Kintamani dan Bedugul Bali: Duh Indahnya

Hari minggu tanggal 23 Januari kemarin saya bersama anak dan istri berwisata ke Kintamani dan Bedugul. Ikut serta juga kakak ipar dan mertua yang kebetulan baru datang dari Jawa untuk berkunjung ketempat kami di Bali. Jadinya kita beramai dalam satu mobil untuk berwisata ke dua tempat wisata favorit di Bali tersebut.

Sebenarnya kalau menurut rute perjalanan yang dilakukan oleh para agen perjalanan, rute Kintamani menuju Bedugul ini sangat tidak disarankan. Biasanya mereka menempatkan rute Kintamani pada hari 1, dan Bedugul pada hari 2 atau sebaliknya. Pokoknya tidak bisa dijadikan dalam 1 hari yang sama. Namun karena ini adalah plesir ‘semau gue’ jadinya rute yang sedikit ngawur ini hantam aja bleh 🙂

Dari Denpasar sampai di Kintamani perlu waktu 2 jam, setelah sebelumnya mampir di Istana Tampak Siring dan ternyata ditolak masuk karena pas bukan lagi hari bebas berkunjung. Rutenya melewati daerah perbukitan atau pegunungan yang selalu menanjak. Sempet bikin puzing karena jalannya berbelok-belok, namun alhamdulillah sampai juga dengan selamat di Kintamani.

Kintamani adalah obyek wisata dengan pemandangan gunung berapi (volcano) yang dilengkapi dengan danau didepannya. Subhanallah, pemandangan yang kayak gini nih, danau dengan latar volcano jarang-jarang bisa kita nikmati. Sangat mengherankan sekaligus mendebarkan. Kok bisa ya..Kok ada ya sebuah tempat yang menurut saya aneh kayak gini.

Viewnya sendiri sangatlah indah. Pada hari itu kebetulan sedang gerimis, namun keindahannya masih nampak. Bisa dibayangkan kalau saja waktu itu hari sangat cerah, wah pasti makin ciamik pemandangannya. Untuk informasi, kalau kamu ingin melakukan shalat wajib di daerah Kintamani (bisanya kita kena waktu Dhuhur pas berkunjung ke Kintamani), ada masjil Al Muhajirin yang terletak sekitar 1 km setelah Kintamani kalau kita dari arah Denpasar.

Di Kintamani kita tidak lama. Setelah jepret sana jepret sini, perjalanan dilanjutkan menuju Bedugul. Bagi saya sendiri Bedugul bukanlah hal yang baru. Berulangkali saya sudah berkunjung kesana. Namun memang dasar Bedugul, kayaknya gak pernah bosan untuk berkunjung kesana. Atmospherenya selalu mampu membuat hati ini ingin kembali kesana (*halah*). Suasananya yang khas berupa pemandangan danau dengan latar belakang bukit hijau memang selalu bikin kangen.

Bedugul sendiri sebenarnya adalah nama sebuah daerah. Tempat wisatanya berupa komplek yang terdiri dari beberapa hal utama yaitu pura, danau dan pemandangan bukit di belakangnya. Untuk bisa menikmati Bedugul, ada 3 pintu masuk utama yang masing-masing menawarkan aroma wisata yang berbeda, namun kesemuanya tetap mengandalkan Danau Beratan sebagai obyek utamanya. 2 pintu masuk mengharuskan kita membayar tiket masuk, sedangkan 1 pintu masuk lainnya free. 2 pintu masuk yang berbayar (Rp 7500 per orang) memang menawarkan pemandangan dan atraksi tempat wisata yang sangat menarik. Sementara 1 pintu masuk gratis sepertinya pada awalnya hanya berupa tempat parkir kendaraan yang kemudian berkembang menjadi tempat mangkal para penjual bakso, es, makan ringan lengkap dengan warung-warung kecil disekitarnya. Jadinya walaupun hanya makan bakso dan jeruk panas, namun dengan pemandangan danau Beratan yang sangat indah itu, rasanya bisa seperti makan makan di restoran hotel berbintang 5 🙂

Baca Juga: Melia Bali: Resor Bintang Lima Peduli Budaya

Banyak yang bilang bahwa perjalan menuju Bedugul mirip perjalanan menuju Puncak di Bandung, atau Batu di Malang. Lengkap dengan suasanya dingin dan sejuk ala pegunungan, berwisata ketempat ini memang sangatlah asyik.

Tidak jauh dari Bedugul ada juga tempat wisata menarik lainnya yaitu Kebun Raya. Beraneka fruit atau buah bisa kita temukan ditempat ini. Suasananya sangat sejuk dan asri karena memang tempat ini berupa kebun atau taman yang sangat besar. Membawa keluarga dan makan siang dihamparan rumput ditempat ini sangat disarankan.

Arif Haliman

http://www.muslimbusana.com – Toko Busana Muslim Online di Bali

Busana Muslim Berkualitas

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

Hi,

Saya mau tanya.. dari kintamani ke bedugul perjalanannya berapa lama ya?
terima kasih atas infonya

Vie

Hi Vie,

Kintamani-Bedugul sekitar 1 – 1.15 jam. Tapi disarankan berwisata ke Kintamani dan Bedugul dilakukan pada hari yang berbeda, karena lokasinya yang berjauhan / bertolak belakang.

Kalo kamu mengunjunginya pada hari yang sama sebetulnya tetap bisa, tapi waktumu akan banyak terbuang buat perjalanan saja.

Cheers!

[…] hari minggu kemarin kita berkesempatan untuk mengunjunginya. Bagi kamu yang sering ke tempat wisata Bedugul yang terkenal cantik itu, kamu tinggal 30 menit saja perjalanan untuk sampai di Gitgit. Secara […]

mana yang lebih menarik? bedugul ato kintamani. soalnya hrs pilih salah satu, dan keduanya blm pernah smua. hehehe

Mas Arif,

Jadi memungkinkan ya mengunjunginya dalam satu hari…

Kalau gini: Pura Besakih, Kintamani, Bedugul, Tanah Lot (Sunset) kira-kira keburu gak ya?

Makasih

Tak bisa pak Yusnadi. Kintamani dan Bedugul semestinya dipisah hari lain, karena rutenya berlawanan. Tapi kalaupun tetap memaksa, bisa saja, tapi durasi jam akan bertambah, apalagi kalau disambung mengunjungi tempat wisata lain, Tanah Lot misalnya.

Pak Arief..mohon info dari kintamani ke Bedugul perjalanan dg bus apakah bisa…Klw kita dari Bandara ke Kintamani melalui Ubud waktu kira2 berapa jam..terimakasih

Pakai bus bisa pak Chandra. Dari bandara ke Kintamani melalui Ubud lebih kurang 3 jam pak. Tpi kalau dari Kintamani ke Bedugul agak sulit medannya. Ada 2 rute, pertama lewat hutan (sangat tidak disarankan karena medan ekstrem), kedua turun lagi ke Ubud baru putar ke Bedugul, ini jga tak disarakan karena waktu akan habis dijalan. Jadi, Kintamani dan Bedugul normalnya harus dipisah dilain hari, agar maksimal dalam menikmatinya (tak bisa dalam 1 hari)

Dari danau Bedugul ke Ubud bisa gk ya rutenya? Trus jarak tempuhnya BRP lama ya???

Bisa dari Bedugul ke Ubud. Rute normal 1 – 1.5 jam. Kalau sopirnya tahu jalan tikus, kurang dari sejam sampai kok di Ubud.

Bp mau tanya apakah dari bandara ke kintamani dengan kend motor dapat dilalui dengan aman dan berapa lama waktu yang ditempuh

terima kasih

Sangat aman bu. Bisa sembarang waktu, pagi atau malam. Dengan motor bandara-kintamani lebih kurang 2 – 2.5 jam perjalanan.

Mau tanya pak. KLo dr kintamani enaknya kmn lg pak. Sy di bali di sukawati. Niatnya pagi2 ke ubud, lanjut ke tampak siring, lanjut ke kintamani. Abis itu enaknya kmn lg ya pak? Niatnha si ke bedugul. Cm krn jauh. Pasrah aj jdny. Makasi sblmny.

Sukawati-Ubud-Tampaksiring-Kintamani sudah sejalur bu Diyah. Rutenya sudah tepat. Hanya saja kalau ke Bedugul tidak sejalur, disarankan hari lain. Kalau dipaksakan pada hari itu bisa saja sebetulnya, tapi akan keburu kesorean. Juga jalur tercepat melewati jalan tanjakan yang curam. Tetap saja disarankan Bedugul dilakukan pada hari lain setelah tur Kintamani. Sukses ya….

Leave a comment

(required)

(required)