Iseng buka-buka Yahoo UK & Ireland, saya menemukan sebuah artikel yang berjudul 10 cheap country to visit now yang membahas mengenai kamana sebaiknya para calon pelancong negara Inggris dan juga negara Eropa lainnya saat ini. Penyaranan tempat melancong (holiday destination) ini lebih didasarkan kepada negara-negara tempat tujuan wisata yang berharga murah. Tapi tentu saja tidak sekedar murah, namun tetap memberikan pengalaman berlibur yang menyenangkan mengingat bagaimanapun juga tempat wisata dinegara-negara tersebut tidaklah ‘murahan’.
Kenapa kok negara-negara tersebut masuk kategori murah? Tidak lain tidak bukan karena saat ini menurut situs Yahoo! UK Travel, mata uang negara-negara tersebut sedang mengalami penurunan nilai terhadap Euro ataupun Dolar. Ditengah masih berlangsungnya krisis global dimana Amerika paling parah dalam menanggungnya dan Eropa yang masih perkasa menghadapinya, jelas masuk akal kalau para pemilik euro dan dolar bisa plesir berwisata ke suatu negara yang mata uangnya masih jatuh secara jauh lebih murah.
Ke 10 negara murah yang disarankan untuk dikunjungi itu pertama adalah Meksiko dengan Cancun-nya yang sangat menawan. Penerbangan ke Meksiko sekarang ini sedang sangat murahnya. Alhasil, kesempatan bagi warga Eropa untuk berwisata menikmati pemandangan pantai yang eksotis dan olahraga air kelas dunia menjadi terbuka lebar.
Negara ke 2 adalah Islandia. Kebekuan finansial secara berkala disana menyebabkan ekonomi sulit. Karenanya, berwisata di air panas alami dan baluran pemandangan lava disana akan sangat menarik karena segalanya murah. Negara ke 3 adalah Turki. Negeri mayoritas Muslim yang masih berusaha terus bergabung dengan Uni Eropa ini tergolong lebih murah dibanding negara Eropa lainnya. Tapi itu diprediksi tidak berlangsung lama karena pesatnya pembangunan disana. Istambul menawarkan berbagai keeksotisan dunia bagi para pengunjungnya.
Afrika Selatan adalah negara ke 4. Depresiasi mata uang Rand terhadap British Sterling membuka kesempatan buat para pelancong pergi kesana. Kruger National Park adalah andalannya diantara berbagai wisata alam lainnya. Meskipun penerbangan masih tergolong mahal, namun akomodasi termasuk hotel dan villa sedang murah-murahnya. Negara ke 5 yaitu Bulgaria. Persiapan mata uangnya yang akan bergabung dengan zona Eropa membuatnya segera membuat mahal harga-harga lainnya. Sebelum masa itu datang (tahun 2012), Bulgaria yang termasuk kategori murah sekarang, sebaiknya secepatnya untuk dikunjungi untuk menikmati wisata pegunungan yang maha tinggi menembus langit.
Berikutnya, atau negara ke 6 adalah Mesir. Sudah tidak perlu dijelaskan lagi betapa indahnya negeri Mesir ini. Pantai-pantai berpasir putih dan tempat-tempat peninggalan sejarah adalah andalannya. Jangan lupakan juga tentang olahraga air seperti scuba diving atau snorkelling disana. Tunisia menjadi negara ke 7 dengan harga akomodasi dan makanan yang sangat murah sehingga menarik untuk dikunjungi. Disana banyak menawarkan pemandangan matahari terbit dan tenggelam yang spektakuler. Juga layanan spa yang memanjakan, dsb.
Yang ke ke 8 adalah Kroasia. Banyak menawarkan hotel skala tingi yang berharga murah untuk ditinggali. Disarankan untuk berkunjung di sekitaran April - Mei, atau September - Oktober. Negara ke 9 adalah Thailand. Yup, kita tahu dari berbagai berita bahwa sedang terjadi gejolak yang kontinu disana. Politik yang tidak stabil menyebabkan ekonomi tersendat sehingga menyebabkan nilai mata uang Baht turun. Thailand banyak menawarkan wisata seperti halnya Bali dengan keindahan alam dan budaya unik masyarakatnya. Namun dari semua hal yang ada, Bangkok dan Pattaya adalah dua tempat yang harus dikunjungi.
Bagaimana dengan negara ke 10? Tidak ada. Warga Eropa hanya disarankan untuk membuka mata lebar-lebar lewat berbagai informasi yang ada, siapa tahu ada tempat atau negara lain yang murah untuk dikunjungi.
Menyikapi artikel Yahoo ini, saya hanya berkomentar, syukur Alhamdulilah Indonesia, termasuk Bali didalamnya, tidak masuk negara atau tempat tujuan wisata yang murah. Bukannya apa-apa, ini menunjukkan bahwa Bali masih berkelas. Bali masih menunjukkan kelasnya sebagai tempat wisata yang tidak murahan. Dampak dari ini adalah, saya dan para pelaku pariwisata di Bali pada khususnya, bisa dibilang kesejahteraan hidupnya berpeluang tetap terjaga. Karena kita masih bisa menjual produk-produk wisata kita dengan harga tinggi, yang artinya pendapatan atau income kita juga akan tetap tinggi. Situs Bali car rental saya yang sempat menurun di masa low season Oktober-November sekarang ini, alhamdulillah sudah mulai bergairah kembali menyambut peak season Desember.
Fokus kita tentang pariwisata Bali seharusnya adalah: Dengan tetap mempertahankan kelasnya yang bernilai lebih ini. Tidak murahan yang berakibat murahan, dan tidak mahalan yang berakibat dijauhi turis.
