Wednesday, July 15th, 2009 | Author: Arif Haliman

Tidak bisa disembunyikan lagi betapa memang masyarakat kita sekarang ini sedang stres semua. Rakyat Indonesia sedang sakit, dan sakit stres ini sedang berada dipuncaknya saat-saat sekarang. Entah sampai kapan penyakit khas orang kota ini (tapi kabarnya orang desa pun juga tak luput juga ya?) menemukan obatnya dan kemudian bisa segera reda. Kalau tidak juga segera reda, saya kuatir bangsa Indonesia akan semakin redup sinarnya dan kemudian hilang sama sekali.

Stres bisa menjadi sangat berbahaya. Walaupun jenis penyakit ini tidak mematikan secara langsung layaknya penyakit yang sedang ngetren yaitu flu babi, namun efeknya lebih menyakitkan. Efek mematikannya dilakukan secara halus, sistematis perlahan-lahan, namun pasti. Kata mematikan disini tidak melulu dalam artian mati nyawa, namun juga bisa diartikan mungkin mati kreativitas, mati semangat, mati perekonomian, dsb.

Malangnya di negara Indonesia tercinta ini, orang yang sedang dilanda stres, justru menjadi bulan-bulanan beberapa orang yang kebetulan mempunyai kemampuan berpikir lebih. Orang model gini begitu teganya menjadikan para laskar stres itu sebagai obyek keuntungan yang biasanya dalam bentuk materi. Saya hanya ingin mengatakan mengenai begitu maraknya iklan ramal-meramal via SMS, khususnya di televisi.

Pelototi saja iklan-iklan mereka disana. Terutama yang mengandalkan strategi pendaftaran melalui SMS. Mulai nenek-nenek nggak takut neraka macam Mama Lorek, lelaki gombal awut-awutan model Ki Joko Bodo Sekali, dan oknum ustadz bersorban peramal jodoh. Dan masih banyak lagi kayak Deddy Karburator dan Tomy Rapel. Dengan entengnya mereka katakan bisa menentukan kesuksesan karir, jodoh ataupun peruntungan kita. Gedubrarrrkkk!! Tobat neeekk..tobat maaass….Yang bisa menentukan segalanya itu hanya Allah SWT! Bukan lewat dagelan komat-kamit mulut dan kibasan ngawur tangan sampeyan..

Para stresser ini mungkin banyak yang tidak tahu, bahwa keuntungan para produser iklan dan bintang iklannya itu begitu meraksasa. Meraup keuntungan lewat napas ngos-ngosan para laskar stres yang kagak tahu ape-ape. Dengan ongkos SMS premium rata-rata 2.000 rupiah, kalau yang terjaring adalah 10.000, sudah berapa duit tuh? Lha kalau lebih dari 10.000 peserta ?? Ya lebih besar lagi duitnya. Apakah mungkin? Ya 100% mungkin bro! Pakai ilmu probalilitas model apa aja ya masuk aja. Ini adalah negara Indonesia dengan jumlah penduduk yang minta ampun besarnya. Mulai dari anak SD sampai kakek-nenek semua menenteng henpon. Dan asyiknya, bagi para produser ini, kebanyakan memang rada-rada bodoh sehingga gampang dikibulin untuk ikutan acara kayak gini. Ditambah masyarakat kita sedang stres dengan kondisi negara ini, acara ngibulnya menjadi semakin gampang. Banyak orang yang putus asa, sih!

Orang-orang kayak gini memang sudah kebablasan. Kalau asalnya memang asal ngomong, tukang sulap, mentalis, ilusionis, atau mungkin memang asli penyihir, ya sudah dibuat sekedar pertunjukkan, atau disimpan sajalah untuk diri sendiri, minimal kalangan internal. Jangan kemudian ‘mengembangkan diri’ dengan ngawurnya mengatakan mampu menentukan atau menerawang bagaimana hidup kita kelak.

Semoga saja kita semua masih diberi kewarasan berpikir untuk ignore saja kepada model penumpukan kekayaan secara ngawur oleh oknum-oknum penghibur ini. Semoga saja Allah SWT masih menguatkan akal sehat kita untuk tidak percaya kepada mereka. Hanya orang-orang stres yang tidak mempunyai rencana dalam hidupnya saja yang pasti akan segera mendaftar menjadi pasien mereka. Hanya mereka yang gampang putus asa saja yang gampang mengamini mereka.

Memang kondisi negara kita sedang awut-awutan, entah kapan fajar cerah akan kembali ke langit Indonesia. Tidak juga elit politik, namun juga masyarakat bawah sama saja berantakannya. Namun, dalam jiwa pribadi masing-masing, hendaknya akal sehat dan semangat bekerja jangan pernah padam. Hanya usaha cerdas dan ketakwaan kita kepada Tuhan sajalah yang mampu menyelamatkan dan menjaga kita. Menjadi mandiri dan percaya dirilah atas kemampuan masing-masing! Karena salah satu cara untuk mengangkat kembali martabat bangsa ini adalah dengan menjadi orang yang mandiri. Menjadikan tangan kita diatas, dan tidak tangan yang dibawah.

Sekali lagi, Mandiri dan Percaya diri sendiri, Bro! Dan tentu jangan lupa selalu berdoa kepada yang Di Atas!

Bookmark and Share
Category: Motivasi, Opini
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response

  1. [...] bersimpati atau berempati, namun I just can’t speak anything. Sekali lagi: feeling empty. Masyarakat Indonesia yang sudah stres ini akan semakin stres [...]

Leave a Reply » Log in

eXTReMe Tracker