Muhammad Syafii Antonio, Pakar Ekonomi Islam

Tadi malam sekitar sekitar pukul 21.00 WITA saya tidak sengaja menonton televisi. Dibilang tidak sengaja karena saya memang jarang menonton acara di televisi. Mungkin hanya sekitar 15-30 menit selepas maghrib, karena biasanya makan malam sambil nyalakan televisi. Namun tadi saya (bersama istri) sempat-sempatkan untuk memelototi sebuah acara di TV One yaitu Debat Publik dengan tema, kalau tidak salah, Penerapan Ekonomi Syariah. Acara ini sudah berjalan beberapa menit dan saya hanya mengikuti debat yang dilakukan oleh 2 kontestan terkahir. Saya tidak tahu nama kontestan masing-masing, namun kontestan terakhir dari kubu pro penerapan ekonomi syariah Islam adalah Muhammad Syafii Antonio.

Saya memang sudah lama sangat tertarik, atau kalau tidak dibilang kagum kepada sosok manusia langka Indonesia ini. Pakar segala macam bentuk ilmu ekonomi dunia terutama ekonomi syariah Islam ini sangat piawai dalam memaparkan pengetahuannya. Gaya dan intonasi suaranya yang sangat tenang disertai senyum namun mendalam dalam pemaparan membuat lawan bicaranya yang kontra ekonomi syariah itu seperti kehilangan kemampuan menyanggahnya. Usahanya dalam menyakinkan pentingnya ekonomi syariah sebagai alternatif dari solusi ekonomi kapitalis yang sekarang ini sedang sekarat di berbagai belahan dunia sangatlah komplet. Tidak hanya dari sisi pengalaman dan pengamatan mendetil bahwa diluar negeri seperti Inggris, Jerman, Perancis bahkan Amerika sendiri mulai membuka pintu lebar-lebar untuk masuknya ekonomi syariah, juga dari sisi religi. Beliau bahkan sempat menyitir salah satu ayat dari Bible yang kurang lebih menyatakan bahwa Bible sendiri juga sangat membenci yang namanya riba (mengambil keuntungan sangat berlebih dari yang seharusnya).

Umum sudah diketahui bahwa orang Kristen di Indonesia mati-matian berusaha membendung adanya perundang-undangan yang membawa label Islam. Diantaranya adalah wacana diundangkannya sistem perekonomian Islam di Indonesia. Mereka bersikeras mengapa harus membawa-bawa jargon syariah yang notabene Islam? Mereka orang-orang Kristen itu sebetulnya sangatlah takut apabila memang gelombang penerapan hukum-hukum yang membawa unsur Islam dilibatkan dalam hukum negara. Saya pribadi bisa saja balik bertanya: Lha, mengapa harus takut?

Kapitalisme yang sangat digembar-gemborkan barat (Kristen dan Yahudi) sekarang ini sedang sekarat. Lihat saja Amerika. Siapa yang menyangka bahwa bumerang itu sekarang sudah balik mengenai wajahnya sendiri. Dengan keserakahan dan kerakusan sistem kapitalis, Amerika sebagai lokomotif kapitalis sekarang sedang dihadapkan pada sebuah kondisi sedang bergejolak. Berbagai krisis sedang melanda disana mulai dari krisis keuangan, moral, lapangan pekerjaan sampai pendidikan, dsb.

Sebaliknya kita sedang menyaksikan bahwa ekonomi syariah tetap tegar tidak terpengaruh oleh krisis finansial global dunia saat ini. Ini dibuktikan dengan tetap eksisnya pendanaan keuangan di bank-bank syariah yang stabil, bahkan meningkat baik di Indonesia maupun luar negeri yang berbendara syariah seperti di Timur Tengah.

Saya pribadi sudah lama sangat tertarik dengan sistem ekonomi syariah. Saya tidak ingin hanya membatasinya hanya dipermasalahan bunga atau ribanya, tetapi lebih dari itu. Namun lepas dari masih adanya beberapa suara miring yang mengatakan bahwa semua bank syariah yang ada di Indonesia masih belum sepenuhnya murni syariah, namun dengan bergabung menjadi nasabah mereka kiranya adalah sebuah langkah yang tepat. Dengan logika sederhana, kalau mau menghindari praktek riba, ya mestinya jangan bergabung dengan sebuah bank konvensional namun dengan sebuah bank syariah. Dalam hal ini saya telah menjadi nasabah Bank Muamalat.

Ibu saya juga saya sarankan memindahkan rekeningnya ke Mandiri Syariah dari sebelumnya di salah satu bank konvensional. Setidaknya ini adalah langkah awal saya untuk mendukung penerapan ekonomi syariah.

Namun jujur untuk beberapa hal saya masih bergabung dengan bank konvensional, bahkan beberapa pendanaan masih saya pergunakan dari mereka. Tapi dalam hati ini selalu bertekat bahwa kedepannya akan semakin menjadi murni syariah, terlebih lagi setelah melihat penampilan Pak Syafii Antonio di televisi tadi.

Lalu apakah bakal sama sekali tanpa kekurangan? Seperti dibilang Pak Syafii, ya tidak dong. Bagaimanapun juga ini adalah produk baru. Sebagai salah satu partisipan, kita semua sebagai orang muslim harus ikut menyukseskannya. Kita berpartisipasi menyosialisasikannya dengan baik, dan mendukungnya dengan sepenuh hati. Faktanya adalah begitu banyak para non-muslim terutama etnis Cina yang menanamkan uangnya di berbagai bank syariah, lha kenapa kita yang jelas-jelas muslim tidak melakukannya?

InsyaAllah barokah atas semua amal usaha Pak Muhammad Syafii Antonio dalam kiprahnya mengawal dan membangun ekonomi syariah Islam di Indonesia tercinta ini..Amin.

Save

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

setuju pak.. saya juga dukung ekonomi syariah..
walaupun saya belum menabung di bank syariah 🙂

Hehe sip pak..

Semoga cepat kesampaian, amin.

Se7 dimulai dr kita ya mas arif

Yeap, dimulai dari keluarga kita dulu

Tuan,
1)apakah
a)kekuatan

dan sistem ekonomi dan kewangan islam daripada pandangan islam

Tuan.apakah kekuatan dan keistemewaan sistem ekonomi dan kewangan islam daripada pandangan islam?
(saya pelajar pjj ukm,Malaysia.) moga keprihatinan tuan mendapat ganjaran dari ALLAH.

Leave a comment

(required)

(required)