Tag-Archive for » avanza «

Thursday, April 09th, 2009 | Author: Arif Haliman

Kemarin malam saya baru saja meresensi sebuah buku berjudul The Science & Miracle of Zona Ikhlas yang juga baru saja saya beli di TB Togamas Denpasar. Dan seperti sudah diskenariokan sama yang Diatas, keesokan harinya (hari ini siang tadi) saya sedang diuji untuk bisa mempraktekkan tema dari isi buku itu secara langsung. Mempraktekkan apa? Tentu saja keikhlasan.

Saya seperti sedang ‘dikerjain’ disini :) . Setelah beberapa hari sebelumnya membeli buku ini dengan harga lumayan mahal (hard cover sekitar Rp 165.000 di toko buku discounted Togamas Denpasar), melahap isinya yang bertutur mengenai ikhlas, kemudian meresensinya di blog saya, lha kok ternyata esok harinya buku saya ini hilang. Ya, hilang tak berbekas tiada sisa di tas pinggang saya (*halah*).

Kok bisa? Ya bisa kok :) . Bersamaan dengan Pemilu 2009 yang sedang berlangsung diseluruh pelosok Indonesia tercinta ini dan beberapa bagian belahan dunia, disaat orang ramai-ramai menuju bilik suara yang disediakan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum), saya malah malang melintang keliling Bali dengan rute Denpasar - Ubud - Canggu - Airport. Apakah saya ikut rombongan Kapolda Bali sidak lokasi bilik suara? Tidak man.. Seperti sudah ramai diketahui bahwa akhir pekan ini adalah liburan panjang. Rakyat Indonesia alih-alih beramai mendatangi bilik KPU, mereka justru ramai-ramai datang ke Bali! Apakah untuk mencontreng? Tidak man.. Mereka berlibur!

Itulah yang menyebabkan saya kemudian tidak antri nomor urut pencontrengan dan tidak sempat mencontreng partai favorit saya yaitu PKS (peringkat 4 ya kayaknya?). Lha kok kebetulan hari ini (9 April) penyewa mobil sedang ramai-ramainya. Bayangkan, yang pakai supir saja 7 orang. Belum lagi yang self drive. Tidak lokal tidak juga bule. Apa mereka tidak tahu kalau hari ini adalah hari pencoblosan, eh, pencontrengan?? Saya sedang mengantar mobil Avanza saya ke Ubud Village Hotel pagi tadi jam 10.00. Setelah ketemu tamunya dan nge drop teman saya balik ke markas di Canggu jam 12.00. Jam 13.00 saya stand by di masjid Nurul Huda dekat bandara Ngurah Rai Bali untuk shalat Duhur dan membaca sejenak buku karya Erbe Sentanu ini dan kemudian melesat ke airport untuk menjemput tamu lainnya lagi jam 14.00, pesawat TG431 dari Bangkok Thailand.

Nah, di detik-detik sekitaran jam 14.00 - 14.20 itulah ‘petaka’ ini terjadi. Setelah bertemu dengan tamu Thailand saya di arrival gate dan mengantarnya ke parkir mobil. Ditengah percakapan serah terima mobil dengan aktivitas penyerahan kunci dan penjelasan singkat operasional mobil, terima pembayaran, dan lain-lain itulah, dengan gobloknya saya mengulangi lagi apa yang seharusnya menjadi pantangan saya: Jangan pernah menaruh benda apapun dipinggir ban mobil kalau sedang menjemput tamu!!!

Benda yang tadi saya taruh didekat ban mobil saya itu adalah buku The Science & Miracle of Zona Ikhlas. Mengapa bisa sampai dibawah mobil dekat ban? Tas pinggang kecil yang jadi teman wajib saya pas jemput tamu tidak cukup untuk menyimpan buku ini. Jadinya pas tamunya kasih uang sewa, secara refleks buku yang sedari tadi saya pegang itu dengan mudahnya saya taruh saja dibawah. Dan bisa ditebak selanjutnya, diiringi hati berbunga-bunga terima uang pembayaran, dan salaman hangat perpisahan dengan tamu saya, jadilah saya dengan jumawa meninggalkan areal parkir menuju tempat tunggu untuk dijemput istri.

Baru saja duduk saya terloncat! Lha, bukuku mana??? Baru ngeh kalau buku itu tertinggal dekat ban mobil saya tadi, dan pas saya balik (tidak ada 5 menit!) buku itu sudah raib. Hu..hu..saya merasa goblok sekali bisa melupakan buku itu disana. Tapi kemudian serasa seperti ditabok buntut pesawat terbang, sekarang adalah saatnya ikhlas!

Yah, begitulah, jadinya saya kemudian mencoba untuk mengikhlaskan saja kejadian itu. Alih-alih menggerutu sepanjang jalan pulang, saya malah cengar-cengir saja dan mentraktir istri dan anak di food court :) . Tidak ketinggalan juga belikan kaos Jangkrik made in Bali buat balita kecil saya, dan juga buat saya sendiri ;) Buat istri? Kayaknya malam ini juga akan aku selipkan uang untuk baju muslim yang baru saya dibelinya beberapa hari lalu hehe..

Apakah kemudian cerita keajaiban ikhlas seperti beberapa kisah nyata dalam buku itu terjadi pada saya? Well, meskipun tidak begitu dahsyat, bagi saya, bisa cengar-cengir, nraktir, kemudian belikan baju buat kita semua adalah salah satu keajaiban juga :) .

UPDATE 13 April jam 14.30 di airport: Syukur alhamdulillah..Surprise! Ternyata buku saya tidak ilang. Adalah tamu saya sendiri (Mr. Nopakhun) yang orang Thailand ini yang mengambil buku itu. Dia sadar bahwa saya langsung pergi dan lupa mengambil buku saya. Dia mengambil buku itu dan menyimpannya di dashboard mobil dan membawanya travelling selama 4 hari :) Keajaiban? Terserah mau dibilang apa ;) Tenkiu mister, semoga rusuh di Thailand negara Anda segera berakhir!

Category: Pribadi  | Tags: , ,  | 3 Comments
Saturday, January 03rd, 2009 | Author: Arif Haliman

Hari minggu adalah hari yang tepat untuk mengendorkan syaraf. Untuk para pegawai kantoran, hari minggu saat yang tepat berkumpul dengan lebih intensif bersama keluarga, berkunjung ke teman atau saudara, atau hanya sekedar berdiam di rumah. Intinya adalah mengistirahatkan tubuh dengan kegiatan relaksasi dengan harapan tubuh bisa bergairah kerja kembali. Berkaitan dengan hal itu, saya juga ingin sedikit melakukan sedikit relaksasi hari minggu besok :)

Setelah melalui hari-hari melelahkan dan menegangkan kemarin tanggak 20 Des - 2 Jan, sekarang sepertinya saat yang tepat untuk memberi sedikit keadilan untuk tubuh. Hari-hari kemarin yang bikin lelah adalah masa peak season liburan di Bali yang mengharuskan saya menerima banyak sekali telpon dan email untuk pesan sewa mobil di Bali. Capek, tegang namun menyenangkan. Capek karena menindaklanjuti banyak email dan telpon. Tegang harap-harap cemas apakah ada komplain atau tidak. Namun kata orang-orang, capek tegang kayak gini adalah Happy Problem. Ya gimana gak happy lha wong terima banyak duit hehe..

Acara di hari minggu besok sih saya tidak perlu yang muluk-muluk. Kebetulan insyaAllah besok jam 9 pagi ada Avanza saya yang akan kelar masa pinjamnya oleh tamu yang di Bali Dyana Villas. Rencananya mumpung pas ada mobil datang dan pasca happy problem, mending dimanfaatkan saja sekalian untuk plesir. Saya inginnya pergi ke Ubud saja dah. Sembari menggembirakan anak dengan suasana alami, saya juga ingin mendatangi Bali Bird Park. Pengalaman sebelumnya yang ngajak anak rekreasi di Bali Zoo dan melihat aneka binatang, nih kayaknya anak saya juga bakalan riang gembira :)

Tapi kayaknya kalau hanya bepergian sendiri tanpa ada anak kecil lain kayaknya juga kurang sip. Musti ngajak temen yang punya anak kecil biar lebih seru. Moga-moga saja besok ada teman yang punya anak kecil yang bisa dibajak turut serta hehe..

Hem, liburan kayak gini bisa saya jadikan tren kayaknya. Yaitu pergi berlibur ketika sedang tidak liburan, dan berdiam dirumah saja ketika sedang musim liburan. Hehe..cool! Saya selintas membayangkan suasana libur panjang akhir Desember kemarin di Bali dengan suasananya yang kayak rimba yaitu crowded, hem kayaknya nggak deh. Matur suksma wae. Nih orang pada tumplek blek pas akhir tahun gak jadi ngilangin stress malah dapat stress. Dimana-mana macet man..! Juga pas lagi musim hujan. Sudah gitu harga kamar dan sebangsanya pada naik semua. Wah, kayaknya strategi liburan harus diganti nih.

Model pergi berlibur pada saat musim liburan adalah perilaku orang kantoran. Ya, mereka hanya bisa bepergian pada libur kantor kayak gitu. Sangat terbatas waktunya. Kalau saya syukurnya bukan orang kantoran. Saya orang rumahan yang alhamdulillah saban hari ngendon saja dirumah alias pekerjaan gak mengikat. Jadinya kapan saja bisa liburan. Hore asyiknya..!! Baiklah, semoga besok tidak ada halang rintangan yang merintang (*halah*), dan keinginan untuk pergi ke Ubud bisa terlaksana. Amin.

Ayo, berlibur ke Ubud!

Category: Bali, Pribadi  | Tags: , , ,  | Comments off
eXTReMe Tracker