Long Trip: Bali – Madura

Sampai dengan hari ini, Bali – Madura adalah perjalanan darat terjauh yang pernah saya lakukan. Ini juga adalah perjalanan terjauh plus tersingkat. Berangkat dari Denpasar 17 Desember jam 21.00 dan balik lagi sampai Denpasar 19 Desember jam 17.00. Total 44 jam. Dengan memakai Toyota Avanza yang VVTi, Denpasar – Sampang konsumsi bensinnya terasa sangat murah, hanya sekitar Rp 200.000.

Acara long trip ke Madura kemarin adalah untuk memenuhi permintaan seorang teman yang hendak menikah dengan calon istrinya dari Madura, yang oleh karena suatu sebab tidak bisa didampingi oleh satupun dari pihak keluarganya, dan hanya bisa mengandalkan teman-teman yang ada di Bali ini. Jadinya, kita berempat (termasuk calon mempelai pria) bermobil menuju Madura untuk melaksanakan lamaran dan sekaligus akad nikah. Sengaja digabung menjadi satu karena atas saran perangkat KUA setempat untuk menghemat tenaga, waktu dan biaya dari acara pernikahan ini mengingat kedua calon mempelai sama-sama merantau di pulau Bali.

InsyaAllah dengan niat ikhlas bahwa ini adalah kebaikan, saya pribadi membulatkan tekad untuk berangkat juga ke Madura. Sejujurnya agak berat juga karena harus meninggalkan istri dan anak sendirian dirumah pindahan baru. Ditambah lagi kerepotan istri yang harus sendirian mengepak dan mengirim jualan busana muslim selama saya tinggal dua hari. Juga kerepotan bagaimana memasak makanan plus menjaga si kecil yang sedang dalam masa aktif-aktifnya.

Untuk kerepotan saya sendiri, bisa saya tebak sejak awal bahwa karena ini mendekati peak season New Year di Bali, maka saya akan kerepotan menghandle booking rental mobil Bali saya karena laptop tidak dibawa. Juga Star1 sontoloyo kata customer service nya yang tidak bisa diaktifkan kalau kita masuk Sampang. Jadinya, Nokia 3660 butut saya yang ketiban sampur terus-terusan terima telpon dan sms, plus jadi alat terima dan kirim email dari pelanggan saya. Repot!

Namun untungnya, selama perjalanan pergi pulang saya tidak pernah duduk dibelakang kemudi, jadinya bisa sering-sering angkat telpon, jawab sms dan email dengan lebih nyaman :). Bayangkan kalau seandainya saya ikut-ikutan pegang setir, walah…! Thanks buat 2 teman seperjalan yang betul-betul HUEBAT dalam berkendara, terutama dimalam hari.

Overall, syukur alhamdulillah perjalanan dan acara nikahnya berjalan dengan lancar. Tiba di Madura pukul 11.00 keesokan harinya. Lamaran plus nikah jam 19.00. Jam 22.00 kita bertiga langsung balik ke Denpasar. Walaupun calon mempelai pria harus mengulang 2 kali saat ijab kabul karena pakai bahasa Arab dan kata para saksi kudu diulang :). Saya yang bertindak sebagai saksi nikah dan duduk disamping calon mempelai pria juga sempat was-was ;).

Oh ya, ada satu momen penting yang saya abadikan dalam bentuk foto yaitu Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura). Apa kabar perkembangannya. Well, silakan dilihaat foto disamping, namun maaf tidak begitu jelas karena saya ambil diatas kapal ferry dalam kondisi cuaca agak mendung.

Nih jembatan kalau sudah rampung akan membuat pulau Madura semakin menggeliat terutama dari sektor ekonomi. Arus lalu lintas akan semakin mudah dan murah sehingga aktivitas perdagangan akan meningkat. Satu lagi, kalau melewati jembatan ini, kamu akan tiba di pulau Madura daerah Bangkalan yang merupakan wilayah agak masuk ketengah pulau. Berbeda dengan naik ferry, kamu akan bertemu dengan Kamal dan kemudian melewati Socah yang letaknya paling pinggir.

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

[…] dari iklan di majalan Swa edisi 4-17 Desember yang baru saya beli, dan kemudian harus melakukan long trip menuju Madura membuat saya melirik lagi produk-produk kecil tapi huebat ini untuk menunjang bisnis online […]

[…] idaman saya : Sony Erickson Xperia X1. Sebelumnya telah saya tulis di blog ini mengenai curhat saya betapa puzingnya kepala dan tangan kalau pas menulis email di henpon butut saya, Nokia 3660. Sementara kondisi dan keadaan tidak selamanya enak dan nyaman untuk menulis email di […]

Leave a comment

(required)

(required)