Jangan Mengajari Babi Bernyanyi

Pernah dengar ungkapan populer diatas ? Ungkapan ini banyak diselipkan dalam banyak buku atau seminar motivasi dan pengembangan diri. Ungkapan ini, kalau dipraktekkan, akan membawa manfaat bagi kedua belah pihak: pihak yang sedang menang, dan pihak yang sedang kalah. Jangan mengajari babi bernyanyi. Sebuah ungkapan dengan pesan yang jelas: jangan buang waktumu untuk mengajak seseorang kepada kebaikan atau kemajuan, kalau orang itu jelas-jelas tidak mau diajak berbuat baik, atau bergerak maju. Tinggalkan saja dia, dan cari orang lain yang sekiranya mau diajak kearah yang lebih baik.

Pernahkah kita berada dalam situasi yang sangat bersemangat, menggebu-gebu, disertai rasa percaya diri yang tinggi ? Seperti kita berada di pihak yang sedang menang. Dan, ditengah-tengah puncak gairah kemenangan itu, kita berniat membagi pengalaman hebat itu kepada misalnya, beberapa kawan dekat kita, yang sedang dilanda rasa loyo luar biasa, redupnya semangat bersaing, dan hilangnya sinar mata semangat. Orang pada posisi seperti ini kita sebut pihak yang sedang kalah.

Sebagai teman, kita sangat ingin memotivasi mereka, sembari berteriak: “Hei, kawan-kawan! Ayo semangat, bangunglah..ayo berdikusi denganku, dan tanyakan apa saja kiatku sehingga aku bisa begini sukses, sementara kalian malah loyo dan ngos-ngos an ??”.

Kawan-kawan kita yang sedang loyo itu, semuanya sudah paham dan jelas bahwa kita memang telah sukses. Beberapa diantara mereka begitu antusias menyambut tawaran kita, untuk mendengarkan kiat sukses kita, agar mereka mengikuti jejak kesuksesan kita. Kepada golongan mereka yang menyambut dengan baik, teruslah merapat kepada mereka. Bimbing mereka dengan penuh kesabaran dan sekuat tenaga. Ikhlaslah untuk berbagi ilmu dengan mereka. Karena apabila mereka sukses mengcopy paste formula kesuksesan kita dalam kehidupan mereka sendiri, Allah Swt akan memberi kita pahala kebaikan itu, sama persis dengan segala kebaikan yang mereka lakukan. Apa artinya kalau kita mendapatkan pahala dari banyak kebaikan orang lain ? Maka keberlimpahanlah yang akan selalu menghampiri hidup kita.

Nah, bagi mereka yang susah untuk diajak berubah, seakan tuli dan buta bahwa kesuksesan yang sudah terbukti itu bisa ditiru, namun tetap saja tidak mau menirunya agar ketularan menjadi sukses, maka tepatlah ungkapan ini disandangkan kepada mereka: Jangan mengajari babi bernyanyi.

Kamu tahu babi ? Babi adalah binatang bengal, dan terkenal ketololannya. Babi secara default itu sudah tolol, susah untuk diajari. Sekalinya akan diajari, diajari hal yang sangat susah, yaitu bernyanyi. Jangankan mengajar menyanyi kepada hewan, mengajar manusia untuk bernyanyi saja sudah setengah mati susahnya.

Pernah mendengar istilah membabi buta ? Ya, babi yang tidak buta saja, kalau jalan atau lari, dia seringnya nabrak. Lha, ini babi buta! Apa jadinya semua tempat yang ditabraknya..?

Maka, mengajari babi bernyanyi adalah hal yang mustahil, hil yang mustahal. Mission yang impossible. Oleh karena itu, ya sudah, jangan diajari lagi, tinggalkan saja. Jangan buang waktumu untuk orang seperti ini. Kalau mungkin suatu saat nanti dia sudah sadar, dan ingin mendekat kepada kita, saat itu janganlah ditinggalkan lagi. Bolehlah kita kemudian mengerahkan segenap upaya kita, untuk membantu dia agar bisa sesukses kita.

Prinsipnya: kalau mau berubah ya syukur alhamdulillah, tidak mau ya na’udzubillah.

Arif Haliman

http://www.muslimbusana.com – Toko Busana Muslim di Bali
http://www.baliwebby.com – Sewa Mobil & Motor di Bali

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

No comments yet.

Leave a comment

(required)

(required)