Lebih Buruk Seorang Penista Agama Daripada Koruptor dan Pengedar Narkoba

Korupsi membuat warga negeri ini senantiasa miskin. Tak bisa membangun. Karena darahnya selalu dihisap. Narkoba membuat pemuda negeri ini senantiasa teler. Tak bisa berinovasi. Karena dininabobokan oleh obat. Kedua hal diatas kompak dikutuk oleh semua orang. Diamini, bahwa keduanya adalah perusak negara dan bangsa.

Aksi Bela Islam Penjarakan AhokTetapi tahukah sampean, ada hal lain yang lebih bisa merusak negara dan bangsa ini.

Apakah itu? Penista agama.

Di daerah manapun di Indonesia, tak peduli mayoritas atau minoritas, kecintaan kepada agamanya sangat tinggi. Sampean pun sudah tahu ini terjadi di semua tempat di Indonesia. Apabila agama diungkit ke dalam sebah isu sara, endingnya tak ada yang indah. Semua kacau.

Tak terkecuali di tempat saya tinggal, Denpasar. Dan sudah pasti, mungkin ada ditempat sampean tinggal, dimanapun itu.

2 tahun terakhir, selalu ada yang mengganggu kesakralan Nyepi, hari raya Hindu, dengan cara melecehkannya. Belum terhitung tahun-tahun sebelumnya.

Apa nasib orang yang menistakan agama seperti itu? Betul, bonyok. Tokonya berantakan oleh massa, karena ngomel tak bisa jualan di hari raya itu.

Orang beragama A, masih berpeluang salah berbicara tentang agama A. Apalagi orang beragama A berbicara tentang agama B? Sok tahu. Yang akhirnya berbicara ngawur.

Di Indonesia yang memang bukan negara agama, tapi tak seperti di negara Barat dimana agama sudah dimasukkan kedalam tong sampah, disini nilai-nilai agama begitu dijunjung tinggi dan disakrali oleh tiap pemeluknya.

Sara memang selalu sukses membuat kegaduhan. Langkah paling bijaksana, semua orang sudah tahu: jangan coba-coba berkomentar tentang agama orang lain. Dengan dalih apapun.

Korupsi bisa menghancurkan sebuah negara secara perlahan-lahan. Begitu juga dengan Narkoba.

Tapi SARA? Kalau tak ditangani dengan tegas dan cepat, bisa menghancurkan sebuah negara hanya dalam 1 HARI.

Dengan cara mengadu domba antar rakyatnya. Huru-hara. Tak usah menunggu besok, pagi berkelahi sore ekonomi sudah ambruk, nilai tukar melambung tinggi, investor pada cabut, turis hengkang, negara chaos, kepercayaan kepada pemerintah ilang, yang ujung-ujungnya sudah jelas: protes jalanan.

Maka selesai sudahlah itu negara.

Maka, kalau sampean begitu lantang berteriak busuk dan bangsat kepada Koruptor dan Pengedar Narkoba, sudah seharusnya sampean juga berteriak tak kalah lantang kepada Penista agama. Siapapun itu orangnya.

Ketiganya sama berbahayanya. Sama busuknya. Sama buruknya.

Semoga Indonesia Kembali Damai dan Akur.

Arif Haliman

http://www.muslimbusana.com – Toko Busana Muslim Online di Bali

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

No comments yet.

Leave a comment

(required)

(required)