Panduan Nyeberang dari Ketapang (Banyuwangi) ke Gilimanuk (Bali)

Okay, kamu sudah paham tentang apa jalur Pantura itu? Dan tak hanya paham, bahkan mungkin sudah punya pengalaman menyusuri jalur Pantura Timur dari Surabaya ke Banyuwangi? Selamat ya…hebat tenan hehe…Kalau sudah seperti itu, apa kamu tidak sekalian saja lanjut menyetir ke pulau seberang, yaitu Bali? Kalau ingin tahu dulu kayak gimana sih prosedur atau cara menyeberang dari Banyuwangi ke Bali, silakan ikuti tulisan berikut ini…

Kalau kamu sudah mencapai pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, untuk kemudian lanjut menyeberang pakai kapal ferry menuju pulau Bali, dan ingin istirahat barang semalam, sekedar informasi banyak sekali hotel bertebaran di daerah sekitar pelabuhan situ. Kalau mau yang lebih berkelas, terus saja arahkan mobilmu melewati pelabuhan dan masuk ke arah kota. Disitu berjajar hotel bintang 3 dan 4 yang mustinya enak untuk diinapi. Tapi kalau ingin langsung menyeberang, baiklah ini panduannya..

HARGA TIKET FERRY PELABUHAN KETAPANG-GILIMANUK

Kalau mobilmu adalah mobil keluarga macam Avanza dan sebangsanya, harga tiket kapal ferry pelabukan Ketapang Banyuwangi adalah Rp 136.000. Hanya membayar tiket untuk mobilnya, penumpangnya tidak. Sebelum membayar di loket, akan ada petugas pelabuhan yang meminta SIM A dan STNK kendaraan. Jadi pastikan semua suratmu lengkap sebelum nyeberang.

Selain itu petugas akan mendata seluruh penumpang mobil (manifestasi penumpang). Prosedur ini baru 2 tahun ini dilaksanakan, soalnya sebelumnya ada insiden kapal ferry yang karam di jalur pelayaran Ketapang-Gilimanuk.

Setelah semua prosedur selesai, di dalam pelabuhan akan ada yang mengarahkan mobilmu masuk ke dermaga yang mana. Dan kalau tidak sedang musim liburan, biasanya hanya perlu menunggu maksimal 30 menit, dan masuklah mobilmu ke dalam kapal yang akan membawamu berlayar ke pulau Dewata..

Kapal ferry pelabuhan Ketapang-Gilimanuk lebih kurang sama dengan kapal yang digunakan di pelabuhan Padangbai-Lembar (nyeberang dari Bali ke Lombok). Bedanya di Ketapang-Gilimanuk ini tak ada kamar ABK yang bisa disewa untuk sekedar tiduran. Ini karena lama pelayaran yang memang singkat, lebih kurang 1 jam saja. Bandingkan dengan pelayaran Padangbai-Lembar yang perlu sekitar 5 jam. Lama nian..

Ok, begitu ferry telah merapat di Gilimanuk, selamat ya…itu artinya kamu sudah berada di Pulau Bali! Yihaaaa…..

Eh, siapkan KTP mu (biasanya KTP sopir saja yang diminta). Pastikan KTP mu masih berlaku. Karena kalau tidak, kamu akan mendapat masalah. Disuruh balik lagi ke Jawa, alias tak boleh masuk ke Bali!

Orang liburan ke Bali biasanya menuju tempat wisata yang ada di Bali bagian selatan (north Bali). Tempat wisata di selatan ini sudah kesohor terkenal, seperti Kuta, Nusa Dua, Jimbaran atau ibukota provinsi Bali, Denpasar. Nah, asumsi bahwa kamu akan liburan ke Kuta, berikut informasinya..

Begitu keluar dari pelabuhan, ketahuilah ada 2 jalur yang akan membawamu menuju Kuta, Denpasar atau bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

2 JALUR UTAMA DARI GILIMANUK MENUJU KUTA ATAU DENPASAR

Jalur pertama adalah lurus saja ikuti jalan utama Jl. Raya Gilimanuk-Denpasar begitu keluar dari pelabuhan. Secara jarak jalur ini lebih pendek. Dan kalau lalu lintas lancar (ini hanya terjadi pada dinihari), lebih kurang 2.5 jam kamu akan tiba di Bali selatan. Diluar waktu dinihari, akan perlu 3 – 4 jam. Ini adalah jalur umum yang sering dipilih oleh pengendara. Melewati kabupaten Negara, Pekutatan, Soka dan seterusnya hingga masuk wilayah kabupaten Badung, dimana Kuta dan Denpasar sudah dekat dari sana.

Jalur kedua adalah sekitar 750 meter begitu keluar dari pelabuhan, belok kiri dan masuk ke area Taman

Nasional Bali Barat. Jalur ini secara jarak akan lebih jauh daripada jalur pertama. Sebetulnya ini adalah jalur alternatif. Namun secara waktu, akan sama 4 jam juga sampai di Kuta. Jadi silakan pilih sendiri.

Saya sendiri sudah sering mencoba kedua jalur ini. Saran saya, apabila kamu berkendaranya dini hari, lebih baik ambil jalur pertama. Tapi kalau diluar dinihari, lebih baik ambil jalur kedua. Sebab, walaupun jalur kedua secara jarak lebih jauh, tapi kamu tak akan capek karena jalannya lebih sepi, lebih lebar, dan pemandangannya jauh lebih menarik.

Di jalur pertama itu, kamu akan bermobil bersama-sama dengan konvoi truk-truk besar mengangkut sembako. Juga bersama-sama dengan bus-bus besar antar provinsi (dari Lombok-Bali-Jawa). Serta aneka macam kendaraan kecil semacam motor, sepeda gayung, gerobak, dll. Kalau sudah tumplek blek jadi satu kayak itu, kamu akan kesulitan untuk menyalip kendaraan di depanmu, yang walhasil walaupun secara jarak lebih pendek daripada jalur kedua, tapi secara waktu akan sama dengan jalur kedua yang lebih sepi jalannya. Saya sendiri sering bete lewat jalur pertama selain dinihari.

Di jalur kedua itu, berturut-turut kamu akan melewati daerah Taman Nasional Bali Barat, Seririt, Singaraja, Lovina dan kemudian sampai di Bedugul. Nah, paham kan. Kalau lewat jalur kedua ini, sekaligus kamu bisa berwisata di tempat wisata terkenal yang disebutkan tadi, terutama Lovina dan Bedugul. Oiya nanti kalau sudah di Bedugul, jangan lupa sempatkan diri mencicipi kuliner wajib sate kelinci di Bedugul.

 

Pun nanti selepas dari Bedugul kamu akan langsung menjumpai Teman Joger, toko kedua dari Pabrik Kata-Kata Joger Kuta yang terkenal itu (toko pertama ada di kawasan Kuta).

Salah satu pemandangan indah di Seririt, Bali

Oiya, sepanjang jalur Gilimanuk hingga Bedugul kamu akan banyak menjumpai masjid. Masjidnya lumayan besar-besar. Sedikit informasi, komunitas muslim di sepanjang jalur itu memang sangat banyak. Akan lazim kamu temui penduduk situ di sepanjang jalan yang berkerudung dan bersarung. Jadi, bisa dong numpang shalat di salah satu masjid disana apabila waktu shalat sudah tiba.

Demikian panduan singkat bagi kamu yang hendak menyeberang ke Bali dari Banyuwangi. Jangan sungkan untuk bertanya atau sekedar berkomentar ya..

Arif Haliman

http://www.muslimbusana.com – Toko Busana Muslim Online di Bali

Busana Muslim Berkualitas

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

No comments yet.

Leave a comment

(required)

(required)