Rusuh Thailand, Pariwisata Bali Diuntungkan?

Rusuh politik sedang merambah negara Thailand. Negeri Gajah Putih ini sedang meradang karena kondisi negaranya sedang dilanda carut-marut politik yang tak kunjung henti. Seperti biasanya, kerusuhan politik selalu berimbas ke kerusuhan lain seperti demo anarkis, blokade gedung pemerintahan dan fasilitas umum, dan sebagainya. Seperti dilaporkan Jawa Pos, rusuh politik di Thailand ini dipicu oleh ketidakpuasan rakyat terhadap kepemimpinan Perdana Menteri Somchai Wongsawat yang notabene adik ipar mantan PM Thaksin Shinawatra, dan menuntutnya mundur. PM ini ditengarai banyak melakukan korupsi seperti yang dilakukan oleh kakak iparnya.

Sekarang ini banyak turis mancanegara yang berniat bulat eksodus dari Thailand. Namun apa daya niat itu sulit dilakukan karena 2 bandar udara terbesar di bandara dikuasai para demonstran. Semua penerbangan dari dan ke Thailand semuanya dibatalkan. Bisa dibayangkan betapa makin uring-uringannya para turis itu. Hal ini mirip dengan kejadian bom Bali pertama tahun 2002 lalu. Saat itu banyak sekali turis manca yang berniat sesegera mungkin meninggalkan Bali karena sangat ketakutan. Gelombang eksodusnya sama, namun penyebabnya berbeda. Tidak ada demonstran di bandar udara Ngurah Rai Bali sehingga arus eksodus tetap lancar dan terlayani. Hal ini sedikit banyak bisa melegakan para turis itu.

Nah, apa hubungan antara konflik Thailand dengan Bali? Erat sekali saudara-suudara! Hal ini terutama terkait dengan pariwisata Bali. Seperti yang sudah diketahui bahwa Thailand dan Bali bersaing ketat dalam hal pariwisata. Thailand dengan Phuket dan Bali dengan Kuta seolah 2 orang sprinter yang saling kejar agar kunjungan turisnya selalu unggul. Dengan adanya konflik disana, para turis tentunya akan mikir ngapain juga liburan ketempat perang kayak gitu? Mending juga pergi ke Bali aja ahh..begitu kira-kira pikiran mereka. Dan disinilah momentum ini akan bertemu: Peak Season new year yang memang selalu penuh + tambahan turis yang batal ke Thailand namun memilih old and new di Bali. Hasilnya ? Peak Season Plus ! 🙂 Okupansi Bali hotel dan Bali car rental kemungkinan akan mengalami lonjakan permintaan yang lebih tinggi.

Yang jelas adalah industri pariwisata di Thailand akan semakin terpukul. Syarat pertama sebuah negara dalam mempromosikan pariwisatanya adalah keamanan dan kenyamanan. Dan inilah yang tidak dimiliki Thailand saat ini. Kita ingat betapa syarat ini juga tidak dimilik Indonesia pasca bom Bali dan pengeboman di berbagai kota di Indonesia lainnya. Jangankan berita pengeboman, kabar eksekusi Amrozi cs saja sudah mampu membuat tempat wisata di Bali menjadi sepi.

Namun tentunya kita berharap apapun konflik yang sedang terjadi di Thailand segera diakhiri saja. Bukannya apa-apa, tentunya solidaritas sesama Asia dan atas nama kemanusiaan harus kita junjung tinggi daripada sekedar urusan bisnis. Bagaimanapun juga bangsa Indonesia pernah dan sering mengalami situasi pahit akibat rusuh seperti ini. Dan itu sangatlah tidak enak.

Okay Thailand, semoga cepat membaik kondisimu. Rukun, aman dan sentosa semoga kembali lagi diatas bumi Thailand. Amin

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

[…] satu rencana kedatangan penyewa mobil saya yang sudah confirm, namun akhirnya batal. Bagi Bali, kekacauan di Thailand yang berpotensi membawa keuntungan ternyata juga membawa efek negatif seperti email dari tamu saya yang batal […]

Leave a comment

(required)

(required)