Metamorfosis: Dari Web Programmer ke Business Owner

Menjadi mandiri tidak bekerja ikut orang seperti sekarang ini sungguh tidak kebayang sebelumnya. Seperti layaknya mahasiswa standar yang mempunyai jalan pikiran yang juga standar, saya berpikir standar bagaimana caranya setelah lulus nanti bisa dapat pekerjaan yang ‘enak’. Enak disini agak sulit juga didefinisikan, apakah gaji yang ok, bidang kerja yang sesuai atau kerja deket rumah 🙂

Lulus dari Universitas Brawijaya Malang jurusan Manajemen Informatika, saya yang memang alhamdulillah tidak pernah menjadi penggangguran, langsung terbang ke Bali setelah 1 minggu diwisuda. Sebelum itu sudah bekerja fulltime jadi instruktur software komputer diantaranya HTML, Dreamweaver, PHP dan MySQL di LBB Alpine Malang selama 1,5 tahun, dan resign 1 minggu sebelum wisuda. Jeda 2 minggu ngganggur saya sempet-sempetkan ngajar privat di Mojokerto tercinta 🙂

Begitu tiba di Bali dan setelah wawancara langsung diterima kerja jadi web designer di sebuah biro tur dan travel online di Denpasar. Gak bertahan lama hanya 3 bulan langsung cabut dan dapet kerja di perusahaan web hosting di Kuta sebagai web programmer. Di perusahaan yang dimiliki oleh bule Selandia Baru inilah pengalaman dan mental saya betul-betul terasah, dan betul-betul mengerti tidak hanya sisi bidang pekerjaan saya seputar programming, namun juga sisi bisnis dan menjalin hubungan dengan klien. Saya bisa mengerti dua dunia yang sangat berbeda ini karena dua hal diatas sekaligus saya yang manghandle. Kamu mungkin sudah mengerti bahwa programmer biasa menyendiri duduk manis depan komputer, sedangkan perihal bisnis dan menjalin hubungan dengan klien lebih bersifat riset dan pemasaran. Walaupun ritme dan bidang garapan yang sepertinya tumpang tindih, namun membawa kegunaan yang sangat bermanfaat.

Begitulah singkat cerita karena berpengalaman dalam banyak hal termasuk didalamnya melakukan SEO (search engine optimization) dan sangat paham dampaknya apabila website kita menjadi nomor satu di Google atau Yahoo, lama kelamaan jadi berpikir. Mikirnya sederhana namun inspriratif: Daripada membuatkan website bisnis untuk orang lain (klien) dan kemudian bisa menjadi nomor satu di search engine, mengapa tidak membuat website bisnis untuk diri sendiri?

Kalau website itu milik klien dan jadi nomor satu di search engine dan karenanya peluang tercipta transaksi sangat besar, maka bisa ditebak seluruh uang hasil transaksi tadi dinikmati 100% oleh pemilik website. Kita sebagai developer website tidak satu sen pun mendapatkannya. Kita hanya mendapatkan uang hanya pada saat kita sudah dan sedang mendisain websitenya, atau harga untuk membuat website itu. Nah, sekarang coba bayangkan apabila website itu milik kita sendiri. Berapapun nilai transaksi yang tercipta maka 100% uang tersebut menjadi milik kita! Asyik bukan? Dan dari pemikiran sederhana seperti diatas inilah akhirnya tercipta website bisnis pertama saya Bali car rental yang menandai era baru saya sebagai business owner (usahawan) dan meninggalkan status pegawai (karyawan).

Jadi, beranikah kamu beralih dari karyawan menjadi usahawan? Harus! Begitu banyak bidang bisnis yang masih bisa digarap. Tidak harus online offline pun bisa. Mulailah sekarang juga. Bantu negara Indonesia tercinta ini dengan salah satunya menjadi usahawan handal yang mandiri.

InsyaAllah selalu diberi kemudahan dan kelancaran urusan. Amin.

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

[…] seperti ini juga yang ternyata pada akhirnya, membuat saya detik ini dalam hal mencari nafkah, dari seorang web programmer menjadi orang yang mandiri sebagai wirausahawan dan tidak lagi menjadi […]

[…] Belakang: Saya aslinya adalah seorang web programmer yang kemudian bermetamorfosis menjadi seorang web-based business owner. Mengapa kok bermetamorfosis seperti itu? Tidak lain tidak bukan karena saya melihat bahwa prospek […]

[…] saat saya masih menjalani bangku perkuliahan ataupun saat sudah mentas dari sana dan memasuki masa bekerja-profesional-8-jam-sehari-namun-akhirnya-gak-merasa-nyaman itu. Bahkan pada saat sekarang ini, beberapa teman lewat obrolan santai masih juga sempat terlontar […]

[…] saat ini saya sudah tidak lagi berprofesi sebagai seorang web programmer, namun setidaknya saya sudah sempat 5 tahun melakoni profesi itu […]

[…] plesir ke Bali. Saya saja yang termasuk mahasiswa kaya (karena sudah berpenghasilan sendiri dengan mengajar kursus di LBB), melirik Bali saja belumlah berani. Pokoknya, saat itu Bali merupakan sebuah pulau impian tak […]

Leave a comment

(required)

(required)