Netpreneur Yang Makin Hot

Majalah SWA edisi terbaru (No. 04/XXVI/18 Feb-3Mar 2010) menurunkan artikel utama yang sangat menarik. Kolom Sajian Utama yang menjadi andalan disetiap edisinya kali ini membahas mengenai Digitalpreneur. Digitalpreneur adalah sebutan untuk pemilik usaha atau pemilik ide yang berkecimpung dalam dunia usaha berbasis 100% teknologi informasi. Digitalpreneur – seiring dengan maraknya kehidupan berinternet di Indonesia – memang sedang mewabah akhir-akhir ini. Untuk pengertian yang lebih sederhana, saya lebih suka menyebutnya Netpreneur. Dan saya, sebagai salah satu netpreneurs di Indonesia, merasa antusias untuk mengetahui sepak terjang mereka.

Ternyata, mereka yang berkecimpung dibisnis ini benar-benar luar biasa. Melebihi perkiraan saya selama ini. Bisa dikatakan, model bisnis (berikut produk bisnis) yang mereka usung sangat inspriratif. Selintas, kita menjadi lupa bahwa ini adalah Indonesia, dan bukan Amerika. Bahwa mereka ini adalah orang-orang Indonesia asli, dan bukan alien luar negeri. Seakan baru terbangun, pikiran saya tiba-tiba menyeruak ke permukaan, sadar bahwa karya teknologi informasi yang diusung anak negeri ini berpotensi akan (dan malah beberapa sudah) berkelas internasional!

Seperti sudah diketahui, banyak provider jasa internet yang berlomba menawarkan paket internet murah. Alhasil, kunjungan ke situs-situs yang bertebaran di internet semakin terbuka lebar. Ditunjang dengan kemunculan fenomenal Facebook, Twitter dan situs jejaring sosial lainnya, seakan usaha warnet yang dulu sempat saya perkirakan akan kembang-kempis, ternyata keliru. Umumnya, usaha warnet sekarang ini tetap eksis dan tampaknya bakalan tetap berjaya.

Tahu Kaskus.us ? Ini adalah situs komunitas asli bikinan anak negeri. Saat ini anggotanya lebih dari 1,3 juta orang! Dengan sekitar 50 buah perusahaan yang mengiklankan diri disana, bisa dibayangkan berapa penghasilan Andrew Darwin cs, yang memulai membangun situs ini dari sekedar hobi. Terilhami dari ini, lahir juga situs Koprol.com, yang menggabungan semua fungsi yang ada di Facebook, Twitter dan Plurk. Ada juga FUPEI (Friends Uniting Program Especially Indonesian), situs pertemanan asli Indonesia. Anggotanya bertambah sekitar 300 orang per hari. Tidak lupa kita sebut juga Beoscope, replikasi sejenis YouTube, namun karya asli Indonesia.

Disamping itu, perkembangan gadget juga luar biasa. Berbanding lurus dengan tingkat penggunanya yang juga semakin meningkat. BlackBerry, iPhone, dan smartphones lain yang semakin friendly terhubung ke internet adalah bukti konkret yang semakin memuluskan langkah pelaku bisnis industri berbasis online. Berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh situs berbasis komunitas atau pertemanan dengan bekerjasama dengan vendor smartphones, turut menambah kesemarakan bisnis ini. Sekedar mengingatkan, pengguna Facebook di Indonesia menempati urutan kedua pertumbuhan tercepat setelah Amerika.

Beragam aplikasi bikinan anak negeri mulai bertebaran. Aplikasi XL Mall adalah toko maya untuk pelanggan BlackBerry besutan Kemal Arsjad. Melalui XL Mall, pelanggan bisa membeli berbagai aplikasi seperti RBT, wallpaper, dsb. Dengan lisensi langsung dari RIM (Research in Motion), pemilik BlackBerry, Kemal mendapat kepercayaan penuh untuk mengembangkan aplikasi ini.

Aplikasi-aplikasi lain juga banyak. Sebut saja yang berkenaan dengan SMS reminder, SMS banking, dsb, yang kesemuanya itu berhubungan langsung secara realtime. Tidak ketinggalan juga game dan animasi. Nusantara Online adalah salah satunya. Presiden SBY bahkan merasa perlu untuk menyebut nama ini dalam sebuah kesempatan. Lalu ada juga Kendro Hendra dengan bendeta InTouch. Orang ini sudah terkenal tidak hanya didalam negeri, namun juga diluar negeri. Ketenarannya berkat keberhasilannya menciptakan sebuah device yang dibenamkan di Nokia Communicator. Device ini digunakan oleh Nokia untuk semua jajaran Communicatornya diseluruh dunia, dan itu adalah karya orang Indonesia.

Masih banyak lagi sebetulnya yang bisa diungkapkan mengenai sepak terjang pelaku netpreneurs. Apakah yang masih kelas ecek-ecek atau yang sudah high end. Bagi saya, lepas dari kelas teri atau kakap, pesan utamanya adalah seberapa tinggi pengaruh mereka kepada saya. Minimal, saya harus mendapat semangat mereka. Bahwa jalan yang saya pilih untuk terus menggeluti bisnis online (seperti penjualan busana muslim dan Car rental Bali) benar-benar terus bermasa depan cerah.

Mereka sudah membuktikannya. Saya juga sudah membuktikannya. Kamu juga mau ikut bergabung?

Arif Haliman – Owner Busana Muslim Bali

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

No comments yet.

Leave a comment

(required)

(required)