Review Bisnis Mandi Bolaku

Saya baru saja punya bisnis baru. Bisnis ini jauh dari hiruk pikuk bisnis berbasis online dengan teknik SEO, SERP, Google, Yahoo, Analytics, Page Ranking, dsb yang menyertainya, dimana selama ini saya telah dan sedang menggelutinya untuk bisnis baju muslim dan sewa mobil di Bali saya. Bisnis baru ini ramai dengan hiruk pikuk seliweran kendaraan bermotor, jeritan anak kecil, pendaran sinar matahari dan sedikit cipratan air hujan ketika sedang deras-derasnya. Bisnis apa gerangan yang sedang saya lakoni? MANDI BOLA.

Ya, sudah (alhamdulillah) 10 hari ini saya bersama istri buka usaha baru berbasis offline. Nama yang saya usung adalah Arena Bermain Mandi Bola Kidz Ballz. Sengaja memakai huruf ‘Z’ dan bukan ‘S’ karena saya dulunya (dan mungkin masih) adalah penggemar komik Dragon Ballz 😉 Lokasinya berada dipinggir jalan dekat tempat tinggal saya di Denpasar, daerah Pemogan, tepatnya di pasar senggol. Menurut saya, kawasan pasar senggol seperti ini adalah contoh tempat yang ideal untuk membuka usaha dalam bentuk toko dipinggir jalan. Tidak saja pasar senggol, daerah ini juga terdapat juga beberapa minimarket, warung makan, warung internet, konter pulsa, pedagang martabak, pedagang mainan anak-anak, dsb. Pokoknya, kawasan ini sangatlah ramai.

Para bapak, ibu, dan anak-anak mereka seakan berkumpul jadi satu ditempat ini dengan berbagai keperluannya. Belum lagi dengan hilir mudik lalu lintas kendaraan di sepanjang jalan, lengkaplah sudah kawasan ini menyandang predikat pasar senggol plus plus 🙂 Dari sekian banyak jenis manusia yang beredar disini setiap harinya, para calon pelanggan potensial saya adalah dari jenis anak-anak yang imut itu.

Lantas, apakah dengan kondisi kawasan seperti diatas, usaha mandi bola saya profitnya meledak? Hehehe..ternyata kagak! Atau, agar terdengar tetap optimis, belum! Bagaimanapun, tetaplah alhamdulillah. Ternyata, dari target minimal 30 anak per hari yang main disini, ternyata setelah di rata-rata hanya 12 anak saja. Dari sekian banyak kekurangan yang ada ditempat mandi bola ini, kekurangan terbesarnya adalah display kurang menarik.

Saya bersama istri mengambil kesimpulan seperti itu setelah saya mengambil gambar (menjepret) tempat ini dari berbagai sudut. Sudut-sudut yang dimaksud adalah, sudut pintu masuk toko, sudut tempat parkir, sudut seberang jalan dan sudut pintu keluar minimarket Karunia Dewata. Terutama dilihat dari sudut pintu keluar Karunia Dewata yang menjadi target paling potensial saya, image tempat mandi bola saya terlihat seperti gabungan gudang kosong dan anak pengemis tidur didalamnya. Sepi, kurang greget, dan tidak gemerlap.

Selain itu, para pengendara bermotor yang lalu lalang didepan toko saya, jarang yang berkesempatan untuk menengok ketempat saya. Sebabnya, karena tidak ada sign dipinggir jalan. Diawal-awal ini, saya agak kesulitan untuk memasang sign disana, terutama karena lahannya sudah sulit. Mudah-mudahan kedepannya akan lebih mudah. Untunglah, saya menyadari adanya berbagai kekurangan ini. Jadi langkah selanjutnya untuk perbaikan sudah ada didalam kepala. Tinggal dieksekusi.

Saya bukanlah orang yang berkesenian. Membuat display yang ciamik bukanlah bakat dan keahlian saya. Namun, setidaknya, dengan tekad menjulang tinggi ke angkasa sana, mau tak mau saya harus tetap mempelajarinya dan menjadi sedikit lebih ahli. Saya berkeinginan untuk memasang neon box diatas spanduk mandi bola saya. Selain itu juga neon box lagi didalam ruangan dengan berbagai macam tulisan yang menarik. Saya juga akan menurunkan sedikit posisi gambar kartun Donald Bebek, Dora, Spiderman dan konco-konconya ini dari tembok. Memutar posisi kolam bola dan slurutannya (perosotan ?) Harapannya, bahkan dari kejauhan seberang jalan, mata anak-anak yang imut itu akan langsung menangkap pesan yang coba saya lontarkan dari tempat ini: Ayo, bermain bola disini ya? Asyik lho..Hore! Begitulah.

Kalau ilmu Marketing Mix datang dengan 4P-nya, above of all, kayaknya Promotion adalah kekurangan saya. Saya merasa Place (pasar senggol Pemogan), Price (3500 rupiah per anak) dan Product (satu-satunya di Denpasar untuk mandi bola kelas pinggir jalan) sudah sangatlah sempurna. Namun, terkendala dengan pembagian waktu yang luar biasa sejak dari pengadaan perlengkapan mandi bola, dekorasi ruangan, mengatur para tukang, sampai urusan tetek bengek kayak pembuatan karcis masuk, saya malah melupakan yang namanya Promotion ini. Promosi yang saya maksud disini adalah seperti pembuatan brosur kemudian menempelkannya di pinggir-pinggir jalan. Saya baru menyadari pentingnya hal ini setelah bisnis ini jalan beberapa hari.

Tapi, saya semakin menyadari, sebetulnya 4P itu masih bisa kita koreksi. Ada lagi satu P yang tidak kalah pentingnya, yaitu Pray. Dengan doa, hati dan pikiran kita menjadi tenang. Kalau ramai, kita bersyukur dan tidak jumawa. Kalau sepi, juga tetap bersyukur dan tidak putus asa. Kita semua harus segera menghubungi Mr. Maslow, agar 4P diganti menjadi 5P 🙂

Saat ini, sepi atau ramai, saya menikmati menjalankan usaha ini. InsyaAllah semoga hari-hari kedepan tetap diberi ketetapan oleh Allah SWT untuk terus menikmatinya. Bisnis konvensional seperti ini, yang membuka stand toko dipinggir jalan, adalah betul-betul hal yang baru buat saya. Perlu strategi dan pendekatan baru. Saya tinggalkan dulu konsep SEO dan SERP yang menyertai keseharian dalam bisnis online saya.

Untuk berhasil di bisnis ini, wajah dengan senyuman lebar sampai mendekati kuping adalah lebih utama.

Arif Haliman – Owner Busana Muslim Bali

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

Wah….tambah maju za bapak Qt yg 1 nie…. Semoga bisnis baru nya berjalan dg lancar dan SUKSES!!!

We kek kek..amin bu.

[…] sebuah bisnis (misalnya baju muslim, sewa mobil di Bali atau usaha mandi bola) memerlukan keahlian tersendiri. Memerlukan kesabaran, kompetensi serta keberanian dalam menanggung […]

[…] bola yang baru saja saya dirikan. Ini adalah mainan saya terbaru. Review singkatnya bisa dilihat disini. Nih usaha betul-betul 100% offline, yang sebagaimana kebanyakan bisnis offline lainnya, masalah […]

Kalo boleh kasih saran sich……..mmmmmmmmmmmmm
itu rif..temboknya yang warna warni dg berbagai mcm gambar yg lucu2. atau kasih aja tempelan gambar yag gedhe yang lucu2………sebagai promosi untuk anak2,setelah bermain kasih aj balon satu,biar berkesan,so nyampe rmh dia bakalan cerita ke tmnnya klo hbs mdi bola,n tmnnya ganti bsknya minta ke ortunya buat ngajak k situ……………….bla bla bla

sukses yahhhhh

Tenkiu bu Pipit,
Betul, tembok warna-warni dengan tempelan kartun2 besar adalah ide bagus. Kalo balon wes pas launching dulu, tapi kayaknya kalo dijadikan program berkelanjutan bagus juga ya?

[…] Arif Haliman Tetangga sebelah toko saya, yang baru saja buka 1 minggu setelah launching usaha mandi bolaku, secara mengejutkan tiba-tiba harus menutup usahanya. Dihitung-hitung, tidak lebih dari 3 minggu […]

[…] telah saya beritakan, saya mempunyai usaha mandi bola di Denpasar. Mandi bola kelas pasar, atau pinggir jalan. Bukan usaha mandi bola yang jamak terdapat […]

halo pak…sy jg ada minat bka usaha ini ditmpat sy…untuk kolam bola pake yg plastik ato buat sendiri n bolanya berapa banyak ya..trims blognya bmanfaat…:)

Assalamualaikum pak Arifin, saya rencananya mau buka usaha juga seperti bapak…………..klo boleh tau berapa kira2 modal untuk membuat mandi bola sperti yg bapak miliki ?

Dan saya mau ngasih saran nih………….coba bapak siapkan juga kamera digital plus printer photo…..jd sbagai promosi bapak foto aza tiap anak2 tsb dan di kasih photo 2R gratis……….lalu tawarin kpd orangtuanya jg bila ingin di cetak ukuran 8R ato A4 harganya 10 rb ato 15 ribu, pst akan mnambah penghasilan bapak…….sekian dr saya wassallam……

asskum pak….numpang baca dan sekaligus mau nanya…..berepa modal yang dibutuhkan kira2 untuk memulai usaha yang serupa seperti di atas…..???? trima kasih atas jawabannya,saya tunggu di email saya…alhamdulillah jzakro

assalamu aliaikum pak arief. semoga usahanya berjalan lancar dan rezekinya selamu dilapangkan oleh Allah swt.
bisa minta info ngak, dimana bapak membeli arena bermain bola untuk usaha bapak ini. saya tertarik untuk membuat usaha sampingan seperti yang bapak arief tekuni sekarang.

mohon bisa di balas ke alamat email saya.

thanks atas kerja samanya,

warn Regards

Rizal

Assalmualaikum pak arif, semmoga bpk n kluarga dilapangkan pintu rezekinya karena berbagi pengalaman disni.
sy jg Insya Allah dlm waktu dekat akan buka tmpt mandi bola disatu pusat perbelanjaan, doakan smoga berjalan lancar.
kendalanya adalah sy msh bekerja dan blm mungkin untuk jaga setiap hari, bs dibantu untuk share pengalaman mengenai controlnya, cth, penggunaan tiketnya seperti apa?
apabila tdk keberatan, dpt bpk share dan dikirimkan ke email sy,

trima kasih sebelumnya

salam kenal,
oia Pak
nak tanya nie,modal usahanya berapa ya pak kalo di Bali situ

ass pak. semoga usahanya lancar dan rejekinya menjadi berkah untuk keluarga. saya jg pny rencana akan membuat usaha serupa di daerah bekasi pak. kalau tidak keberatan, saya minta info berapa dan dimana bapak membeli arena mandi bola tsb. mohon dibalas melalui e-mail saya. terima kasih sebelumnya.  

Askm…..beli peralatanmu butuh modal berapa ya pak???

Waalaikumsalam semuanya…terima kasih sudah kontak,

Saya dulu belinya di JMP (Jembatan Merah Plaza) Surabaya. JMP ini sudah dikenal luas sebagai pusat kulakan barang-barang apa saja di Surabaya, atau Indonesia timur. Total jenderal modalnya, yah sekitar 8 jutaan, itu untuk segala mainan itu (bola, kuda-kudaan, perosotan, pagar-pagaran, stiker dinding, dll deh).

Rp 8 juta itu belum termasuk biaya kirim ke Denpasar.

Kelebihan bisnis ini adalah hampir semua barang-barangnya terbuat dari plastik, jadi sangat awet dan tahan lama. Asal tidak lupa dibersihkan (di lap basah menghilangkan debu dan kotoran hitam), insya Allah semua mainannya akan tahan lama. Jadi, tak perlu tiap tahun ganti mainan. Kecuali menambah jumlah dan model mainan, tentu harus beli lagi 🙂

Silakan ditanyakan lagi apabila ada info lain yang ingin ditanyakan ya….

Leave a comment

(required)

(required)