<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>From Bali with Blog</title>
	<atom:link href="http://www.tasbali.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.tasbali.com</link>
	<description>THE ARIF STORIES: Wong Mojokerto di Bali</description>
	<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 04:01:51 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Sedihnya Ketika Harus Tumbang</title>
		<link>http://www.tasbali.com/sedihnya-ketika-harus-tumbang/</link>
		<comments>http://www.tasbali.com/sedihnya-ketika-harus-tumbang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 03:45:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif Haliman</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>

		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>

		<category><![CDATA[mandi bola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tasbali.com/?p=859</guid>
		<description><![CDATA[Tetangga sebelah toko saya, yang baru saja buka 1 minggu setelah launching usaha mandi bolaku, secara mengejutkan tiba-tiba harus menutup usahanya. Dihitung-hitung, tidak lebih dari 3 minggu sejak tetangga toko saya itu membuka usaha warung masakan pedasnya, dan kemudian harus tumbang. Saya bisa merasakan kepedihan itu. Harus diakui, sebuah usaha atau bisnis menemui kegagalan itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tetangga sebelah toko saya, yang baru saja buka 1 minggu setelah <em>launching</em> <a href="http://www.tasbali.com/review-bisnis-mandi-bolaku/">usaha mandi bolaku</a>, secara mengejutkan tiba-tiba harus menutup usahanya. Dihitung-hitung, tidak lebih dari 3 minggu sejak tetangga toko saya itu membuka usaha warung masakan pedasnya, dan kemudian harus tumbang. Saya bisa merasakan kepedihan itu. Harus diakui, sebuah usaha atau bisnis menemui kegagalan itu adalah keniscayaan. Namun, saya bisa merasakan, kalau kegagalan itu datangnya secara tiba-tiba (hanya 3 minggu sejak <em>launching</em>), memang terasa menyesakkan.</p>
<p>Terlepas dari kegagalannya itu, saya secara pribadi harus mengacungkan dua jempol untuknya. Dalam obrolan disela-sela menjaga masing-masing toko kami, dia bilang bahwa baru saja <em>resign</em> atau mengundurkan diri dari tempat kerjanya, dan debut pertamanya setelah hengkang dari zona nyamannya itu dia lantas membuka warung masakan pedas yang berlokasi tepat disebelah toko saya. Hobinya memasak dia salurkan dengan membuka sebuah warung makan. Dengan dibantu oleh satu orang pemasak lagi, terwujudlah keinginannya yang katanya sudah lama ingin dia wujudkan.</p>
<p>Alasan yang dikemukakan ketika hengkang dari tempat kerjanya adalah sudah bosan luar biasa. Rutinitas dan kepastian yang dijalaninya hari demi hari, sejatinya akan mematikan kreativitasnya. Alasan yang sama juga saya lontarkan lebih dari 3 tahun yang lalu, ketika saya memutuskan hengkang dari tempat kerja saya. Dulunya, tempat kerja tetangga toko saya ini zona nyamannya memang nyaman. Dia bekerja di <a href="http://www.balihotelbooking.com/bali-hotels/intercontinental-resort-bali.php" target="_blank">Intercontinental Resort Jimbaran</a>, sebuah hotel bintang 5 di Bali, yang membawahi beberapa orang yang khusus menangani para tamu <em>Japanese</em> mereka.</p>
<p>Dilihat dari jabatan dan penghasilan, jelas dia sangat berkecukupan. Kalau mau terus berkarir di hotel itu, nampaknya status sosial masyarakat yang disandangnya akan cukup membuatnya disegani. Zona nyaman yang mengitarinya akan cukup membuatnya betul-betul nyaman. Gaji besar dan kedudukan tinggi lebih dari cukup untuk membuatnya bahagia.</p>
<p>Namun, seorang yang memiliki jiwi bisnis atau enterpreneur didalam hatinya, gaji besar dan jabatan tinggi bukanlah impian akhirnya. Impian akhir sekaligus terbesarnya adalah memiliki usaha sendiri. Dengan memiliki usaha sendiri, kreativitas seseorang tidak akan terbendung oleh aturan-aturan tempat kerja mereka. Dengan memiliki usaha sendiri, seseorang akan jauh lebih mandiri dan tangguh. Lebih terbuka dalam menerima kritik atau masukan. Dan yang lebih penting, nasib ini ditentukan oleh diri sendiri, bukan oleh bos dimana dia bekerja.</p>
<p>Simpati saya tunjukkan ke tetangga saya itu, dengan banyak memberikan kata-kata penyemangat ketika sedang beres-beres membawa pulang kembali perlengkapan warungnya. Sambil berjanji kepadanya bahwa saya akan main kerumahnya kapan-kapan. Kelihatannya dia bisa menjaga emosinya. Raut mukanya terlihat biasa sewaktu terakhir kali berpisah dengan saya. Namun, saya yakin, kepedihannya yang tak terlihat pasti sempat muncul dalam hatinya</p>
<p>Kepedihannya itu adalah wajar. Jangankan menutup sebuah usaha yang sudah dirintisnya, usaha yang sedang mengalami hari-hari sepi dimana pendapatan merosot saja, pasti mengalami kepedihan, entah sedikit atau banyak. Sebetulnya, terlebih disaat sepi seperti inilah, kesempatan menerapkan kreativitas kita yang luar biasa sebagai anugerah <em>default</em> dari Yang Maha Kuasa, untuk membuat terobosan-terobosan baru, yang membuat keadaan sedang sulit menjadi lebih baik.</p>
<p>Justru disinilah seninya orang berwiraswasta. Jatuh bangun adalah hal biasa. Yang luar biasa adalah ketika jatuh dia bisa bangkit lagi untuk mengambil keberhasilannya, dan ketika bangun dia memberi manfaat sekaligus inspirasi untuk banyak orang lain.</p>
<p>Bangkit lagi kawan! Tidak ada namanya kegagalan. Yang ada hanyalah keberhasilan yang tertunda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tasbali.com/sedihnya-ketika-harus-tumbang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Coming Up: Ukhti Kaos Muslimah</title>
		<link>http://www.tasbali.com/coming-up-ukhti-kaos-muslimah/</link>
		<comments>http://www.tasbali.com/coming-up-ukhti-kaos-muslimah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 14:59:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif Haliman</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>

		<category><![CDATA[busana muslim]]></category>

		<category><![CDATA[distributor busana muslim]]></category>

		<category><![CDATA[kaos muslimah]]></category>

		<category><![CDATA[ukthi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tasbali.com/?p=845</guid>
		<description><![CDATA[Coming Up! Setelah tengok kiri tengok kanan, akhirnya saya bersama istri memutuskan untuk menjadi Agen Resmi Ukhti wilayah Bali. Apakah Ukhti? Ini adalah merek baju dari bahan kaos untuk muslimah, remaja dan anak-anak. Produknya bisa dilihat di halaman Ukhti Busana Muslim. Ukhti sejenis dengan SIK Clothing dimana saya juga telah menjadi Distributor resminya untuk wilayah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.tasbali.com/wp-content/uploads/2010/03/ukhti-busana-muslim.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-847" title="Ukhti Busana Muslim" src="http://www.tasbali.com/wp-content/uploads/2010/03/ukhti-busana-muslim.jpg" alt="" width="164" height="250" /></a>Coming Up! Setelah tengok kiri tengok kanan, akhirnya saya bersama istri memutuskan untuk menjadi <strong>Agen Resmi Ukhti</strong> wilayah <a href="http://www.baliwebby.com" target="_blank">Bali</a>. Apakah Ukhti? Ini adalah merek baju dari bahan kaos untuk muslimah, remaja dan anak-anak. Produknya bisa dilihat di halaman <a href="http://www.muslimbusana.com/ukhti/index.php" target="_blank">Ukhti Busana Muslim</a>. Ukhti sejenis dengan SIK Clothing dimana saya juga telah menjadi Distributor resminya untuk wilayah Bali. Lantas, mengapa sebelum bergabung bersama Ukhti harus tengok kiri tengok kanan? Yah, sederhananya, tengok kiri adalah melihat potensi pasar, dan tengok kanan adalah berdoa kepada Allah SWT <img src='http://www.tasbali.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Potensi pasar, dalam arti kesempatan saya untuk bisa berhasil memasarkan merek Ukhti, insyaAllah terbuka lebar. Kompetisi untuk merebut hati calon pembeli Ukhti mungkin memang akan seketat dengan menarik pembeli SIK Clothing (Sedayu Ikhlas Kreasi). SIK memang muncul lebih dulu daripada Ukhti, mungkin itu sebagai faktor utama mengapa kelihatannya SIK masih menjadi primadona kaos muslimah dibanding dengan Ukthi, dimata para pembeli.</p>
<p>Namun, yang membuat potensi pasar Ukhti insyaAllah akan besar bagi saya adalah, dibanding dengan SIK, saya pribadi berpendapat Ukhti lebih bagus dalam disain. Meskipun sebagai pendatang belakangan, namun bisa dibilang Ukhti tampil lebih <em>fresh</em> dan variatif. Ukhti dalam memasarkan kaos muslimahnya, tidak hanya menyasar pemakai dewasa seperti yang dilakukan SIK, namun juga anak-anak.</p>
<p>Selain itu, <em>new comer</em>, asalkan bagus dan menarik, biasanya akan langsung bisa menarik perhatian calon pembeli. Mereka biasanya memang memerlukan sesuatu yang baru, sebagai alternatif dari produk-produk yang sudah ada. Dan yang paling penting, sesuatu yang baru juga bisa membuat penjualnya (yaitu saya) juga mendapat suntikan semangat baru <img src='http://www.tasbali.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Yang namanya bekerja, dalam hal ini jualan kaos, kalau sudah niat dan bersemangat, biasanya berbagai kemudahan dan kelancaran akan didapat. <em>Law of Attraction</em> kata Rhonda Byrne lewat The Secret nya. Hukum Ketertarikan kata orang Indonesia, atau <em>above off all</em>, &#8220;Aku menurut sangkaan hamba Ku&#8221;, firman Allah SWT.</p>
<p>Jadi, sederhananya, saya tinggal merasa dan berpikir bahwa usaha saya memasarkan Ukhti busana muslim akan berhasil, dan insyaAllah memang keberhasilan itu akan nyata adanya. <em>Thoughts influence chance</em>.</p>
<p>Terakhir, yang membuat lega, waktu yang diperlukan untuk menjadi Agen Resmi kaos muslimah Ukhti ini,  cairnya persetujuan sangatlah cepat: 1 jam saja! Mungkin ini tandanya jodoh <img src='http://www.tasbali.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Dibandingkan sewaktu melamar ke SIK untuk menjadi Distributor wilayah <a href="http://www.baliwebby.com/bali/index.php" target="_blank">Bali</a>, waktu yang diperlukan berdarah-darah: satu setengah tahun!</p>
<p>Penambahan merek baru di website <a href="http://www.muslimbusana.com" target="_blank">http://www.muslimbusana.com</a> milik saya ini akan semakin menambah kesemarakan produk baju muslim yang kami tawarkan. Keuntungan bagi pembeli adalah, adanya tambahan alternatif <a href="http://www.muslimbusana-toyusin.com" target="_blank">busana muslim</a> yang bisa mereka pilih. Khusus untuk kategori kaos muslimah, dengan adanya penambahan Ukti busana muslim, total akan ada 4 merek produk kaos muslimah, setelah <a href="http://www.muslimbusana.com/sikclothing/index.php" target="_blank">Sik Clothing</a> <a href="http://www.muslimbusana.com/Qirani/index.php" target="_blank">Qirani</a> dan <a href="http://www.muslimbusana.com/osmoes/index.php" target="_blank">Osmoes</a>.</p>
<p>InsyaAllah bisa membawa tambahan semangat dan keberkahan baru. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tasbali.com/coming-up-ukhti-kaos-muslimah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Netpreneur Yang Makin Hot</title>
		<link>http://www.tasbali.com/netpreneur-yang-makin-hot/</link>
		<comments>http://www.tasbali.com/netpreneur-yang-makin-hot/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 03:45:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif Haliman</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>

		<category><![CDATA[digitalpreneur]]></category>

		<category><![CDATA[netpreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tasbali.com/?p=832</guid>
		<description><![CDATA[Majalah SWA edisi terbaru (No. 04/XXVI/18 Feb-3Mar 2010) menurunkan artikel utama yang sangat menarik. Kolom Sajian Utama yang menjadi andalan disetiap edisinya kali ini membahas mengenai Digitalpreneur. Digitalpreneur adalah sebutan untuk pemilik usaha atau pemilik ide yang berkecimpung dalam dunia usaha berbasis 100% teknologi informasi. Digitalpreneur - seiring dengan maraknya kehidupan berinternet di Indonesia - [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.tasbali.com/wp-content/uploads/2010/02/anak-main-komputer.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-840" title="Anak Main Komputer" src="http://www.tasbali.com/wp-content/uploads/2010/02/anak-main-komputer-300x250.jpg" alt="" width="300" height="250" /></a>Majalah SWA edisi terbaru (No. 04/XXVI/18 Feb-3Mar 2010) menurunkan artikel utama yang sangat menarik. Kolom Sajian Utama yang menjadi andalan disetiap edisinya kali ini membahas mengenai Digitalpreneur. Digitalpreneur adalah sebutan untuk pemilik usaha atau pemilik ide yang berkecimpung dalam dunia usaha berbasis 100% teknologi informasi. Digitalpreneur - seiring dengan maraknya kehidupan berinternet di Indonesia - memang sedang mewabah akhir-akhir ini. Untuk pengertian yang lebih sederhana, saya lebih suka menyebutnya Netpreneur. Dan saya, sebagai salah satu netpreneurs di Indonesia, merasa antusias untuk mengetahui sepak terjang mereka.</p>
<p>Ternyata, mereka yang berkecimpung dibisnis ini benar-benar luar biasa. Melebihi perkiraan saya selama ini. Bisa dikatakan, model bisnis (berikut produk bisnis) yang mereka usung sangat inspriratif. Selintas, kita menjadi lupa bahwa ini adalah Indonesia, dan bukan Amerika. Bahwa mereka ini adalah orang-orang Indonesia asli, dan bukan <em>alien</em> luar negeri. Seakan baru terbangun, pikiran saya tiba-tiba menyeruak ke permukaan, sadar bahwa karya teknologi informasi yang diusung anak negeri ini berpotensi akan (dan malah beberapa sudah) berkelas internasional!</p>
<p>Seperti sudah diketahui, banyak provider jasa internet yang berlomba menawarkan paket internet murah. Alhasil, kunjungan ke situs-situs yang bertebaran di internet semakin terbuka lebar. Ditunjang dengan kemunculan fenomenal Facebook, Twitter dan situs jejaring sosial lainnya, seakan usaha warnet yang dulu sempat saya perkirakan akan kembang-kempis, ternyata keliru. Umumnya, usaha warnet sekarang ini tetap eksis dan tampaknya bakalan tetap berjaya.</p>
<p>Tahu Kaskus.us ? Ini adalah situs komunitas asli bikinan anak negeri. Saat ini anggotanya lebih dari 1,3 juta orang! Dengan sekitar 50 buah perusahaan yang mengiklankan diri disana, bisa dibayangkan berapa penghasilan Andrew Darwin cs, yang memulai membangun situs ini dari sekedar hobi. Terilhami dari ini, lahir juga situs Koprol.com, yang menggabungan semua fungsi yang ada di Facebook, Twitter dan Plurk. Ada juga FUPEI (<em>Friends Uniting Program Especially Indonesian</em>), situs pertemanan asli Indonesia. Anggotanya bertambah sekitar 300 orang per hari. Tidak lupa kita sebut juga <a href="http://www.beoscope.com" target="_blank">Beoscope</a>, replikasi sejenis YouTube, namun karya asli Indonesia.</p>
<p>Disamping itu, perkembangan <em>gadget</em> juga luar biasa. Berbanding lurus dengan tingkat penggunanya yang juga semakin meningkat. BlackBerry, iPhone, dan smartphones lain yang semakin <em>friendly</em> terhubung ke internet adalah bukti konkret yang semakin memuluskan langkah pelaku bisnis industri berbasis online. Berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh situs berbasis komunitas atau pertemanan dengan bekerjasama dengan vendor <em>smartphones</em>, turut menambah kesemarakan bisnis ini. Sekedar mengingatkan, pengguna Facebook di Indonesia menempati urutan kedua pertumbuhan tercepat setelah Amerika.</p>
<p>Beragam aplikasi bikinan anak negeri mulai bertebaran. Aplikasi XL Mall adalah toko maya untuk pelanggan BlackBerry besutan Kemal Arsjad. Melalui XL Mall, pelanggan bisa membeli berbagai aplikasi seperti RBT, <em>wallpaper, </em>dsb. Dengan lisensi langsung dari RIM (Research in Motion), pemilik BlackBerry, Kemal mendapat kepercayaan penuh untuk mengembangkan aplikasi ini.</p>
<p>Aplikasi-aplikasi lain juga banyak. Sebut saja yang berkenaan dengan SMS reminder, SMS banking, dsb, yang kesemuanya itu berhubungan langsung secara <em>realtime</em>. Tidak ketinggalan juga game dan animasi. <a href="http://www.nusantara-online.com" target="_blank">Nusantara Online</a> adalah salah satunya. Presiden SBY bahkan merasa perlu untuk menyebut nama ini dalam sebuah kesempatan. Lalu ada juga Kendro Hendra dengan bendeta InTouch. Orang ini sudah terkenal tidak hanya didalam negeri, namun juga diluar negeri. Ketenarannya berkat keberhasilannya menciptakan sebuah <em>device </em>yang dibenamkan di Nokia Communicator. <em>Device </em>ini digunakan oleh Nokia untuk semua jajaran Communicatornya diseluruh dunia, dan itu adalah karya orang Indonesia.</p>
<p>Masih banyak lagi sebetulnya yang bisa diungkapkan mengenai sepak terjang pelaku netpreneurs. Apakah yang masih kelas ecek-ecek atau yang sudah <em>high end</em>. Bagi saya, lepas dari kelas teri atau kakap, pesan utamanya adalah seberapa tinggi pengaruh mereka kepada saya. Minimal, saya harus mendapat semangat mereka. Bahwa jalan yang saya pilih untuk terus menggeluti bisnis online (seperti <a href="http://www.muslimbusana-toyusin.com" target="_blank">penjualan busana muslim</a> dan <a href="http://www.balimobil.com" target="_blank">Car rental Bali</a>) benar-benar terus bermasa depan cerah.</p>
<p>Mereka sudah membuktikannya. Saya juga sudah membuktikannya. Kamu juga mau ikut bergabung?</p>
<p>Arif - Owner <a href="http://www.muslimbusana.com" target="_blank">Busana Muslim Bali</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tasbali.com/netpreneur-yang-makin-hot/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ape Kate Loe, Dah</title>
		<link>http://www.tasbali.com/ape-kate-loe-dah/</link>
		<comments>http://www.tasbali.com/ape-kate-loe-dah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 15:19:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif Haliman</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>

		<category><![CDATA[pelanggan kecewa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tasbali.com/?p=821</guid>
		<description><![CDATA[Apakah memang begitu sulit mempertahankan pelanggan loyal? Relatif. Namun, kalau pertanyaan ini diajukan ke tukang jahit baju dan tukang label baju langganan saya, jawabannya adalah: Iya, memang sulit! Setidaknya, ini kalau pelanggan loyal mereka tersebut adalah saya. Ini berkaitan dengan kekecewaan saya yang mendalam kepada kinerja mereka baru-baru ini. Kepada repeat customer (pelanggan loyal) saja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.tasbali.com/wp-content/uploads/2010/02/kecewa.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-825" title="Kecewa" src="http://www.tasbali.com/wp-content/uploads/2010/02/kecewa.jpeg" alt="" width="123" height="123" /></a>Apakah memang begitu sulit mempertahankan pelanggan loyal? Relatif. Namun, kalau pertanyaan ini diajukan ke tukang jahit baju dan tukang label baju langganan saya, jawabannya adalah: Iya, memang sulit! Setidaknya, ini kalau pelanggan loyal mereka tersebut adalah saya. Ini berkaitan dengan kekecewaan saya yang mendalam kepada kinerja mereka baru-baru ini. Kepada <em>repeat customer</em> (pelanggan loyal) saja mereka bisa melakukan ini, apalagi kepada pelanggan baru?</p>
<p>Tapi, seperti halnya berbagai pengalaman bisnis lain yang saya alami, apakah itu menyenangkan atau menjengkelkan, saya selalu menerimanya dengan senyum-senyum saja. Jengkel dan dongkol, itu pasti. Tapi biasanya hanya sebentar. Saya menganggapnya sebagai vitamin untuk saya agar semakin kuat dan tahan banting. Menurut saya, justru dengan mengalami kejadian yang tidak mengenakkan itu kita akan banyak mendapatkan pengalaman, dan benar-benar akan semakin terasah dalam menjalankan sebuah usaha.</p>
<p>Kejadian tidak menyenangkan yang baru saja saya alami itu adalah, penjahit sontoloyo ini tidak bisa menepati waktu penyelesaian. Kalau alasannya masuk akal mungkin saya masih bisa terima. Tapi, alasan yang diajukan sungguh menggelikan. Dan itu mereka lakukan pada saat otak saya sedang <em>peak season, </em>alias banyak pikiran. Saya pada dasarnya adalah orang yang gak banyak omong, dan enak diajak kerjasama. Saya biasanya &#8216;ape kate loe&#8217;, tapi tentunya tetap ada modifikasi dari saya. Dalam hal ini, kalau saya minta selesai dalam 7 hari, tapi penjahit menyanggupi 10 hari, saya <em>OK</em>. 15 hari pun saya <em>fine</em>, sebagai tindakan antisipasi <em>&#8216;expect the un-expected&#8217;</em> yang memang kerap muncul secara ajaib dalam dunia bisnis.</p>
<p>Tapi, kalau ternyata itu kemudian selesai dalam 20 hari, saya menjadi sangat tidak nyaman. Dan parahnya, waktu 20 hari itu hanya selesai 25%nya saja! Secara ajaib, setali tiga uang, penjahit label baju saya juga sama saja. Malah setingkat lebih parah. Setelah waktu 3 minggu yang dijanjikan, doi bilang : &#8220;Maaf pak, contoh label yang dibawa bapak kemarin hilang, jadinya belum saya kerjakan sama sekali.&#8221; Gubrak kuadrat! Dobel sontoloyo!! Astaghfirullah..istighfar..istighfar..Bagaimana bisa dua penjahit yang sama sekali tidak pernah berhubungan ini berkomplot serempak merongrong saya ? <img src='http://www.tasbali.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sekali lagi saya orangnya tidak banyak omong. Ape kate loe. Protes dengan banyak omong disertai omelan bukanlah gaya saya. Saya pakai cara lain yang menurut saya lebih elegan. Yaitu, diam saja, sambil bersumpah gak akan balik lagi! Apalagi naga-naganya bakalan gak ada kompensasi atas kerugian yang saya alami. Ya sudah, tanpa banyak ba bi bu, perhatian segera saya alihkan untuk segera mencari penjahit baju dan penjahit label baju baru.</p>
<p>Saya tersenyum geli. Sebab, malam 2 hari sebelumnya saya membeli buku berjudul <strong>Loyal for Life: <span id="main" style="visibility: visible;"><span id="search" style="visibility: visible;">Cara Membuat Puas Pelanggang yang Kecewa dalam 60 Detik </span></span></strong><span id="main" style="visibility: visible;"><span id="search" style="visibility: visible;">ka</span></span><span id="main" style="visibility: visible;"><span id="search" style="visibility: visible;">rangan</span></span><strong><span id="main" style="visibility: visible;"><span id="search" style="visibility: visible;"> </span></span></strong><span id="main" style="visibility: visible;"><span id="search" style="visibility: visible;">John Tschohl</span></span><strong><span id="main" style="visibility: visible;"><span id="search" style="visibility: visible;">. </span></span></strong><span id="main" style="visibility: visible;"><span id="search" style="visibility: visible;">Saya </span></span><span id="main" style="visibility: visible;"><span id="search" style="visibility: visible;">lega secepatnya telah mempraktekkan ilmu ini. Besok sorenya, ada kejadian salah satu pelanggan <a href="http://www.baliwebby.com" target="_blank">sewa mobil Bali</a> saya kehilangan kunci mobil sewaktu dia <em>sun bathing</em></span></span><strong><span id="main" style="visibility: visible;"><span id="search" style="visibility: visible;"> </span></span></strong><span id="main" style="visibility: visible;"><span id="search" style="visibility: visible;">atau mandi matahari (berjemur) di <a href="http://www.baliwebby.com/pantai-di-bali/pantai-kuta.php" target="_blank">pantai Kuta</a></span></span><strong><span id="main" style="visibility: visible;"><span id="search" style="visibility: visible;">. </span></span></strong><span id="main" style="visibility: visible;"><span id="search" style="visibility: visible;">Dia lalu menelpon saya dan bilang kecewa karena kuncinya hilang dan dia harus lekas pergi. Kecewanya bukan kepada saya selaku pemilik mobil, tapi kepada dirinya sendiri.</span></span><strong><span id="main" style="visibility: visible;"><span id="search" style="visibility: visible;"> </span></span></strong><span id="main" style="visibility: visible;"><span id="search" style="visibility: visible;">Tahu situasinya demikian, </span></span><span id="main" style="visibility: visible;"><span id="search" style="visibility: visible;">saya berusaha untuk membuatnya puas kembali. Saya segera menyanggupi (kurang dari 60 detik) untuk saat ini juga meluncur ke Pantai Kuta dengan membawa kunci serep. Saya dan tamu saya sama-sama puas.</span></span></p>
<p>Nah, yang terjadi dengan kedua penjahit ini kebalikan dari apa yang saya baca dari buku tersebut. Alih-alih merayu saya agar tidak gondok, mereka seakan dengan enteng melepaskan saya. Sudah tidak ada kompensasi buat saya, tapi hanya berusaha membuat saya menjadi puas kembali dalam waktu 1- 3 minggu lagi, baju dan label akan siap semua.</p>
<p>Ini sudah sangat telat. Ibarat ilalang yang sudah meninggi yang telat dicabut, ini sama telatnya membuat saya terpuaskan kembali.</p>
<p>Selamat! Anda berdua baru saja kehilangan pelanggan potensial kayak saya. Cukup sudah kerjasama ini berakhir sampai sini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tasbali.com/ape-kate-loe-dah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mundur Selangkah Untuk Melompat Lebih Jauh</title>
		<link>http://www.tasbali.com/mundur-selangkah-untuk-melompat-lebih-jauh/</link>
		<comments>http://www.tasbali.com/mundur-selangkah-untuk-melompat-lebih-jauh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 14:53:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif Haliman</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>

		<category><![CDATA[Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tasbali.com/?p=808</guid>
		<description><![CDATA[
Well, pada akhirnya saya harus realistis. Realistis bahwa sebuah keinginan besar saya harus dipendam dulu. Keinginan atau cita-cita yang menurut saya sangat bombastis itu harus di reset. Keinginan yang tidak kebanyakan orang bisa gampang mewujudkannya itu, harus saya masukkan kotak dulu. Disimpan rapat, dan kuncinya - kalau perlu - harus orang lain yang menyimpannya tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.tasbali.com/wp-content/uploads/2010/02/me-and-my-wife.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-817" title="Me And My Wife" src="http://www.tasbali.com/wp-content/uploads/2010/02/me-and-my-wife.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><em>Well</em>, pada akhirnya saya harus realistis. Realistis bahwa sebuah keinginan besar saya harus dipendam dulu. Keinginan atau cita-cita yang menurut saya sangat bombastis itu harus di <em>reset</em>. Keinginan yang tidak kebanyakan orang bisa gampang mewujudkannya itu, harus saya masukkan kotak dulu. Disimpan rapat, dan kuncinya - kalau perlu - harus orang lain yang menyimpannya tanpa saya tahu dimana disembunyikan. Ini demi agar saya tidak tergoda untuk kembali memikirkan keinginan itu, dan tetap fokus dengan keadaan sekarang.</p>
<p>Keinginan besar itu adalah: Bisa bekerja <em>remotely full time </em>di Jawa, tapi bisnis tetap berada di <a href="http://www.balihotelbooking.com" target="_blank">Bali</a>. Apakah itu mungkin? 100 % mungkin! Yang membuatnya mungkin adalah karena bisnis saya murni 100% berbasis online. Salah satu keunikan dari usaha berbasis online adalah, biasanya masalah tempat dan waktu bisa diabaikan. Kita bisa melakukan kegiatan bisnis dimana dan kapan saja. Asalkan koneksi internet tetap tersambung, uang insyaAllah tetap bisa mengalir masuk <img src='http://www.tasbali.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pernah, Lebaran tahun 2007 kemarin, saya sampai 1 bulan pulang kampung meninggalkan Bali, dan bermukim (baca: menumpang di rumah ortu dan mertua) di Mojokerto, Jawa Timur. Pertanyaannya, apakah dalam 1 bulan itu saya tidak bekerja? Salah. Saya tetap bisa bekerja, dan tetap bisa menghasilkan uang. Layaknya usaha berbasis online lainnya, usaha <a href="http://www.balimobil.com" target="_blank">car rental Bali</a> saya tidaklah perlu ditunggui sehari semalam seperti toko di pinggir jalan. Usaha jenis online hanya mengandalkan komunikasi lewat email, <em>chat</em> dan henpon. Asalkan kita tetap bisa online dan ada sinyal telpon, bisnis tetap jalan. Jadi, untuk hal ini tidak menjadi masalah.</p>
<p>Bagaimana dengan usaha penjualan <a href="http://www.muslimbusana-toyusin.com" target="_blank">busana muslim</a> saya? Terus terang, untuk yang ini ada beberapa kendala, tidak melulu mudah dikerjakan secara <em>remote, </em>salah satu contoh kendalanya adalah<em> </em>terbentur masalah lokasi. Seperti diketahui, beberapa produsen baju muslim tertentu, seperti <a href="http://www.muslimbusana.com/sikclothing/index.php" target="_blank">SIK Clothing</a>, mensyaratkan ketentuan proteksi wilayah. Sehingga mau tidak mau, istri saya sebagai distributor wilayah Bali, harus tetap berdomisili di Bali, kalau tidak ingin keanggotaan kita dicabut.</p>
<p>Terakhir, yang paling menyurutkan langkah saya untuk membesut cita-cita itu adalah, adanya usaha mandi <a href="http://www.tasbali.com/wp-content/uploads/2010/02/me-and-my-daughter1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-819" title="Me And My Daughter" src="http://www.tasbali.com/wp-content/uploads/2010/02/me-and-my-daughter1.jpg" alt="" width="200" height="266" /></a>bola yang baru saja saya dirikan. Ini adalah mainan saya terbaru. Review singkatnya bisa dilihat <a href="http://www.tasbali.com/review-bisnis-mandi-bolaku/">disini</a>. Nih usaha betul-betul 100% <em>offline</em>, yang sebagaimana kebanyakan bisnis <em>offline</em> lainnya, masalah tempat dan waktu adalah hal utama. Artinya, usaha ini menuntut kehadiran fisik saya. Setidaknya, insyaAllah sampai setidaknya usaha ini sudah bisa berjalan stabil, seiring bergulirnya waktu.</p>
<p>Omong-omong, darimana saya bisa mendapatkan ide untuk mewujudkan cara hidup seperti yang saya inginkan itu? Inspirasi utamanya datang dari mantan bos saya. Saya dulu sempat bekerja di sebuah perusahaan semacam web hosting di Kuta. Itu berkisar antara tahun 2003-2007 (4 tahun). Pemilik bisnis ini adalah seorang bule dari Selandia Baru. Saya sangat akrab dengan bos saya ini. Untuk segala urusan mengenai aktivitas seluruh website perusahaan dan klien, hampir semuanya diserahkan kesaya. Termasuk juga apabila ada pertemuan (<em>meeting</em>) dengan klien yang hampir rata-rata semuanya juga bule, saya pasti ikut terlibat didalamnya.</p>
<p>Nah, bos saya ini punya kehidupan lumayan unik. Seringnya dia tinggal di 4 negara, yaitu Jepang, USA (Hawaii), Australia dan Indonesia (Bali). Ini tak lepas dari jabatannya sebagai Managing Director di sebuah perusahaan telekomunikasi internasional asal Amerika. Jabatan Managing Director ini semacam ketuanya para Manager. Jadi semua manager harus melapor kepadanya. Dan itu yang membuatnya harus sering-sering keliling dunia untuk memantau semuanya. Dari semua bule yang pernah saya hadapi, saya harus akui, bule ini adalah bule terbaik yang saya kenal.</p>
<p>Di Bali, secara pribadi dia sekalian mendirikan perusahaan <em>web hosting</em> yang didalamnya saya sebagai IT Programmernya. Diluar negeri sana pula, kabarnya dia juga punya bisnis &#8216;kecil-kecilan&#8217; lainnya. Selama 4 tahun itu pula saya amati, nih orang kok bisa-bisanya hidup keliling dunia tapi perusahaannya bisa tetap bisa berjalan di Bali, tanpa adanya pengawasan secara fisik oleh pemiliknya. Bisnis jalan, pemiliknya juga bisa jalan-jalan. Luar biasa, bukan? Dan ajaibnya, sekarang pun, setelah 3 tahun saya telah hengkang dari sana untuk menjalankan bisnis sendiri, tuh perusahaan masih juga berjalan, dan sekarang malah sudah berlari, artinya semakin maju.</p>
<p>Dari pengalaman inilah saya berkesimpulan secara sederhana, pemilik usaha (seorang bule) yang berada diluar Indonesia saja masih bisa menjalankan bisnisnya yang berada di Bali, apalagi kalau pemiliknya asli orang Indonesia kayak saya, dan berada di pulau Jawa! Semestinya lebih gampang lagi!!</p>
<p>Untuk menggambarkan memang mudah, untuk mencapai Bali, hanya diperlukan 30 menit penerbangan dari Surabaya.</p>
<p>Namun, saya sadar sekali, walaupun keinginan saya tersebut harus tertunda dulu, saya yakin ini adalah bagian dari skenarion yang Diatas. Saya hanya harus bisa menyukurinya dan menjalaninya dengan fokus penuh. Apapun yang terjadi, semuanya wajib disyukuri. Bisa jadi saya memang belum siap untuk itu. Pasti ada hikmah yang diberikan kepada saya.</p>
<p>Mundur dulu selangkah, untuk kemudian melompat lebih jauh. Atau malah, saya sudah maju selangkah lagi, untuk kemudian melompat lebih jauh lagi?? Amin!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tasbali.com/mundur-selangkah-untuk-melompat-lebih-jauh/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Usahawan Adalah Pilihan, Bukan Keharusan</title>
		<link>http://www.tasbali.com/menjadi-usahawan-adalah-pilihan-bukan-keharusan/</link>
		<comments>http://www.tasbali.com/menjadi-usahawan-adalah-pilihan-bukan-keharusan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 04:22:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif Haliman</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tasbali.com/?p=800</guid>
		<description><![CDATA[Dari sekian banyak jenis pekerjaan di masyarakat, berdagang (wiraswasta, atau memiliki usaha sendiri) adalah salah satu profesi yang sangat diapresiasi dalam Islam. Dengan berdagang atau berwiraswasta, insyaAllah diri kita akan menjadi mulia. Tentunya dengan catatan bahwa usaha atau bisnis yang kita jalankan itu bernilai ibadah, mengharap ridho Allah SWT semata. Dengan menjadi seorang pemilik usaha [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.tasbali.com/wp-content/uploads/2010/02/berdagang-di-pasar.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-803" title="Berdagang Di Pasar" src="http://www.tasbali.com/wp-content/uploads/2010/02/berdagang-di-pasar-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a>Dari sekian banyak jenis pekerjaan di masyarakat, berdagang (wiraswasta, atau memiliki usaha sendiri) adalah salah satu profesi yang sangat diapresiasi dalam Islam. Dengan berdagang atau berwiraswasta, insyaAllah diri kita akan menjadi mulia. Tentunya dengan catatan bahwa usaha atau bisnis yang kita jalankan itu bernilai ibadah, mengharap ridho Allah SWT semata. Dengan menjadi seorang pemilik usaha dan bukan karyawan, kita bisa membuka lapangan pekerjaan baru di masyarakat. Hal ini menjadikan kita kuat tidak hanya (insyaAllah) dari sisi ide dan finansial, namun juga kemandirian. Rasulullah sendiri pernah menjadi seorang pedagang di jamannya.</p>
<p>Sebuah hadits shahih berujar, muslim yang kuat lebih disukai daripada muslim yang lemah.</p>
<p>Seorang pemilik usaha akan dituntut untuk terus berinovasi dalam memajukan bisnisnya. Ini menjadikan akal pikirannya akan senantiasa <em>fresh</em> karena terus bermunculan ide-ide baru. Yang menarik, pelaksanaan ide-ide itu bisa diwujudkan sesuka kita, tanpa ada yang merintangi atau membatasi. Jauh daripada itu, kegairahan serta semangat yang meluap-luap itu seringnya akan berhasil diwujudkannya dalam hidup keseharian dalam bentuk aksi dan karya nyata, karena keyakinannya sangat tinggi.</p>
<p>Seseorang yang sedang dirasuki semangat wirausaha yang super tinggi, rasa percaya dirinya sangat besar, serta tahan banting dan cemooh. Apalagi hanya sekedar gunjingan kanan kiri, rasanya yang seperti itu bakalan lewat. Anjing mengonggong kafilah berlalu.</p>
<p>Ada sebuah hadits yang menjadi pelecut semangat bagi seseorang untuk segera beralih dari seorang karyawan menjadi usahawan: <strong>9 dari 10 pintu rejeki adalah berdagang</strong>. Coba bayangkan, luar biasa bukan? Walaupun sebagian ulama menganggap kedudukan hadits ini tidak begitu kuat, namun setidaknya pesan moral yang dikandungnya sangatlah tinggi.</p>
<p>Berdagang disini bisa berarti berdagang apa saja. Berdagang barang, jasa, ide, dan sebagainya. Yang jelas, penekanan utamanya adalah kita sendiri yang memegang kelangsungan hidup usaha itu, alias sebagai pemilik (<em>owner</em>). Dengan menjadi pemilik sebuah usaha, maka kita bisa dikatakan telah membantu negara dengan salah satu contohnya membantu membuka lapangan kerja. Kita bisa memperkerjakan mereka dan menggajinya. Bukanlah ini adalah hal mulia? Tangan diatas (memberi gaji) selalu lebih baik daripada tangan dibawah (menerima gaji).</p>
<p>Oleh karena itu, dilihat dari derajat kemuliaan, bisa jadi seorang tukang bakso kemuliaannya lebih tinggi dari seorang menejer perusahaan, misalnya. Apa pasal? Tukang bakso itu bisa menggaji karyawannya tiap bulan (misal, tukang cuci piringnya), sementara menejer itu hanya mampu menerima gaji tiap bulan. Karenanya penting bagi kita untuk senantiasa jangan <em>gede rumongso</em> (GR), bahwa bekerja di sebuah gedung jangkung mewah yang senantias ber <em>air-conditioning</em> sebagai karyawan berdasi. Tetaplah rendah hati dan jangan sombong. Karena bisa jadi, lewat ilustrasi contoh diatas, pedagang asongan di pintu pagar gedung kantor Anda jauh lebih mulia.</p>
<p>Hanya saja, hadits diatas janganlah dianggap sebagai harga mati bahwa berdagang adalah yang terbaik. Ingat, ada hadits &#8216;pembanding&#8217; Rasulullah yang mengatakan &#8220;<strong>Kalau sebuah urusan diserahkan kepada yang bukan ahli, maka tunggulah kehancurannya</strong>.&#8221;.</p>
<p>Menjalankan sebuah bisnis (misalnya <a href="http://www.muslimbusana-toyusin.com" target="_blank">baju muslim</a>, <a href="http://www.baliwebby.com" target="_blank">sewa mobil di Bali</a> atau <a href="http://www.tasbali.com/review-bisnis-mandi-bolaku/">usaha mandi bola</a>) memerlukan keahlian tersendiri. Memerlukan kesabaran, kompetensi serta keberanian dalam menanggung resiko.</p>
<p>Seorang karyawan yang kurang sabar dalam memupuk kekayaan materi, tidak bisa dipaksa untuk menjadi pengusaha yang ulet. Pikirannya biasanya sangat <em>cetek </em>(dangkal) : jadi karyawan saja biar akhir bulan nanti langsung dapat gaji. Seorang pengusaha tidak bisa berpikir seperti itu. Pikiran seorang pengusaha jauh melampaui hitungan hari atau bulan. Hitungannya sudah tahunan, dan kadang malah tidak berujung. Raksasa rokok Sampoerna misalnya, boleh jadi pendirinya sudah meninggal dunia, tapi penerusnya tetap berhasil menjaga pemikiran empunya sehingga usahanya masih terus bercokol hingga sekarang.</p>
<p>Demikian juga mengenai kompetensi. Tidak semua orang bisa segera menjadi ahli, misalnya, dalam hal menawarkan sesuatu. Jika perdagangan identik dengan menawarkan sesuatu (<em>offering</em>), seorang yang berlatar belakang pekerjaan di belakang meja (akuntan, kasir, teller, dsb) kadangkala sangat sulit disuruh menawarkan sebuah produk. Jangan memaksa seseorang untuk menangani sebuah urusan, kalau dia sekiranya memang tidak atau belum ahli menanganinya.</p>
<p>Keberanian? Menjadi usahawan sudah pasti butuh keberanian. Keberanian menanggung rugi, menjadi melarat, dimaki orang, diremehkan dan dicemooh orang, adalah bagian dari resiko keseharian seorang pemilik usaha. Di Indonesia masih banyak warganya yang penakut. Dengan indikasi sangat sedikit yang berprofesi sebagai usahawan dan cukup merasa nyaman menjadi karyawan.</p>
<p>Oleh karena itu, kita harus bijaksana. Menjadi usahawan bukanlah keharusan. Menjadi usahawan adalah pilihan. Namun, ini adalah sebuah pilihan yang memang betul-betul sangat dianjurkan untuk dipilih. Sebuah pilihan yang insyaAllah apabila kita kuat mewujudkannya, maka kemuliaan jauh lebih tinggi yang akan kita raih.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tasbali.com/menjadi-usahawan-adalah-pilihan-bukan-keharusan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Review Bisnis Mandi Bolaku</title>
		<link>http://www.tasbali.com/review-bisnis-mandi-bolaku/</link>
		<comments>http://www.tasbali.com/review-bisnis-mandi-bolaku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 15:46:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif Haliman</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[mainan anak]]></category>

		<category><![CDATA[mandi bola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tasbali.com/?p=787</guid>
		<description><![CDATA[Saya baru saja punya bisnis baru. Bisnis ini jauh dari hiruk pikuk bisnis berbasis online dengan teknik SEO, SERP, Google, Yahoo, Analytics, Page Ranking, dsb yang menyertainya, dimana selama ini saya telah dan sedang menggelutinya untuk bisnis baju muslim dan sewa mobil di Bali saya. Bisnis baru ini ramai dengan hiruk pikuk seliweran kendaraan bermotor, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.tasbali.com/wp-content/uploads/2010/02/mandi-bola-denpasar.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-792" title="Mandi Bola Denpasar Bali" src="http://www.tasbali.com/wp-content/uploads/2010/02/mandi-bola-denpasar-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Saya baru saja punya bisnis baru. Bisnis ini jauh dari hiruk pikuk bisnis berbasis online dengan teknik SEO, SERP, Google, Yahoo, Analytics, Page Ranking, dsb yang menyertainya, dimana selama ini saya telah dan sedang menggelutinya untuk <a href="http://www.muslimbusana.com/bisnis/berbisnis-busana-muslim/index.htm" target="_blank">bisnis baju muslim</a> dan <a href="http://www.baliwebby.com" target="_blank">sewa mobil di Bali</a> saya. Bisnis baru ini ramai dengan hiruk pikuk seliweran kendaraan bermotor, jeritan anak kecil, pendaran sinar matahari dan sedikit cipratan air hujan ketika sedang deras-derasnya. Bisnis apa gerangan yang sedang saya lakoni? <strong>MANDI BOLA</strong>.</p>
<p>Ya, sudah (alhamdulillah) 10 hari ini saya bersama istri buka usaha baru berbasis offline. Nama yang saya usung adalah <strong>Arena Bermain Mandi Bola Kidz Ballz</strong>. Sengaja memakai huruf &#8216;Z&#8217; dan bukan &#8216;S&#8217; karena saya dulunya (dan mungkin masih) adalah penggemar komik Dragon Ballz <img src='http://www.tasbali.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> Lokasinya berada dipinggir jalan dekat tempat tinggal saya di Denpasar, daerah Pemogan, tepatnya di pasar senggol. Menurut saya, kawasan pasar senggol seperti ini adalah contoh tempat yang ideal untuk membuka usaha dalam bentuk toko dipinggir jalan. Tidak saja pasar senggol, daerah ini juga terdapat juga beberapa minimarket, warung makan, warung internet, konter pulsa, pedagang martabak, pedagang mainan anak-anak, dsb. Pokoknya, kawasan ini sangatlah ramai.</p>
<p>Para bapak, ibu, dan anak-anak mereka seakan berkumpul jadi satu ditempat ini dengan berbagai keperluannya. Belum lagi dengan hilir mudik lalu lintas kendaraan di sepanjang jalan, lengkaplah sudah kawasan ini menyandang predikat pasar senggol plus plus <img src='http://www.tasbali.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Dari sekian banyak jenis manusia yang beredar disini setiap harinya, para calon pelanggan potensial saya adalah dari jenis anak-anak yang imut itu.</p>
<p>Lantas, apakah dengan kondisi kawasan seperti diatas, usaha mandi bola saya profitnya meledak? Hehehe..ternyata kagak! Atau, agar terdengar tetap optimis, belum! Bagaimanapun, tetaplah alhamdulillah. Ternyata, dari target minimal 30 anak per hari yang main disini, ternyata setelah di rata-rata hanya 12 anak saja. Dari sekian banyak kekurangan yang ada ditempat mandi bola ini, kekurangan terbesarnya adalah display kurang menarik.</p>
<p>Saya bersama istri mengambil kesimpulan seperti itu setelah saya mengambil gambar (menjepret) tempat ini dari berbagai sudut. Sudut-sudut yang dimaksud adalah, sudut pintu masuk toko, sudut tempat parkir, sudut seberang jalan dan sudut pintu keluar minimarket Karunia Dewata. Terutama dilihat dari sudut pintu keluar Karunia Dewata yang menjadi target paling potensial saya, <em>image</em> tempat mandi bola saya terlihat seperti gabungan gudang kosong dan anak pengemis tidur didalamnya. Sepi, kurang greget, dan tidak gemerlap.</p>
<p>Selain itu, para pengendara bermotor yang lalu lalang didepan toko saya, jarang yang berkesempatan untuk menengok ketempat saya. Sebabnya, karena tidak ada <em>sign</em> dipinggir jalan. Diawal-awal ini, saya agak kesulitan untuk memasang <em>sign</em> disana, terutama karena lahannya sudah sulit. Mudah-mudahan kedepannya akan lebih mudah. Untunglah, saya menyadari adanya berbagai kekurangan ini. Jadi langkah selanjutnya untuk perbaikan sudah ada didalam kepala. Tinggal dieksekusi.</p>
<p>Saya bukanlah orang yang berkesenian. Membuat display yang ciamik bukanlah bakat dan keahlian saya. Namun, setidaknya, dengan tekad menjulang tinggi ke angkasa sana, mau tak mau saya harus tetap mempelajarinya dan menjadi sedikit lebih ahli. Saya berkeinginan untuk memasang <em>neon box</em> diatas spanduk mandi bola saya. Selain itu juga <em>neon box</em> lagi didalam ruangan dengan berbagai macam tulisan yang menarik. Saya juga akan menurunkan sedikit posisi gambar kartun Donald Bebek, Dora, Spiderman dan konco-konconya ini dari tembok. Memutar posisi kolam bola dan slurutannya (perosotan ?) Harapannya, bahkan dari kejauhan seberang jalan, mata anak-anak yang imut itu akan langsung menangkap pesan yang coba saya lontarkan dari tempat ini: Ayo, bermain bola disini ya? Asyik lho..Hore! Begitulah.</p>
<p>Kalau ilmu Marketing Mix datang dengan 4P-nya, <em>above of all</em>, kayaknya <strong>Promotion</strong> adalah kekurangan saya. Saya merasa <strong>Place</strong> (pasar senggol Pemogan), <strong>Price</strong> (3500 rupiah per anak) dan <strong>Product</strong> (satu-satunya di Denpasar untuk mandi bola kelas pinggir jalan) sudah sangatlah sempurna. Namun, terkendala dengan pembagian waktu yang luar biasa sejak dari pengadaan perlengkapan mandi bola, dekorasi ruangan, mengatur para tukang, sampai urusan tetek bengek kayak pembuatan karcis masuk, saya malah melupakan yang namanya Promotion ini. Promosi yang saya maksud disini adalah seperti pembuatan brosur kemudian menempelkannya di pinggir-pinggir jalan. Saya baru menyadari pentingnya hal ini setelah bisnis ini jalan beberapa hari.</p>
<p>Tapi, saya semakin menyadari, sebetulnya 4P itu masih bisa kita koreksi. Ada lagi satu P yang tidak kalah pentingnya, yaitu <strong>Pray</strong>. Dengan doa, hati dan pikiran kita menjadi tenang. Kalau ramai, kita bersyukur dan tidak jumawa. Kalau sepi, juga tetap bersyukur dan tidak putus asa. Kita semua harus segera menghubungi Mr. Maslow, agar 4P diganti menjadi 5P <img src='http://www.tasbali.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saat ini, sepi atau ramai, saya menikmati menjalankan usaha ini. InsyaAllah semoga hari-hari kedepan tetap diberi ketetapan oleh Allah SWT untuk terus menikmatinya. Bisnis konvensional seperti ini, yang membuka stand toko dipinggir jalan, adalah betul-betul hal yang baru buat saya. Perlu strategi dan pendekatan baru. Saya tinggalkan dulu konsep SEO dan SERP yang menyertai keseharian dalam bisnis online saya.</p>
<p>Untuk berhasil di bisnis ini, wajah dengan senyuman lebar sampai mendekati kuping adalah lebih utama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tasbali.com/review-bisnis-mandi-bolaku/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>TKI Maya</title>
		<link>http://www.tasbali.com/tki-maya/</link>
		<comments>http://www.tasbali.com/tki-maya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 15:04:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif Haliman</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>

		<category><![CDATA[bali car rental]]></category>

		<category><![CDATA[busana muslim]]></category>

		<category><![CDATA[google]]></category>

		<category><![CDATA[google adsense]]></category>

		<category><![CDATA[kantor pos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tasbali.com/?p=779</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, terbuka kesempatan lebar untuk menjadi seorang TKI atau Tenaga Kerja Indonesia. Namun, TKI jenis ini berbeda dari yang kebanyakan. Untuk menjadi tipe TKI yang saya maksud, tidak perlu harus melalui berbagai aturan yang ruwet, njelimet dan sering bikin kebelet. Seperti diketahui, keruwetan itu tidak saja terjadi ditingkat birokrasi pemerintahan, namun juga ditingkat PJTKI [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini, terbuka kesempatan lebar untuk menjadi seorang TKI atau Tenaga Kerja Indonesia. Namun, TKI jenis ini berbeda dari yang kebanyakan. Untuk menjadi tipe TKI yang saya maksud, tidak perlu harus melalui berbagai aturan yang ruwet, njelimet dan sering bikin kebelet. Seperti diketahui, keruwetan itu tidak saja terjadi ditingkat birokrasi pemerintahan, namun juga ditingkat PJTKI (Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia). Apalagi ternyata kalau PJTKI itu adalah yang palsu, dijamin semua jenis keruwetan yang saya sebut tadi, akan bernilai kuadrat.</p>
<p>Nah, agar terhindar dari berbagai macam keruwetan seperti diatas, segeralah beralih menjadi apa yang saya sebut dengan TKI Maya. Jenis tenaga kerja Indonesia model ini saya yakin jumlahnya sekarang sangat bejibun. Hal ini berbanding lurus dengan dengan semakin berkembangnya dunia internet di Indonesia. Dari sekian banyak warga negara Indonesia yang berprofesi seperti ini, saya adalah salah satunya <img src='http://www.tasbali.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>TKI konvensional yang bekerja diluar negeri seringkali disebut sebagai pahlawan devisa. Ini adalah sebutan yang sangat mulia. Betapa tidak? Triliunan rupiah tiap tahun bisa mereka &#8216;larikan&#8217; ke Indonesia, sebagai upah yang diterima selama bekerja disana. Terlepas dari berbagai sunatan upah yang kerap dilakukan oleh agen atau cukong mereka yang begitu kurang ajar, mereka memang benar-benar pantas menyandang sebutan pahlawan itu: Pahlawan Devisa.</p>
<p>Saya tidak mau ketinggalan oleh mereka. Saya juga ingin sekali mendapatkan sebutan mulia itu. Yaitu, <strong>Pahlawan Devisa</strong>. Ini, bolehlah disebut, sebagai salah satu perwujudan rasa cinta tanah air dan bangsa saya kepada Indonesia tercinta. Dan itu telah saya lakoni. Lantas, apakah untuk mendapatkan sebutan itu, saya harus bekerja di luar negeri, seperti Malaysia, misalnya? No-no-no. Nehi! Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada para TKI konvensional, saya lebih memilih cara yang lebih <em>smart</em> dan elegan: Memasang iklan <a href="http://www.google.com/adsense" target="_blank">Google Adsense</a> <img src='http://www.tasbali.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Dengan memasang iklan <strong>Google Adsense</strong> di berbagai situs milik saya, apabila ada pengunjung yang melakukan klik di iklan tersebut, maka saya akan mendapatkan beberapa sen, atau dolar. Semakin banyak klik, semakin banyak dolar yang akan dibayarkan kepada saya. Dolar-dolar itu berasal dari Amerika (Google asalnya memang Amerika), dan dikirimkan kepada saya di Indonesia. Itu artinya adalah devisa. Devisa sangat penting bagi negara, baik sebagai dana cadangan atau stabilisator nilai mata uang dalam negeri. Pengertian gampangnya, dikaitkan dengan naik turunnya nilai rupiah, ini bisa membuat nilai rupiah semakin naik terhadap dolar <img src='http://www.tasbali.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://www.tasbali.com/wp-content/uploads/2010/01/cek-google-adsense.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-783" title="Cek Google Adsense" src="http://www.tasbali.com/wp-content/uploads/2010/01/cek-google-adsense-300x173.jpg" alt="" width="300" height="173" /></a>Seperti yang baru saja saya lakukan tadi pagi. Sebuah cek (dalam bentuk <strong>Western Union</strong>) langsung bisa saya cairkan di Kantor Pos, setelah malam sebelumnya saya tahu bahwa Google telah mengirimkan &#8216;upah&#8217; saya untuk bulan ini, karena telah melebihi nilai minimal pencairan, yaitu USD 100. Jumlahnya tidak banyak, hanya USD 114,67 (pas saya cairkan tadi, saya terima dalam bentuk Rupiah, Rp 1.048.000). Saya terima utuh, tanpa potongan, dan saat itu juga. Untuk jadi TKI konvensional, sunatan atau penundaan upah jamak terjadi. Kasihan sekali mereka itu. Oleh karena itu, segeralah beralih menjadi TKI maya <img src='http://www.tasbali.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Kalau dirata-rata, tiap 2,5 bulan sekali alhamdulillah saya pasti menerima &#8216;upah&#8217; itu dari Google. Jumlahnya berkisar sejumlah diatas. Alhamdulillah, walaupun sedikit, bagaimanapun juga, gelar Pahlawan Devisa itu telah saya sandang. Cihuy..!!! Duh bangganya <img src='http://www.tasbali.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> ;) .</p>
<p>Sekali lagi, saya yakin, apa yang saya lakukan ini juga telah banyak dilakukan oleh warga negara Indonesia yang lain. Banyak dari mereka yang juga mencoba peruntungan di Google Adsense, dan berusaha sekuat tenaga untuk menjadi TKI maya, TKI yang menghasilkan devisa. Kalau dolar yang saya hasilkan begitu kecil, semestinya tidak menjadi masalah, apalagi ini hanyalah pendapatan sampingan. Namun, bagaimana kalau jumlah pendapatan Adsense saya yang sekecil itu, dikalikan dengan ratusan atau ribuan TKI maya lainnya? Jumlahnya akan membuat kita geleng-geleng kepala.</p>
<p>Sebetulnya, untuk menjadi TKI maya tidak hanya dari Google Adsense. Begitu banyak hal-hal lain yang bisa kita lakukan. Misalnya melakukan bisnis online. Apa yang bisa dibisniskan? Apa saja. Beragam produk dan jasa bisa dipasarkan dengan mudah lewat internet. Hanya untuk membuat kamu lebih mudah mengerti, saya contohkan, seperti yang telah saya lakukan dengan berbisnis <a href="http://www.muslimbusana.com" target="_blank">busana muslim</a> dan <a href="http://www.balicarrent.com" target="_blank">Bali car rental</a>.</p>
<p>Untuk busana muslim, kurang lebih sekitar 5% pembelinya berasal dari luar negeri kayak Malaysia, Singapura, Amerika. Sebuah jumlah yang kecil. Namun lumayanlah, daripada tidak menyumbang devisa sama sekali untuk negara <img src='http://www.tasbali.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Untuk rental car Bali, kurang lebih 90% pelanggan saya berasal dari luar negeri. Artinya, devisa yang saya hasilkan, syukur alhamdulillah, lebih besar dari bisnis busana muslim tadi.</p>
<p>Namun, sekali lagi, tidak penting apakah kecil atau besar devisa yang mampu kita hasilkan untuk negara. Karena walaupun kecil jumlah yang bisa kita hasilkan, namun kalau itu dilakukan oleh ratusan atau ribuan warga negara lainnya, jumlahnya akan sangat besar. Yang terpenting adalah, tiap individu dari kita semua, sedapat mungkin bisa menghasilkan devisa bagi Indonesia.</p>
<p><strong>HIDUP TKI MAYA!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tasbali.com/tki-maya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Miracle Happened: Sunrise</title>
		<link>http://www.tasbali.com/miracle-happened-sunrise/</link>
		<comments>http://www.tasbali.com/miracle-happened-sunrise/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 15:24:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif Haliman</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>

		<category><![CDATA[baju muslim]]></category>

		<category><![CDATA[Bali]]></category>

		<category><![CDATA[busana muslim]]></category>

		<category><![CDATA[sik-clothing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tasbali.com/?p=771</guid>
		<description><![CDATA[Setelah menunggu sekian lama, akhirnya keinginan itu terwujud juga, alhamdulillah. Saya malah masih kadang menganggapnya sebagai sebuah keajaiban. Hal ini berkaitan dengan keinginan saya sejak dulu yang ingin menjadi produsen busana muslim dan meningkatkan &#8217;status&#8217; dari tidak hanya berprofesi sebagai penjual busana muslim, namun bisa juga menjadi produsennya. Produsen busana muslim adalah orang yang memproduksi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.tasbali.com/wp-content/uploads/2010/01/sunrise-busana-muslim.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-774" title="Sunrise Bali Busana Muslim" src="http://www.tasbali.com/wp-content/uploads/2010/01/sunrise-busana-muslim-126x300.jpg" alt="" width="126" height="300" /></a>Setelah menunggu sekian lama, akhirnya keinginan itu terwujud juga, alhamdulillah. Saya malah masih kadang menganggapnya sebagai sebuah keajaiban. Hal ini berkaitan dengan keinginan saya sejak dulu yang <a href="http://www.tasbali.com/kepingin-jadi-produsen-busana-muslim/">ingin menjadi produsen busana muslim</a> dan meningkatkan &#8217;status&#8217; dari tidak hanya berprofesi sebagai penjual busana muslim, namun bisa juga menjadi produsennya. Produsen busana muslim adalah orang yang memproduksi sendiri baju muslim tersebut. Dan, dari sekian banyak produsen dengan membawa merek <a href="http://www.muslimbusana.com" target="_blank">busana muslim</a> mereka sendiri dari seluruh pelosok nusantara ini, saya adalah salah satunya <img src='http://www.tasbali.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Merek busana muslim produksi saya adalah <strong>Sunrise</strong>. Bisa juga disebut <strong>Sunrise Bali</strong>. Sengaja saya tidak menamakannya dengan kebanyakan nama-nama merek baju yang bernuansa Islam, seperti (mungkin) Raffa, Marwah, Majidah, dll. Saya menginginkan sebuah nama yang <em>out of the box</em> dari semua itu. Sebuah nama yang ringan, sangat familiar dan berkesan sangat disukai orang. <em>Top of that</em>, nama ini haruslah bernuansa <a href="http://www.baliwebby.com" target="_blank">Pulau Dewata Bali</a>, karena domisili saya ada di Bali. Jadilah kemudian, Sunrise, nama yang kemudian saya ambil. Sunrise adalah gamis berbahan kaos Combed. Harapan saya adalah bahwa merek yang saya usung ini akan membawa keberkahan dan kesuksesan, dengan keunggulan utama kenyamanan. Setidaknya, ini sudah mewujudkan mimpi saya yang sejak dulu memang ingin sekali menjadi <a href="http://www.muslimbusana.com" target="_blank">produsen busana muslim</a> <img src='http://www.tasbali.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Singkat cerita, setelah semua proses dilalui, dan hasil akhirnya adalah berwujud sebuah baju muslim, langkah berikutnya adalah memasarkannya. Bagaimana saya memasarkannya? Tepat! Tentu saja saya memajangnya di website busana muslim milik saya. Penasaran dengan website saya yang menjual berbagai macam baju muslim ini? Silakan diintip di <a href="http://www.muslimbusana.com" target="_blank">http://www.muslimbusana.com</a> ya?</p>
<p>Saya, alhamdulillah, yakin sekali bahwa kalau memajang Sunrise di situs ini, pasti akan laku. Parameternya sederhana: Situs ini dikunjungi orang rata-rata 600 kunjungan perhari. Untuk sebuah situs yang khusus menjual busana muslim, ini adalah sebuah jumlah kunjungan yang jauh diatas lumayan, alias tinggi. Dengan rata-rata belasan order perhari (baik itu lewat email, chatting, sms ataupun telpon), untuk tahap awal ini, saya sudah cukup puas (alhamdulillah) untuk bisa mengambil pasar ceruk <em>(niche)</em> di website <a href="http://www.muslimbusana.com" target="_blank">http://www.muslimbusana.com</a> ini.</p>
<p>Hasil awal dari strategi mengambil pasar ceruk ini cukup berhasil. Terbukti dari 2 model perdana yang saya luncurkan, hanya dalam waktu 1 minggu kedua baju ini langsung terbeli. Saya sangat mensyukurinya. Ini bisa menambah kepercayaan diri saya dan tim. Ternyata, dibalik &#8216;gemerlapnya&#8217; merek-merek populer yang sudah bersinar duluan (seperti <a href="http://www.muslimbusana.com/sikclothing/index.php" target="_blank">SIK Clothing</a>, <a href="http://www.muslimbusana.com/Qirani/index.php" target="_blank">Qirani</a>, <a href="http://www.muslimbusana.com/shabrina/index.php" target="_blank">Shabrina</a>), Sunrise masih bisa mencuri perhatian para pengunjung website kami.</p>
<p>Dengan menerapkan konsep ini, saya baru saja <em>ngeh</em> dan baru begitu mantap mengerti, mengapa para <em>hypermarket</em> kayak (dulu) Alfa atau Carrefour, diantara tumpukan produk yang mereka jual, terselip juga produk mereka sendiri. Maksudnya, produk itu bermerek Alfa, atau Carrefour. Seperti misalnya kapas putih. Bukanlah di Carrefour kita bisa menemukan sebuah produk kapas putih diantara produk-produk sejenis dengan merek lain? Dengan memproduksi dan menjual sendiri kapas putih itu, keuntungan mereka pastilah jauh lebih tinggi daripada keuntungan yang bisa diambil dari menjual kapas putih merek lain. Hal ini tentunya juga bisa diterapkan untuk produk yang lain, selain kapas putih.</p>
<p>Dan, sekali lagi untuk tahap awal, sepertinya saya akan menjalankan strategi ini terlebih dahulu. Bermain di ceruk, dengan berharap produksi berjalan kontinu, walaupun dengan kuantiti yang tidak (belum) tinggi. Dengan adanya program Sale &amp; Gratisan Setiap Hari, saya tidak segan-segan memajang Sunrise di bagian ini. Bagi saya, menambah kepercayaan diri sangatlah penting, walaupun harus dengan memangkas harga. Namun, tentunya keuntungan masih tetap ada. Pikir-pikir, memang dari ke 4 perpaduan pemasaran yang ada yaitu <em>Product, Place, Price, Promotion</em>, setidaknya dalam kasus saya, <em>price</em> atau harga adalah yang paling enak dipermainkan. Gimana pokoknya segera laku hehe <img src='http://www.tasbali.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Okay</em>, semoga masih tetap terus semangat mengembangkan Sunrise. Kedepan, saya insyaAllah akan bertambah sibuk. Apa pasal? Ehm, saya berancang-ancang untuk mencoba peruntungan di dunia <em>offline</em>. <em>Yeap</em>, tidak lagi hanya berbisnis<em> online</em> yang mengandalkan website dan internet sebagai <em>place</em>nya, tapi juga bisnis konvensional yang mengandalkan pasar senggol. Nah!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tasbali.com/miracle-happened-sunrise/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Agen Resmi SIK Clothing Wilayah Bali</title>
		<link>http://www.tasbali.com/agen-resmi-sik-clothing-wilayah-bali/</link>
		<comments>http://www.tasbali.com/agen-resmi-sik-clothing-wilayah-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 14:36:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arif Haliman</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[busana muslim]]></category>

		<category><![CDATA[kaos muslimah]]></category>

		<category><![CDATA[produsen busana muslim]]></category>

		<category><![CDATA[sik-clothing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tasbali.com/?p=760</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, sudah terhitung kurang lebih dua bulan ini, kami (saya beserta istri) berhasil meningkatkan status dari Penjual biasa menjadi Agen Resmi. Agen Resmi untuk produk dan merek apa? Untuk produk busana kaos muslimah SIK Clothing. Website busana muslim kami, yang beralamat http://www.muslimbusana.com sudah sekitar dua tahun ini berjalan. Selama itu pula kami sudah mulai menjual [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.tasbali.com/wp-content/uploads/2010/01/sik-clothing-kaos-muslimah.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-764" title="SIK Clothing Kaos Muslimah" src="http://www.tasbali.com/wp-content/uploads/2010/01/sik-clothing-kaos-muslimah-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a>Alhamdulillah, sudah terhitung kurang lebih dua bulan ini, kami (saya beserta istri) berhasil meningkatkan status dari Penjual biasa menjadi Agen Resmi. Agen Resmi untuk produk dan merek apa? Untuk produk busana <a href="http://www.muslimbusana.com/sikclothing/index.php" target="_blank">kaos muslimah SIK Clothing</a>. Website <a href="http://www.muslimbusana.com" target="_blank">busana muslim</a> kami, yang beralamat http://www.muslimbusana.com sudah sekitar dua tahun ini berjalan. Selama itu pula kami sudah mulai menjual produk SIK Clothing, dengan status &#8217;sekedar penjual&#8217;. Dengan meningkatnya status menjadi Agen Resmi, kesempatan ini sudah selayaknya harus kami syukuri.</p>
<p>Butuh kesabaran dan perjuangan ekstra untuk bisa mendapatkan status ini. Kami sudah mengusahakannya sejak sekitar satu setengah tahun yang lalu. Dan selama itu pula gatot alias gagal total. Sebab kegagalan bermacam-macam, dari sekedar kehilangan momentum alias sedang malas berjualan, selalu tersedotnya dana untuk pembelian merek lain, sampai tidak sabarnya menunggu daftar tunggu <em>(waiting list)</em> yang luar biasa panjang. Maklum, merek kaos muslimah ini memang saya rasa paling moncer diantara merek lain yang sejenis. Bahkan, dalam satu kali kesempatan, pihak produsen SIK Clothing memberitahu, bahwa permohonan kami akan diproses setelah mereka memproses lebih dari 30 orang diatas saya, apakah layak atau tidak menjadi Agen Resmi. Dan, bisa ditebak, saya langsung pesimis dengan penantian maha panjang itu. Pikir saya, daripada H2C (harap-harap cemas) menanti kepastian dari pihak SIK yang berpotensi menambah jumlah uban, lebih baik fokus melanjutkan dagangan merek lain, seperti <a href="http://www.muslimbusana.com/manet/index.php" target="_blank">Manet</a>, <a href="http://www.muslimbusana.com/toyusin/index.php" target="_blank">Toyusi</a>, <a href="http://www.muslimbusana.com/Qirani/index.php" target="_blank">Qirani</a>, dll.</p>
<p>Mungkin karena pikiran sudah lama di set bahwa, <strong>harus bisa jadi Agen Resmi SIK Clothing</strong>, yang ditunggu-tunggu dan pernah dilupakan itu akhirnya datang juga. Pasca Lebaran bulan Oktober kemarin, kami iseng-iseng menelpon lagi produsen SIK Clothing, menanyakan kembali perihal apakah kami bisa melamar menjadi Agen Resmi, tak disangka jawaban mereka sungguh cepat: Bisa!</p>
<p>Wah, ini kabar gembira. Bayangkan, berulang kali sebelumnya menelpon minta menjadi Agen Resmi dan selalu saja gatot, nah ini dengan sekali telpon pasca Lebaran kok langsung dapat. Pucuk dicinta ulam tiba. <em>Top to love fish coming</em> (*halah*). Akhirnya, ya gitu deh, singkat cerita sejak awal Desember 2009 kemarin atas nama istri saya, resmi menjadi Agen Resmi SIK Clothing. Oiya, tambahan informasi, kami adalah pemegang wilayah Bali. Artinya, mestinya tidak ada Agen Resmi lainnya selain kami di pulau Bali ini. Jadi, wahai para muslimin <a href="http://www.baliwebby.com" target="_blank">Bali</a>, kalo perlu belanja busana muslim kaos, utamanya merek SIK CLothing, belanjanya di tempat kami ya? <img src='http://www.tasbali.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Diskonnya sampai dengan 25% lho!</p>
<p>Sekedar informasi tambahan, produk SIK Clothing adalah busana muslimah dari bahan kaos, termasuk untuk produk gamisnya. Bahan kaosnya terasa nyaman dipakai karena berbahan Combed, bukan Carded. Variasi modelnya sangat banyak (lebih dari 50 model pilihan). Termasuk juga pilihan warna yang tersedia juga banyak. Jadi, begitu banyak pilihan kira-kira mana yang paling cocok untuk kamu.</p>
<p>Produk <strong>SIK Clothing</strong> bisa dipakai untuk berbagai acara, seperti semi formal, kuliah, atau sekedar main kerumah teman. Namanya juga kaos, jadinya sangat fleksibel.</p>
<p>OK, kunjungi website <a href="http://www.muslimbusana.com" target="_blank">baju kaos muslimah</a> ini, dan dapatkan diskonnnya!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tasbali.com/agen-resmi-sik-clothing-wilayah-bali/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
<div align="center">
<div id="eXTReMe"><a href="http://extremetracking.com/open?login=tasbali">
<img src="http://t1.extreme-dm.com/i.gif" style="border: 0;"
height="38" width="41" id="EXim" alt="eXTReMe Tracker" /></a>
<script type="text/javascript"><!--
var EXlogin='tasbali' // Login
var EXvsrv='s11' // VServer
EXs=screen;EXw=EXs.width;navigator.appName!="Netscape"?
EXb=EXs.colorDepth:EXb=EXs.pixelDepth;
navigator.javaEnabled()==1?EXjv="y":EXjv="n";
EXd=document;EXw?"":EXw="na";EXb?"":EXb="na";
EXd.write("<img src=http://e2.extreme-dm.com",
"/"+EXvsrv+".g?login="+EXlogin+"&amp;",
"jv="+EXjv+"&amp;j=y&amp;srw="+EXw+"&amp;srb="+EXb+"&amp;",
"l="+escape(EXd.referrer)+" height=1 width=1>");//-->
</script><noscript><div id="neXTReMe"><img height="1" width="1" alt=""
src="http://e2.extreme-dm.com/s11.g?login=tasbali&amp;j=n&amp;jv=n" />
</div></noscript></div></div>