Tag-Archive for » bali bisnis «

Monday, November 23rd, 2009 | Author: Arif Haliman

Hari Rabu minggu kemarin, tepatnya tanggal 18 November, diadakan sebuah acara dengan mengambil judul Bincang Bisnis dan Silaturahim Pengusaha Muslim Bali. Dalam acara ini saya ikut ambil bagian sebagai peserta yang duduk manis mendengarkan para narasumber berbicara membagi ilmu bisnis yang dilandasi dengan semangat spiritualitas keislaman yang kental. Dengan mengambil tempat di rumah makan de Surau Bali di Jl. Mahendradatta Denpasar, acara yang terbilang langka ini menurut saya patut diacungi jempol.

Memang bobot materi yang disampaikan dalam acara gratis tanpa tiket masuk ini tidaklah segegap-gempita acara seminar Andri Wongso di Bali yang juga saya ikuti akhir tahun kemarin, namun sekali lagi saya tetap menyebutnya langka. Yang membuatnya langka adalah bahwa acara ini bertemakan bisnis dengan seluruh peserta pengusaha muslim di Bali. Seminar bertema bisnis adalah sudah biasa. Hal mengenai pengusaha juga sudah jamak. Tapi acara kumpul-kumpul antar pengusaha muslim di Bali dimana umat muslim adalah minoritas disini? Ini baru luar biasa!

Begitulah, tak kenal maka tak sayang. Akhirnya saya bisa bertatap muka dengan pemilik salah satu website populer di bidang properti House of Bali. Beliau adalah Pak Zaenal Sania. Saudagar dari Sulawesi ini sudah lama malang melintang di Pulau Dewata dengan berbagai bisnis yang dijalankannya. Dari berbagai macam bidang usahanya, yang paling membuatnya ‘jadi orang’ menurut saya adalah bidang properti ini. Dalam acara ini Pak Zainal bertindak sebagai narasumber. Dengan moderator Pak Alim Mahdi Direktur DSM Bali (Dompet Sosial Madani Bali), acara bincang dan silaturahim pengusaha muslim Bali ini berlangsung gayeng. Apalagi ditambah dengan acara peluncuran produk terbaru Telkomsel yaitu T-Cash.

Pak Zainal banyak berbagi cerita mengenai bagaimana memulai usaha dan menjaganya supaya tetap survive. Menurut beliau, tidak hanya dari sisi teknis penguasaan bidang bisnis yang wajib kita kuasai, namun juga dari sisi non-teknis seperti restu dan dukungan mutlak 2 wanita. Siapa mereka? Mereka adalah ibu dan istri kita.

Selain itu adalah pentingnya untuk berkomunitas. Dalam menjalankan bisnis, apabila kita seorang diri dalam menjalankannya, maka otomatis yang berdoa agar bisnis kita lancar dan penuh barokah adalah diri kita sendiri dan keluarga kita. Namun bagaimana kalau bisnis ini dijalankan secara bersama-sama dalam sebuah komunitas? Maka tentu saja yang berdoa adalah semua anggota komunitas bisnis tersebut, berikut anggota keluarga mereka. Dengan demikian, keberhasilan bisnis kita akan lebih nyata.

Saya juga jadi tahu para peserta yang berlatar belakang pengusaha ini dengan bidang usaha mereka. Dimulai dari garmen, textile, hardware komputer sampai distro busana muslim. Rata-rata mereka kayaknya sudah kelas kakap, seperti pak Ekky Cules dari Kencana Tekstil Bali. Untuk yang dari kelas ecek-ecek kayak saya sepertinya juga ada banyak.

Tapi terlepas dari kelas kakap ataupun kelas ecek-ecek, yang terpenting bagi saya waktu itu (dan saya yakin juga bagi kebanyakan peserta) adalah silaturahim dan partisipasi dalam sebuah acara yang terbilang langka tersebut di Bali.

Category: Pribadi, Umum  | Tags: ,  | Leave a Comment
eXTReMe Tracker