Jasa Cuci Motor: Bisnis Enteng Hasil Mentereng

Bagi yang ingin memulai usaha sendiri, ada baiknya kamu mempertimbangkan jenis usaha yang saya sarankan ini: Jasa cuci motor. Ya, jasa mencuci sepeda motor. Terbayang apa yang ada dibenakmu ? Betul, pekerjaan yang berjibaku dengan semprotan air dan busa sabun. Bagi sebagian besar orang, bisnis ini dipandang sebelah mata, alias jarang dilirik, karena memang sekilas tak ada hal yang keren disana. Pakaian kumal, badan basah semua, suara bising penyemprot air, dsb adalah citra keji yang kita lekatkan kepada mereka 🙂 Tapi, benarkah pendapatan bisnis remeh ini seremeh citranya ?

Pendapat saya, bisnis ini tidaklah seremeh itu. Terutama bagi pemula. Pilihan usaha ini sangat cocok untuk dicoba. Perhatikan beberapa kekuatan yang didapat dari bisnis ini. Pertama, tidak perlu pendidikan formal apapun untuk bisa melakukan pekerjaan mencuci motor. Kalau ingin merekrut orang untuk dijadikan pegawai, kasarannya, rekrut saja para pengangguran yang sering nongkrong di poskamling atau disudut komplek rumah, dan dijamin mereka tak perlu diajari lama-lama untuk segera menjadi ahli dalam mencuci motor.

Yang kedua, kamu tidak perlu menyiapkan alat-alat penunjang bisnis yang sungguh ribet, seperti misalnya kalau memulai bisnis kuliner. Yang diperlukan disini hanyalah lap kain, sabun cuci, timba dan mungkin sepatu anti air. Dibeberapa tempat lain, mereka malah hanya bertelanjang kaki, atau cukup pakai sandal jepit. Kalaulah dibilang ada peralatan yang sulit, mungkin mengusahakan bagaimana caranya supaya air sumur bisa mengalir dengan deras. Tentunya urusan seperti itu gampang. Tinggal panggil saja tukang sumur yang banyak bertebaran disekitar kita.

Ketiga, pemilik motor sekarang ini sangatlah banyak. Ditiap keluarga, jarang kita temui hanya ada satu motor. Seringnya ada dua, atau malah 3 motor. Artinya, ini adalah peluang besar. Banyak dari para pemilik motor itu yang malas mencuci sendiri motornya. Solusinya ya sudah tentu mampir ke tukang cuci motor. Juga jangan heran kalau kita sering melihat hampir semua usaha bengkel motor, pasti ramai. Kalau kita menyervis motor kita di bengkel, seringnya pasti antri. Kenapa kok ramai dan antri ? Gampang saja, karena memang motor secara kuantitas di hampir seluruh wilayah Indonesia jumlahnya itu banyak sekali. Terlalu banyak, malah.

Lalu yang terakhir, keempat, dan ini yang paling menarik, bahwa bisnis ini tidak perlu melakukan proses kulakan. Apa itu kulakan ? Misalnya, hari ini kita berdagang baju. Jumlahnya ada 10, lalu laku 4 biji tinggal 6 biji. Untuk tetap menjaga stok minimal 10 biji, berarti besok kita harus membeli lagi ke produsen sebanyak minimal 4 biji juga. Itulah yang disebut kulakan. Dan, kegiatan kulakan pastinya memerlukan uang dari hasil penjualan 4 baju tadi. Sisanya baru ditabung, atau dijadikan tambahan modal, atau hal lain terserah. Nah, kalau di usaha cuci motor, tak ada proses itu. Kalaupun ada, jumlah uang yang dibelanjakan tidaklah banyak, paling hanya untuk membeli sabun cuci doang. Jadinya, uang yang bisa ditabung hampir semua uang pendapatan hari ini. Besok, tak perlu keluar uang untuk kulakan, karena memang tak ada proses kulakan di bisnis ini.

Saya baru menyadari bahwa bisnis ini sangat disarankan, sewaktu saya mencucikan motor saya di salah satu jasa cuci motor di Pemogan, Denpasar.

Setiap hari, saya selalu melintasi tempat usaha mereka. Saya adalah pelanggan mereka sejak lama, sejak dari masih seharga 5rb rupiah sekali cuci, lalu naik menjadi 8rb rupiah, sampai akhirnya baru kemarin naik lagi menjadi 10rb rupiah, seiring dengan antusias para pemilik motor yang ingin motornya selalu terlihat kinclong. Apakah dengan kenaikan yang berulang itu pengunjung menjadi sepi ? Kenyataannya tidak. Saya sempat mencuri lihat data-data pelanggan mereka pada hari itu. Saya perkirakan masih di jam 15.00, mereka sudah mencuci sekitar 50 motor. Padahal, mereka tutup jam 18.00. Jadi, jumlah 50 motor itu masih ada peluang bertambah.

Mari kita hitung pendapatan mereka. Rp 10.000 x 50 motor = Rp 500.000. Ini adalah pendapatan per hari. Dengan asumsi usaha ini tak mengenal hari libur, maka kita kalikan Rp 500.000 x 30 hari = Rp 15.000.000. Ya, Lima Belas Juta Rupiah.., Per bulan!

Ketahuilah, omzet belasan juta untuk kategori pemula, jumlah ini sungguh sudah luar biasa. Bisa meningkatkan keyakinan dan rasa percaya diri yang tinggi. Berawal dari keyakinan yang kuat inilah, mengembangkan bisnis ke kelas yang lebih tinggi, ratusan juta per bulan misalnya, tentu hanya tinggal menunggu waktu saja.

Arif Haliman

http://www.muslimbusana.com – Toko Busana Muslim di Bali
http://www.baliwebby.com – Sewa Mobil & Motor di Bali

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

No comments yet.

Leave a comment

(required)

(required)