Mengapa Harus Ikan Koi dan Nila?

Ada banyak alasan orang memelihara ikan di rumahnya. Kalau saya, agar bisa menikmati hilir mudik para ikan berenang di akuarium, yang bisa memberi ketenangan pikiran itu. Disamping itu, juga agar anak-anak saya mendapatkan pendidikan seputar perikanan. Dulu saya juga pernah memelihara kelinci. Niatnya, ya salah satunya itu tadi, agar anak-anak tahu secara lebih dekat tentang kelinci, tak melulu dari buku pelajaran. Berikutnya, saya ingin juga memelihara burung. Dalam memelihara ikan, saya pilih dua favorit saya, yaitu ikan koi dan ikan nila.

Ada dua alasan simpel mengapa saya memilih memelihara ikan koi dan ikan nila. Keduanya bisa menjadi referensimu dalam memelihara ikan apabila kamu berencana memulai memelihara ikan.

Mengapa memelihara ikan koi ? Tak lain dan tak bukan adalah karena ikan ini diamini banyak orang, apalagi penghobi ikan, sebagai ikan yang sedap dipandang. Ikan koi itu terlihat gagah karena besarnya bisa seukuran lengan orang dewasa. Ikan koi juga terlihat anggun berkat tutul-tutul disisiknya yang cantik. Pun ikan koi juga relatif tahan banting karena bisa hidup dikolam terbuka terpapar sinar matahari dan hujan deras sekalipun.


Bayangkan seandainya semua keunggulan itu disatukan kedalam sebuah kolam ikan berisi puluhan atau ratusan ikan koi yang sedang meliuk-liuk berenang, alangkah sedap dipandanginya.

Dalam membeli ikan koi, saya lebih memilih membeli yang ukuran kecil dulu, sekitar 50 ribu perak per ekor, untuk saya timang-timang agar dewasa. Ikan koi dewasa yang bercorak aduhai (biasanya ditandai dengan warna bertutul-tutul yang tegas di sekujur kulitnya) bisa berharga jutaan. Apalagi kalau ikan koi memenangkan sebuah kontes ikan koi, bisa dipastikan harga melambung ke puluhan juta.

Pendeknya, ikan koi adalah lambang kemakmuran bagi orang yang memelihara di rumahnya.

Lalu berikutnya adalah ikan nila yang berjenis nila merah. Inilah adalah pilihan kedua saya. Mengapa ikan nila? Tak lain dan tak bukan karena ikan nila bisa disantap! Hehe.. Iya ikan nila bisa dikonsumsi dan rasanya sungguh gurih. Dibanyak restoran apung yang nyaman, memang pamornya masih dibawah ikan gurami. Tapi, dibanyak tempat saya melihat sudah mulai jamak menawarkan menu ikan nila. Disamping tak kalah gurih dengan ikan gurami, ikan nila semestinya berharga lebih murah.

Saya sendiri berpengalaman memelihara ikan nilai sejak usia bayi. Melihatnya sendiri bertelur lalu beranak. Walaupun saya tak bermaksud budidaya dalam skala massal, setidaknya saya pernah membudidayakannya, tentu dalam skala rumahan.

Pengalaman saya, bayi-bayi ikan nila tak membutuhkan banyak perawatan. Makan pun juga juga tak rewel. Asal cukup protein saja, dengan cara melarutkan kuning telur ke segelas air lalu menguyurkannya ke bak ikan, insyaAllah bayi nila akan tumbuh dewasa.

Saya berangan-angan, suatu saat bisa meyantap menu ikan setiap hari yang dihasilkan dari kolam ikan saya. Secara rasa pasti akan fresh, juga ikan mengandung protein yang sangat tinggi untuk tubuh kita.

Itulah alasan-alasan saya mengapa harus memelihara kombinasi ikan koi dan ikan nila: ikan koi untuk konsumsi mata, sementara ikan nila untuk konsumsi mulut.

Terakhir, harap diingat ya, kalau mencampur ikan nia dengan ikan koi, ikan nilanya jangan terlalu banyak. Soalnya pada dasarnya nila ini ikan yang agresif. Hobi memakan apa saja, termasuk ikan lain dalam 1 kolam. Jadi, misalnya ada 10 ikan, harus 8 koi dan 2 nila. 20 koi 4 nila saja. Jangan coba-coba mencampur dengan rasio 8 nila dan 2 koi, besar kemungkinan 2 koi tersebut akan mati karena digigiti oleh 8 nila lainnya.

Arif Haliman

http://www.muslimbusana.com – Toko Busana Muslim di Bali
http://www.baliwebby.com – Sewa Mobil & Motor di Bali



Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

No comments yet.

Leave a comment

(required)

(required)