Diagram Kartesius untuk Pedoman Hidup Berbuat Baik Secara Islami (Infografik)

Seperti halnya negara, manusia juga perlu yang namanya Pedoman atau Petunjuk. Kalau negara punya yang namanya GBHN (Garis Besar Haluan Negara), maka manusia punya DKPH (Diagram Kartesius Pedoman Hidup). Mengapa dibikin dalam sebuah diagram, dalam hal ini diagram Kartesius? Agar mudah dipahami. Itu saja. Katanya, informasi dalam bentuk infografik atau visual akan lebih mudah dipahami, daripada teks atau kalimat.


Diagram Pedoman Hidup untuk berbuat kebaikan

Seperti sudah diketahui, diagram Kartesius dibagi menjadi 4 kuadran. Sebut saja kuadran A, B, C, D. Fungsi dasarnya digunakan untuk meletakkan sebuah titik diantara koordinat X dan Y yang ada, sehingga didapat sebuah titik pertemuan. Dari titik itu akan diketahui besaran nilai sebuah informasi.

Nah, DKPH (Diagram Kartesius Pedoman Hidup) bikinan saya ini, tentu saja bukan diagram Kartesius yang sebenarnya 🙂 Ini hanya mengambil ide dari diagram itu. Dan kemudian, meletakkan pedoman hidup kita dimasing-masing kuadran yang ada.

Sampean tentu masih ingat, ketika kita masih SD, kita sudah diajari oleh bapak / ibu guru matematika kita tentang diagram Kartesius ini. Dari 4 kuadrannya, hanya 1 yang bernilai Positif. Ketiga kuadran lainnya, bernilai Negatif. Oiya, khusus mengenai pelajaran matematika, ini adalah tulisan saya mengenai Matematika Jongkok, siapa tahu sampean tertarik dan ikut terbawa nostalgia sesaat hehe..:)

Merujuk kepada gambar diatas, kita mudah memahami, bahwa didalam menjalani kehidupan kita, baik secara pribadi maupun sosial, sedapat mungkin kita berada di kuadran B. Disana, kalau kita istiqomah dalam menjalaninya, insyaAllah hidup kita akan penuh berkah.

Di kuadran B tersebut, kita bisa contohnya, Berbuat baik, Baca Qur’an tiap hari, Shalat tepat waktu, Qiyamul lail, Beramal saleh, Silaturrahiim, Mengingat Allah atau dzikrullah, dsb. Ini sebaiknya kita lakukan di keseharian. SEBISA MUNGKIN adalah tagline untuk kuadran B ini.

Kuadran berikutnya adalah A dan C. Tagline untuk kuadran ini adalah SESEKALI.

Contoh kuadran ini adalah, Teringat mantan, Tak ingat hutang, Boros air, listrik dan pulsa, Tidur kemaleman bangung kesiangan, Sering melamun, Hidup kurang bergairah, Bermalas-malasan, Isap rokok dan mengunyahnya, Ikut ronda malam tapi ketiduran, Masuk toko tanya doang dan tak beli, Janji utang seminggu bayarnya setahun, Janjiin istri ke Turki jebulnya Kediri, Merokok 20.000 kotak masjid 2.000, ISeng mengetapel burung, dsb.

Bolehlah duakali, tapi kalau bisa jangan tiga kali (atau malah keterusan hehe..) berada di kuadran A dan C ini. Karena itu bebal namanya.

Karena kalau kita sering berada kuadran ini, kita akan jauh dari rahmat Allah. Merana.

Kuadran terakhir, adalah D. Taglinenya JANGAN SEKALI-KALI.

Termasuk di kuadran ini adalah perbuatan penuh dosanya, seperti Mabok, Berjudi, Berzina, Berbohong, Memakan rba, Fitnah / adu domba, Syirik (menyekutukan Allah), dsb.

JANGAN SEKALI-KALI berada di kuadran D ini. Apalagi bangga didalamnya. Kalaulah sempat disana, segeralah melompat keluar.

Mungkin kesuksesan dan kemakmuran dunia masih bisa didapat. Tapi cuma sebentar. Dan percuma. Bin zero berkah.

Karena sudah jelas nanti di akhirat, melulu kesengsaraan dan kehinaan yang akan didapat. Selama-lamanya.

Kita berlindung dari Allah Ta’ala dari jeleknya perilaku hidup kita dalam keseharian.

Silakan kalau ada yg mau menambahkan daftar Pedoman Hidup untuk Berbuat Baik secara Islami ini…

Arif Haliman

http://www.muslimbusana.com – Toko Busana Muslim Online di Bali

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

No comments yet.

Leave a comment

(required)

(required)