Padang Savana di Taman Nasional Baluran Situbondo

Taman Nasional Baluran: siapa yang tak kenal? Bagi para pengguna jalan raya provinsi yang menghubungkan kota Situbondo dan Banyuwangi serta Jawa Timur – pulau Bali, taman nasional ini sudah tak asing lagi. Termasuk saya sebagai pengguna jalan raya, apabila berkendara dari Jawa ke Bali atau sebaliknya, pasti melewati kawasan taman nasional ini. Tapi, sudah 13 tahun ini saya hanya sekedar melewatinya, tak pernah memasukinya. Dan, baru beberapa waktu yang lalu niat saya alhamdulillah kesampaian.

Taman Nasional Baluran Situbondo terletak di perbatasan Banyuwangi dan Situbondo. Namun secara administratif ikut Situbondo. Semua pengguna jalan raya, baik mobil atau motor, pasti akan melalui kawasan hutan ini. Rata-rata perlu sekitar 20 menit dengan kecepatan sedang.

Kalau pas melintas di siang hari, pemandangannya sungguh asoy khas hutan. Sesekali dipinggir jalan sepanjang hutan banyak dilihat monyet-monyet. Mereka jinak, dan tak nakal. Kamu bisa berhenti dipinggir hutan untuk sekedar memberi makan monyet-monyet itu. Kalau pas malam hari, nothing can see but darkness hehe. Saya biasanya kalau melintas malam hari disana, lebih senang membangunkan istri yang sedang tidur untuk saya ajak ngobrol, daripada melek sendirian menyetir didalam hutan 🙂

Ketahuilah, taman nasional Baluran ini boleh dimasuki oleh pengunjung, alias untuk umum. Dimana pintu masuknya? Kalau kamu melintas dari arah Surabaya, pintu masuknya berlokasi persis di penghujung hutan, sebelah kiri jalan. Jadi, begitu hutan telah selesai dilalui, pelankan kendaraanmu dan bisa dilihat papan masuk ke tempat wisata taman nasional Baluran. Kalau melintas dari arah pulau Bali, maka lokasinya berada tepat sebelum memasuki kawasan hutan, disebelah kanan jalan.

Sebelumnya saya ingatkan, akses jalan menuju dalam taman nasional sungguh buruk. Terkesan sangat tak dirawat. Jalanan banyak yang berlobang dan tergenang air sewaktu habis hujan. Hati-hati berkendara. Pemotor apabila salah ambil jalan, bisa-bisa terperosok.

Tiket masuknya murah meriah, hanya Rp 15ribu per orang, Rp 10rb mobil. Didalam area taman nasional, ada 2 pokok tujuan yang menjadi jujugan: padang savana dan watersport.

Bagi yang melulu melihat padang savana (padang rumput yang luas) hanya di televisi, kayak di Afrika, maka padang savana Baluran ini adalah versi lokalnya. Memang sungguh menakjubkan: sebuah padang rumput yang teramat luas, dikombinasi dengan kesunyian alam dipadu hembusan angin lepas. Dilengkapi dengan background pemandangan gunung sejauh mata memandang, lengkap sudah lukisan terindah Tuhan ini. Seumur-umur baru sekali ini saya menyaksikan pemandangan yang seperti itu.

Sepanjang perjalanan didalam taman nasional, kita akan menjumpai ribuan kupu-kupu. Mereka bahkan hinggap di tengah-tengah jalan, dan sontak berhamburan ketika kendaran kita datang. Anak-anakku sungguh bergembira melihat pemandangan ini. Sesekali kita jumpai burung-burung, dan juga sejenis ayam berjambul merah.

Pernah kami juga menjumpai sekawanan kerbau (entah kerbau jenis apa) dari kejauhan. Sepertinya, hidup di padang rumput semacam ini, para kerbaru itu tak akan pernah kekurangan rumput segar hehe..

Di penghujung perjalanan, kita akan menjumpai pantai. Pantainya sungguh bersih, dan airnya hijau jernih, menandakan tanpa polusi. Disini juga ditawarkan berbagai kegiatan air seperti diving, snorkeling, atau mendayung.

Oiya, juga ada Menara yang menjulang tinggi, tempat kita bisa memanjatnya, dan begitu sampai atas kita bisa melihat hampir seluruh area taman nasional. What a wonderful view..!

Di Taman Nasional Baluran juga ada penginapannya. Hanya saja, saya pribadi agak ngeri-ngeri sedap demi membayangkan menginap ditempat seperti itu.

Bagi yang bosan melulu pergi ketempat wisata seperti pantai, gunung, area pedesaan, atau malah mal, maka bolehlah pergi ke Taman Nasional Baluran di Situbondo. Melihat savannah (padang rumput yang luas), seperti yang lazim ada di Afrika.

Arif Haliman

http://www.muslimbusana.com – Toko Busana Muslim di Bali
http://www.baliwebby.com – Sewa Mobil & Motor di Bali

 

 

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

No comments yet.

Leave a comment

(required)

(required)