Archive for the Category » Umum «

Wednesday, December 30th, 2009 | Author: Arif Haliman

KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur malam ini telah berpulang. Dia wafat sekitar pukul 20.00 WIB di RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo) Jakarta. Setelah sebelumnya lama berjibaku dengan berbagai macam penyakit yang menyerangnya (diawali oleh diabetes yang berakibat komplikasi berbagai penyakit ganas lainnya), kiai haji asal NU (Nahdlatul Ulama) tersebut akhirnya menyerah terhadap ketentuan ilahi di usia 69 tahun. Dia akan dimakamkan di kampung halamannya Jombang Jawa Timur, sebuah kota kabupaten kecil, sekitar hanya 30 menit perjalanan mobil dari kota saya tercinta Mojokerto.

Mantan Presiden RI ke 4 itu meninggalkan seorang istri dan 4 orang anak. Dia adalah cucu KH. Hasyim Asyari, pendiri organisasi massa Islam terbesar di dunia yang berada di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama. Gus Dur yang asli Jombang Jawa Timur itu mendapatkan banyak sebutan di masyarakat, beberapa diantaranya adalah guru bangsa, cendekiawan muslim, pejuang demokrasi, dan seabreg sebutan lainnya. Gus Dur tidak hanya populer dikalangan muslim khususnya warga Nahdliyin, namun juga sangat populer dikalangan luar muslim. Gus Dur dianggap sebagai penolong bagi mereka yang minoritas di republik Indonesia tercinta.

Terutama di Indonesia, semasa hidupnya Gus Dur sangatlah kontroversial. Bisa saya bilang dilihat dari kuantitas (dan mungkin juga kualitas) kontroversi yang ditimbulkannya, tidak ada orang di Indonesia ini yang menyamainya. Saya tidak akan menyebutkan semuanya, namun salah satu yang menurut saya termasuk bombastis adalah keinginannya untuk membubarkan DPR (ini dalam tataran negara) dan pendapatnya sapaan Assalamu’alaikum Wr Wb sebaiknya diganti dengan Selamat pagi, Selamat siang, dan seterusnya saja (ini dalam tataran agama). Apa itu tidak gendheng, namanya?

Banyak orang menganggap dia adalah orang hebat. Yang termasuk disini adalah barisan orang-orang sekuler, nasionalis, pengusung demokrasi dan orang-orang diluar muslim. Ada juga yang menganggap dia tidak lebih sekedar antek Israel di Indonesia, dengan pola pemikiran sekulerisme, liberalisme dan pluralisme yang kerap diusungnya. Barisan ini adalah para muslimin konservatif yang menentang pemikiran bahwa semua agama adalah sama.

Berbagai tindakan kontroversial yang kerap dilontarkannya itu, sebagian menganggap itu adalah efek dari serangan stroke yang pernah menimpanya, sehingga pemikirannya sering dianggap tidak beres. Baik kawan maupun lawannya memang seringkali dibuat geleng-geleng kepala dengan sepak terjangnya. Sukar untuk ditebak dan ditentang. Gayanya yang terkesan seenak udele dewe dan tanpa beban menjadi ciri khasnya.

Lepas dari kesemuanya itu, Gus Dur semasa hidupnya memang pantas untuk dikenang. Lepas dari kita suka atau benci dengan tindakan dan pemikirannya, Gus Dur memang pantas untuk dihargai. Segala hal kontroversial yang pernah menghinggapinya, yang pernah menimbulkan luka bagi sebagian orang, hendaknya untuk diberikan pintu maaf. Karena bagaimanapun juga dia sudah tiada. Dia memang sudah tiada secara fisik, namun pemikirannya dalam masyarakat tidak serta-merta juga ikut binasa.

Satu hal yang masih saya kenang dan membekas bagi saya adalah mengenai humornya. Sudah jamak diketahui bahwa Dus Dur adalah raja humor. Salah satu humor darinya itu adalah berupa tebakan. Yaitu, apa persamaan wanita hamil dan ilalang yang tinggi? Jawabannya sungguh menggelitik dan menyerempet mesum: Karena telat dicabut! Mengerti, kan?

Akhirnya, selamat jalan Gus. Kepada Allah SWT jugalah engkau kembali kini. Ungkapanmu ‘Gitu Aja Kok Repot’ pasti akan selalu diingat orang.

Thursday, December 03rd, 2009 | Author: Arif Haliman

Sudah kurang lebih 3 bulan ini saya memiliki mainan baru: Yup, GPS (Global Positioning System). Sistem pemetaan secara global ini saya beli sebagai value added (nilai tambah) layanan sewa mobil di Bali via website milik saya. Sebagai value added, ditilik dari sisi ROI atau return of investment, ternyata fungsinya sudah melebihi itu. Peta digital ini sepertinya malah bisa digunakan sebagai bisnis sampingan :)

Sebenarnya, sudah sekitar awal tahun ini saya sangat tertarik dan berkeinginan untuk membeli barang ajaib ini. Pasalnya, beberapa email yang masuk untuk booking rencal car di Bali melalui website saya, beberapa diantaranya mananyakan apakah kami bisa juga menyediakan layanan unit GPS. Karena tidak memilikinya, waktu itu saya selalu beralasan dengan asal menjawab: Acually, the best GPS is the locals you meet on the street hehe..

Kedengaran seperti jawaban ngeles dari ketidakmampuan menjawab yang sesungguhnya. Namun bisa juga benar karena jurus itulah yang selalu saya pakai kalau berada di sebuah tempat yang saya sama sekali gak ngerti dimana. Terlepas dari itu, saban kali ada calon penyewa yang menanyakannya, jawaban seperti itulah yang selalu saya berikan. Beberapa tamu mengamininya, namun lebih dari itu kemudian malah tidak membalas sama sekali email saya, menguap entah kamana. Akhirnya, sambil senantiasa berdoa kepada Yang Kuasa agar diberi kelonggaran modal dan terutama alokasi waktu, akhirnya sejak 3 bulan terakhir ini saya bisa juga memilikinya hehe :)

Sampai dengan saat ini, saya sudah memiliki 2 unit GPS yang keduanya saya rentalkan bersamaan dengan mobil sewaan saya. Saya membelinya dengan harga per unit Rp 2.050.000. Namun, untuk pembelian berikutnya, saya mendapatkan potongan harga menjadi Rp 1.800.000 karena penjualnya sedang promosi. Kalau kamu berminat membeli unit GPS secara online, saya sarankan untuk membelinya di PusatGPS.com . Layanannya ok, cepat serta tanggap terhadap keinginan konsumen. Base camp mereka ada di kota Malang Jawa Timur, namun di Bali sini sepertinya juga ada cabang mereka.

Setahu saja sampai saat ini, mereka menjual berbagai unit GPS dengan harga yang relatif paling murah. Dengan 4 buah software atau perangkat lunak yang sudah terinstal di masing-masing unit, GPS ini sudah melebihi dari yang diharapkan. Ke 4 perangkat lunak tersebut adalah Garmin, iGo, MioMap dan Amigo.

Membawa benda ini selamat berkendara (mobil) memberi sensasi tersendiri. Kita akan disuguhi informasi yang sangat akurat mengenai contohnya, berapa meter / kilometer lagi harus belok kanan, di belokan mana kita harus berputar, berapa lama perkiraan kita akan tiba di tempat tujuan, dsb. Tidak kurang informasi seperti berapa meter / kilometer lagi pompa bensin berada, atau tempat makan, rumah sakit serta tempat menarik lain akan terpampang dilayar monitor. Bagi yang suka kencing selama berkendara jauh, seperti perjalanan antar kota atau pulau, mengetahui dimana posisi-posisi pompa bensin secara tepat yang selalu menawarkan toilet gratis dijamin akan membantu sekali ;)

Pokoknya dengan membawa benda ini, dijamin kita akan sampai ditempat tujuan, walaupun bahkan kita belum pernah sekalipun mengunjungi tempat itu, atau belum pernah berkendara di kota / tempat itu. Tidak perlu kuatir tersesat. Peta jalan terhampar dengan jelas di layar monitor dan bersifat dinamis. Peta kertas mah bisanya diem aja. Kalaupun misalnya kita salah arah (mungkin grogi harusnya belok di tikungan pertama, tapi kita malah lurus saja), gambar peta akan di re-calculated atau dipetakan ulang secara otomatis. Itulah makanya, para turis di Bali, terutama yang menyewa mobil dan menyetir sendiri lewat Bali car rental website saya, GPS ini menjadi favorit mereka.

Seringnya saya dengar komentar mereka mengenai GPS adalah: It makes your life easier..

Monday, November 23rd, 2009 | Author: Arif Haliman

Hari Rabu minggu kemarin, tepatnya tanggal 18 November, diadakan sebuah acara dengan mengambil judul Bincang Bisnis dan Silaturahim Pengusaha Muslim Bali. Dalam acara ini saya ikut ambil bagian sebagai peserta yang duduk manis mendengarkan para narasumber berbicara membagi ilmu bisnis yang dilandasi dengan semangat spiritualitas keislaman yang kental. Dengan mengambil tempat di rumah makan de Surau Bali di Jl. Mahendradatta Denpasar, acara yang terbilang langka ini menurut saya patut diacungi jempol.

Memang bobot materi yang disampaikan dalam acara gratis tanpa tiket masuk ini tidaklah segegap-gempita acara seminar Andri Wongso di Bali yang juga saya ikuti akhir tahun kemarin, namun sekali lagi saya tetap menyebutnya langka. Yang membuatnya langka adalah bahwa acara ini bertemakan bisnis dengan seluruh peserta pengusaha muslim di Bali. Seminar bertema bisnis adalah sudah biasa. Hal mengenai pengusaha juga sudah jamak. Tapi acara kumpul-kumpul antar pengusaha muslim di Bali dimana umat muslim adalah minoritas disini? Ini baru luar biasa!

Begitulah, tak kenal maka tak sayang. Akhirnya saya bisa bertatap muka dengan pemilik salah satu website populer di bidang properti House of Bali. Beliau adalah Pak Zaenal Sania. Saudagar dari Sulawesi ini sudah lama malang melintang di Pulau Dewata dengan berbagai bisnis yang dijalankannya. Dari berbagai macam bidang usahanya, yang paling membuatnya ‘jadi orang’ menurut saya adalah bidang properti ini. Dalam acara ini Pak Zainal bertindak sebagai narasumber. Dengan moderator Pak Alim Mahdi Direktur DSM Bali (Dompet Sosial Madani Bali), acara bincang dan silaturahim pengusaha muslim Bali ini berlangsung gayeng. Apalagi ditambah dengan acara peluncuran produk terbaru Telkomsel yaitu T-Cash.

Pak Zainal banyak berbagi cerita mengenai bagaimana memulai usaha dan menjaganya supaya tetap survive. Menurut beliau, tidak hanya dari sisi teknis penguasaan bidang bisnis yang wajib kita kuasai, namun juga dari sisi non-teknis seperti restu dan dukungan mutlak 2 wanita. Siapa mereka? Mereka adalah ibu dan istri kita.

Selain itu adalah pentingnya untuk berkomunitas. Dalam menjalankan bisnis, apabila kita seorang diri dalam menjalankannya, maka otomatis yang berdoa agar bisnis kita lancar dan penuh barokah adalah diri kita sendiri dan keluarga kita. Namun bagaimana kalau bisnis ini dijalankan secara bersama-sama dalam sebuah komunitas? Maka tentu saja yang berdoa adalah semua anggota komunitas bisnis tersebut, berikut anggota keluarga mereka. Dengan demikian, keberhasilan bisnis kita akan lebih nyata.

Saya juga jadi tahu para peserta yang berlatar belakang pengusaha ini dengan bidang usaha mereka. Dimulai dari garmen, textile, hardware komputer sampai distro busana muslim. Rata-rata mereka kayaknya sudah kelas kakap, seperti pak Ekky Cules dari Kencana Tekstil Bali. Untuk yang dari kelas ecek-ecek kayak saya sepertinya juga ada banyak.

Tapi terlepas dari kelas kakap ataupun kelas ecek-ecek, yang terpenting bagi saya waktu itu (dan saya yakin juga bagi kebanyakan peserta) adalah silaturahim dan partisipasi dalam sebuah acara yang terbilang langka tersebut di Bali.

Category: Pribadi, Umum  | Tags: ,  | Leave a Comment
Saturday, September 05th, 2009 | Author: Arif Haliman

Hari ini adalah hari ke 15 puasa di bulan Ramadhan 1430 H / 2009 M. Secara fisik, alhamdulillah saya masih mampu berpuasa selama ini tanpa ada hambatan berarti. Cuaca di Bali akhir-akhir ini yang seringnya tidak jelas, kadang panas menyengat namun kadang bisa turun hujan secara tiba-tiba turut menyertai hari-hari berpuasa. Secara mental (dikaitkan dengan suasana atau atmosfer bulan Ramadhan di Bali) juga tidak ada hambatan. Mungkin karena saya sudah terbiasa ber-Ramadhan ria di Bali sehingga sudah paham suasananya.

Seperti diketahui, berpuasa di pulau Bali suasananya mungkin sedikit berbeda dengan misalnya di pulau Jawa. Disini para pedangan (makanan) akan tetap buka seperti hari-hari diluar Ramadhan. Kecuali Warung Pecel Madiun yang berlokasi di Renon Denpasar (yang ramai saban hari dan memang luar biasa enak pecelnya), tutup penuh selama Ramadhan.  Orang-orang, apakah itu lokal atau bule, tetap dengan santainya makan ditempat makan secara terbuka. Cara berpakaian juga begitu, masih tetap open dan tidak merasa risih. Hal ini mungkin bisa dimengerti, karena Bali bukan mayoritas penduduk beragama Islam, dan terlebih orang-orang bule itu sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan Ramadhan.

Beberapa toleransi yang ada di pulau Jawa dan pulau lain yang mayoritas berpenduduk muslim, misalnya beberapa warung makanan tidak secara demonstratif membuka warungnya dan menampakkan segala menu makanan yang gampang dilihat dari luar. Beberapa warung malah akan menutup total dagangan mereka demi kekusyukan beribadah, dan akan buka kembali pasca Lebaran. Cara berpakaian para wanitanya mungkin juga akan sedikit tertutup demi menghormati bulan penuh rahmat ini.

Namun bisa saya sampaikan disini bahwa, di Bali terutama yang basis penduduk muslimnya lumayan besar seperti di kota Denpasar, pada malam hari antara waktu Maghrib dan Isya, pemandangan layaknya di kota Jawa akan terlihat. Apa itu? Berduyun-duyunnya para kakek, nenek, bapak, ibu, remaja, anak kecil dan semua orang muslim menuju masjid atau mushola untuk melaksanakan shalat Tarawih.

Sehingga dijalanan akan jamak dijumpai orang-orang berjalan kaki, bersepeda motor atau bermobil menuju masjid dengan memakai peci, sarung, mukena, sajadah dan atribut shalat lainnya. Suasana seperti ini khas suasana yang sering saya jumpai di Jawa. Terlebih kalau kita melaksanakan shalat Tarawih di Masjid Agung Sudirman Denpasar, rasa-rasanya ini sudah bukan Denpasar lagi, tapi Mojokerto kota tercinta saya :) .

Satu lagi yang sama dengan suasana Ramadhan di Jawa, adalah maraknya para pedagang takjil (menu awal buka puasa). Hal ini terutama terlihat didaerah sekitar kampus negeri Universitas Udayana Bali sekitaran Jl. Panglima Sudirman Denpasar. Dikampus saya dulu di Universitas Brawijaya Malang, pemandangan seperti ini juga lazim terlihat. Para pedagang dadakan itu adalah mayoritas para mahasiswa. Sepertinya misi utama mereka tidaklah mencari untung materi, namun sekedar ikut menambah semarak dan kegairahan dibulan puasa ini dengan ikut menggelar dagangan berupa makanan kecil sebagai menu awal buka puasa.

Hanya sekedar mengingatkan, yang terpenting dari berpuasa adalah, kualitas ibadah secara maksimal yang bisa kita lakukan. Perbanyak shalat, membaca Al-Quran, sedekah, menahan diri dari semua hal jelek adalah yang utama dibulan puasa Ramadhan ini.

Category: Bali, Umum  | Tags: , ,  | Leave a Comment
Wednesday, September 02nd, 2009 | Author: Arif Haliman

Alhamdulillah..Hore..horeee..horeeee! Sepertinya hari ini adalah hari yang tepat untuk kembali menulis di blogku tercinta ini. Blog dengan titel From Bali with Love yang saya gawangi ini hanya mampu menghasilkan 2 postingan untuk bulan Agustus kemarin. Bali seorang blogger, produktivitas menulis seperti ini tidak pantas untuk ditiru apalagi diteladani. Hal ini sungguh diluar batas perikeblogeran :) . 2 biji posting saja dalam 1 bulan? Semoga lain bulan tidak lagi deh.

Saya pribadi sebenarnya kaget juga kok hanya bisa menghasilkan 2 tulisan untuk bulan Agustus kemarin? Padahal saya berharap blog ini seapes-apesnya kalau bisa minimal 5 buah tulisan dalam satu bulan. Saya menargetkannya minimal 10 tulisan. Syukur-syukur bisa lebih. Namun untuk bulan Agustus kemarin sepertinya saya memang benar-benar tidak mampu meningkatkan kuantitas tulisan saya. Sebagai bahan pembelajaran kedepan, ada baiknya saya menuliskan beberapa hal yang membuat aktivitas ngeblog saya menjadi tersendat.

Pertama (dan ini juga yang utama) sepertinya waktu saya banyak tersita untuk menghadapi high season di Bali kemarin. Seperti diketahui, pulau Bali sangat ramai dikunjungi wisatawan luar negeri pada bulan Juli-Agustus disetiap tahunnya. Dan alhamdulillah seperti biasanya, bisnis rental car Bali saya juga menuai dampaknya: terjadi lonjakan konfirmasi reservasi 2 kali lipat dari biasanya.

Terutama untuk bulan Juli, data para peminjam mobil melalui website saya lebih tinggi dibandingkan dengan bulan Agustus. Tapi meskipun bulan Juli sangatlah ramai, faktanya saya masih mampu untuk membuat tulisan minimal 10 buah di bulan itu. Sedangkan untuk bulan Agustus, meskipun juga sangat ramai, saya hanya mampu menghasilkan 2 buah tulisan. Artinya apa? Diawal-awal kesibukan (Juli) tenaga saya masih terjaga. Namun dipertengahan dan diakhir kesibukan (Agustus) tenaga saya melorot tajam. Akibatnya bisa diduga, sisa-sisa tenaga untuk menulis menjadi sirna tak berbekas :) Hal ini bisa juga disebabkan oleh kebosanan yang sudah menumpuk karena selama 2 bulan penuh fokus memaksimalkan reservasi website sewa mobil di Bali saya.

Yang kedua, ini juga yang menyebabkan produktivitas menulis saya menjadi tersendat. Hal ini ada hubungannya dengan postingan saya terdahulu yaitu mengenai cita-cita beranjak menjadi produsen busana muslim dan tidak lagi sekedar menjadi penjual. Ya saudara-saudara, dipertengahan bulan Agustus kemarin saya sudah mulai memproduksi baju muslim sendiri!

Sejak awal proses pembuatan sampai sekarang, karena ini adalah pengalaman pertama, saya harus rela pontang-panting antara toko kain, pihak tekstil, tukang jahit dan keluyuran ke pasar untukseperti misalnya sekedar menanyakan harga kancing baju, dan warna apa saja yang tersedia. Keluar masuk beberapa toko kain untuk menemukan harga terendah adalah tantangan tersendiri. Hasilnya, dari seluruh rangkaian proses ini, ada beberapa tahapan yang sempat meleset sehingga membuat saya sempat olahraga jantung, kuatir tidak bisa memenuhi harapan pemesan saya.

Baju yang saya produksi ini emang belum merek saya sendiri, tapi setidaknya saya terlibat didalamnya sejak cikal bakal baju ini masih dalam bentuk kain meteran sampai insyaAllah baju ini bisa dipakai dibadan. Baju ini adalah baju muslim semi gamis pesanan orang Singapura. Perihal dia bisa mengontak saya adalah karena dia menemukan website Muslim Busana saya, dan akhirnya datang ke Bali untuk sekalian kopi darat. Singkat cerita, kami berdua setuju agar saya sebagai supplier baju-baju muslim pesanan dia. Artinya, disini saya menjadi produsen. Baju muslim pesanan ini sampai sekarang belum jadi, tapi insyaAllah semoga awal minggu depan semuanya sudah kelar dan bisa segera saya kirimkan ke Singapura.

Yang ketiga, atau yang terakhir, sepertinya aktivitas saya untuk lebih mengoptimalkan website Hotel Bali saya juga tidak kalah menyita waktunya. Semangat baru di BaliHotelBooking.com ini yang dimulai awal bulan Juli kemarin masih terasa hingga sekarang, dan itu menuntut konsekuensi tinggi. Hasilnya memang sangat lumayan. Trafik naik, peringkat di search engine juga (sempat) naik, beberapa reservasi confirmed, dan yang tidak kalah penting, pundi-pundi Google Adsense saya dari chanel website Bali hotel booking ini semakin bertambah naik :) .

Well, akhirnya, di September Ceria ini, mohon doa restu agar produktivitas menulis saya di blog ini tetap terjaga, minimal 10 buah tulisan disetiap bulannya. Amin :)

Thursday, July 30th, 2009 | Author: Arif Haliman

Kejadian ban bocor adalah sesuatu yang biasa saja, bahkan mungkin sepele. Kejadian kayak gini bukanlah kejadian harian. Paling-paling rata-rata 6 bulan sekali ban kita bocor. Yah, pengalaman masing-masing orang tentunya berbeda. Semakin butut tuh kendaraan, biasanya kondisi bannya juga ancur-ancur yang walhasil sering-sering kempes.

Sehubungan dengan ban bocor ini, saya kemarin mengalami ‘hal sepele’ ini. Tapi ban bocor saya kali ini, setidaknya bagi saya, tidaklah sepele. FYI, sudah satu setengah tahun ini saya memiliki mobil pribadi, dan selama itu pula hal sepele ini tidak pernah hinggap. Sampai pagi hari kemarin itu, dalam rangka menyambut embun pagi plus udara segar karunia Illahi digarasi rumah saya, posisi Toyota Avanza saya kayak orang gak punya kaki satu. Bisa dibayangkan ya? Iya, itu kayak orang pincang satu kaki lebih panjang dari kaki lainnya.

Seperti itu juga yang terjadi dengan mobil saya. Dudukannya miring, tidak rata, alias oleng. Tak lain dan tak bukan karena ban depan bocor-cor tanpa ada udara sama sekali. Pantesan, malam sebelumnya saya pakai kok rasanya setir ini berat sekali. Kayak gak power steering blas!. Ternyata oh ternyata, berarti malam itu sedang terjadi proses pengempesan ban akibat udaranya perlahan-lahan ilang.

Semestinya, sekali lagi, masalah ban bocor adalah hal sepele. Tapi maaf saudara-saudara, berhubung ini ban mobil, dan saya sejak punya mobil belum pernah kena ban bocor, jadilah pagi itu menjadi pagi kalang kabut bagi saya ;) .

Langkah pertama adalah menelpon supplier sewa mobil di Bali saya. Kursus singkat via telpon perihal mencopot 4 mur ban depan dan bagaimana menggunakan dongkrak. Langkah kedua adalah mencari informasi di internet dengan kata kunci ‘ban mobil bocor’ :) .

Setelah informasi terkumpul, sebelum menggunakan dongkrak mobil untuk mengangkat mobil, ternyata ada satu tahapan yang harus dilalui dan saya merasa IQ saya jongkok sekali karena sebenernya super gampang, tapi lha kok ya bisa lama banget gitu loh :( . Well, untuk petunjuk lengkap bagaimana memasang stik dongkrak dan dimana posisi dongkrak mobil itu sendiri dibawah mobil, silakan lihat gambar ya.

Setelah melalui perjuangan berat (hehe, maklum belum pernah mencopot ban mobil sebelumnya), akhirnya kelar juga rangkaian proses tangan pegel-pegel bongkar pasang peralatan mobil (tools), memutar-mutar mur ban mobil, membongkar ban, dan sukses menambalkannya di bengkel ban terdekat.

Nah, buat kamu, terutama biasanya kaum cewek yang gak mau susah-susah ganti ban mobil, kayaknya mau gak mau harus simak baik-baik tip dan trik ‘mengganti ban mobil yang bocor’ dariku ini :) . Kita tidak bisa memprediksi kapan dan dimana, apakah sedang berhenti atau sedang melaju, ban bocor ini menyapa kita.

Berikut adalah langkah-langkah mengganti ban mobil (bocor bin kempes):
- Ambil peralatan mobil (tools) yang disimpan dalam mobil.
- Kendurkan 4 mur ban mobil dengan arah kekiri (kekanan untuk memasangnya kembali) dengan salah satu alat yang ada. Kalau tangan gak kuat (biasanya memang gak kuat) jangan sungkan-sungkan untuk menggunakan kaki agar tenaganya bertambah.
- Untuk stik dongkrak, pasang secara sambung-menyambung berbagai alat itu (kurang lebih akan ada 4 alat. Kalau bingung silakan lihat gambar).
- Posisikan dongkrak dibawah mobil dekat posisi ban yang akan diganti (kalau bingung silakan lihat gambar).
- Kemudian mulailah mendongrak agar mobil terangkat keatas.
- Setelah dirasa cukup, teruskan mengendurkan 4 mur ban tadi hingga benar-benar lepas.

OK, sampai tahap ini yang berikutnya ada dua kemungkinan. Yang pertama adalah membawa ban kempes tadi ke bengkel tambal ban terdekat. Kemungkinan yang kedua adalah kamu harus melepas ban cadangan yang tersedia di setiap mobil. Cara melepas ban cadangan mestinya mudah, asal tahu alat mana yang digunakan, seperti halnya melepas ban yang bocor tadi.

Sukses, ya! :)

Friday, July 17th, 2009 | Author: Arif Haliman

Lagi Indonesia kembali berduka. Bom laknat itu kembali menyalak dengan keras, menghantam langsung di pusat kawasan bisnis paling prestisius di Jakarta, kawasan Mega Kuningan. Kali ini yang menjadi sasarannya adalah Hotel Ritz Carlton dan JW MArriot. Khusus untuk JW Marriot, ini adalah yang kedua kalinya sejak 6 tahun yang lalu juga dihantam sebuah bom.

Indonesia sudah bosan dengan semua kegiatan bom ini. Saya pribadi dan saya yakin juga berjuta-juta rakyat Indonesia lainnya sudah sangat bosan dengan kejadian seperti ini. Saya merasa feeling empty. Tidak punya perasaan apa-apa. Bukannya tidak bersimpati atau berempati, namun I just can’t speak anything. Sekali lagi: feeling empty. Masyarakat Indonesia yang sudah stres ini akan semakin stres kedepannya.

Banyak sekali yang melatarbelakangi kejadian pengeboman terbaru ini. Dari unsur dalam negeri, adanya pihak-pihak yang tidak puas dengan hasil pilpres yang lalu berikut dengan pernak-perniknya. Bisa juga kawanan Noordin M Top menggeliat kembali. Atau muncul kelompok-kelompok baru lagi (entah atas nama agama, ideologi, kekuasaan, dsb) yang mencoba membuat semakin keruh langit Indonesia.

Dari unsur luar negeri sebetulnya juga banyak yang bisa dicurigai. Konspirasi global internasional bukannya tidak mungkin dilakukan untuk membuat negara Indonesia semakin terpuruk. Skenario jahat ini berupaya untuk membuat Indonesia tidak bisa membangun negaranya. Karena apabila Indonesia bisa membangun dengan gemilang dan kemudian berjaya, bisa dipastikan kekuatan Indonesia semakin berlipat dan pada akhirnya sulit untuk dicokok lagi hidungnya. Oleh karena itu, Indonesia harus dibuat selalu dalam keadaan terhuyung-huyung dan gampang jatuh. Kamu pasti sudah tahu siapa negara (Barat) yang paling terpukul apabila Indonesia semakin menjadi super power? Investasi minyak mereka di Indonesia pasti bakalan kena tendang!

Ingatlah bahwa Indonesia sebetulnya adalah negara yang super kaya. Apa yang ada di dunia ini yang tidak ada di Indonesia? Kalaulah kondisi sekarang kita masih carut-marut, itu salah satunya tak lepas dari bobroknya perilaku para penentu kebijaksanaan negeri ini yang masih menempatkan kepentingan pribadi dan golongan diatas kepentingan negara.

Ingatlah bahwa ada skenario untuk menjadikan Indonesia mirip dengan Iran. Proses pemilihan umum disana yang sudah berjalan dengan lancar dan fair seperti di Indonesia , masih saja diobok-obok oleh provokasi luar negeri (Barat) yang gilirannya kekacauan masih berlangsung hingga detik ini di Iran.

Kali ini jangan terburu-buru menuduh kelompok Islam sebagai pelakunya. Terlalu bodoh dan mengampangkan kalau hanya bisa menuduh pelakunya orang Islam. Kalaupun ternyata nanti memang ada unsur kelompok Islam didalamnya, jangan gampang menafsirkannya secara sederhana. Contoh-contoh seperti Amrozi, Imam Samudera cs atau kejadian 9/11 hanyalah fenomena gunung es. Tapi siapa yang berdiam di kaki gunung sebagai otak, sejatinya belumlah terungkap dengan jelas. Banyak sekali literatur yang menjelaskan semua itu. Jangan terkejut kalau pelakunya, kalau sudah terungkap, ternyata sangat jauh dari apa yang sering kita dengar selama ini.

Marilah berharap kepada Presiden SBY, jangan mudah menerima uluran tangan negara-negara Amerika, Australia dan Inggris dengan maksud membantu penyelidikan pengeboman ini. Ingatlah bahwa mereka ini adalah provokator sejati dengan Yahudi Israel dibelakangnya. Entah siapa pelakunya, apakah orang muslim atau bukan, di dunia ini merekalah yang paling ahli dalam hal menungganggi sebuah peristiwa. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa tidak ada makan siang gratis. Sekali mereka bisa masuk, artinya kedaulatan negara ini akan semakin terampas. Kata orang Jawa, dikei ati ngerogoh rempelo. Sudah dikasih ini, kemudian akan minta ini itu ini itu ini dan seterusnya.

Sekali ini saja Pak SBY, andalkan kemampuan dalam negeri. Percaya pada kemampuan diri sendiri. Perkuat konsolidasi. Perkuat komitmen. Utamakan persatuan bangsa secara rasional. Mungkin memang betul dengan mengandalkan dalam negeri kita tetap babak belur. Tapi dengan meminta bantuan luar negeri, kita akan babak belur kuadrat!

Pahit memang diawal dengan membawa prinsip mandiri, namun akan manis dikemudian hari demi tegaknya kembali kedaulatan bangsa dan negara Indonesia.

Category: Umum  | Tags: , ,  | Leave a Comment
Saturday, July 04th, 2009 | Author: Arif Haliman

Buku The Go-Giver Sang Pemberi yang saya resensi kemarin menurut saya sangat menarik. Tidak saja karena buku ini ditulis dalam bentuk cerita yang sangat ringan dan gampang diikuti, tapi sekaligus juga mempunyai misi yang sangat mulia, yaitu: Berilah, maka Anda akan menerima. Saya bisa membaca buku ini dalam waktu 2 jam saja, sebelum tidur malam :) .

Cerita yang terkandung didalam buku ini seperti istilah yang sering kita dengar, yaitu take and give. Tapi mulai sekarang harus kita balik menjadi give and take. Yang benar mestinya memang adalah memberi dulu, baru kemudian menerima. Kalau kita mendahulukan take, saya jamin selamanya kamu bakalan jadi pengemis. Emang bagus jadi seorang pengemis? Sama sekali tidak ada bagusnya. Tangan mereka selalu berada dibawah, tidak pernah diatas. Eh, omong-omong mengenai tangan diatas, silakan di cek website yang sangat provokatif dan inspiratif ini: TanganDiAtas.com.

Saya yakin istilah give and take akan terus bergaung ditengah-tengah kehidupan kita. Tidak bisa dipungkiri bahwa masyarakat sekarang ini cenderung semakin religius, tidak saja umat Islam, namun juga umat agama lain. Didalam Islam, maraknya para muslimah memakai busana muslim adalah salah satu contohnya. Secara langsung atau tidak, hal ini tentunya juga semakin menyuburkan praktik ‘memberi’ yang menjadi subyek buku The Go-Giver ini.

Didalam Islam, istilah semacam ini termasyur dengan yang namanya sedekah (shadaqoh). Sedekah bisa dalam bentuk macam-macam, apakah itu finansial, tenaga, waktu, pikiran dsb. Bahkan hanya tersenyum kepada seseorang dengan tulus dan iklas, orang itu sudah diganjar pahala oleh Allah SWT. Dalam prakteknya, sedekah bisa juga berwujud macam-macam seperti zakat, hibah, wakaf, dsb. Dan tahukah kamu? Tidak ditemukan adanya orang jadi jatuh miskin karena gemar bersedekah!

Allah SWT sendiri langsung yang mengatakannya lewat kalam-Nya Al Baqarah 2:261 :

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui“.

Tidak ketinggalan Rasulullah SAW dalam salah satu hadistnya:

‘Tidak akan berkurang rezeki orang yang bersedekah, kecuali bertambah, bertambah, dan bertambah”.

Masih tidak percaya? Kebangetan sekali! Itu yang bilang sendiri adalah Allah SWT dan Rasul-Nya lho. Atau coba saja lihat sekelilingmu. Bisa tetangga atau saudara dekatmu yang mungkin berkelimpahan harta. Amati dan perhatikan bagaimana mereka dalam bersedekah. Bukankah harta dan kekayaan mereka semakin bertambah, seiring dengan semakin besarnya mereka bersedekah? Tidak saja harta mereka bertambah, namun juga membawa berkah! Tidak kurang seorang Ustadz Yusuf Mansur pun gemar sekali mengingatkan para jamaahnya untuk senantiasa gemar bersedekah.

Kembali ke The Go-Giver, buku ini adalah produk orang Amerika yang notabene Barat. Meskipun hal seperti ini sudah dikandung oleh Al-Quran dan Hadist, namun tidak ada salahnya kita tetap membacanya, sebagai another view point atau sudut pandang lain yang bisa memperkaya dan menebalkan keyakinan kita atas kebenaran pentingnya memberi, memberi dan terus memberi, untuk kemudian nantinya kita bisa menerima, menerima dan terus menerima.

Kamu masih ingat tentang 5 Hukum Kesuksesan Tertinggi di resensi buku ini? Terutama kalau kamu adalah orang yang sudah bosan jadi pegawai dan berniat berganti kuadran menjadi business owner, ke 5 hukum ini akan mampu menjadi pelecut semangat tambahan. Baiklah, inilah hukum-hukum itu:

1) HUKUM NILAI
Nilai Anda sebenarnya ditentukan oleh berapa banyak yang Anda berikan dalam bentuk nilai lebih daripada pembayaran yang Anda peroleh.

2) HUKUM KOMPENSASI
Pendapatan Anda ditentukan oleh berapa banyak orang yang Anda layani dan sebagus apa Anda melayani mereka.

3) HUKUM PENGARUH
Pengaruh Anda ditentukan oleh berapa besar Anda mendahulukan kepentingan orang lain.

4) HUKUM AUTENTISITAS
Hadiah penting berharga yang harus Anda tawarkan adalah diri Anda sendiri.

5) HUKUM KEMAMPUAN UNTUK MENERIMA
Kunci untuk memberi dengan efektif adalah selalu terbuka untuk menerima.

Nah, tertarik untuk mengetahuinya lebih lanjut? Beli saja bukunya. Isinya ringan kok, dan bacaannya juga enak :) .

eXTReMe Tracker