Hilangnya Uang, Sekaligus Teman

Friday, March 12, 2010 9:19
Posted in category Pribadi

Kamu punya hutang? Kalau iya, segeralah mencari segala cara untuk segera bisa melunasinya. Berhutang dalam bentuk uang kepada seseorang, entah kecil atau besar, semestinya akan menjadi semacam duri dalam tubuh. Sangat mengganggu. Sangat tidak nyaman. Orang yang berhutang – selama hati nuraninya masih bekerja dengan baik – semestinya harus sekuat tenaga mengembalikan hutang itu dengan baik. Pengertian baik disini adalah: tepat waktu dan tepat jumlah.

Tulisan saya kali ini, terinspirasi oleh kejadian baru-baru ini. Syahdan, (*halah, kayak dongeng*) saya ditelpon oleh seorang teman baik. Dia mengutarakan maksud untuk meminjam uang kepada saya. Karena dia a good friend dan saya menaruh kepercayaan kepadanya bahwa dia akan mampu mengembalikannya dengan baik, saya sama sekali tidak keberatan dan segera menyanggupinya.

Sembari saya menyerahkan uang pinjaman itu, dia berkata bahwa insyaAllah 2 bulan lagi uangnya akan dikembalikan. Saya jawab, santai saja, bro.

Sekedar diketahui, kuantitas kami dalam keep intouch sebagai teman, masuk dalam kategori lumayan. Keluarga kami masing-masing bisa dibilang sering saling bersilaturahim. Entah itu sekedar lewat sms atau telpon, berkunjung langsung kerumah, atau janjian ketemu ditempat makan untuk makan-makan.

Mirip dongeng, hari demi hari berlalu. Minggu demi minggu berlalu. Bulan demi bulan berlalu. Tidak terasa dua sobekan lembar kalender sudah memenuhi bak sampah. Selama gajian 2x atau lebih itu, kami bahkan tidak pernah lagi berkomunikasi. Terlebih, janji yang dulu sempat terucap menguap begitu saja, entah apa penyebabnya. Yang paling membuat saya masygul, down hearted, dan tiba-tiba saja tersentak kaget: Selama itu pula saya telah kehilangan seorang teman baik!

MasyaAllah, sungguh luar biasa dampak (negatif) dari berhutang. Dalam kasus saya, hal ini bisa memutuskan tali silaturahim kami. Saya sadar, teman saya itu bukannya tidak mau mengembalikan uang pinjamannya. Saya tahu wataknya. Dia sangat ingin segera mengembalikannya, tapi apa daya kemampuan belum ada.

Terjadi dilema disini. Dia malu menghubungi saya karena belum mampu membayar hutangnya, dan saya juga serba salah, mau menghubungi dia untuk maksud silaturahim seperti biasanya, tapi kuatir dipersepsikan mau menagih hutang. Dan itu akan membuatnya makin susah dan tidak nyaman. Saya tidak ingin itu terjadi.

Repot. Saya pusing. Dan saya yakin dia pusing 2x: Pertama karena sementara memutuskan tali silaturahmi kami, kedua memikirkan cara bagaimana bisa segera mengembalikan hutangnya.

Kata-kata bijak (meskipun saya sama sekali bukan orang bijak) yang ingin saya sampaikan disini adalah: Hati-hati berhutang kepada teman. Karena, apabila ternyata sulit untuk mengembalikan, kamu tidak saja terancam kehilangan uangmu, tetapi juga temanmu!

Kiranya akan baik apabila saya mengingatkan diri sendiri dan juga kamu sekalian, mengenai bahaya dan efek negatif berhutang. Saya mengambilnya dari beberapa hadits Rasulullah SAW:

1) “Kurangkanlah dirimu daripada melakukan dosa, maka akan mudahlah bagimu ketika hendak mati. Kurangkanlah daripada berhutang niscaya kamu akan hidup bebas

2) “Sesungguhnya, sebesar-besar dosa di sisi Allah ketika seorang hamba itu berjumpa dengan Allah nanti selepas dosa besar lain ialah, seseorang lelaki yang berjumpa dengan Allah di hari Hisab dengan mempunyai hutang yang belum dibayarkan.

3) “Semua dosa-dosa orang yang mati syahid diampuni kecuali hutangnya.” (Riwayat Bukhari, Tarmizi, An-Nasai’ dan Ibn. Majah)

Riwayat yang lain, Rasulullah SAW bahkan enggan menyalati orang mati yang masih punya tanggunggan hutang.

OK, cukup segini dulu haditsnya. Kalau saya teruskan, kita semua (yang berhutang) akan muntah demi mengetahui kengerian-kengerian yang timbul akibat hutang :)

Hati-hati ya, mari menjaga diri kita dan keluarga kita dari berhutang yang berpotensi menimbulkan masalah.

Arif Haliman – Owner Busana Muslim Bali

You can leave a response, or trackback from your own site.

4 Responses to “Hilangnya Uang, Sekaligus Teman”

  1. Rukha says:

    March 12th, 2010 at 10:57 am

    Astaghfirulloh.. 1000x ampuni hamba ya Alloh.. btw Suwon ya.. dah diingetin.. utangku wes lunas yua.. :)

  2. Arif Haliman says:

    March 12th, 2010 at 2:33 pm

    Sampeyan gak punya hutang ke aku mb. Tapi kalau mau sedekah ke aku, yo pasti tak terimo ;)

  3. arix says:

    March 13th, 2010 at 9:33 am

    Hhhmmm…
    Inilah kehidupan…
    kehidupan yang penuh dgn segala isinya
    Yang sabar pak..
    Ambillah hikmah dibalik kjadian ini, kata orang sech biar ga jatuh ke lubang yg sama getoh
    Tapi Yakinlah…klo uda rezeki ga kan lari kmana toch, tinggal wait n see za
    don`t worry be happy

  4. Sariada says:

    June 23rd, 2010 at 10:32 am

    Good posting mas. Penuh pencerahan. Memang susah kadang berhutang atau berbisnis sama teman. Kalau ada masalah, kita juga bisa kehilangan teman..

Leave a Reply