu juga.. Ditengah gemerlapnya BlackBerry dan iPhone yang menawarkan keluwesan dalam email dan internet, siapa saja bisa tergoda untuk segera beralih ke hal baru itu ;) . Nokia? Kayaknya gak usah aja deh.

Thursday, December 11th, 2008 | Author: Arif Haliman

Tahun 2008 hanya tinggal menghitung hari saja, dan akan berganti ke tahun 2009. Sepanjang tahun 2008 sampai dengan tulisan ini dibuat syukur alhamdulillah bisnis Bali car rental saya berjalan dengan sangat baik. Malah terjadi lompatan yang sangat mengesankan: Bertambah lagi satu website Bali car hire, income naik hampir 3 kali lipat, dan sudah memiliki 1 unit Toyota Avanza milik pribadi sejak Februari 2008. Rencananya insyaAllah mobil ke 2 akan datang April 2009 karena sudah indent sejak bulan kemarin.

Hanya saja dalam menyongsong tahun 2009 ini terus terang ada sedikit keraguan yang menghadang. Tidak lain tidak bukan adanya isu krisis keuangan di tingkat dunia. Bagaimanapun juga krisis finansial global ini akan membawa dampak yang lumayan signifikan. Telah diketahui yang paling parah menanggung dampak krisis ini adalah kawasan yang telah menjadi main market saya, yaitu Eropa.

Seperti sudah diberitakan bahwa Eropa sudah dinyatakan resesi, alias miskin. Lha, kalau mereka sudah dinyatakah miskin, lantas apakah kebutuhan sekunder kayak liburan ke Bali masih akan menjadi primadona mereka? Logikanya, mereka mestinya lebih mendahukukan kebutuhan primer seperti makan, pendidikan, pakaian dan tempat tinggal. Liburan? Ya mungkin lain kali kalau keadaan sudah mulai membaik.

Seperti diketahui, warga negara Eropa seperti Inggris, Spanyol, Jerman, Belanda atau Perancis adalah warga negara yang sangat gemar bepergian (pleasure). Dan Bali menjadi salah satu tempat wisata favorit mereka. Website Bali car rental saya banyak sekali mendapat tamu dari negara-negara tersebut diatas. Kalau kemudian mereka tidak begitu punya uang untuk pergi liburan, lantas bagaimana dengan nasib bisnis rental mobil saya?

Namun rupanya kekhawatiran seperti ini tidak saya alami sendiri. Beberapa kawan dan pemilik tempat usaha (pariwisata) di Bali juga mengalami was-was yang ama dengan saya. Tahun 2008 apalagi mendekati peak season Tahun Baru masihlah sangat ramai dan menyenangkan. Permintaan mobil dan tingkat hunian hotel sudah melampaui batas wajar, alias sudah sulit mencari mobil dan kamar hotel bahkan sejak awal Desember. Namun, siapa bisa mengira begitu tahun berganti menjadi 2009? Maka indikasinya mungkin bisa diteropong pada awal-awal bulan seperti Januari atau Februari, dan mungkin Maret. Kalau usaha kita diawal bulan-bulan itu masih stabil, berarti insyaAllah kedepannya akan juga tetap stabil. Kalau sebaliknya mulai menunjukkan tren menurun, bersiaplah untuk menghadapi segala kemungkinan.

Omong-omong, apa langkah preventif saya apabila itu memang terjadi ? Saya sepertinya akan meng-cancel pembelian Avanza saya yang ke 2 :)

Namun dengan senantiasa fokus dan berharap plus doa bahwa semuanya akan baik-baik saja, saya berusaha tetap optimis, yakin dan bertambah bersemangat bahwa sepertinya tahun 2009 ini malah akan membawa kebaikan dan keuntungan yang lebih berlipat! Maklum, soalnya sedang dalam semangat tinggi karena ada rencana beli rumah ;) Amin.

Saturday, November 29th, 2008 | Author: Arif Haliman

Menjadi mandiri tidak bekerja ikut orang seperti sekarang ini sungguh tidak kebayang sebelumnya. Seperti layaknya mahasiswa standar yang mempunyai jalan pikiran yang juga standar, saya berpikir standar bagaimana caranya setelah lulus nanti bisa dapat pekerjaan yang ‘enak’. Enak disini agak sulit juga didefinisikan, apakah gaji yang ok, bidang kerja yang sesuai atau kerja deket rumah :)

Lulus dari Universitas Brawijaya Malang jurusan Manajemen Informatika, saya yang memang alhamdulillah tidak pernah menjadi penggangguran, langsung terbang ke Bali setelah 1 minggu diwisuda. Sebelum itu sudah bekerja fulltime jadi instruktur software komputer diantaranya HTML, Dreamweaver, PHP dan MySQL di LBB Alpine Malang selama 1,5 tahun, dan resign 1 minggu sebelum wisuda. Jeda 2 minggu ngganggur saya sempet-sempetkan ngajar privat di Mojokerto tercinta :)

Begitu tiba di Bali dan setelah wawancara langsung diterima kerja jadi web designer di sebuah biro tur dan travel online di Denpasar. Gak bertahan lama hanya 3 bulan langsung cabut dan dapet kerja di perusahaan web hosting di Kuta sebagai web programmer. Di perusahaan yang dimiliki oleh bule Selandia Baru inilah pengalaman dan mental saya betul-betul terasah, dan betul-betul mengerti tidak hanya sisi bidang pekerjaan saya seputar programming, namun juga sisi bisnis dan menjalin hubungan dengan klien. Saya bisa mengerti dua dunia yang sangat berbeda ini karena dua hal diatas sekaligus saya yang manghandle. Kamu mungkin sudah mengerti bahwa programmer biasa menyendiri duduk manis depan komputer, sedangkan perihal bisnis dan menjalin hubungan dengan klien lebih bersifat riset dan pemasaran. Walaupun ritme dan bidang garapan yang sepertinya tumpang tindih, namun membawa kegunaan yang sangat bermanfaat.

Begitulah singkat cerita karena berpengalaman dalam banyak hal termasuk didalamnya melakukan SEO (search engine optimization) dan sangat paham dampaknya apabila website kita menjadi nomor satu di Google atau Yahoo, lama kelamaan jadi berpikir. Mikirnya sederhana namun inspriratif: Daripada membuatkan website bisnis untuk orang lain (klien) dan kemudian bisa menjadi nomor satu di search engine, mengapa tidak membuat website bisnis untuk diri sendiri?

Kalau website itu milik klien dan jadi nomor satu di search engine dan karenanya peluang tercipta transaksi sangat besar, maka bisa ditebak seluruh uang hasil transaksi tadi dinikmati 100% oleh pemilik website. Kita sebagai developer website tidak satu sen pun mendapatkannya. Kita hanya mendapatkan uang hanya pada saat kita sudah dan sedang mendisain websitenya, atau harga untuk membuat website itu. Nah, sekarang coba bayangkan apabila website itu milik kita sendiri. Berapapun nilai transaksi yang tercipta maka 100% uang tersebut menjadi milik kita! Asyik bukan? Dan dari pemikiran sederhana seperti diatas inilah akhirnya tercipta website bisnis pertama saya Bali car rental yang menandai era baru saya sebagai business owner (usahawan) dan meninggalkan status pegawai (karyawan).

Jadi, beranikah kamu beralih dari karyawan menjadi usahawan? Harus! Begitu banyak bidang bisnis yang masih bisa digarap. Tidak harus online offline pun bisa. Mulailah sekarang juga. Bantu negara Indonesia tercinta ini dengan salah satunya menjadi usahawan handal yang mandiri.

InsyaAllah selalu diberi kemudahan dan kelancaran urusan. Amin.

Category: Motivasi, Pribadi  | Tags: ,  | 4 Comments
Thursday, November 27th, 2008 | Author: Arif Haliman

Rusuh politik sedang merambah negara Thailand. Negeri Gajah Putih ini sedang meradang karena kondisi negaranya sedang dilanda carut-marut politik yang tak kunjung henti. Seperti biasanya, kerusuhan politik selalu berimbas ke kerusuhan lain seperti demo anarkis, blokade gedung pemerintahan dan fasilitas umum, dan sebagainya. Seperti dilaporkan Jawa Pos, rusuh politik di Thailand ini dipicu oleh ketidakpuasan rakyat terhadap kepemimpinan Perdana Menteri Somchai Wongsawat yang notabene adik ipar mantan PM Thaksin Shinawatra, dan menuntutnya mundur. PM ini ditengarai banyak melakukan korupsi seperti yang dilakukan oleh kakak iparnya.

Sekarang ini banyak turis mancanegara yang berniat bulat eksodus dari Thailand. Namun apa daya niat itu sulit dilakukan karena 2 bandar udara terbesar di bandara dikuasai para demonstran. Semua penerbangan dari dan ke Thailand semuanya dibatalkan. Bisa dibayangkan betapa makin uring-uringannya para turis itu. Hal ini mirip dengan kejadian bom Bali pertama tahun 2002 lalu. Saat itu banyak sekali turis manca yang berniat sesegera mungkin meninggalkan Bali karena sangat ketakutan. Gelombang eksodusnya sama, namun penyebabnya berbeda. Tidak ada demonstran di bandar udara Ngurah Rai Bali sehingga arus eksodus tetap lancar dan terlayani. Hal ini sedikit banyak bisa melegakan para turis itu.

Nah, apa hubungan antara konflik Thailand dengan Bali? Erat sekali saudara-suudara! Hal ini terutama terkait dengan pariwisata Bali. Seperti yang sudah diketahui bahwa Thailand dan Bali bersaing ketat dalam hal pariwisata. Thailand dengan Phuket dan Bali dengan Kuta seolah 2 orang sprinter yang saling kejar agar kunjungan turisnya selalu unggul. Dengan adanya konflik disana, para turis tentunya akan mikir ngapain juga liburan ketempat perang kayak gitu? Mending juga pergi ke Bali aja ahh..begitu kira-kira pikiran mereka. Dan disinilah momentum ini akan bertemu: Peak Season new year yang memang selalu penuh + tambahan turis yang batal ke Thailand namun memilih old and new di Bali. Hasilnya ? Peak Season Plus ! :) Okupansi Bali hotel dan Bali car rental kemungkinan akan mengalami lonjakan permintaan yang lebih tinggi.

Yang jelas adalah industri pariwisata di Thailand akan semakin terpukul. Syarat pertama sebuah negara dalam mempromosikan pariwisatanya adalah keamanan dan kenyamanan. Dan inilah yang tidak dimiliki Thailand saat ini. Kita ingat betapa syarat ini juga tidak dimilik Indonesia pasca bom Bali dan pengeboman di berbagai kota di Indonesia lainnya. Jangankan berita pengeboman, kabar eksekusi Amrozi cs saja sudah mampu membuat tempat wisata di Bali menjadi sepi.

Namun tentunya kita berharap apapun konflik yang sedang terjadi di Thailand segera diakhiri saja. Bukannya apa-apa, tentunya solidaritas sesama Asia dan atas nama kemanusiaan harus kita junjung tinggi daripada sekedar urusan bisnis. Bagaimanapun juga bangsa Indonesia pernah dan sering mengalami situasi pahit akibat rusuh seperti ini. Dan itu sangatlah tidak enak.

Okay Thailand, semoga cepat membaik kondisimu. Rukun, aman dan sentosa semoga kembali lagi diatas bumi Thailand. Amin

eXTReMe Tracker