Sapi Qurban Made in Bedugul

Weekend kemarin dalam rangka menyambut gawe besar umat Muslim sedunia, yaitu hari raya Qurban / Idul Adha 1434 H yang insyaAllah jatuh pada tanggal 15 Oktober 2013, saya bersama tim takmir musholla dimana saya tinggal yaitu musholla Silaturrahiim di lingkungan Pemogan Denpasar melakukan kunjungan kedaerah wisata Bedugul di Bali. Biasanya, orang (termasuk saya) pergi ke Bedugul identik dengan menikmati pemandangan danau yang sejuk di dataran tinggi, lengkap dengan aneka wisata penunjangnya. Hanya saja, kali ini saya kesana bukan dalam rangka berwisata, namun membeli sapi untuk hewan qurban.

Dalam kapasitas saya sebagai salah satu anggota pengurus masjid, dan sebagai salah satu pengqurban sapi, saya ikut dalam rombongan itu. Berangkat bersama lima orang pengurus masjid yang lain dalam satu mobil, mulailah kami menuju Bedugul. Sesampainya dilokasi yang berupa pasar penjualan sapi dengan hanya berjarak 1 kilometer setelah Danau Ulun Danu Bedugul yang terkenal itu, kami disambut Pak Ketut, sang blantik sapi. Dengan sumringah dia menyambut rombongan kami, karena mungkin dia sudah tahu bahwa kami akan membeli banyak sapi. Sekedar catatan, masjid Silaturrahiim setiap tahunnya selalu langganan membeli sapi qurban di tempat Pak Ketut ini.

Disana sudah siap puluhan ekor sapi yang siap kami pilih. Jumlah persisnya mungkin ada sekitar 75 an ekor sapi. Harganya bervariasi, mulai dari yang termurah 10 jutaan sampai yang termahal 20 jutaan. Bagi orang kota seperti saya, ternyata, asyik juga memilih-milih sapi ditempat seperti ini. Saya bisa sedikit belajar mengenai misalnya kualitas seekor sapi, penampilan, berat badan atau bahkan muka si sapi (cakep atau nggak, begitu kata sang blantik).

Urusan memilih-milih sapi ternyata bisa memakan waktu sekitar dua setengah jam 🙂 Apalagi, latar belakang pasar sapi ini adalah pemandangan bukit nan cantik, ditemani sepoi-sepoi angin khas daerah pegunungan. Dikepung oleh tanaman buah tomat yang kalau kita memetik barang dua atau lima biji saja pemiliknya no problem, maka waktu dua jam setengah jam itu, sejamnya diisi duduk-duduk santai saja sambil ngobrol-ngobrol hehe..

Akhirnya, dari rencana membeli 7 ekor sapi, kami hanya membeli 3 ekor saja dahulu. Itu karena pengiriman ke Denpasar hanya maksimal 4 ekor sapi. Setelah berembug, kami ok kalau minggu depannya akan datang lagi untuk membeli 4 ekor sisanya. Dari 3 ekor sapi yang sudah dibeli, 2 diantaranya adalah milik para qurban kolektif (1 sapi 7 peng qurban). Sedangkan yang satu adalah milik saya sendiri sebagai peng qurban individu. Harga sapi saya ini Rp 10.800.000 berat 3 kuintal (300 kg), dengan tambahan biaya antar ke Denpasar 100 ribu dan biaya rawat 20 ribu/hari, jadinya total jenderal Rp 11.100.000.

Syukur alhamdulillah, bagi saya pribadi, ini adalah qurban sapi pertama saya di Bali. Tahun-tahun sebelumnya, saya selalu berqurban sapi di Jawa, tepatnya di Mojokerto dimana saya berasal. Sejak tahun lalu, niatan saya untuk berqurban sudah saya tetapkan akan berqurban di Bali, yaitu di musholla ini.

Hanya karena kemudahan dari Allah SWT saja, niatan saya dipermudah hajatnya, dan insyaAllah kalau tidak ada halangan apapun, sampai dengan tanggal 15 Oktober tiba dan sapi saya disembelih, niat saya tersebut sudah mencapai sempurna.

Bagaimana dengan kamu ? Sudah bersiap dengan sapi atau kambing qurbanmu ? Kalau belum, segera bersiap ya, masih ada sisa 10 hari lagi!

Arif Haliman

http://www.muslimbusana.com – Toko Busana Muslim di Bali
http://www.baliwebby.com – Sewa Mobil & Motor di Bali

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

[…] mula saya bisa memelihara kelinci, dimulai dari misi membeli hewan qurban di Bedugul minggu yang lalu. Setelah misi tercapai dan merasa puas, kami melakukan apa yang sudah seharusnya […]

Leave a comment

(required)

(required)