Saran Kepada Para Web Programmer Indonesia

Satu atau dua dekade terakhir, seiring dengan menjadi primadonanya jurusan perkuliahan yang bersinggungan dengan dunia komputer dan web, seperti manajemen informatika, teknik komputer, ilmu komputer, dsb, mendadak profesi seperti programmer komputer menjadi magnet bagi hampir semua lulusan jurusan komputer dalam melamar pekerjaan. Dalam perjalanannya, seiring pula dengan semakin moncernya perkembangan web dan internet, profesi seorang programer komputer kemudian memiliki beberapa cabang, salah satunya adalah programer web (web programmer).

Sampai saat ini, profesi web programmer masih dipandang sebagai profesi yang keren, terutama dikalangan para fresh graduate masa kini yang umumnya memang melek pendidikan. Profesi web programmer kira-kira sebanding dengan profesi arsitek, animator, marketer, dan profesi kantoran lain masa kini yang khas berjiwa muda.

Namun, ingatlah bahwa jaman berubah. Ketahuilah, bahwa sekarang ini dibidang ekonomi, Indonesia sedang molek-moleknya. Sedang menor-menornya. Sekarang ini banyak rakyat Indonesia yang menjadi kelas menengah, dan mereka kebanyakan sedang dalam status keluarga muda. Apa artinya ini ? Seperti kata Dahlan Iskan, Menteri Negara BUMN, mereka-mereka ini yang jumlahnya ada 130 juta kepala, sangat gemar membelanjakan uangnya. Uang tidak menjadi begitu masalah bagi mereka. Atau, mereka memiliki banyak opsi akan digunakan untuk apa uang mereka. Mereka sudah tidak berpikir, misalnya, besok makan apa ? Tapi besok makan dimana. Artinya, daripada dirumah, mereka lebih suka makan diluaran, restoran misalnya.

Nah, berangkat dari fakta dan kenyataan seperti ini, saya ingin mengajak atau memberi saran kepada para pekerja yang saat ini berprofesi sebagai web programmer, untuk berpindah kuadran. Dari kuadran pekerja/pegawai, ke kuadran pemilik bisnis. Betul, pemilik bisnis. Mengapa ? Karena dunia kewirausahaan di Indonesia sekarang ini betul-betul sangat marak. Dimana-mana diseminarkan mengenai bagaimana cara menjadi pengusaha. Disemua toko buku hampir-hampir rak buku penuh dengan buku tips dan trik bagaimana memulai usaha, lengkap dengan contoh usaha yang disarankan. Bahkan, diwaktu rehat jam kantor, tak jarang terjadi bisik-bisik antar pegawai bahwa mereka sudah kebelet resign dari kantor dan memulai usaha pribadi mereka. Alangkah ruginya kamu, ditengah arus deras kewirausahaan yang malanda Indonesia, kamu tidak segera terseret kedalamnya.

Apa hubungannya dengan seorang web programmer ? Ketahuilah, profesimu saat ini sangat memungkinkanmu untuk segera beralih menjadi pemilik bisnis. Bisnis apa itu ? Bisnis online. Betul, bisnis online. Toko online. Persis seperti toko-toko dipinggir jalan, namun ini lokasinya bukan dipinggir jalan, namun di dunia maya. Lalu, apa yang bisa dibisniskan ? Terserah. Kabar baiknya adalah, barang atau jasa apapun bisa dibisniskan secara online. Tapi ingat, harus yang halal, ya..janganlah, misalnya membisniskan gambar-gambar artis hot, dengan imbalan sekian rupiah bagi yang mau mendownloadnya.

Agar kamu mendapat insprirasi, saya contohkan kasus yang terjadi pada pengalaman pribadiku. 6 Tahun yang lalu saya masih berprofesi sebagai web programer. Sudah begitu kenyang membangun berbagai macam website e-commerce yang menjual berbagai macam produk, seperti furniture, sepatu-sandal, akomodasi online, mainan anak, dah pokoknya semuanya :). Dan, berawal dari sebuah pemikiran sederhana: kok enak ya para klien saya itu, saya yang membuatkan website mereka, dan kalau penjualan onlinenya sukses, uang 100% tentunya mengalir ke kantong mereka. Akhirnya timbul pertanyaan lanjutan: kenapa saya tidak membuat website sendiri, dan mengisinya dengan produk-produk saya sendiri, lalu menjualnya sendiri ? Tentunya kalau berhasil, uangnya 100% akan masuk kekantong saya sendiri.

Mungkin kamu akan menyanggah: Kan, kita dapat uang dari proyek pembuatan website ? Iya betul. Tapi berapa, sih ? 5 atau 10 juta mungkin cukup banyak. Tapi ingat, itu adalah one time payment, atau sekali bayar seumur hidup dari pemilik website ke kita. Bagaimana kalau website yang kita buatkankan itu, penjualan produk melalui websitenya beromzet misalnya, 10 juta/bulan ? Kamu lebih tertarik yang mana: mendapat 10 juta rupiah SEKALI untuk selamanya, atau 10 juta rupiah PERBULAN untuk selamanya ? Orang waras manapun, pasti akan memilih opsi terkahir.

Singkat cerita, saya memutuskan berbisnis baju muslim online. Ya, saya berjualan online baju muslim di internet. saya memakai domain www.muslimbusana.com . Saya buat sendiri websitenya, saya buat sendiri sistemnya. Semua baju yang dipajang online disana, itu semua milik saya sendiri. Dan, kalau ada pembelian, tentu 100% uangnya akan menjadi milik saya. Apa yang terjadi 6 tahun kemudian ? Alhamdulillah, toko online itu sudah beranak dengan adanya 2 buah toko baju muslim offline (toko pinggir jalan). Dan juga melahirkan beberapa bisnis lainnya diluar bisnis baju muslim. Differentiation, gitcu. Bagaimana, asyik bukan ?

Singkatnya begini, daripada kamu sibuk menjadi pahlawan bagi pemilik proyek-proyekmu, alangkah lebih warasnya kalau kamu sibuk menjadi pahlawan bagi dirimu sendiri, atau keluargamu.

Berhentilah membuat website untuk orang lain, dan mulailah untuk membuat websitemu sendiri. Pasarkan sendiri, dan nikmati keuntungannya sendiri. Bukan untuk pemilik proyek, atau orang yang kamu buatkan websitenya itu.

Arif Haliman

http://www.muslimbusana.com – Toko Busana Muslim di Bali
http://www.baliwebby.com – Sewa Mobil & Motor di Bali

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

Assalamualaikum

Bapak arief yang di Bali dulu pernah jadi agen Sik Clothing dan Ukhti tahun 2009, pengambilan&pembelian barang bapak arif lewat Depok JaBar. Apa kabar pak, kebetulan saya kenal nama bapak karena saya pernah kerja di Ukhti tahun 2008-2009, saya tidak sengaja membaca artikel bapak, maaf, saya juga belajar programmer Vbnet dan Php, jadi tidak sengaja singgah di blog bapak. Salam kenal saja.

Emank sih banyak orang berusaha menjual website, padahal membuat website sendiri saja masih belum berhasil…namun namanya usaha mendapat tambahan uang, kenapa Tidak. Mencoba dan berusaha kemudian berikhtiar lebih baik kan pak, daripada Hanya bicara namun tidak berbuat…Kesuksesan itu karena Proses Belajar….Tapi kuncinya, ada ACTION ACTION ACTION dan tidak menyerah untuk belajar.

Jadi mencoba tidak ada salahnya. Seperti bapak, ketika menjual suatu produk kemudian tidak bisa dijual, apakah bapak harus memaksa harus mendapat target penjualan seperti permintaan Pemilik keagenan sedangkan pembeli tidak ada. Saya juga merasakan ketika buka toko, 1 tahun bertahan dengan kegagalan & hanya mendapat 50% balik modal, apakah saya harus bertahan menjual produk yg sama. Tidak kan, akhirnya saya mengalihkan modal keuntungan saya ke hal lain, dan menutup toko sementara.Tapi saya tidak menyesal karena sudah merasakan segalanya.

Sama halnya menjadi Penjual atau jadi Programmer. Mereka berusaha menjual, Mengenal pasar hingga tahu celah salah dan benar dlm berdagang. Kuncinya Mau mencoba & NGAK TAKUT GAGAL…

Ngak ada yg salah dgn hidup kita, pemilik Ukhti Pak S*fr* juga seperti itu, awalnya berguru dgn AsianBrain untuk website sedangkan ia masih kerja hanya sebagai pegawai Bank BUMN dan resign dari bank tahun 2009..kemudian onlinekan http://www.myukhti.com tahun 2008 cikal bakal awal berdirinya http://www.ukhti.co.id ditahun 2013. Selama perjalanan panjang hingga pernah Ditipu pabrik Tanggerang hingga 1 Milyar ditahun 2009 & meninggalkan hutang di Bank (karena ada perjanjian barang pabrik di terima harus dibayar kemudian )…Akhirnya owner ukhti belajar bahan ke bandung hingga pernah ditolak pabrik, usaha lain mencoba kerjasama dgn CMT untuk cutting, namun bahan kami dicuri…

Keputusannya, Ukhti harus buka cutting & tukang jahit sendiri. Kami mulai Belajar menghitung bahan produksi hingga barang jadi….Tapi itu proses panjang. Hingga suatu saat, Ukhti kesulitan keuangan karena pihak Bank tdk mau membantu, pilihannya: Meneruskan atau menutup tapi bagaimana nasib karyawan apakah mereka harus menganggur, Saat itu seorang ustad “Baitul Hafis Quran untuk anak yatim” menyarankan “BANYAKLAH BERSEDEKAH”…..

alhamdullilah sekarang di tahun 2014 “UKHTI BERKAH”…Ukhti telah mencapai usia 6 tahun di bulan mei kemarin tetap ada dengan Bertahan Cobaan tersebut…

Bagi UKHTI semua itu proses Pembelajaran. Tidak ada yg salah dengan Hidup.Bisa jadi Allah menguji mahluknya. Bagaimana kita sabar dan tawakal.

Karena Allah Ta’ala pun telah berfirman,
“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)

Maaf kl lancang komentar, namun ini inisiatif saya berbagi ilmu

Leave a comment

(required)

(required)