Thursday, July 02nd, 2009 | Author: Arif Haliman

Apakah detik ini kamu masih membujang? Well, saya sarankan untuk segera menikah. Hehe..bukannya apa-apa, saya hanya ingin berbagi pengalaman dengan kamu. Bukan, bukan berbagi pengalaman mengenai malam pertama bersama istri kok.  Saya hanya ingin berbagi pengalaman mengenai bagaimana rasanya punya anak. Lebih sempit lagi, saya ingin berbagi pengalaman mengenai betapa ternyata kita bisa belajar banyak dari anak kita. Suer!

Saya sudah menikah sekitar 4 tahun, dan anak saya sekarang berusia 3 tahun. Namanya Tika dan berjenis kelamin cewek. Walaupun cewek, anak ini tingkah polanya bisa menyaingi anak cowok. Indikasinya adalah: selalu saja muter-muter gak bisa diem, senang memanjat apa saja seperti motor, punggungku dan punggung istriku, atau kasur yang sedang kita jemur. Sepertinya tidak ada kamus lelah dalam dirinya. Satu-satunya yang bisa membuat dia diam seribu bahasa adalah sewaktu dia tidur.

Namun lepas dari segala tingkah polanya itu, Tika anak saya, seperti juga anak-anak kecil lainnya, menyimpan potensi untuk memberi pelajaran, atau menjadi guru bagi orang tuanya. Dari sekian banyak pelajaran yang diberikannya kepada kita, saya bisa menyebutkan beberapa 2 hal yang paling berkesan buat saya:

1) Cepat Memaafkan
Ada kalanya saya sangat jengkel kepada anak saya. Sebabnya bisa bermacam-macam. Kalau sudah diubun-ubun, kejengkelan itu biasanya saya lampiaskan dengan cara membuatnya menangis. Entah itu saya cubit, saya cuekin pas dia ngajak bicara, saya bentak, atau dia terjatuh kejeduk saya biarkan saja (Duh..maafin abi ya Mung…). Itu pasti sakit sekali rasanya buat dia.

Seorang ayah sehabis membuat anaknya menangis, biasanya secara alamiah langsung tertegun dan menyesal telah membuatnya menangis. Sadar atas ketotolan itu, biasanya saya segera mendekatinya. Kitik-kitik pantat dan perutnya sembari ketawa adalah favorit saya untuk menunjukkan saya telah menyesal. Dan ajaib! Kalau orang dewasa kayak kita, yang terlontar pertama kali adalah berupa balasan sumpah serapah atau caci-maki bahwa kita telah menyakitinya. Tapi anak kecil? Seketika itu juga dia memaafkan kita, dengan kembali lagi ceria tertawa terkekeh-kekeh seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Bahkan, tidak jarang saya minta dicium pipi dan bibir saya, dia segera memberikannya dengan tertawa juga.

Pemaaf itu sifat mulia. Sifat ini bisa membawa ketenangan dan ketentraman batin. Pikiran kita akan senantiasa freshopen-minded dan menjadi ramah. Untuk seorang seperti saya, yang menjalankan beberapa bisnis (online) seperti Bali Hotel dan Bali car rental, sifat ramah ini sangat membantu dalam keseharian.

2) Selalu Ingin Tahu
Tika anak saya selalu saja bertanya dan bertanya. Tidak puas kalau hanya mendapat satu jawaban dari saya dan istri. Tidak menyerah kalau dia belum puas mendapatkan jawabannya. Bisa saya contohkan disini:

Tika: “Lho, yang diatas itu aaaapa, bi?” (Sambil menunjuk langit).
Abi: “Itu pesawat terbang”.
Tika: “Lho, kok bisa teeerbang”.
Abi: “Iya, karena punya sayap”.
Tika: “Kok punya sayap, sih?”.
Abi: “Biar bisa ngantar penumpang”.
Tika: “Lho, lho, kok ada penumpangnya??”.
Abi: “Biar dapet uang”.
Tika: “Terus, buat aaaapa uangnya?”.
Abi: “Buat beli susu”.
Tika: “Ooohh..susu kayak susu Tika yang di kulkas?”.
Abi: “Iya”.

Dan seterusnya…

Anak kecil selalu saja ingin tahu. Otaknya selalu saja bekerja dan bekerja. Tidak pernah ngganggur tuh otak. Oleh sebab itu, ada penelitian yang mengatakan bahwa kerja otak anak kecil seumuran balita (bawah lima tahun) itu lebih banyak / rumit daripada kerja otak seorang mahasiswa, atau profesor sekalipun!

Nah, mengulang sekali lagi pertanyaan diatas, apakah kamu masih membujang? Segera saja gih menikah. Disamping itu sudah merupakan sunah Rasulullah Muhammad SAW, dijamin kamu bisa mendapatkan pelajaran-pelajaran penting dari buah hatimu sendiri!

So, sudah dewasa tapi masih suka emosi, marah-marah dan cepat berpuas diri? Ingat anak kecil bo! Malu sama mereka… :)

Bookmark and Share
Category: Pribadi
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply » Log in

eXTReMe Tracker